You are currently browsing the monthly archive for February 2009.
http://unseenhands.wordpress.com/about/
———————————————————————————————————————–
Kesempatan untuk Mempersiapkan Peledak
Sumber:
Antichrist Conspiracy: Inside the Devil’s Lair
Copyright © 1999, 2008 by Edward Hendrie
http://www.antichristconspiracy.com
68. Opportunity to Preset Explosives [page 390]
Menara 7 ambruk dengan cara terkendali dalam jejak kakinya sendiri yang dipasangi dengan bahan peledak. Memerlukan waktu berhari-hari untuk memasangi gedung tersebut dengan bahan peledak, jadi harus sudah selesai dilakukan sebelum tanggal 11 September sebagai persiapan. Jika Menara 7 dipasangi bahan peledak beberapa hari sebelum 9-11, itu menyiratkan bahwa seluruh tragedi 9-11 merupakan pekerjaan orang dalam yang direncanakan dan dipersiapkan sejak semula.
Jika Menara 7 dipasangi bahan peledak sejak semula, kesimpulan lazimnya adalah bahwa Menara 1 & 2 juga telah dipasangi bahan peledak sejak sebelum serangan 9-11, setidaknya untuk ledakan permulaan yang digunakan untuk menirukan serangan pesawat. Seperti telah kita lihat, pesawat-pesawat itu merupakan CGI, dan menara ambruk melalui penggunaan senajata energi yang luar biasa. Ledakan permulaan di setiap menara, telah dipasang sejak awal. Apakah ada bukti mengenai pemasangan bahan peledak tersebut sejak awal? Memang ada. Menurut Scott Forbes, administrator database untuk Fiduciary Trust, Inc. (bank investasi yang kemudian dimiliki oleh Franklin Templeton), menara WTC sengaja menjalani “power-down” (penurunan daya listrik -pen) pada akhir minggu sebelum serangan 9-11.
[Scott] Forbes, yang disewa oleh Fiduciary pada tahun 1999 dan kini ditempatkan di kantor cabang Inggris, bekerja pada akhir minggu 8-9 September 2001, dan mengatakan bahwa perusahaannya diberitahu 3 minggu sebelumnya bahwa Otoritas Pelabuhan New York (New York’s Port Authority) akan mengambil daya listrik Menara Selatan dari lantai 48 ke atas. Alasannya: Otoritas Pelabuhan sedang menjalankan upgrade kabel untuk meningkatkan bandwidth komputer WTC. Read more…
http://unseenhands.wordpress.com/about/
———————————————————————————————————————–
Keruntuhan Menara 7 yang (tidak terlalu) Misterius
Sumber:
Antichrist Conspiracy: Inside the Devil’s Lair
Copyright © 1999, 2008 by Edward Hendrie
http://www.antichristconspiracy.com
67. The Not-So-Mysterious Collapse of Tower Seven [page 386]
Sebelum kejadian 9-11 tak pernah ada kasus dimana sebuah bangunan berstruktur baja ambruk hanya karena api. Keruntuhan Menara 7 WTC pada 11 September 2001, pukul 17.20, sangat luar biasa. Menara 7 memiliki 47 tingkat, yang menjadikannya mencapai ketinggian 600 kaki. Selain Menara Kembar WTC, Menara 7 merupakan salah satu bangunan tertinggi di Manhattan. Menara 7 dipisahkan dari Menara Kembar oleh sebuah blok kota. Menara 7 berada 355 kaki dari muka utara Menara Utara, dan Menara 6 berdiri diantara Menara 7 dan Menara Utara. Menara Selatan bahkan lebih jauh lagi. Menara 7 tidak lebih dekat dengan Menara Kembar dibanding bangunan lainnya yang hanya mengalami kerusakan kecil. Menara 7 tidak dihantam oleh pesawat ataupun reruntuhan puing dari Menara 1 atau 2, tapi secara misterius dua kebakaran kecil berkobar di dalam gedung tersebut dan selanjutnya ambruk pada 11 September malam.
