Bagaimana Gelombang Terahertz Mengoyak DNA

(Sumber: http://www.scribd.com/MisterFrost)

Cara baru interaksi gelombang-gelombang THz dengan DNA menjelaskan bagaimana kerusakan [DNA] terjadi dan mengapa kita begitu kesulitan mengumpulkan buktinya.

Hal besar yang diakui dari gelombang terahertz adalah radiasi yang mengisi slot (celah) dalam spektrum elektromagnetik antara microwave dan infrared. Gelombang terahertz menembus material non-konduktif seperti pakaian, kertas, kayu, dan batu bata, dan karena itu kamera yang sensitif terhadapnya bisa melihat ke dalam amplop, ruang tamu, dan “menggeledah” orang di kejauhan.

Gelombang terahertz yang diserap dan dipancarkan juga bisa digunakan untuk menentukan komposisi kimia sebuah material. Walaupun tidak berjalan jauh di dalam tubuh, ada harapan besar bahwa gelombang ini bisa dimanfaatkan untuk mengenali tumor dekat permukaan kulit.

Dengan semua potensi tersebut, tak heran riset mengenai gelombang terahertz telah meningkat dalam sepuluh tahun terakhir atau lebih.

Tapi bagaimana dengan efek gelombang terahertz tersebut terhadap kesehatan? Secara sekilas, memang mudah untuk mengesampingkan dugaan bahwasanya ia bisa merusak. Photon terahertz tidak cukup energetic untuk memutus ikatan kimia atau mengionisai atom atau molekul, yang merupakan alasan utama mengapa photon-photon higher energy seperti x-ray dan sinar UV sangat buruk bagi kita. Tapi mungkinkah ada mekanisme lain yang bekerja?

Bukti bahwa radiasi terahertz merusak sistem biologis agak simpang siur. “Beberapa studi melaporkan kerusakan genetik yang signifikan, sementara yang lain, meski mirip, tidak menunjukkan apa pun,” ucap Boian Alexandrov dan beberapa rekannya di Center for Nonlinear Studies di Los Alamos National Laboratory, New Mexico. Sekarang mereka berpikir tahu alasannya.

Alexandrov dan rekan telah menciptakan sebuah model untuk menginvestigasi bagaimana medan THz berinteraksi dengan DNA berhelai ganda (double-stranded DNA) dan temuan mereka sangat mengejutkan. Mereka mengatakan bahwa walaupun gaya yang dihasilkan sangat kecil, efek resonan memungkinkan gelombang THz untuk meng-unzip (mengurai) double-stranded DNA, menciptakan gelembung dalam double strand tersebut yang secara signifikan bisa mengganggu proses-proses seperti ekspresi gen dan replikasi DNA. Ini adalah kesimpulan yang mengejutkan.

Hal ini juga menjelaskan mengapa kita sulit mengumpulkan bukti-bukti. Efek-efek resonan biasa tidak cukup powerful untuk menimbulkan kerusakan semacam ini, sedangkan resonansi nonlinier bisa. Sepertinya instabilitas nonlinier inilah yang menjelaskan mengapa karakter efek genotoxic THz lebih probabilistis (sulit dikenali/berubah-ubah) daripada deterministis (mudah dikenali/bersifat tetap), demikian kata tim tersebut.

Ini mestinya menjelaskan permasalahan. Tentu saja, gelombang terahertz adalah bagian alami dari lingkungan, seperti halnya sinar infrared dan cahaya nampak lainnya. Namun kamera generasi baru disetel untuk tak hanya merekam gelombang terahertz tapi juga membombardir kita dengan gelombang tersebut. Dan jika paparan kepada kita disetel naik, pertanyaan yang harus dijawab adalah pada level berapa paparan terahertz yang aman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s