Mekanik Pesawat & Chemtrails

(Sumber: Jerry D. Gray, “Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia”, Jakarta: Sinergi, Cet. I, Januari 2009, hal. 252-259)

Ini adalah kisah tentang chemtrails. Tentang pengakuan seorang mekanik pesawat yang menemukan unit penyemprot kimia pada pesawat sipil. Ia melaporkannya ke media, dan kemudian karirnya hancur. Kisah ini telah dicetak di ratusan website. Berikut kisahnya.

“Untuk alasan yang kelak akan Anda mengerti setelah membaca tulisan ini, maka saya tidak dapat membuka identitas saya. Saya seorang mekanik pada maskapai penerbangan yang terkenal. Saya bekerja di pangkalan perawatan yang berlokasi di sebuah pangkalan udara yang besar. Saya telah menemukan beberapa informasi yang mungkin akan Anda anggap penting.

Pertama-tama saya harus menjelaskan kepada Anda mengenai “pecking order” di antara para mekanik. Hal ini penting bagi cerita saya, sebagai alasan di posisi mana kami ingin bekerja.

Para mekanik ingin mengerjakan tiga hal. Bagian avionics, engine, atau flight controls. Para mekanik yang mengerjakan tiga sistem ini dianggap sebagai mekanik dengan posisi tertinggi dalam “pecking order”. Yang berikutnya adalah para mekanik yang mengerjakan hidroli, dan sistem pendingin ruangan. Kemudian mereka yang mengerjakan galley dan sistem yang bukan utama lainnya. Tetapi yang berada dalam daftar terbawah adalah para mekanik yang mengerjakan sistem pembuangan kotoran. Tidak ada mekanik yang ingin mengerjakan/merawat pompa, tangki,-tangki, dan pipa-pipa yang biasa menyimpan hasil buangan dari kamar kecil. Tetapi, di setiap bandara di mana saya pernah bekerja, selalu ada 2 atau 3 orang sukarelawan yang mengerjakan sistem pembuangan ini.

Mekanik-mekanik lain senang menyerahkan pekerjaan kotor ini kepada mereka. Karenanya dibutuhkan 2 atau 3 orang untuk mengerjakan sistem ini di setiap bandara. Tidak ada yang memperhatikan orang-orang ini, dan tidak ada yang mau bersosialisasi dengan mekanik yang hanya mengerjakan sistem pembuangan kotoran. Bahkan saya sendiri tidak pernah memikirkannya sampai baru-baru ini saja.

Seperti maskapai penerbangan lain, kami memiliki perjanjian timbal balik dengan maskapai lain yang terbang ke bandara ini. Jika mereka memiliki masalah dengan pesawat mereka, salah satu mekanik kami akan menanganinya. Demikian juga sebaliknya, jika pesawat kami memiliki masalah di suatu bandara di mana maskapai lain memiliki pangkalan perawatan, maka mereka akan memperbaiki pesawat kami.

Suatu hari pada bulan lalu, saya dipanggil untuk mengerjakan sebuah pesawat dari maskapai lain. Ketika saya dipanggil, bagian dispatcher tidak mengetahui apa sebenarnya permasalahannya. Ketika saya sampai di pesawat, saya temukan bahwa masalahnya berada pada sistem pembuangan kotoran. Tidak ada hal lain yang bisa saya lakukan kecuali merangkak masuk dan memperbaiki kerusakan. Ketika saya masuk di suatu bagian yang menonjol (bay), saya sadari bahwa ada sesuatu yang aneh. Ada lebih banyak tangki-tangki, pompa-pompa, dan pipa-pipa daripada yang seharusnya. Pertama saya pikir bahwa sistemnya sudah berubah. Karena telah sepuluh tahun yang lalu sejak terakhir kali saya mengerjakan sistem ini. Ketika saya sedang berusaha memperbaiki masalah, saya sadari bahwa pipa-pipa dan tangki-tangki tersebut tidak berhubungan dengan sistem pembuangan kotoran. Saya baru saja menemukan hal ini, ketika mekanik lain dari perusahaan saya datang. Dia adalah salah satu mekanik yang biasa mengerjakan sistem ini. Saya dengan senang hati menyerahkan pekerjaan tersebut kepadanya. Waktu saya akan meninggalkan tempat tersebut, saya tanyakan padanya mengenai peralatan tambahan yang ada di situ. Dia mengatakan pada saya untuk “mengkhawatirkan bagian saya sendiri, dan biarkan dia mengkhawatirkan bagiannya!”

