Kejahatan Perang AS Terhadap Irak

(Sumber: www.apfn.com)

Pengadilan Kejahatan Perang Internasional
Kejahatan Perang AS Terhadap Irak

Pengaduan Awal
Mengadukan
George Bush, J. Danforth Quayle, James Baker,
Richard Cheney, William Webster, Colin Powell,
Norman Schwarzkopf, dan yang lainnya

dengan tuduhan melakukan Kejahatan Terhadap Perdamaian, Kejahatan Perang, Kejahatan Terhadap Kemanusiaan dan Tindakan Kriminal Lain yang Melanggar Piagam PBB, Hukum Internasional, Konstitusi AS, dan Undang-undang yang dibuat Menurut Semua Aturan Tersebut.

Seraya sejumlah besar kaum progresif di seluruh dunia bergabung dalam usaha kami untuk membuat masyarakat mengetahui kebenaran, kita harus bekerja dengan badan-badan Internasional yang tidak dikendalikan oleh pemerintah AS semisal Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) yang akan mengadili orang-orang atas kejahatan perang internasional. Saat Akal dan Kebenaran memperoleh kembali kekuatannya di dunia, kita dapat melihat beberapa penjahat luar biasa diadili.

Tuduhan

  • AS terlibat dalam pola perilaku yang berawal pada atau sebelum 1989 yang dimaksudkan untuk membawa Irak ke dalam provokasi yang menjustifikasi aksi militer AS terhadap Irak dan penguasaan Teluk secara permanen oleh militer AS.
  • Presiden Bush sejak 2 Agustus 1990 bermaksud dan bertindak mencegah gangguan apapun terhadap rencananya untuk menghancurkan Irak secara ekonomi dan militer.
  • Presiden Bush memerintahkan penghancuran fasilitas yang esensial bagi kehidupan sipil dan produktivitas ekonomi di seluruh Irak.


  • AS secara sengaja mengebom dan menghancurkan kehidupan sipil, distrik komersial dan bisnis, sekolah, rumah sakit, masjid, gereja, tempat penampungan, area permukiman, situs bersejarah, kendaraan pribadi, dan kantor pemerintah sipil.


  • AS secara sengaja mengebom tanpa pandang bulu di seluruh Irak.


  • AS secara sengaja mengebom dan menghancurkan personil militer Irak, menggunakan kekuatan berlebihan, membunuh prajurit yang mencoba menyerah dan melarikan diri secara individu dan kacau-balau, seringkali tak bersenjata dan jauh dari zona pertempuran, serta secara sembarang dan tanpa alasan membunuh prajurit Irak dan menghancurkan peralatan perang setelah gencatan senjata.
  • Senjata Ilegal menewaskan ribuan warga sipil dan prajurit. Perilaku tersebut melanggar Konvensi Hague dan Jenewa, Piagam Nuremberg, dan hukum konflik bersenjata.
  • AS secara sengaja menyerang instalasi-instalasi di Irak yang menampung zat berbahaya.
  • Presiden Bush memerintahkan pasukan AS untuk menginvasi Panama, mengakibatkan kematian 1.000 sampai 4.000 warga Panama dan kerusakan ribuan tempat tinggal pribadi, bangunan publik, dan bangunan komersial.
  • Presiden Bush menghalangi keadilan dan menyimpangkan fungsi PBB sebagai alat mengamankan kekuasaan untuk melakukan kejahatan terhadap perdamaian dan kejahatan perang.
  • Presiden Bush merampas kekuasaan Konstitusional Kongres sebagai alat mengamankan kekuasaan untuk melakukan kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan perang, dan kejahatan tingkat tinggi lain.
  • AS memerangi lingkungan.
  • Presiden Bush mendorong dan membantu Muslim Syiah dan Kurdi untuk memberontak terhadap pemerintah Irak yang menyebabkan perang saudara, emigrasi, paparan radiasi, kelaparan, penyakit, dan ribuan kematian. Setelah pemberontakan itu gagal, AS menginvasi dan menduduki wilayah-wilayah Irak tanpa otoritas dalam rangka meningkatkan perpecahan dan permusuhan di Irak.
  • Presiden Bush secara sengaja menghalangi warga Irak untuk memperoleh obat-obatan, air layak minum, makanan, dan kebutuhan lain. Ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
  • AS meneruskan serangannya terhadap Irak setelah gencatan senjata, menginvasi dan menduduki area-area semaunya.
  • AS telah melanggar dan membiarkan pelanggaran HAM, kebebasan sipil, dan RUU HAM AS di AS, Kuwait, Arab Saudi, dan tempat lain untuk menggapai tujuannya yaitu penguasaan militer.
  • AS, setelah menghancurkan basis ekonomi Irak, menuntut ganti rugi yang akan secara permanen memiskinkan Irak dan mengancam warganya dengan kelaparan dan wabah.
  • Presiden Bush secara sistematis memanipulasi, mengendalikan, mengarahkan, menginformasikan secara keliru, dan membatasi pers dan media untuk mendapat dukungan terus-menerus di media atas sasaran politik dan militernya.
  • AS dengan kekerasan telah mengamankan kehadiran permanen militer di Teluk, kendali sumber minyaknya, penguasaan geopolitis Semenanjung Arab dan kawasan Teluk.

Temuan
Anggota-anggota Pengadilan Kejahatan Perang Internasional menemukan bahwa masing-masing tertuduh Bersalah atas dasar bukti dan bahwa masing-masing dari kesembilan belas tuduhan kejahatan dalam Pengaduan Awal, terlampir, telah terbukti dilakukan.

Para anggota percaya bahwa penting sekali jika negara bertanggungjawab atas tindakan kriminalnya dan kami mengutuk keras mereka yang bersalah atas tuduhan di atas. Kami mendesak Komisi Penyelidikan dan semua orang agar bertindak atas rekomendasi yang dikembangkan oleh Komisi untuk menuntut tanggungjawab negara dan untuk mengamankan keadilan sosial yang menjadi dasar perdamaian abadi.

Rekomendasi
Para anggota mendesak pencabutan segera semua embargo, sanksi, dan penalti terhadap Irak sebab itu merupakan kejahatan terus-menerus terhadap kemanusiaan.

Keputusan Akhir

HUKUMAN GANTUNG UNTUK SEMUA PELAKU
GANTI RUGI DARI PEMERINTAH AS KEPADA IRAK LEWAT PEMBAYARAN TUNAI SENILAI US$2,5 TRILIUN

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: