Kematian Dr. Death

Sumber:
Hitler’s Nazi monster Aribert Heim: Dr. Death’s shabby Cairo home revealed

Nazi concentration camp doctor Aribert Heim died in Egypt: Search for Hitler’s horror ‘Dr. Death’ is over

Salah satu teka-teki besar dalam sejarah pasca Perang Dunia II telah terjawab: Dr. Aribert Heim, sang dokter horor di kamp konsentrasi Nazi mati di Mesir pada tahun 1992.

Pencarian ‘Dr. Death’-nya  Adolf Hitler ini telah berlangsung selama lebih dari 40 tahun dengan tawaran imbalan €300.000 bagi yang menemukannya. Kini, para reporter dari stasiun berita Jerman, ZDF, dan The New York Times, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada penjahat Nazi tersebut.

Beberapa dokumen dan laporan saksi mata menegaskan bahwa Heim mati pada 10 Agustus 1992, di ibu kota Mesir, Kairo, setelah menderita kanker usus besar. Heim, yang ketika mati berusia 78 tahun, disebut telah tinggal di sana selama hampir 30 tahun tanpa diketahui.

Salah satu monster Nazi tersebut dikenal bertugas menyuntikkan petrol ke dalam jantung para penghuni kamp konsentrasi. 

Para reporter menemukan tas Heim yang memuat lebih dari 100 dokumen: sebuah salinan paspor Mesir Heim, aplikasi permohonan untuk izin tinggal, kwitansi bank, surat-surat pribadi (termasuk surat kepada mantan menteri Baden-Wuerttemberg Lothar Spaeth), dan CV tulisan tangan.

Aribert Heim

Surat wasiatnya juga ditemukan, sang dokter kamp konsentrasi tersebut meninggalkan property di Berlin kepada 2 saudara perempuannya dalam surat pernyataan berjudul “My Last Will”.

Artikel-artikel dalam tasnya mendokumentasikan perjalanan Heim setelah terbang dari Jerman – membawanya ke Prancis, Spanyol, Maroko, dan Mesir.

Pada awal 1980-an ia memeluk Islam dan mengambil nama Tarek Fared Hussein. Heim dibiayai oleh saudara perempuannya, yang mengiriminya uang secara tak teratur.

Putra Heim, Ruediger, berbicara kepada peneliti dari ZDF untuk mempertegas: “Ya, ayahku tinggal di Kairo.” Ia pertama kali mengunjungi ayahnya di sana pada pertengahan 1970-an dan kemudian merawatnya selama beberapa bulan setelah menjalani operasi kanker tahun 1990. “Diagnosisnya menyatakan bahwa ia ‘tak dapat disembuhkan’.” Aribert Heim menjalani chemotherapy dan radiotherapy.

Sang putra mengenang hari ketika ayahnya mati karena penyakit tersebut: “Di hari terakhir Olimpiade, pagi-pagi sekali pada 10 Agustus, ia meninggal.”

Dokumenter mengenai pencarian Aribert Heim ‘Most Wanted Nazi – Das Geheimnis des Dr. Tod’ akan ditayangkan di stasiun TV Jerman, ZDF, malam ini pukul 9:00.

Aribert Heim

Memerlukan waktu selama 46 tahun untuk terpecahnya teka-teki mengenai salah satu penjahat perang Nazi – foto di atas memperlihatkan di mana ‘Dr. Death’-nya Hitler tinggal.

Sang monster Nazi, yang dikenal akan eksperimennya yang kejam dan ekstrim di kamp konsentrasi Perang Dunia II, mengasingkan diri di bekas hotel Kasr el Medina yang kumuh di pusat kota Kairo.

Setiap hari, mantan dokter Nazi tersebut berjalan-jalan di jalanan kota, membaca al-Quran, shalat di Masjid al-Azhar, dan mengunjungi kafe J. Groppi.

Para saksi mata menyatakan bahwa ia sering membawa permen untuk anak-anak temannya, yang memanggilnya ‘Paman Tarek’.

Heim tinggal di hotel itu selama 10 tahun, dan berteman dengan keluarga Doma, sang pemilik hotel. Ia membuat net tenis di bagian atap hotel. Putra pemilik hotel, Mamoud Doma, mengatakan, “Ia memberi saya banyak buku, bagi saya ia seperti seorang ayah. Saya menyayanginya dan ia menyayangi saya.”

Orang-orang Mesir menyukainya, tapi tidak mengetahui masa lalunya yang mengerikan dan fakta bahwa ia berada di urutan teratas dalam daftar penjahat perang Nazi yang paling dicari.

Sebagai dokter kamp konsentrasi, ia menjalankan eksperimen-eksperimen mengerikan terhadap korban di kamp Mauthausen di Linz, Austria:

  • Ia menyuntikkan petrol dan zat-zat kimia ke dalam jantung korban dan membuat catatan mengenai reaksinya.
  • Heim menghilangkan organ-organ tubuh penghuni kamp konsentrasi yang sehat tanpa anastesi.
  • Kap lampu untuk komandan kamp terbuat dari kulit para korban yang dicambuk di bawah perintahnya.
  • Ia mencari penghuni bergigi sehat, lalu membunuhnya, merebus tengkoraknya, dan meletakkannya di atas meja kerjanya.

Jenazah Heim disebutkan telah dibakar secara tergesa-gesa di suatu pemakaman yang tak dikenal dekat kota tua Kairo. Para investigator Jerman kini ingin menggali tulang-belulang ‘sang jagal dari Mauthausen’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s