Sejarah Taliban

Kalau mendengar Taliban pasti kebanyakan orang Islam sendiri langsung berburuk sangka.

(Sumber: Dr. Muhammad Abbaas, Bukan… Tapi Perang terhadap Islam (diterjemahkan oleh Ibnu Bukhori), Solo: Wacana Ilmiah Press, Cet. I, April 2004, hal. 245-246 dan 248-255)

Setelah mujahidin meraih kemenangan, Amerika Serikat dan pengikut-pengikutnya berhasil menyebarkan permusuhan di kalangan faksi-faksi mujahidin, selain juga berhasil membunuh Kamal Sananiri pada tahun ’81, pembunuhan terhadap Dr. Abdullaah Azzaam pada tahun ’89 berhasil menciptakan perpecahan di antara faksi-faksi mujahidin. Sehingga, mereka semua saling memusuhi, sehingga hal ini menimbulkan meluasnya ketakutan di sebagian besar kawasan Afghanistan. Keadaan ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang berjiwa lemah, sehingga mereka menarik pajak dan upeti kepada masyarakat. Semakin banyaklah patroli yang berkeliling di jalan-jalan yang mengumpulkan pajak dengan paksa kepada orang-orang yang lewat dengan kendaraan mereka. Maka, setiap kelompok dari faksi-faksi itu memiliki para penarik pajak yang melakukan tindakan yang mirip dengan tindakan para mafia. Maka, merajalelalah kejahatan dengan berbagai bentuknya. Masyarakat dilanda ketakutan menyangkut keamanan jiwa, harta, kehormatan, dan hak milik mereka. Sebagian orang bertahan, sebagian lagi pergi ke luar negeri. Krisis ini semakin parah, penderitaan semakin bertambah-tambah, dan harapan semakin pupus. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun, di mana masyarakat sudah kehabisan harapan untuk mendapatkan jalan keluar, karena di sana tidak ada seberkas cahaya pun di cakrawala dan tiada sepercik harapan di hati. Hanya ada kegelapan yang bertumpuk dengan kegelapan, malam gelap gulita yang sangat kelam menyelimuti seluruh kawasan Afghanistan, yang semua itu menambah beban di hati putra-putra negeri Islam yang telah dihancurkan oleh perang dan dipotong-potong oleh taring-taringnya yang tajam, sehingga ia bermalam sebagai sepotong daging yang menjadi permainan lidah orang-orang dengki atau bola yang disepak ke sana kemari oleh kaki orang-orang berdosa.

Tiba-tiba, tanpa perencanaan oleh seorang pun, datanglah jalan keluar dari Allah swt. Maka, muncullah Taliban di permukaan dengan sedikit komandan tempur dan personil militer yang kecil untuk mengatakan kepada semua pihak: “Tahanlah tangan kalian dan menyingkirlah dari medan! Bukalah kota-kota, lapangan-lapangan, jalan-jalan, dan halaman-halaman, dengan sukarela atau dengan peperangan!” Lantas, mereka semua pun menyingkir dengan terpaksa dan terhina.

Gerakan Taliban bermula pada tahun 1994, pada saat sebuah kelompok kecil dari kalangan Talib (pelajar ilmu agama; dalam bahasa Afghan, kata talib dijamakkan menjadi Taliban, dengan demikian kata taliban berarti pelajar ilmu agama) dan Mulla Afghan di Kandahar melakukan pengusiran terhadap para perampok yang biasa merampok kafilah (yang mengadakan perjalanan) dan melakukan pemerkosaan kepada wanita di sekitar Kandahar. Para Talib itu, yang dipimpin oleh Mulla Muhammad Umar berhasil merampas senjata para perampok dan menemukan beberapa wanita yang diculik dan sebagian lagi dibunuh setelah diperkosa. Sebagian perampok itu berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman sesuai dengan syariat. Sebagian dari gerombolan perampok melarikan diri dari Kandahar. Kemudian, berkembanglah euforia dan semangat di kalangan penduduk Kandahar, lantas mereka memecat gubernur Kandahar yang berada di bawah pemerintahan Rabbani, karena ia tidak mampu menghadapi para perampok itu. Mereka pun mengangkat Mulla Muhammad Umar sebagai amir mereka. Mulla (Mulla adalah mahasiswa ilmu syariah yang berhenti dari sekolah sebelum memperoleh gelar, sedangkan maulawi adalah yang telah berhasil meraih gelar) akhirnya mengumumkan penerapan syariat Islam di Kandahar, kawasan yang mereka kuasai. Tersebarlah berita keamanan yang terwujud di kawasan Kandahar, sehingga berdatanganlah delegasi para Talib dan penduduk kawasan utara dan barat yang bertetangga dengan Kandahar. Para pelajar agama itu meminta mereka untuk memerintah dan menerapkan syariat Islam di wilayah-wilayah mereka. Para Talib itu membantu mereka dalam mengatur wilayah tersebut di bawah kekuasaan mereka dan dalam penerapan syariat. Dengan demikian, Taliban telah menguasai sekitar seperlima Afghanistan tanpa peperangan, akan tetapi karena keinginan penduduk kawasan tersebut akan diterapkannya syariat Islam dan terciptanya keamanan. Itulah awal mula gerakan ini. Dr. Sami Muhammad Shalih Dallal melukiskan bagaimana gerakan Taliban sering meraih kemenangan ini tanpa peperangan. Ia mengatakan:

