Jaringan Pengawasan Big Brother

Sumber: The Antlantean Conspiracy
©Eric Dubay (www.myspace.com/sheeplerevolt)

Di Amerika terdapat lebih dari 30 juta closed-circuit television camera yang merekam 24 jam sehari, 7 hari seminggu, menangkap aktivitas penduduk ke dalam rekaman hampir 200 kali per hari. Semua penduduk Amerika memiliki sebuah nomor 9 digit Jaminan Sosial pemerintah yang diberikan saat lahir. Kita memerlukan lisensi pemerintah untuk mengemudi, menikah, memiliki binatang peliharaan, kita memerlukan paspor untuk bepergian, dan kartu kredit korporat untuk memesan tiket, melakukan reservasi, dan belanja online. Jalur telepon kita disadap dan email kita dihimpun dan disimpan. Dinas intelijen dan korporasi berbagi dan memelihara database raksasa yang penuh dengan informasi mengenai setiap penduduk. Kepentingan pemerintah, korporat, dan media semuanya melebur menjadi satu unit kohesif, menyebarkan realitas versi “official” melalui surat kabar dan TV.

1

“Sebuah film kartun, dengan karakter Buzz Lightyear, baru-baru ini menayangkan satu episode di mana seorang pengantar pos masa depan melakukan pengantaran ke rumah superhero. Dalam film kartun ini, sang pengantar pos tidak hanya menggunakan scan retina tapi juga DNA untuk memverifikasi identitas penerima. Jika kami harus menunjukkan kepada Anda semua bukti-bukti dalam kartun anak-anak dan media scanning wajah, scanning ibu jari, kartu ID nasional, dan seragam polisi, maka buku ini akan mencapai 500 halaman.” – Alex Jones, “911 Descent into Tyranny”.

2

Mereka sedang benar-benar melatih anak-anak kita untuk menjadi tahanan. Sekolah-sekolah telah dipenuhi dengan kamera CCTV, detektor logam, dan penjaga keamanan khusus (special police security guard). Sekarang untuk mendapat makan siang, para pelajar terpaksa memperlihatkan ID atau menggunakan scanner ibu jari, dan banyak sekolah telah melarang backpack (ransel) dan semua jenis tas lain yang tidak tembus pandang. Puncak dari semua ini, ada peningkatan laporan mengenai “penjaga keamanan khusus” yang menggoda dan menyerang pelajar tak bersalah. Pada September 2007, seorang pelajar perempuan berusia 16 tahun mengalami patah lengan dan ditangkap setelah menolak membersihkan remahan kue. Dua pelajar lain yang merekam insiden tersebut dengan ponsel mereka ditangkap, salah satu dari mereka menghabiskan satu minggu dalam penjara hanya karena melakukan hal itu. Kemudian ibu pelajar tersebut dituduh melakukan penyerangan ketika melewati dan menyenggol kepala sekolah untuk mencari puterinya setelah 20 menit menunggu. Si ibu, yang merupakan guru di distrik lain, diskors di sekolahnya selama 2 minggu tanpa gaji. Sementara petugas keamanan diskors selama 2 minggu dengan mendapat gaji. (http://www.infowars.net/articles/september2007/280907Cake.htm)

3

“Washington DC telah benar-benar mengimplementasikan kartu—yang dijalankan bersama CIA dan National Security Agency—untuk semua anak-anak. Kartu itu memuat semua jenis informasi biometris – Anda biasa menyebutnya scan wajah, sidik ibu jari (Washington Post, 15 Agustus 2001, ‘DC Plans ID Card for Students’). Jika anak-anak hendak makan siang, mereka harus terlebih dahulu menjalani scan ibu jari untuk mendapatkannya. Tanpa scan ibu jari, tidak ada makan siang (ABCNews.com, 10 Januari 2002, ‘Finger Food’; CBS News, 24 Januari 2002, ‘Fingerprints Pay for School Lunch’). Semua ini melatih anak-anak untuk persiapan cashless society (masyarakat tanpa uang tunai) dan memasukkan mereka ke dalam database. Pkirkanlah hal itu. Scanning ibu jari di sekolah-sekolah pemerintah untuk mendapatkan makanan. Anda mungkin mengira hanya membaca sesuatu seperti ini Brave New World-nya Aldous Huxley atau 1984-nya George Orwell, tapi ini sungguh terjadi…dan ini baru permulaan. Bukan hanya anak-anak yang dikondisikan. Orang dewasa di negara ini juga discan secara biometris ketika menyimpan uang di bank. Dan bukan hanya di bank—tapi juga makan siang di kedai-kedai Kroger dan HEB, dari Texas sampai New York.” – Alex Jones, “911 Descent into Tyranny”.

4

“Sekarang The Feds telah memperluas jaringan kontrol pelacakan dengan mengesahkan sebuah peraturan bahwa semua ponsel baru, mulai Oktober 2001, harus dapat dilacak oleh satelit sehingga mereka (The Feds) mengetahui di mana Anda berada…demi keamanan Anda (www.bn.com, 16 September 1999, ‘Feds OK Cell Phone Tracking’; CNET News.com, 10 November 2000, ‘Wireless phone tracking plans raise privacy hackles’). Apa yang terjadi dengan Amandemen Keempat? Kemudian ada juga OnStar. Pemerintah federal sedang mengadakan pembicaraan dengan negara-negara bagian untuk memaksa semua orang memasang sistem pelacakan tipe OnStar dalam mobil-mobil mereka, dan juga demi kepentingan pajak. Perusahaan-perusahaan swasta sedang berlomba-lomba mengimplementasikan sistem Big Brother ini. Perusahaan penyewaan mobil hendak mengenakan denda $450 untuk setiap mil jika melebih batas kecepatan (ZDNet News, 19 Juni 2001, ‘Car spy pushes privacy limit’), dan untuk mendapatkan sewa mobil Anda harus melewati scan ibu jari (Wired News, 21 November 2001, ‘No Thumbprint, No Rental Car’).” – Alex Jones, “911 Descent into Tyranny”.

