Buku “Brainwashing, Kelas Psikopolitik di Rusia”

Silakan unduh di Refray Library.

Kepada mahasiswa Amerika di Universitas Lenin, saya menyambut kehadiran kalian dalam kelas Psikopolitik ini. Psikopolitik adalah bagian penting dari Geopolitik, namun kurang dikenal. Kurang dikenal karena harus berurusan dengan individu berpendidikan tinggi, lapisan teratas “penyembuhan mental” (mental healing).

Dengan psikopolitik, tujuan utama kita dapat dilancarkan secara efektif. Menciptakan chaos maksimum dalam kehidupan musuh adalah langkah kita yang paling penting dan paling utama. Keberhasilan kita tumbuh dalam chaos, ketidakpercayaan, depresi ekonomi, dan kekacauan sains. Akhirnya, masyarakat yang letih hanya dapat mencari kedamaian dalam Negara Komunis yang kita tawarkan, akhirnya hanya komunis yang bisa memecahkan masalah-masalah masyarakat.

Seorang psikopolitikus harus bekerja keras untuk menciptakan chaos maksimum dalam bidang-bidang “penyembuhan mental”. Ia harus bekerja untuk meningkatkan individu dan fasilitas-fasilitas “penyembuhan mental” hingga akhirnya seluruh bidang sains mental dikuasai oleh prinsip-prinsip dan keinginan Komunis.

Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, psikopolitikus harus menghancurkan semua macam penyembuhan mental “yang tumbuh” di Amerika. Ajaran penyembuh keyakinan dari Bibel James, Eddy, dan Pantekosta dalam masyarakat Anda yang tersesat harus dipinggirkan. Mereka harus didiskreditkan, dicemarkan, dibendung, dicap oleh pemerintah mereka sendiri hingga tidak ada lagi penghargaan terhadap mereka dan hanya “penyembuhan” berorientasi Komunis yang tersisa. Anda harus bekerja sampai semua guru psikologi, disadari atau tidak, hanya mengajarkan doktrin Komunis di bawah kedok “psikologi”. Anda harus bekerja sampai semua dokter dan psikiater, tanpa disadari, menjadi psikopolitikus atau asisten untuk tujuan-tujuan kita.

Anda harus bekerja sampai kita menguasai pikiran dan raga semua orang penting di negeri Anda. Anda harus mendiskreditkannya—dengan penyakit jiwa—serta wibawa atas keputusannya hingga tak satu pun negarawan yang dapat diberi kepercayaan lagi oleh rakyatnya. Anda harus bekerja sampai kejadian bunuh diri akibat ketidakseimbangan mental menjadi hal yang biasa dan tidak menimbulkan penyelidikan atau perhatian. Dengan lembaga kejiwaan yang ada dalam penjara-penjara di negara Anda, Anda bisa menahan jutaan orang dan Anda bisa menahan mereka tanpa hak-hak sipil atau harapan kebebasan. Dan terhadap orang-orang ini, Anda bisa mempraktekkan shock (kejutan) dan pembedahan agar mereka takkan pernah lagi menarik nafas sehat. Anda harus membuat terapi (treatment) ini diterima dan menjadi hal yang biasa. Dan Anda harus menyingkirkan terapi lain ataupun orang-orang yang mencari terapi mujarab.

Anda harus berpengaruh sebagai tokoh yang dihormati dalam bidang psikiatri dan psikologi. Anda harus menguasai rumah sakit dan universitas. Anda harus meneruskan mitos bahwa hanya dokter Eropa yang kompeten dalam bidang penyakit jiwa dan dengan demikian membiarkan tingginya angka pelatihan dan keturunan asing di antara Anda. Jika dan ketika kita merebut Wina, Anda harus mendirikan tempat pertemuan umum dan kemudian menggunakan ajaran-ajaran Anda sebagai pemuja Freud dan psikiater lainnya.

Psikopolitik adalah urusan yang serius. Dengannya Anda bisa menghapus musuh-musuh kita seperti serangga. Anda dapat melumpuhkan ketangkasan para pemimpin dengan mendatangkan penyakit jiwa ke dalam keluarga mereka melalui penggunaan obat-obatan. Anda dapat mengganyang mereka dengan pembuktian penyakit jiwa mereka. Dengan teknologi kita, Anda bahkan bisa menciptakan penyakit jiwa itu sendiri jika masyarakat terasa terlalu melawan. Anda bisa mengubah kesetiaan mereka melalui psikopolitik. Dalam waktu singkat, bersama psikopolitikus, Anda bisa senantiasa mengubah loyalitas seorang tentara, atau negarawan, atau pimpinan negaranya, jatuh ke dalam genggaman kita, atau Anda bisa menghancurkan pikirannya.