“Dari rahim sekolah-sekolah agama di Kandahar, dengan fatwa para ulama di kawasan Mayuan, muncul Taliban pada hari jumat, 15 Muharram 1415 H bertepatan dengan 24 Juni 1994 M di medan konflik perubahan. Ia berawal dari beberapa belas penuntut ilmu agama yang dipimpin oleh Mulla Muhammad Umar, kemudian banyak penuntut ilmu yang bergabung dengan mereka, di mana kebanyakan mereka itu lulusan Universitas Haqqaniyah di Peshawar, Pakistan. Dalam sebuah pertemuan besar yang dihadiri oleh 1500 ulama Aghanistan, terpilihlah pimpinan dan perintis gerakan Taliban, Mulla Muhammad Umar sebagai Amirul Mukminin. Mulailah gerakan Taliban menaklukkan kawasan-kawasan Afghanistan, satu demi satu, bermula dari kawasan Ruzajan, dengan pasukan yang jumlahnya hanya sebanyak 313 orang, di mana kelak kekuasaannya meluas sedikit demi sedikit. Keadaan ini terus berlangsung hingga akhirnya ia menguasai mayoritas kawasan itu. Seluruh faksi yang semula saling bertempur sejak kekalahan Rusia pada tahun 1989 M berhasil dikalahkannya. Pada masa itu, Pakistan mendukung Taliban dan mempermudah gerakan para Talib ke Afghanistan untuk bergabung dengan Taliban. Pakistan juga membuka perbatasan untuk suplai logistik bagi Taliban. Karena kedudukan terhormat para ulama, maulawi, dan Talib di masyarakat Afghan, Taliban meraih kemajuan dengan menguasai kawasan-kawasan lain di utara dan timur. Saat itu, Rabbani, sebagai penguasa di Kabul belum mengumumkan sikapnya, sebagai taktiknya, karena ia mengetahui bahwa pasukan Hikmatyar-lah yang memisahkan wilayah kekuasaan mereka dari Kabul. Bahkan, ia menawarkan bantuan kepada mereka untuk menjadi gerakan agama yang menjalankan tugas untuk melakukan koreksi serta amar makruf dan nahi munkar. Akan tetapi Hikmatyar memerintahkan pasukannya untuk tidak menyerah kepada Taliban. Terjadilah pertempuran di antara mereka di kawasan Ghazni, kemudian ke utara hingga kawasan Kabul, di mana wilayah kekuasaannya jatuh satu persatu tanpa peperangan atau dengan peperangan kecil, karena kebanyakan komandan dan faksi mujahidin, bahkan juga perampok, ragu untuk terjun berperang melawan para penuntut ilmu agama.

Beberapa faksi lain, seperti faksi Yunus Khalish dan pasukan Haqqani menyerahkan wilayah kekuasaan mereka kepada Taliban di Paktia dan Khost. Kebanyakan komandan Sayyaf juga enggan untuk berperang melawan para Talib itu. Mereka menyerahkan Nankarhar dan Jalalabad kepada Taliban, karena mereka melihat akhlak para Talib itu, serta tindakan mereka menerapkan syariat Islam, beramar makruf nahi munkar, mewujudkan stabilitas keamanan, memburu para perampok, dan mengamankan jalan. Kemudian, Taliban berhasil mencapai perbatasan Kabul. Mereka menghadap kepada Rabbani dengan sejumlah tuntutan, yang paling penting di antaranya adalah penerapan syariat Islam. Kemudian, Rabbani meminta mereka mengirimkan delegasi untuk berunding dengannya. Akan tetapi, Mas’ud, menteri pertahanannya, setelah berjanji kepada mereka untuk menyerahkan senjata, menghentikan peperangan, dan berdialog dengan mereka, justru mengkhianati mereka pada pagi hari berikutnya dan membunuh sejumlah qurra dan penghafal al-Quran yang menjadi delegasi dari para Talib itu. Disebutkan bahwa jumlah orang-orang yang dikhianati itu, yang dibunuh di dalam masjid mencapai hampir 250 talib. Akhirnya, Taliban menyerang Kabul, yang dalam waktu singkat berhasil dijatuhkan pada malam 26 September ’96, karena tidak adanya kepercayaan di antara dua faksi yang mempertahankannya, yaitu; kelompok Mas’ud dan kelompok Hikmatyar. Sebelum subuh, Taliban memasuki Kabul setelah terjadi pertempuran ringan dengan sebagian penjaganya dari kelompok pasukan Mas’ud, Rabbani, dan Sayyaf. Maka, faksi-faksi itu melarikan diri ke arah utara, untuk menghentikan peperangan di garis Gunung Siraj, pintu gerbang koridor Salink, dan kawasan utara. Saat itu, usia Taliban dihitung dari kemunculannya sekitar dua tahun. Kekuasaan Taliban berhenti di kawasan timur, selatan, barat, dan barat laut, hingga kawasan Herat. Sedangkan hampir seluruh kawasan utara yang meliputi sekitar 15% kawasan Afghanistan dengan ibukotanya Mazar-i Syarif masih belum dikuasai oleh Taliban.

