You are currently browsing the monthly archive for January 2009.
http://unseenhands.wordpress.com/about/
———————————————————————————————————————–
Garis Darah Presiden
Sumber: The Antlantean Conspiracy
(c) Eric Dubay (www.myspace.com/sheeplerevolt)
Apakah Anda tahu bahwa 43 presiden AS membawa garis darah kerajaan Eropa ke dalam jabatannya? Sebanyak 34 diantara mereka adalah keturunan genetis dari satu orang, Charlemagne, Raja Frank yang kejam, hidup di abad 18. Dan 19 orang sisanya adalah keturunan langsung Raja Edward III dari Inggris. Kenyataannya, kandidat presiden dengan gen kerajaan selalu memenangkan setiap pemilihan presiden.
”Informasi ini berasal dari Burkes Peerage, yang merupakan buku silsilah bangsawan, yang berbasis di London. Setiap pemilihan presiden di Amerika, sejak dan termasuk George Washington sendiri di tahun 1789 hingga Bill Clinton, dimenangkan oleh kandidat dengan gen kerajaan Inggris dan Prancis. Sebanyak 42 presiden hingga Clinton, 33 diantaranya memiliki pertalian dengan dua orang: Alfred the Great, Raja Inggris, dan Charlemagne, raja Prancis paling masyhur. Beikutnya: 19 sisanya memiliki pertalian dengan Edward III dari Inggris, yang memiliki 2000 hubungan darah dengan Pangeran Charles. Hal serupa juga terdapat pada keluarga perbankan di Amerika. George Bush (Bush senior-pen) dan Barbara Bush berasal dari garis darah yang sama – garis darah Pierce, yang mengubah namanya dari Percy, ketika menyeberangi Atlantik. Percy adalah salah satu keluarga bangsawan Inggris, hingga hari ini. Mereka terlibat dalam Gunpowder Plot untuk mengangkat Parlemen di zaman Guy Fawkes.” – Peneliti/Penulis, David Icke, “Alice in Wonderland and the World Trade Center”
Kalau Amerika mendeklarasikan Kemerdekaannya dari kerajaan Eropa di tahun 1776, bagaimana mungkin setiap presidennya merupakan keturunan kerajaan Eropa? Jika presiden dipilih secara demokratis sebagaimana mereka mengatakannya pada kita, betapa ganjilnya kita selalu memilih keturunan anggota kerajaan Inggris dan Prancis untuk memimpin kita?
“Amerika telah dimiliki dan diperintah oleh keluarga kerajaan yang sama, dari Inggris dan Eropa, yang menurut sejarah umum, ditaklukkan oleh mereka selama perang yang dikenal sebagai ‘Perang Kemerdekaan’.” – Michael Tsarion, “Astrotheology and Sidereal Mythology” Read more…
http://unseenhands.wordpress.com/about/
———————————————————————————————————————–
Osama bin Patsy
Sumber:
Antichrist Conspiracy: Inside the Devil’s Lair
Copyright © 1999, 2008 by Edward Hendrie
http://www.antichristconspiracy.com
65. Osama bin Patsy [page 371]
Pernyataan dari para pejabat pemerintah luar negeri ini, bahwa serangan 9-11 merupakan pekerjaan dinas intelijen negara, termasuk Mossad, membuat para konspirator yang berada di belakang peristiwa itu merasa khawatir. Mereka tak bisa membiarkan kabar yang menyeruak kepada masyarakat umum bahwa Israel adalah dalang serangan tersebut. Mereka memutuskan untuk segera mengungkit sebuah video palsu guna mengembalikan fokus perhatian kepada boneka mereka, Osama bin Laden. Video tersebut menggambarkan seseorang yang memerankan Osama bin Laden dan sedang mengakui bahwa dirinya mendalangi 9-11. Read more…
http://unseenhands.wordpress.com/about/
———————————————————————————————————————–
Keterlibatan Zionis dalam 9-11
Sumber:
Antichrist Conspiracy: Inside the Devil’s Lair
Copyright © 1999, 2008 by Edward Hendrie
http://www.antichristconspiracy.com
64. The Zionist Connection to 9-11 [page 367]
