You are currently browsing the monthly archive for July 2009.
(Sumber: Abul Fida Muhammad Izzet Muhammad Arif, “Dajjal Pemimpin Yahudi”, Solo: Ziyad Visi Media, November 2007)
Greece Halspec dlm bukunya “Kenabian dan Politik”, menukil ucapan seorang fundamentalis bernama Paul Will:
“Sesungguhnya kami sangat menaruh hormat kepada presiden Sadat dan Menahim Begin. Hanya saja kesepakatan perundingan Camp David umurnya tidak akan berlangsung lama. Di sana, di Timur Tengah sama sekali tidak ada kata perdamaian, sampai saatnya al-Masih muncul kemudian ia duduk di atas singgasana Daud di Yerusalem (al-Quds).”
Mayer Rochild mengatakan (disebutkan dalam buku Copeland “Ahjaar ‘Ala Riq’atis Syath Ranji” hlm 48):
“Ketika tiba saatnya bagi tuan kami dan tuan seluruh umat di dunia ini untuk menerima tongkat kekuasaan, maka dengan otomatis tangan ini akan menyingkirkan semua orang yang mencoba menghalangi jalannya.”
Dalam Protokolat Zionis ke-9 dijelaskan hakikat obsesi Zionis:
“Sesungguhnya kami memiliki banyak obsesi jauh ke depan. Yang ia akan menjadi sumber segala teror bagi mereka yang menghalang-halangi di tengah jalan.”
Dalam Protokolat Zionis ke-4 disebutkan:
“Siapa saja dan apa saja yang bisa melepas kekuatan tersembunyi dari singgasananya? Sudah pasti hal ini berkaitan erat dengan pecahnya perang Arab pada saat ini. Sesungguhnya Freemason yang tersebar di seluruh dunia ini hendaklah terus melakukan terobosan saat manusia terlena, bergerak sebagai batu loncatan bagi obsesi kita. Tapi perlu diingat bahwa keuntungan yang bisa kita capai –yang kita terus berusaha merealisasikannya– dari kekuatan ini, sesuai dengan program kerja kita, begitu juga dengan di setiap pusat komando gerakan kita, bagi dunia ini obsesi kita masih menjadi tanda tanya besar, tak seorang pun boleh tahu!!”
Rabbi tentara Israel –saat memasuki kota al-Quds dengan membawa Taurat (yang diselewengkan) kemudian berhenti di depan Tembok Ratapan– mengatakan:
“Mulai hari ini kita sudah memasuki masa al-Masihi setelah kita mampu menguasai al-Quds dan Tembok Ratapan.” Read more…
(Sumber: Jerry D. Gray, “Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia”, Jakarta: Sinergi, Cet. I, Januari 2009, hal. 252-259)
Ini adalah kisah tentang chemtrails. Tentang pengakuan seorang mekanik pesawat yang menemukan unit penyemprot kimia pada pesawat sipil. Ia melaporkannya ke media, dan kemudian karirnya hancur. Kisah ini telah dicetak di ratusan website. Berikut kisahnya.
“Untuk alasan yang kelak akan Anda mengerti setelah membaca tulisan ini, maka saya tidak dapat membuka identitas saya. Saya seorang mekanik pada maskapai penerbangan yang terkenal. Saya bekerja di pangkalan perawatan yang berlokasi di sebuah pangkalan udara yang besar. Saya telah menemukan beberapa informasi yang mungkin akan Anda anggap penting.
Pertama-tama saya harus menjelaskan kepada Anda mengenai “pecking order” di antara para mekanik. Hal ini penting bagi cerita saya, sebagai alasan di posisi mana kami ingin bekerja.
Para mekanik ingin mengerjakan tiga hal. Bagian avionics, engine, atau flight controls. Para mekanik yang mengerjakan tiga sistem ini dianggap sebagai mekanik dengan posisi tertinggi dalam “pecking order”. Yang berikutnya adalah para mekanik yang mengerjakan hidroli, dan sistem pendingin ruangan. Kemudian mereka yang mengerjakan galley dan sistem yang bukan utama lainnya. Tetapi yang berada dalam daftar terbawah adalah para mekanik yang mengerjakan sistem pembuangan kotoran. Tidak ada mekanik yang ingin mengerjakan/merawat pompa, tangki,-tangki, dan pipa-pipa yang biasa menyimpan hasil buangan dari kamar kecil. Tetapi, di setiap bandara di mana saya pernah bekerja, selalu ada 2 atau 3 orang sukarelawan yang mengerjakan sistem pembuangan ini.
Mekanik-mekanik lain senang menyerahkan pekerjaan kotor ini kepada mereka. Karenanya dibutuhkan 2 atau 3 orang untuk mengerjakan sistem ini di setiap bandara. Tidak ada yang memperhatikan orang-orang ini, dan tidak ada yang mau bersosialisasi dengan mekanik yang hanya mengerjakan sistem pembuangan kotoran. Bahkan saya sendiri tidak pernah memikirkannya sampai baru-baru ini saja. Read more…


Comments