Pada pertengahan tahun ’97, Taliban bergerak ke arah utara dan dalam sebuah gerakan cepat berhasil menguasai sebagian besar kawasan utara, dan jatuhlah ibukota Mazar-i Syarif ke tangan mereka. Saat itu seluruh dunia menyangka bahwa kekuasaan Afghanistan telah berada di tangan Taliban. Tetapi, sebagian milisi Uzbek yang semula mengadakan perjanjian damai dan bekerjasama dengan Taliban, berkhianat. Pengkhianatan ini menimbulkan pembantaian mengerikan yang menimpa pasukan mereka di utara, di mana korban pembantaian ini mencapai 10.000 hingga 15.000 pasukan Taliban, menurut angka-angka yang disebut, dalam pembantaian sadis, di mana kebanyakan dari mereka dikuburkan hidup-hidup dalam kuburan masal oleh milisi Uzbek Komunis di Mazar-i Syarif bersama dengan sekutu mereka dari golongan Syiah.

Maka, Taliban kembali bergerak ke utara dengan penuh waspada, lantas satu persatu wilayah utara jatuh ke tangah mereka sekali lagi. Maka, pasukan Dustum pun hancur dan ia melarikan diri ke Uzbekistan. Maka, tidak ada lagi kekuatan militer yang melawan mereka kecuali pasukan Mas’ud yang berdiam di sebuah lembah sempit yang terbentang dari Panshir hingga Gunung Siraj, kemudian ke Tasyarika, hingga ke pintu gerbang Kabul bagian utara, di mana di situ ia bertahan bersama pasukan pengikut Sayyaf. Taliban bergerak ke utara mengejar pasukan Mas’ud melalui jalan Ghurbind, tempat yang sewaktu-waktu bisa dijadikan jalan penyerangan bagi Mas’ud dan Sayyaf ke arah Kabul, dalam upaya menguasainya dan mengembalikan neraca kekuatan di Afghanistan, sekali lagi.

Serangan itu benar-benar terjadi ketika pasukan Taliban masih tersebar jauh dari ibukota Kabul, di mana pada saat itu, Kabul diselamatkan, setelah oleh karunia Allah, oleh sekelompok mujahidin Arab.

Pemerintahan Taliban telah mengumumkan penerapan syariat Islam di seluruh kawasan yang berada di bawah kekuasaannya dengan menjadikan Kabul yang dikuasainya pada 27-9-1996 sebagai ibukota dan basis gerakan politiknya dan menjadikan Kandahar sebagai tempat tinggal Amirul Mukminin dan basis gerakan legislasi dan organisasinya.

Dalam waktu singkat, Taliban telah menguasai hampir seluruh kawasan Afghanistan (kecuali sedikit kawasan utara yang telah kami singgung sebelumnya) dengan memproklamirkan tujuan-tujuannya, yang secara ringkas berupa penerapan syariat Islam secara total, penciptaan stabilitas dan keamanan di seluruh kawasan negeri Afghanistan, pemulihan bangunan, dan pembangunan infrastruktur di seluruh kawasan negeri Afghanistan.

Tak lama setelah itu, musuh-musuh Allah di seluruh dunia pun geger. Mereka memperlihatkan kedengkian mereka, membidikkan anak panah mereka, dengan harapan mereka bisa mengenai Taliban dalam satu pembunuhan atau paling tidak mempersempit ruang geraknya. Maka, mereka mulai melontarkan tuduhan-tuduhan sebagai berikut:

  1. Taliban telah membawa Afghanistan dari cahaya peradaban yang gemerlap kepada apa yang mereka sebut sebagai kegelapan syariat Islam.
  2. Melarang wanita dari kegiatan belajar dan mengajar serta menutup pintu-pintu rumah untuk menghalangi para wanita keluar dari rumah menuju sekolah dan universitas.
  3. Melarang kaum wanita bekerja atau berkarir.
  4. Mengharuskan kaum wanita mengenakan hijab.
  5. Melarang minuman keras di seluruh kawasan Afghanistan.
  6. Melarang musik dan lagu di panggung maupun di tempat-tempat umum.
  7. Melindungi para teroris dan melatih kelompok-kelompok mujahidin.
  8. Menanam ganja dan mengekspornya ke seluruh dunia.
  9. Tidak mematuhi undang-undang internasional dan konvensi-konvensi antar negara.
  10. Membela kasus-kasus keislaman, khususnya intifadah di Al-Aqsha, Palestina.

Sebagai contoh, Muhammad Hasanain Haikal berkata membawakan sebuah peristiwa menyentuh, ketika ia mengatakan:

“Agen intelijen pusat Amerika terlibat sangat intens terhadap peroalan Afghanistan, sampai-sampai sekelompok stafnya telah menghabiskan waktu enam bulan untuk membuat laporan tentang penyimpangan seksual bagi para pemimpin Afghan serta pentingnya menggunakan penyimpangan seksual itu sebagai alat untuk menundukkan mereka! Sebagai contoh nyata, agen intelijen tersebut mensinyalir adanya perang hebat yang berlangsung selama beberapa bulan antara dua orang pemimpin yang kedua-duanya jatuh cinta kepada anak kecil yang ditemukan oleh salah seorang dari kedua pemimpin itu, lantas diculik oleh yang lain.”