20 warga Kolombia dan 15 warga Filipina tewas dalam serangan WTC. Korban tewas warga Israel pasti disangka lebih besar dari kedua negara itu. New York merupakan pusat kekuatan finansial Yahudi internasional, dan WTC berada di episenternya. Keterlibatan Yahudi internasional dalam perbankan dan finansial sangat legendaris. Dua dari firma terkaya dan terbesar di New York adalah Goldman-Sachs dan Solomon Brothers. Kedua firma tersebut memiliki kantor di beberapa lantai menara kembar WTC. Banyak eksekutif firma tersebut yang rutin pulang pergi ke Israel untuk menjalankan bisnis dan perbankan internasional. Seseorang pasti mengira bahwa korban tewas warga Israel sangat besar. Israel semula mengumumkan bahwa 4.000 warga Israel diduga tewas dalam serangan WTC.[929] Angka itu berdasarkan jumlah warga Israel yang bekerja di WTC atau memiliki usaha atau berdekatan dengan menara WTC.[930] Secara mengejutkan, Alon Pinkas, Konsul Jenderal Israel, mengkonfirmasikan bahwa hanya 3 warga Israel yang tewas dalam serangan WTC. Dua tewas masing-masing dalam dua pesawat yang menghantam menara WTC, dan seorang lagi tewas ketika mengunjungi salah satu menara WTC untuk urusan bisnis. Hanya 3 orang yang tewas dalam serangan dari ribuan warga Israel yang bekerja di WTC![931] Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? 11 September 2001 bukanlah hari libur Yahudi; jadi dimana semua warga Isarel yang biasanya bekerja di WTC? Fakta mencurigakan lainnya adalah bahwa warga Israel yang tewas dalam American Airlines Flight 11, Daniel Lewin, merupakan perwira dalam Sayeret Matkal, unit komando elit rahasia bidang anti-terorisme dalam Angkatan Pertahanan Israel. Read more…
http://unseenhands.wordpress.com/about/
———————————————————————————————————————–
Keterlibatan Media dalam Serangan 9-11
Sumber:
Antichrist Conspiracy: Inside the Devil’s Lair
Copyright © 1999, 2008 by Edward Hendrie
http://www.antichristconspiracy.com
63. Media Participation in 9-11 Attacks [page 361]
Terdengar menakjubkan ketika bukti-bukti objektif dengan jelas dan tak terbantahkan menunjukkan fakta bahwa pesawat yang ditayangkan dalam TV sedang menghantam WTC ternyata adalah gambar hasil komputer (computer generated images/CGI). Di bawah ini terdapat sebuah frame dari siaran ABC News mengenai pesawat kedua yang menghantam menara selatan. Perhatikan bahwa salah satu pesawat tersebut tidak ada. Dalam video tersebut terlihat keanehan, dimana satu sayap pesawat menghilang dari pandangan. Itu bukti bahwa media besar terlibat dalam konspirasi ini, dan mereka menggunakan CGI untuk menutupi fakta bahwa tak ada pesawat yang menghantam WTC pada 11 September. ABC mengklaim bahwa mereka menerima video tersebut dari seseorang secara cuma-cuma.[923] Di bawah terdapat gambar lebih besar yang saya susun menjadi 3 frame gambar dari video siaran ABC tersebut. Potongan-potongan itu dengan jelas menunjukkan bahwa pada frame 1 sayap pesawat masih lengkap, pada frame 2 sayap itu menghilang, dan pada frame 3 muncul kembali. Sayap itu menghilang lalu muncul kembali, kira-kira dalam tempo satu detik. Terlalu cepat bagi mata untuk melihatnya dalam keadaan bergerak, kecuali kalau menyelidikinya dengan seksama. Read more…
http://unseenhands.wordpress.com/about/
———————————————————————————————————————–
Siapa Sebenarnya Dibalik Serangan 9-11
Sumber:
Antichrist Conspiracy: Inside the Devil’s Lair
Copyright © 1999, 2008 by Edward Hendrie
http://www.antichristconspiracy.com
62. Who Was Really Behind the 9-11 Attacks [page 344]
Dalam banyak kasus, pemerintah AS membiayai agen provokator teroris. Sebagai contoh, sudah sering diberitakan bahwa CIA mendanai Osama bin Laden sebesar tiga miliar dollar. Beberapa orang mungkin menganggap bahwa CIA pasti tidak menduga Osama akan menyerang kita dan menghancurkan World Trade Center. Mari kita uji argumen tersebut.