Namun, Anda bekerja di bawah ancaman tertentu. Mungkin saja obat untuk “terapi” kita ditemukan. Mungkin saja muncul protes dan teriakan masyarakat terhadap “penyembuhan mental”. Sehingga pada akhirnya semua penyembuhan mental akan diserahkan ke tangan menteri dan diambil dari tangan para psikolog dan psikiater kita. Tapi dahaga Kapitalis akan penguasaan, kebengisan Kapitalis, dan teror penyakit jiwa di masyarakat, dapat digunakan untuk mencegah hal ini. Tapi seandainya terjadi, seandainya para peneliti independen benar-benar menemukan cara untuk meng-undo (mengembalikan) prosedur psikopolitik, Anda tidak boleh beristirahat, Anda tidak boleh makan atau tidur, Anda tidak boleh menghemat uang sedikit pun ataupun mengurangi kampanye untuk menentang, mendiskreditkan, menjatuhkan, dan membuatnya tak berlaku lagi. Karena dengan terapi yang manjur, tindakan dan penelitian kita bisa di-undo.

Di negara Kapitalis, Anda terbantu oleh penyimpangan filsafat manusia dan waktu. Anda akan menemukan bahwa segala sesuatunya membantu kampanye Anda untuk merebut kendali, dan menggunakan semua “penyembuhan mental” untuk menyebarkan doktrin kita dan membersihkan kita dari musuh-musuh kita dalam wilayah mereka sendiri. Manfaatkan pengadilan, hakim, Konstitusi negara, kalangan medis, dan undang-undang, untuk memajukan tujuan kita. Jangan mengurangi usaha Anda dalam arah ini. Dan jika Anda telah berhasil, Anda akan menemukan bahwa sekarang Anda bisa mempengaruhi perundang-undangan semau Anda, dan Anda bisa, melalui organisasi perhimpunan penyembuhan, melalui kampanye terus-menerus mengenai teror-teror di masyarakat, melalui dalih keefektifan, mendorong para Kapitalis dengan sukarela mendanai penaklukan bangsanya sendiri oleh Komunis.

Dengan psikopolitik Anda bisa menciptakan chaos. Membiarkan sebuah bangsa tanpa pemimpin. Membunuh musuh-musuh kita. Dan membawakan pada Bumi, melalui komunisme, perdamaian teragung yang pernah dikenal manusia.

Terima kasih.

6 thoughts on “Buku “Brainwashing, Kelas Psikopolitik di Rusia”

  1. Sebetulnya sudah 1 bulan yang lalu saya menyelesaikannya. Saya lihat MatreTV dan tvOeang terus saja membahas cuci otak. Saya agak kesal juga mendengarnya. Seolah-olah mereka tanpa disadari menghakimi ajaran Islam.

    Bukan berarti saya meng-iya-kan apa yang dilakukan oleh sebagian umat Islam. Karena saya tidak merasakan apa yang pelaku inginkan dan yang korban rasakan. Tapi yang saya lihat justru TV-TV itu menghakimi ajaran Jihad. Lalu Jihad yang seperti apa yang sesuai selera mereka? Atau saya salah menempatkan pertanyaan. Mungkin mereka ber-Islam versi baru. Itu baru bom. Bagaimana jika mengalami peperangan jaman dulu yang mainannya pedang dan penggal kepala.

    Atau lebih baik mereka menjadi paduan suara pengagum superhero, mau James Bond kek… James Oon kek… Terserah… Lebih baik mereka berhenti nonton film action daripada menerima kenyataan bahwa kenyataannya terlihat pahit.

    Satu lagi….
    Akhir-akhir ini telah muncul The Rising Stars di dunia per-TV-an Indonesia
    Mardigu dan Nasir Abas….

    Saya mohon maaf jika komentar saya tidak nyaman bagi yang membacanya….

  2. Bukan main kemarahan ini kepada MatreTV dan tvOeang. Mereka mulai memperlihatkan jati dirinya sebagai corong musuh Islam. Mereka mengenakan, tepatnya menuduhkan, istilah brainwashing kepada para “teroris”. Padahal mereka sendirilah yang sedang mem’brainwashing’ rakyat ‘Pancasila’ dengan cara halus, propaganda dan pengarus-utamaan berita. Padahal aparat sendiri yang menggunakan metode-metode ‘brainwashing’ dengan cara kasar, penyiksaan. Brainwashing tidak hanya bisa dilakukan dengan cara-cara halus, misalnya hipnotis dan penanaman nilai/informasi, tapi juga dengan cara-cara kasar.