Ya, Imperium Setan ini telah memproduksi sesuatu paling rendah yang ada pada diri manusia yaitu nafsu seks, bermain dengan dan di atasnya. Sesungguhnya, setiap orang memiliki titik kelemahan, jika kelemahan itu tidak ditemukan, Anda bisa menciptakannya dengan memberikan iming-iming dan menyesatkannya. Jika Anda tidak berhasil juga, Anda bisa mempublikasikan kelemahan itu agar kebohongan-kebohongan dan kedustaan-kedustaan mengenainya tersebar luas. (Sumber: Dr. Muhammad Abbaas, “Bukan… Tapi Perang terhadap Islam” (diterjemahkan oleh Ibnu Bukhori), Solo: Wacana Ilmiah Press, Cet. I, April 2004, hal. 236)

Dalam tuduhan-tuduhan ini, mereka telah mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan. Kebanyakan tuduhan tersebut tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali, melainkan semata-mata merupakan kebohongan murahan. Kebanyakan darinya bahkan merupakan mahkota yang berkilau yang dipasangkan di dahi Taliban.

Adapun pihak-pihak yang berada di belakang tuduhan-tuduhan ini adalah: Amerika Serikat, Uni Eropa, Republik Rusia, beberapa republik Islam yang merdeka setelah kejatuhan Uni Soviet, India, Yahudi di Palestina, sebagian besar negara Islam, PBB, kaum sekuleris di seluruh negara. Semua tuduhan ini dilontarkan melalui surat kabar, majalah, buku-buku, siaran radio dan televisi, internet, dan berbagai media informasi lainnya.

Seluruh pihak yang telah kami sebutkan tadi telah berhimpun untuk menjatuhkan pemerintahan Taliban, meski berapapun biaya yang diperlukan dan meskipun penderitaan yang dialami bangsa Afghanistan semakin parah.

Mereka semua menunjukkan dendam mereka dan berlindung di balik payung Perserikatan Bangsa-bangsa. Mereka mengepung penuh Afghanistan yang diperintah oleh Taliban. Mereka memasang pagar-pagar yang mengisolasi dan menyerangnya dari darat dan udara, agar mereka bisa membunuh bangsa Afghanistan dengan rasa lapar dan ketertindasan. Kemudian, sesudah itu mereka akan mengatakan: “Ia dibunuh dan ditindas oleh Taliban!”

Adapun dari dalam, mereka menyebarkan kelompok-kelompok misionaris yang menjelajahi sebagian besar kawasan Afghanistan dengan alasan untuk menyelamatkan rakyat Afghanistan yang secara sistematis telah dibuat lapar dan takut, kemudian mereka datang untuk menjadi juru selamat, seperti serigala yang berbulu domba.

Jumlah organisasi misionaris yang aktif hingga sekarang di Afghanistan dan diwarisi oleh Taliban dari masa-masa sebelumnya mencapai sekitar 240. Surat Kabar Frontie Post yang terbit di Peshawar dengan bahasa Inggris, pada edisi 10 Desmber 1997, mempublikasikan bahwa organisasi NGO Men telah berhasil mengkristenkan 100.000 rakyat Afghanistan selama 7 tahun (mulai tahun 1990 hingga 1997).

Taliban telah mengumumkan penerapan syariat Islam di seluruh bidang kehidupan. Mereka mengeluarkan beberapa keputusan menyangkut persoalan wanita dan perlindungannya dari penyimpangan. Mulla Muhammad Umar berkata: “Kita tidak anti pengajaran bagi wanita, tetapi kita ingin mengatur pengajaran kaum wanita dengan aturan-aturan syariat.”

Taliban juga telah mengeluarkan beberapa keputusan yang melarang penanaman, produksi, dan pemakan ganja di Afghanistan, di mana sepanjang sejarah, Afghanistan telah menjadi negara terkemuka pengekspor barang haram ini.

Ketika semua itu terjadi, maka semuanya menjadi rambu-rambu yang jelas menunjukkan hakikat gerakan Taliban, tujuan-tujuannya, dan target-targetnya serta sejauh mana tingkat kebenarannya. Gerakan ini telah mengajukan solusi bagi Afghanistan yang terkucil. Ia telah berhasil mewujudkan apa yang gagal diwujudkan oleh gerakan lain dan berdiri kukuh ketika yang lain surut ke belakang. Berbagai upaya iming-iming maupun penyesatan tidak mampu membalikkannya dari jalan yang telah digariskannya, ketika amirnya dengan tegas menyatakan—sebagai jawaban atas embargo, tekanan, dan tawar-menawar yang diajukan kepadanya: “Sesungguhnya prinsip-prinsip Islam mengenai pemerintahan Islam tidak bisa menerima kompromi atau tawar-menawar terhadapnya dengan apapun juga.”