Ketika AS memutuskan untuk mendukung kelompok Mujahidin—yang melahirkan aliansi penolakan di Afghan—bantuan AS yang melimpah mengalir kepada tiga kelompok penentang. Tiga kelompok tersebut menjadi kelompok yang paling anti-Amerika dalam aliansi tersebut: Hez-i-Islami (Party of Islam), dipimpin oleh Gulbaddin Hekmatyar; Jamiat-i-Islami (Islamic Society), dipimpin Profesor Burhanuddin Rabbani dan komandan militernya, Ahmed Shah Masood; dan Ittehad Islami (Islamic Unity), dipimpin oleh Profesor Abdul Rasul Sayyaf.[869]
Sibgratullah Mojadidi, pemimpin Islam berpengaruh, yang terpilih sebagai presiden pemerintah Afghan di pengasingan, berulang kali memperingatkan AS atas “kekeliruan” AS mendanai kelompok-kelompok tersebut. Dia menginformasikan pemerintah AS bahwa Hekmatyar merusak aliansi Mujahidin dan bersekutu dengan komunis. Sebagai tindak lanjut dari pengungkapan ini, pemerintah AS menghentikan bantuan resmi terhadap Hekmatyar. Kurt Lohbeck, pengamat independen dan pengarang “Holy War, Unholy Victory: Eyewitness to the CIA’s Secret War in Afghanistan”, diyakinkan oleh Duta Besar AS untuk Pakistan, Robert Oakley, pada tahun 1998 bahwa semua bantuan kepada Hekmatyar akan dihentikan. Setahun kemudian, dalam konferensi pers, Oakley menyatakan bahwa semua jenis bantuan kepada Hekmatyar telah benar-benar dihentikan. Pengumuman resmi tersebut adalah kebohongan. Seminggu kemudian, Lohbeck diam-diam mengikuti konvoy 50 truk suplai dan persenjataan AS dari bandara Peshawar menuju kamp Hekmatyar![870] Sudah jelas CIA mengetahui sifat kelompok yang mereka bantu tersebut. Dan bantuan itu masih berlangsung. Read more…
Sumber:
TIPUDAYA FREEMASONRY DI ASEAN
Oleh: Abdullah Pattani
Dilengkapi Oleh:
Ibnu Mansoer bin Abdullah
Publikasi Pertama Oleh:
Haji Ali bin Haji Sulong
Judul Asli:
FREEMASONRY DI ASIA TENGGARA
Pengarang:
Abdullah Fattani, 1400 Hijriyah
Penerbit:
Haji Ali bin Haji Sulong Press Thailand
Judul Revisi:
TIPUDAYA FREEMASONRY DI ASEAN
Penyunting:
Ibnu Mansoer, 1414 Hijriyah
Indonesia
Indonesia walaupun penduduknya mayoritas beragama Islam, bahkan yang terbesar di dunia, tetapi sebagian besar tidak menganut ajaran Islam yang sesungguhnya. Kaum Muslimin yang berada di Pulau Jawa lebih dikenal dengan istilah “abangan”. Sedangkan yang berada di daerah lain keadaannya sama saja, Mereka beragama Islam tetapi tidak berjiwa Islam. Kebiasaan hidup mereka telah tercampur dengan adat istiadat setempat, berupa Animisme, Hindu, Budha, Nashrani dan sedikit Islam yang bercampur-baur dengan paham tarikat dan Sufi.
Sejarah perkembangan Islam di Indonesia diwarnai dengan berkuasanya berbagai kerajaan. Di sana dikenal adanya kerajaan Demak (Jawa), Bone (Sulawesi), Pagaruyung (Sumatera), dan lain-lain, yang semuanya mengaku sebagai kerajaan Islam. Namun dalam tatacara, kebiasaan dan hukum yang berlaku di sana, hukum (syariat) Islam belum diberlakukan. Hukum rajam bagi pezina dan potong tangan bagi pencuri, belum pemah diberlakukan di kerajaan-kerajaan tersebut. Mereka masih memuja benda-benda azimat, pusaka nenek moyang atau tuah berbagai benda. Bahkan jika kita perhatikan keadaan di Jogyakarta dan Surakarta yang dianggap ada bekas-bekas Islamnya, ternyata di sana yang tampak adalah upacara-upacara syirik belaka.
Demikianlah keadaan Indonesia sekilas. Itulah sebabnya ketika muncul gerakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, ia mendapat tantangan yang berat dari penguasa dan mereka yang mengaku sebagai Muslim. Read more…


Comments