    Beberapa contoh metode ‘Brainwashing’ cara kasar:

    – “Pada masa kepemimpinan Nur Misuari, kekuatan militer MNLF tidak terkelola dengan baik. Bahkan untuk seragam pun, mereka tidak memiliki dana yang cukup. Maka ketika terjadi meeting dalam central comitee, semua sepakat untuk mengganti Nur Misuari. Tapi nampaknya, yang dilengserkan tak terima dan melakukan perlawanan. Bahkan melakukan rekrutmen sendiri, meski di antara orang-orang yang direkrut oleh Nur Misuari adalah non-Muslim dari kelompok Ilaga. Banyak pihak yang mempertanyakan Nur Misuari ini, tak hanya dari MNLF, dari kelompok lain seperti MILF pun juga tak habis mengerti. “Ada yang bilang, Nur Misuari disuntik sesuatu ketika di dalam penjara dan jadinya seperti ini,” ujar Aisha Fatima, koordinator informasi MNLF.” (Sumber: Herry Nurdi, “Para Pejuang Islam di Mindanao”, Sabili No. 22 TH. XVI 21 Mei 2009 / 26 Jumadil Awal 1430, hal. 108-110)

    – “Mengutip sebuah sumber pemerintah di Jakarta, almarhum Amrozi disetrum 220 Volt, dicekoki secangkir Scopolamin, dan 30 menit kemudian Amrozy berani bersumpah bahwa dia adalah “George Bush”. Penyidik Australia dan Amerika langsung terlibat dalam penyiksaan ini sekaligus dengan dungunya mengatakan pada pemirsa televisi bahwa mereka “tidak perlu memeriksa kejiwaan tersangka”.” (Sumber: http://tegakluruskelangit.blogspot.com/2008/11/konspirasi-micro-nuclear.html )

    – “Fakta di lapangan, memang pada wajah ketiga syuhada’ itu tidak ada luka, namun sewaktu jenazah dimasukkan ke liang lahat, tukang kubur di tempat Imam Samudra mengatakan saat membuka kafan bahwa di leher juga ada luka seperti luka tembak dan hanya itu yang bisa terlihat karena kafan tidak bisa terbuka semua untuk dilihat tubuhnya. Apa ada luka lain lagi??? Lalu para pengangkat jenazah di Lamongan, khususnya jenazah Amrozy ada yang memegang daerah pinggul ke bawah dan merasakan semacam lubang atau sebuah bagian tubuh yang rusak tidak seperti tubuh utuh, padahal kalau luka tembak ada di dada depan sebelah kiri. Namun jenazah juga tidak bisa dibuka semua karena tahu sendiri, suasana begitu crowded.” (Sumber: http://narakushutdown.wordpress.com/2008/11/14/konspirasi-pembunuhan-amrozy-imam-samudra-ustad-muklas/ )

  3. wah sama bang jookut! saya juga mau muntah waktu nyimak berita-berita “hantu teroris” di TV,koran, dan majalah mainstream sampahan, apalagi pas pengamat-pengamat sotoy bergentayangan di layar kaca, pengen bgt saya nginjek-nginjek mukenye…komentarnya itu loh.. nyudutin Islam, dakwah, dan Jihad bgt.

    mereka terlalu subjektif.mereka gak mau ngambil kemungkinan2 lain (seperti adanya konspirasi asing dlm kasus terorisme), yang dijadikan bahan analisis mereka hanya ajaran Islam yang menurut mereka salah.

    orang2 atheis di amerika sana aja (seperti si pembuat film Zeitgeist, Peter Joseph) tahu kalo terorisme tuh gak ada hubungannya sama Islam.

  4. oiya..baru tau, ternyata pengamat yg suka bikin saya muntah itu bernama MARDIGU yang orangnya DUNGU…tau gak, masa orang-orang “berpikiran melawan arus” dibilang berpotensi jd teroris..
    katanya pas di tv “teroris tuh memerangi dajjal, simbol dajjal ada di mata uang amerika, jadi amerika harus diperangi”, pemikiran seperti itu dibilang pemikiran teroris…

    hehe keliatan banget yee tololnya si mardigu ini, pengetahuannya seputar konspirasi global cuma sebatas itu doang…tapi udah belagu bgt mau menghakimi orang-orang yang percaya dgn konspirasi dunia, yg mungkin ilmunya lebih tinggi dari dia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s