Adalah mustahil untuk menjelaskan seluruh sepak terjang Taliban, sekalipun dengan menggunakan seluruh lembaran buku ini, oleh karena itu, penulis akan memberikan gambaran sepintas, barangkali ini bisa menghilangkan berbagai kebohongan yang diceritakan mengenainya.

Kita awali dengan kesaksian Mufti Mesir, Dr. Nashr Farid Washil, di mana beliau mengatakan:

“Ketika kita pergi ke sana, kita akan mendapati bahwa realitas Afghanistan berbeda sama sekali dari apa yang digambarkan dan disiarkan oleh media massa Barat tentang Taliban dengan berbagai pengekangan, pengungkungan wanita, dan perkebunan ganja. Kami semua, sebagai delegasi, semula memiliki kesan kuat di benak kami bahwa Taliban benar-benar telah mengangkat syiar Islam sebagai solusi, tetapi mereka kemudian menanam ganja untuk membiayai gerakan mereka. Media massa Barat menyiarkan bahwa mereka mengekang dan melarang kaum wanita dari aktivitas mengajar, mengemudi mobil, dan sebagainya, bahwa mereka begini dan begitu. Tapi, di sana terlihatlah fakta yang tak pernah terlihat itu, bahwa mereka tidak menanam ganja, melainkan membentuk kelompok-kelompok untuk memberantas pertanian ganja, bahkan benar-benar membakar perkebunannya. Mereka melarang ada satu pohon ganja pun dalam pemerintahan mereka!

Adapun kaum wanita, maka kami melihat mereka ada di jalan raya, di sepanjang jalan raya. Mereka mengatakan: bahwa apa yang dipublikasikan itu keliru. Yang benar adalah, ‘karena kurangnya sekolah dan gedung sekolah, disebabkan oleh kondisi pengajaran yang buruk di negeri kami’, maka kami mulai menyiasati keadaan, yaitu bahwa anak laki-laki, khususnya yang tertua akan menjadi penanggung jawab dan penting bagi keluarganya; oleh karena itu, kami mengutamakan saudara laki-laki paling besar daripada saudara-saudara lainnya, sekalipun mereka juga sama-sama laki-laki, agar mendapat tempat di sekolah. Maka laki-laki tertualah yang paling utama. Jadi, permasalahannya bukan perempuan atau laki-laki, melainkan keadaan telah mengatur aktivitas dan sikap kami. Jika keadaan pengajaran membaik, tentu setiap anak perempuan akan mendapat tempat seperti anak laki-laki.’

Sebenarnya, kami sangat terkejut dengan keadaan yang disiarkan secara bohong oleh media informasi Barat. Saya mengakui bahwa saya pribadi dulu mempercayai semua pemberitaan menyangkut Taliban, akan tetapi setelah melakukan kunjungan itu, seluruh delegasi tanpa terkecuali yakin tentang ketidakobjektifan media massa Barat dan upayanya untuk menyesatkan seluruh dunia, khususnya mengenai realitas Taliban dan Afghanistan.

Terus terang, saya juga menganggap kunjungan ini seluruhnya bernilai positif, karena dengan kunjungan ini kami mengerti sejauh mana kebohongan informasi-informasi yang dipublikasikan oleh media massa Barat.

Saya katakan: sudah waktunya negara-negara Islam untuk mulai mengakui pemerintahan Taliban. Ini merupakan pendapat delegasi Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan pendapat saya pribadi. Saya katakan, sudah waktunya kita memahami bahwa kebanyakan kekuatan politik internasional menghendaki kondisi menyedihkan ini, di mana kekuatan-kekuatan ini berupaya menciptakan perpecahan di antara saudara-saudara seagama. Karena itu, saya menyerukan kepada dunia Arab dan Islam untuk merevisi sikapnya terhadap pemerintah Taliban.”

Informasi Tambahan:
+ Sumber: Moazzam Begg, Neraka Guantanamo, Kisah Derita Seorang Muslim di Penjara-Khusus-Teroris AS, Bandung: PT Mizan Pustaka, Cet. I, November 2006

“Di toko buku, aku mendengar banyak tentang Afghanistan dari orang-orang yang sering pergi ke sana, dan salah seorang dari mereka menceritakan kepadaku tentang proyek pembangunan sekolah yang dia jalankan di Kabul. Dia bernama Rami, keturunan Palestina yang tinggal di Inggris. Dia bertanya kalau-kalau aku ingin membantu.

Aku sangat terkesan dengan foto-foto dan detail yang dia tunjukkan. Aku memintanya untuk meninggalkan foto-foto dan informasi itu agar aku bisa mengabari teman-teman dan kerabatku tentang proyek itu. Dia menyebutkan bahwa dia punya rencana pembangunan sekolah perempuan, berlawanan dengan pandangan umum bahwa Taliban melarang pendidikan wanita. Aku pikir inilah sebuah contoh yang menggambarkan betapa penggambaran buruk Taliban mungkin terlalu dibesar-besarkan.

Tampaknya dunia pada umumnya sedikit sekali berupaya untuk mengetahui ketenteraman yang berhasil diciptakan Taliban, yang menyebabkan mereka berhasil naik ke kekuasaan pada pertengahan 1990-an. Aku mendengar bahwa Mullah Omar dulu memimpin sekitar tiga puluh santri Al-Quran untuk memberikan ultimatum kepada seorang panglima perang lokal yang menculik sekelompok anak sebagai budak seks. Ketika para milisi santri itu membebaskan anak-anak yang diculik, tak heran jika rakyat mulai mengagumi Taliban.