5

Kini jaringan pengawasan ini sudah semakin intrusif (ikut campur) dan teknologis. Kamera lalu lintas (stoplight camera) merekam para pelanggar dan mengirimkan denda tanpa melibatkan manusia. Biometrik, scanner retina, dan teknologi pembaca sidik ibu jari akan menjadi lumrah di taman hiburan, sekolah, bank, dan toko pangan. Dan yang terakhir namun tak kalah pentingnya, penanaman Radio-Frequency Identification Chips (RFID) pada hewan peliharaan, anak-anak, tahanan, dan pasien Alzheimer. Undang-undang baru sedang dibuat dalam rangka memasukkan microchip-microchip ini ke dalam surat-surat lisensi, paspor, dan produk korporat. Tujuan akhir New World Order adalah memasangi bayi-bayi dengan chip sejak lahir dan mengganti mata uang global dengan sistem berbasis kredit tanpa uang tunai, yang dikelola melalui microchip. Namun mereka melaksanakan agenda mereka secara bertahap; seperti kata David Icke, mereka berjalan “jingkat totaliter”, sehingga kita tidak menyadari pengikisan gradual pada privasi/hak kita.

6

“Saya yakin pelanggaran kebebasan masyarakat melalui pembatasan secara bertahap dan diam-diam oleh penguasa lebih banyak daripada melalui perebutan secara kasar dan tiba-tiba.” – Presiden AS James Madison.

“Orang-orang yang mengendalikan semua hal yang terjadi dunia Anda kini memiliki microchip identifikasi. Perangkat itu disisipkan ke dalam tubuh manusia dengan suatu jarum hipodermis, jarum yang ukurannya sama kecilnya dengan jarum hipodermis untuk injeksi insulin (ukuran 29) dan bagi Anda yang tidak familiar dengan istilah medis, perlu diketahui bahwa jarum itu sangat kecil sehingga Anda tidak akan merasakan ketika disuntik dengannya. Anda harus paham bahwa teknologi tersebut sangat mutakhir, mereka berusaha menciptakan komputer berkemampuan penuh dan generator listrik seukuran “sel” tunggal manusia dan memasukkan keduanya ke dalam tubuh manusia dan menempatkannya di bagian atas tangan, kening, bahu, dan tempat favorit mereka adalah di belakang telinga kanan… Saya yakin chip-chip ini adalah bagian dari Mark of the Beast yang dibicarakan dalam Wahyu 13: 15-17… Di antara microchipmicrochip ini ada satu yang digunakan untuk data-data penting yang mencakup item-item sebagai berikut: 1. Nama dan Foto, 2. Nomor Jaminan Sosial, 3. Data Sidik Jari, 4. Deskripsi Fisik, 5. Alamat, 6. Riwayat Keluarga, 7. Pekerjaan dan Penghasilan, 8. Informasi Pajak, 9. Catatan Kriminal.” – Alex Christopher, “Pandora’s Box – The Ultimate Unseen Hand Behind the New World Order”, 430.

“Tujuan akhirnya adalah memasangi semua orang dengan chip, mengendalikan seluruh masyarakat, membuat para bankir dan kaum elit mengendalikan dunia.” – Nick Rockefeller, sebagaimana dikutip dalam wawancara Aaron Russo, 2005.

7

Tak lama setelah peristiwa 9/11, ada sebuah keluarga dalam acara “Good Morning America” yang semuanya dipasangi chip. Mereka berwawancara dengan anggota CFR, Diane Sawyer, yang mengatakan bahwa mereka ketakutan terhadap teroris dan merasa lebih aman dengan perangkat identifikasi yang ditanamkan. Pemerintah kini sedang menekan legislatif untuk memasang chip pada hewan, anak-anak, tahanan, dan pasien Alzheimer. Bahkan Andy Rooney mempromosikan ide tersebut dalam editorial 60 Minutes.

“Bagaimanapun, sesuatu harus berubah. Mereka harus mencari suatu cara yang lebih baik untuk mengidentifikasi para penjahat, atau kita semua harus tinggal di rumah dan menyaksikan perjalanan dunia melalui televisi. Tapi kita memerlukan suatu sistem untuk mengidentifikasi orang-orang baik secara permanen. Sebagian besar dari kita tidak ingin mengungkapkan banyak hal. Dan pasti ada yang lebih baik dari sekedar ID foto—tato misalnya. Pemerintah Saudi menggunakan perangkat buatan Amerika untuk menscan mata para pengunjung. Saya tidak akan keberatan jika tangan saya ditanami sesuatu secara permanen untuk mengidentifikasi diri saya. Jika kita tidak melakukan sesuatu, manusia akan berhenti berjalan. Jika mereka berhenti berjalan, dan saya tidak pergi ke Giants game lagi, itu berarti para penjahat itu telah menang.” – Andy Rooney.

Untuk informasi lebih jauh perihal fakta microchip yang menakutkan, baca “Spy Chips”-nya Katherine Albright.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s