Hari berikutnya saya sedang berada di belakang komputer untuk melihat skema perkabelan. Sementara saya sedang berada di sana, saya memutuskan untuk melihat data mengenai peralatan tambahan yang saya temukan kemarin. Di luar dugaan saya, manual yang ada tidak menujukkan adanya peralatan tambahan tersebut. Saya bahkan berkutat dengan arsip-arsip pabrik dan tetap tidak menemukan apa pun. Saya makin penasaran untuk mengetahui apa kegunaan peralatan tambahan tersebut.

Minggu berikutnya, ada tiga pesawat kami di hangar yang akan dilakukan inspeksi berkala. Ada banyak mekanik-mekanik yang merangkak di luar dan di dalam pesawat. Saya baru saja menyelesaikan bagian shift saya dan saya memutuskan untuk melihat sistem pembuangan kotoran di salah satu pesawat kami. Dengan banyaknya mekanik di sekitar pesawat, saya pikir tidak akan ada yang tahu bila ada tambahan satu mekanik. Tak dapat disangkal lagi, pesawat yang saya pilih memiliki peralatan tambahan!

Saya mulai menelusuri sistem pipa, pompa, dan tangki-tangkinya. Saya menemukan sesuatu yang sepertinya unit kontrol untuk sistem tersebut. Benda itu seperti kotak kontrol avionics biasa tetapi tidak ada tulisan atau tanda apa pun. Saya dapat menelusuri kabel-kabel pengontrol dari kotak tersebut ke pompa-pompa dan valve-valve, tetapi tidak ada sirkuti kontrol menuju ke unit. Satu-satunya kabel yang berhubungan dengan unit adalah koneksi power yang berhubungan langsung dengan power utama di pesawat.

Sistem ini memiliki 1 tangki besar dan 2 tangki yang lebih kecil. Sulit untuk mengidentifikasi di ruangan yang sangat sempit itu, tapi saya lihat sepertinya tangki yang besar dapat memuat 50 galon (189 liter). Tangki-tangki itu terkoneksi dengan valve fill and drain, yang melewati badan pesawat sedikit di belakang valve buang (drain) untuk sistem pembuangan. Ketika saya mencari koneksi ini di bawah pesawat, saya menemukannya disembunyikan secara cerdik di belakang sebuah panel di bawah panel yang biasa dipakai untuk mengakses pembuangan kotoran.

Saya mulai menelusuri pipa-pipa mulai dari pompa-pompanya. Pipa-pipa ini mengarah ke suatu network yang terdiri dari pipa-pipa kecil yang berakhir pada ujung-ujung trailing sayap dan stabilisator horizontal. Jika Anda melihat secara teliti pada pesawat besar Anda akan melihat kumpulan kabel seukuran jari-jari Anda, menonjol keluar dari ujung trailing permukaan sayap. Itu adalah sumbu-sumbu discharge statis. Sumbu-sumbu tersebut digunakan untuk menyebarkan tenaga elektrik statis yang terbentuk di pesawat saat terbang. Saya menemukan bahwa pipa-pipa dari sistem yang misterius itu mengarah pada setiap 1 dari 3 sumbu-sumbu discharge statis ini. Sumbu-sumbu ini telah di-“lubangi” agar apa pun yang seharusnya mengalir melalui pipa-pipa itu dapat disebarkan melalui sumbu-sumbu ini.

Ketika saya sedang berada di sayap, salah satu manajer melihat saya. Ia memerintahkan saya untuk keluar dari hangar dan mengatakan bahwa waktu shift saya sudah selesai dan saya tidak memiliki otorisasi untuk bekerja lembur.

Beberapa hari kemudian merupakan hari yang sibuk dan saya tidak mempunyai waktu untuk melanjutkan penyelidikan saya. Pada suatu sore, dua hari setelah penemuan saya, saya dipanggil untuk mengganti alat sensor suhu mesin pada suatu pesawat karena akan lepas landas dalam dua jam. Saya selesaikan pekerjaan dan kemudian mengumpulkan pekerjaan-pekerjaan administrasinya.

Sekitar 30 menit kemudian, saya dipanggil untuk menghadap General Manager (GM). Ketika saya memasuki kantornya, saya melihat wakil serikat pekerja kami dan dua orang lain yang tidak saya kenal telah menanti saya. GM mengatakan bahwa telah ditemukan suatu masalah serius. Dia mengatakan bahwa saya sudah dicatat dan diskors karena mengumpulkan pekerjaan administrasi yang salah. Ia menyerahkan formulis kedisplinan yang mengatakan bahwa saya telah mengumpulkan pekerjaan administrasi yang salah, berkenaan dengan alat sensor suhu mesin yang beberapa jam sebelumnya telah saya pasang. Saya terpana dan mulai melakukan protes.