Saya tahu Anda tak akan bisa memahami. Taliban sungguh lebih baik ketimbang apa yang dimiliki Afghanistan selama dua puluh lima tahun terakhir. Anda tidak ada di sana—tidak sebelum dan selama kekuasaan. Eksploitasi seks anak-anak, pemerkosaan, penjarahan, perampokan, pembunuhan, dan produksi opium hanya berakhir setelah Taliban berkuasa.

Aku ingat saat di Bagram, Sharif mengatakan pada orang-orang Amerika itu bahwa produksi opium tiga kali lipat lebih besar sejak Taliban jatuh, dan bahwa para panglima perang (suku), banyak di antara mereka bersekutu dengan Amerika, telah memulai rantai perdagangan seks anak-anak.

Militer Amerika menolak status Tahanan Perang untuk tentara Taliban yang tertangkap di medan perang. Mereka berdalih tentara Taliban tidak berseragam, tanpa lencana, dan tidak terstruktur secara militer. Padahal Aliansi Utara lebih liar daripada Taliban, dan pasukan khusus AS sendiri sering berpakaian seperti penduduk lokal untuk penyamaran.

‘Saya ditawan di sini dengan mendapat perlakuan yang lebih buruk daripada ketika ditawan Taliban. Paling tidak, Taliban memberi saya radio, makanan matang, termasuk buah-buahan dan sayur segar, menghormati agama saya, dan mengawal saya ke toilet. Di sini, di bawah kekuasaan tentara Amerika, saya tinggal di dalam toilet.’”

+ Sumber: Andrew Carrington Hitchcock, The Synagogue of Satan, hal. 259-260

“Sebagai akibat dari serangan 11 September yang dipersalahkan pada Osama bin Laden, AS menginvasi Afghanistan dan menumbangkan penguasa Taliban di sana. Ini terjadi bukan karena alasan yang baru saja saya kemukakan. Alasan sesungguhnya adalah karena pemimpin Taliban, Mullah Omar, melarang produksi opium pada Juli 2000, dan panen opium tahun itu dimusnahkan. Anda ingat apa yang terjadi pada 1893 ketika Kaisar Manchu di China memerintahkan pemusnahan opium, untuk menghentikan kecanduan endemik yang dialami bangsa China? Keluarga Rothschild memerintahkan Tentara Inggris pergi ke sana untuk memerangi China demi melindungi kepentingan bisnis narkobanya. Well, itulah persis yang dilakukan Tentara AS tahun ini. Afghanistan merupakan sumber 75% heroin dunia, dan akibat pemusnahan laba tahun 2001 oleh Mullah Omar, tak ada waktu membiarkan dia mengganggu laba ini untuk tahun 2002, sehingga invasi terjadi pada Oktober 2001, dan tak lama kemudian, media sudah memberitakan tingginya panen opium pada Maret 2002.”

26 thoughts on “Sejarah Taliban

  1. assalamu’alaikum
    (Dr. Muhammad Abbaas, “Bukan… Tapi Perang terhadap Islam”)<– bukunya masih ada nggak di toko buku atau ada e-book gratisnya gak di internet???

  2. Wa’alaikumusalaam wr. wb.
    Kalau gak salah di toko-toko buku Islam masih ada. Cari aja. Kalau gak ketemu juga cari aja di pasar buku murah yang agak emperan. Biasanya masih ada stoknya.

  3. kenapa Amerika menghancurkan budaya warisan Peradaban Islam di Iraq????
    kenapa amerika menghancurkan taman bergantung di Iraq?
    kenapa amerika menghancurkan masjid2 di Iraq dan Afghanistan?

  4. terima kasih atas info ini,sungguh mungkin saya adalah salah satu yg awalnya acuh tak acuh tentang afganistan.
    Seandainya saja di negara ini bisa diperbaiki dengan adanya pemimpin seperti di Taliban….

  5. “Jumlah organisasi misionaris yang aktif hingga sekarang di Afghanistan dan diwarisi oleh Taliban dari masa-masa seblumnya mencapai sekitar 240. Surat Kabar Frontie Post yang terbit di Peshawar dengan bahasa Inggris, pada edisi 10 Desmber 1997, mempublikasikan bahwa organisasi NGO Men telah berhasil mengkristenkan 100.000 rakyat Afghanistan selama 7 tahun (mulai tahun 1990 hingga 1997)”.
    KITA MUSLIM INI KOK TAKUT DGN KUANTITAS, MALAH KUALITAS OGAH2AN ALIAS SENG PENTING AQ ISLAM. KEK MANA SIH BOS…ISLAM ADALAH AGAMA UNIVERSAL.MENGEDEPANKAN LOGIKA. MASAK TAKUT ORANG ISLAMNY SEDIKIT. BANYAK PUN KLO TIDAK BERBOBOT ISLAMNY….CILOKO NAMANY. KLOLAH KYAKINANNY ITU BENAR KUAT DAN ITU MENJADI URUSAN ALLAH. WLAUPUN LIDAH DAN TINDAK TANDUK DALAM KONDISI PERANG ATO DALAM TEKANAN, TAPI DALAM HATI MENGUCAP TAKBIR.