Menariknya, lantai 23 Menara 7 menerima 15 juta dolar biaya renovasi, termasuk suplai air dan udara yang terjamin dan bebas, serta jendela tahan bom dan peluru yang dirancang mampu bertahan terhadap angin berkekuatan 200 mil per jam. Hasil renovasi tersebut dimaksudkan untuk digunakan oleh Walikota New York, Rudolph Guiliani, sebagai sebuah pusat komando darurat (emergency command center). Salah satu alasan pembentukan pusat komando tersebut adalah peristiwa pengeboman WTC tahun 1993. Lantai 23 adalah posisi yang ideal bagi sebuah pusat komando karena memiliki pemandangan tanpa halangan terhadap sisi utara Menara Kembar, yang sejak 1993 dianggap sebagai target utama para teroris. Menara 7 adalah gedung pencakar langit yang 100% berkerangka baja dan dibangun dengan baik. Gedung ini memiliki rangkaian 58 tiang yang mengelilingi batas pinggirnya (perimeter), serta 25 tiang pada inti bangunannya.[967] Anehnya, pada hari serangan 9-11, Walikota Rudolph Guiliani beserta rombongannya menjalankan kantor di lokasi berbeda dan tidak memanfaatkan bunker khusus yang dirancang secara akurat untuk peristiwa semacam ini. Guiliani menyatakan bahwa Menara 7 segera menjalani proses evakuasi saat peristiwa hantaman pesawat yang pertama. Read more…
http://unseenhands.wordpress.com/about/
———————————————————————————————————————–
Bukti Penggunaan Senjata Energi dalam Serangan 9-11
Sumber:
Antichrist Conspiracy: Inside the Devil’s Lair
Copyright © 1999, 2008 by Edward Hendrie
http://www.antichristconspiracy.com
66. Proof That Directed Energy Weapon Was Used on 9-11 [page 373]
Keterangan saksi mata mengenai bom yang meledak di bagian dalam WTC sebelum ambruknya Menara Kembar WTC telah diabaikan oleh media-media besar. Christopher Bollyn, reporter American Free Press, mempublikasikan laporan pada 22 Oktober 2001 berkenaan dengan keterangan saksi mata tentang ledakan sebelum dan saat ambruknya Menara WTC.
Meskipun ada laporan dari sejumlah saksi mata dan para pakar, termasuk para reporter berita, yang mendengar atau melihat ledakan sesaat sebelum ambruknya WTC, terdapat kebisuan (virtual silence) pada media-media secara umum.
***
Van Romero, pakar bahan peledak dan mantan direktur Energetic Materials Research and Testing Center di New Mexico Tech, mengatakan pada 11 September, “Menurut saya, berdasarkan rekaman video yang ada, setelah pesawat menghantam WTC terdapat beberapa peralatan peledak di dalam gedung yang menyebabkan menara tersebut ambruk.”
***
Romero adalah wakil presiden penelitian di New Mexico Institute of Mining and Technology, yang mempelajari material bahan-bahan peledak serta efeknya terhadap bangunan, pesawat, dan struktur lainnya, dan ia sering membantu penyelidikan forensik dalam kasus serangan teroris, biasanya dengan memasang ledakan serupa dan mempelajari efeknya. Read more…
Salah satu teka-teki besar dalam sejarah pasca Perang Dunia II telah terjawab: Dr. Aribert Heim, sang dokter horor di kamp konsentrasi Nazi mati di Mesir pada tahun 1992.
Pencarian ‘Dr. Death’-nya Adolf Hitler ini telah berlangsung selama lebih dari 40 tahun dengan tawaran imbalan €300.000 bagi yang menemukannya. Kini, para reporter dari stasiun berita Jerman, ZDF, dan The New York Times, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada penjahat Nazi tersebut.
Beberapa dokumen dan laporan saksi mata menegaskan bahwa Heim mati pada 10 Agustus 1992, di ibu kota Mesir, Kairo, setelah menderita kanker usus besar. Heim, yang ketika mati berusia 78 tahun, disebut telah tinggal di sana selama hampir 30 tahun tanpa diketahui.
Salah satu monster Nazi tersebut dikenal bertugas menyuntikkan petrol ke dalam jantung para penghuni kamp konsentrasi. Read more…


Comments