Saya katakan pada mereka bahwa ini konyol dan mengatakan bahwa saya sudah melakukan pekerjaan tersebut. Wakil dari serikat pekerjaangkat bicara dan merekomendasikan agar kami semua melihat pesawat yang baru saya kerjakan dan memastikan apakah kami dapat menyelesaikan masalah ini atau tidak. Pada saat itulah saya bertanya mengenai siapa sebenarnya kedua orang lain tersebut. GM memberitahukan bahwa mereka adalah pengawas keamanan pesawat tetapi ia tidak bersedia menyebut nama mereka.

Kemudian kami melanjutkan menuju pesawat, yang seharusnya sudah berada di udara tetapi ternyata masih diparkir di jalur perbaikan kami. Kami membuka penutup mesin dan wakil serikat pekerja mencabut sensor yang dimaksud. Ia memeriksa nomor serinya, dan mengatakan kepada semua orang bahwa alat tersebut merupakan alat yang lama. Kami kemudian masuk ke tempat penyimpanan spare parts dan ke belakang di bagian rak-rak. Wakil serikat memeriksa laporan saya dan menarik sebuah kotak tertutup dari rak tersebut. Ia membuka kotak dan mengeluarkan sensor suhu mesin dengan nomor seri seperti yang sudah saya pasang. Kemudian mereka mengatakan pada saya bahwa saya diskors selama satu minggu tanpa bayar, dan diminta pergi secepatnya.

Saya duduk di rumah pada hari pertama dan bertanya pada diri saya, apa yang sedang terjadi pada saya. Sorenya saya mendapat sebuah telepon. Suara di seberang berkata, “Sekarang Anda tahu apa yang terjadi pada para mekanik yang suka mengurusi urusan yang bukan miliknya. Lain kali jika Anda mengerjakan pekerjaan pada sistem yang bukan urusan Anda, maka Anda akan kehilangan pekerjaan Anda! Dan karena saya sedang berbaik hati, maka saya yakin Anda dapat kembali bekerja secepatnya.” Klik.

Sekali lagi saya harus menyadarkan diri saya dari ketertegunan. Saya menghubungkan apa yang terjadi pada saya dengan penyelidikan saya atas pipa-pipa misterius tersebut. Pagi berikutnya GM menelepon saya. Karena catatan kerja saya di masa lalu menunjukkan catatan yang baik, maka mereka berkenan mengurangi jumlah hari skorsing saya menjadi satu hari, dan meminta saya untuk datang melapor secepatnya. Satu-satunya pertanyaan yang ada pada benak saya adalah apa yang mereka sembunyikan dari saya, dan SIAPA MEREKA?!

Hari itu kantor berjalan bagaikan tidak ada yang pernah terjadi. Mekanik lain tidak ada yang menyinggung masalah skorsing dan wakil serikat menyarankan pada saya agar saya tidak membicarakan apa pun mengenai apa yang telah terjadi. Malam itu saya membuka internet mencari jawaban. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa masuk ke sana, tetapi saya menemukan suatu website yang membicarakan kasus chemtrails. Di situlah saya menemukan jawabannya. Tetapi pagi hari berikutnya saya menemukan catatan di dalam loker saya di tempat kerja, yang berbunyi, “Rasa ingin tahu membunuh kucing itu. Jangan mencari-cari di internet untuk hal-hal yang bukan urusan Anda.”

Yah begitulah. MEREKA mengawasi saya!

Nah, Anda sudah mengetahui apa yang mereka lakukan. Saya tidak tahu apa yang mereka semprotkan, tetapi saya tahu bagaimana mereka melakukannya. Saya pikir mereka menggunakan “honey trucks”. Ini adalah truk-truk yang mengosongkan kotoran dari tangki-tangki pembuangan kotoran. Bandara biasanya melakukan kontrak dengan pihak lain untuk melakukan pekerjaan ini dan tidak ada orang yang mendekati truk-truk tersebut. Siapa yang mau berdiri dekat truk-truk berisi penuh kotoran manusia? Ketika orang-orang itu mengosongkan tangki-tangki dari kotoran, mereka mengisi tangki-tangki sistem penyemprotan. Mereka mengetahui penerbangan yang akan dilalui oleh pesawat, sehingga mungkin mereka memprogram unit kontrol untuk memulai penyemprotan pada saat pesawat di suatu ketinggian tertentu. Pipa penyemprot yang ada di sumbu statis palsu berukuran sangat kecil sehingga tidak ada satu orang pun di dalam pesawat yang akan melihatnya.”*

* http://www.reformation.org/chemtrails.html

One thought on “Mekanik Pesawat & Chemtrails

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s