    HERAN AKU……ISLAM KOK TDK ISLAMI. TUH CB CEK SITUS FFI, MALU KITA SBAGAI ORANG ISLAM. JGN BANYAK BACOT KITA SBAGAI ORANG MUSLIM STELAH LIAT SITUS TERSEBUT, JADIKAN RENUNGAN DAN PEMBEAJARAN KITA. MERDEKA…masalah taliban msh tanda tanya aku, krena da berita yg pernah q tonton bahwa tuduhan point 6 itu benar. tidak boleh ke bioskop, melukis pokokke kesenian dilarang. yang jelas klo imam ny berlaku adil maka baiklah t4 itu.

  6. “Jumlah organisasi misionaris yang aktif hingga sekarang di Afghanistan dan diwarisi oleh Taliban dari masa-masa seblumnya mencapai sekitar 240. Surat Kabar Frontie Post yang terbit di Peshawar dengan bahasa Inggris, pada edisi 10 Desmber 1997, mempublikasikan bahwa organisasi NGO Men telah berhasil mengkristenkan 100.000 rakyat Afghanistan selama 7 tahun (mulai tahun 1990 hingga 1997)”.

    KITA MUSLIM INI KOK TAKUT DGN KUANTITAS, MALAH KUALITAS OGAH2AN ALIAS SENG PENTING AQ ISLAM. KEK MANA SIH BOS…ISLAM ADALAH AGAMA UNIVERSAL.MENGEDEPANKAN LOGIKA. MASAK TAKUT ORANG ISLAMNY SEDIKIT. BANYAK PUN KLO TIDAK BERBOBOT ISLAMNY….CILOKO NAMANY. KLOLAH KYAKINANNY ITU BENAR KUAT DAN ITU MENJADI URUSAN ALLAH. WLAUPUN LIDAH DAN TINDAK TANDUK DALAM KONDISI PERANG ATO DALAM TEKANAN, TAPI DALAM HATI MENGUCAP TAKBIR.

    HERAN AKU……ISLAM KOK TDK ISLAMI. TUH CB CEK SITUS FFI, MALU KITA SBAGAI ORANG ISLAM. JGN BANYAK BACOT KITA SBAGAI ORANG MUSLIM STELAH LIAT SITUS TERSEBUT, JADIKAN RENUNGAN DAN PEMBEAJARAN KITA. MERDEKA…masalah taliban msh tanda tanya aku, krena da berita yg pernah q tonton bahwa tuduhan point 6 itu benar. tidak boleh ke bioskop, melukis pokokke kesenian dilarang. yang jelas klo imam ny berlaku adil maka baiklah t4 itu.

  7. Sudah nyata sekali diseluruh belahan dunia ini US dan sekutunya menerapkan standar ganda dlm politik luar negrinya. tapi mengapa pemimpin negara dunia ketiga yg mayaritas penduduknya islam selalu saja minta restu atas kepemimpinanya (kekuasaan) kepada AS!? Taliban adalah bukti bahwa klu kekuatan islam bersatu maka tdk ada lawan jy berani, maka bersatulah pemimpin islam diselurh duniia ini!!!

  8. sebenarnya orang nasrani dan yahudi tidak berani melawan islam dengan terang-terangan.karena begitu kuatnya muslim dunia.maka mereka masuk dalam lingkaran agama islam,yg bertujuan merusak/merubah ajaran islam.sungguh sangat bodoh bagi seorang yang masih meragukan islam.janganlah lihat ajarannya,karena semua agama mengajarkan tentang kebaikan. lihatlah siapa yang menciptakan manusia,alam semesta,alam ghoib,dll.berarti Dia tuhan maha pencipta.pastilah Dia berkuasa,dan tak ada yang setara dengan Dia,maka Dialah maha Esa. siapakah Dia..? *segala puji bagi Allah, tuhan yang menguasai seluruh alam.

  9. kenapa negara negara islam kaya yang patuh,brsekutu kepada negara yang sudah jelas memusuhi islam?
    memang benar fitnah sudah menyebar,
    apa ini awal mula kemunculan dajjal?

  10. Taliban satu ketika telah meminta bantuan dunia luar utk anak2 Afghanistan yang kelaparan.Tetapi sebaliknya dunia luar itu mengeluarkan biaya utk pemulihan patung2 tak bernyawa warisan dunia jahanam itu!!! Oleh itu Taliban cuba mengalih perhatian masyarakat dunia kepada anak2 yg lapar ini dengan menghalimunankan patung2 tak bernyawa itu..atau mungkin juga Taliban mendapati patung2 itu bersalah dan menjatuhkan hukuman kepada patung2 warisan dunia.

  11. apakah ada kantor perwaklian Taliban di Jakarta? kalau belum ada, semoga kita-kita di beri kemampuan, kemauan, dan keseriusan dalam mengadakan semacam kantor perwakilan Taliban di Jakarta yang gunannya adalah:
    – untuk mempublikasikan yang benar tetag Taliban, Afganistan, dan kehidupan disana
    – untuk menggalang dana dari masyarakat Indonesia bagi biaya perjuangan mereka melawan penjajah barat najis laknatuLlah itu. Karena kita tidak bisa lagi menggantungkan harapan dari pemerintah indonesia yang notabenenya sudah menjadi bulu ketiak penjajah barat!
    – untuk mengirimkan bantuan-bantuan seperti obat2an, makanan, dan tenaga-tenaga kesehatan dan pendidikan yang ikhlas bekerja di sana
    – untuk saya pribadi agar dimudahkan bisa bergabung, bekerja, berbaki, dan mati bersama mereka.

    Wassalam

  12. saya ingin ada gerakan di indonesia yang siap terjun membantu taliban karna taliban adalah gerakan yang di ridhoi allah dan taliban lah kelak yang akan menyelamat kan islam…

  13. Andai aq punya dana tentu aq akan bergabung dengan Taliban utk berperang.
    Hanya mengharapkan Rindho Allah swt supaya saya bisa menjadi tentara Imam MAHDI.
    Menganalisa Taliban timbul keyakinan Imam Mahdi akan muncul dari Taliban.
    Ya Allah swt rindhoi Hambamu ini utk bergabung dg Tentara Imam Mahdi. AMIN.

  14. terima kasih, informasi yg berguna, selama ini saya bingung tentang Taliban, dan masih akan mencari tau lg, smoga Allah SWT melindungi orang2 yg berjuang di jalanNya…

  15. ga usah bingung..karna umat didunia ini sudah dibutakan kebenarannya oleh zionis..ga usah jauh2 keislam..yahudi,nasrani pun sudah mereka sesatkan..kerna zionis para pnyembah setan..meraka tdk bertuhan,bahkan diri meraka sendiri yang dijadikan tuhan..kalupun mereka bertuhan,hanya dewa2 setan yang menjadi tuhan mereka..mereka adalah para keturunan firaun,,biarlah nantinya yang akan menghancurkan mereka adalah keturunan dari pada rasul alloh..

  16. zionis adalah penyembah setan,.maka semua tingkah laku,sifat dllnya sama persis seperti setan,ziionis bisa menjelma menjadi yahudi,bisa juga sebagai nasrani dan bisa jg sebagai muslim,kerna setan identik dengan mistis dan mistis tidak jauh dari yang namanya sihir (bahasa politiknya konspirasi atau tipu daya)jadi bagi yg sdh sdkt bnyknya mengetahui agenda zionis,maka kasus afganistan bukan sesuatu yang mengagetkan lagi,buat zionis yang benar dibuat salah dan yng salah di buat benar..surganya zionis adalah neraka baginya dan nerakanya zionis adalah surga baginya,air dikatakan api olehnya dan api dikatakan air olehnya,,,inilah yang dinamakan teori konspirasi!!

  17. sangat bermanfaat artikelnya, spt diketahui bersama saat ini AS & sekutunya memegang peranan dlm bidang iptek & media massa. Ini fakta yg sebenarnya kl qta mau jujur kpd diri sendiri. Taliban mungkin salah satu momok yg menakutkan bagi mrk, krn kandungan Al Quran & Akhlakul Karimah Nabi Muhamad akn menghancurkan iblis & balatentaranya dgn cepat & gemilang. Syetan akn lari tunggang langgang melihat pejuang2 taliban yg bersih & suci bergerak ke seantero negri. Dajjal dgn fitnahnya akn terus menerus menghasut, mempengaruhi mereka2 yg tdk kuat iman, agar terjerumus jd pengikut2nya di neraka jahanam.

    Aktor Intelektual yg sesungguhnya adalah Zionisme Internasional. Mrk menafikan agama2 samawi, Yahudi, Nasrani, Islam, melecehkan, memalsukan ayat, hadits2, injil, taurat. Tujuan akhirnya menjadikan umat manusia jauh dr nilai2 suci agama yg dianutnya yg berasal dr Tuhan, Allah SWT, diganti dgn faham2 materialisme, komunisme, fasisme.

    Sebagai mayoritas muslim yg moderat hendaknya kita cerdas, waspada & selalu berpegang dgn tali agama yg kuat Al Quran & Sunnah Nabi, mohon perlindungan dr kejahatannya, waspada tipu muslihat & propaganda pecah belah & fitnah yg mrk lakukan.

    Bukti2 nyata kebiadaban mrk yg terkuak, kesaksian2 saudara2 kita yg selamat dr tipu dayanya, perpecahan yg terjadi di kalangan mereka dan cahaya Islam yg msh bersinar, cukup jd bukti Allah SWT tdk akan membiarkan kita hamba2nya yg tawadhu, yg lemah di hadapan-Mu dibiarkan tersakiti. Tetap berpegang teguh kpd Al Quran & Sunnah Nabi. Wallahualam..

  18. glory to taliban….the black banner army of khorasan……insha allah they will be the army of imam al mahdi………amin allahuma amin

  19. baca juga buku the giant man,buku yang menyentuh tentang mulla umar…..saya yakin amerika akan hancur di tangan taliban seperti uni sovyet dan inggris…satu satunya pasukan islam yang tidak pernah bisa dikalahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s