Ketidaklaziman Flu Burung

(Sumber: Jerry D. Gray, “Deadly Mist: Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia” (diterjemahkan oleh Tetra Suari), Jakarta: Sinergi, Cet. I, Januari 2009, hal. 52-53, 186-195, 259)

Avian flu (flu unggas), biasa dikenal dengan flu burung, adalah salah satu virus flu yang paling aneh yang pernah saya tahu atau dengar sepanjang hidup saya. Saya tidak pernah mengetahui adanya suatu virus yang sangat selektif, ia mampu terbang ratusan mil melewati jutaan manusia yang dapat ia tulari, hanya untuk menulari dua atau tiga orang dan kemudian terbang kembali beberapa ratus mil lagi untuk memangsa korbannya yang lain.

Bahkan media internasional melewatkan berita utama—seperti wabah sebagaimana di bawah ini—dan memberikan prioritas lebih kepada satu atau dua kasus flu burung. Sebagai seorang jurnalis, saya merasa ini sebagai suatu keanehan.

  • Selama bulan Januari tahun lalu saja (2007), lebih dari 4.800 orang Indonesia terinfeksi oleh demam berdarah dan 75 meninggal dunia.
  • Selama tahun 2006, lebih dari 350.000 orang terinfeksi dan sedikitnya 1.500 orang meninggal dunia karena demam berdarah di seluruh Asia.
  • Selama setengah tahun pertama di tahun 2007, di seluruh Indonesia tercatat lebih dari 100.000 kasus demam berdarah, membunuh 1.100 orang. Pejabat Kesehatan di Jakarta percaya bahwa angka ini akan naik hingga 200.000 pada akhir tahun, bandingkan dengan 114.000 orang yang terinfeksi di tahun 2006. Liputan berita internasional mengenai epidemi ini sangat minim.
  • Ini adalah epidemi yang sangat serius, namun sangat kecil sekali liputannya oleh agen berita internasional. Ketika satu atau dua kasus flu burung atau korban flu burung diangkat ke permukaan, hal ini secara otomatis menjadi berita utama selama dua atau tiga minggu. Ini sangat tidak lazim. Sepertinya ada suatu hubungan antara flu burung dan media internasional. Saya ingin tahu, kira-kira hubungan apa itu?

Sekitar tahun 1983 atau 1985, Nancy Witham, seorang petugas peneliti di Laboratorium Angkatan Laut AS (NAMRU) di Jakarta, dengan bangga mengatakan bahwa dalam laboratoriumnya di NAMRU ada sebuah kontainer berisi lebih dari satu juta nyamuk hidup yang telah terinfeksi malaria untuk penelitian. Saya langsung berpikir apa yang akan terjadi jika mereka lepas dan beterbangan di kota Jakarta, di atas sepuluh juta manusia.

Pada sekitar tahun 2002-2008, demam berdarah telah menjadi epidemi yang menggemparkan dengan hampir pada waktu yang bersamaan di seluruh kota utama di Indonesia. Pada enam bulan pertama tahun 2007 ada 100.000 laporan kasus demam berdarah membunuh 1.100 orang. Yang mengherankan adalah tidak ada media internasional yang tertarik dengan epidemi ini, demikian juga WHO.

Kaki Ayam
Untuk alasan logis apa pemerintah AS memaksa dan mengancam Indonesia untuk membeli kaki ayam dari mereka? Mengapa epidemi flu burung dimulai tidak berapa lama setelah pemerintah Indonesia menolak untuk mengimpor kaki ayam dari Amerika Serikat? Ratusan ribu ayam dipotong di Indonesia, sehingga mengalahkan persaingan ayam AS. Saya pribadi merasa ini sebagai sesuatu yang aneh.

Pada tahun 2000, Indonesia melarang impor potongan kaki ayam dari Amerika Serikat
Batam Indonesia. Asia Pulse (11 April 2002):
“Pulau Batam telah menunda mengimpor potongan kaki ayam dari Amerika Serikat efektif mulai April 2002 sejalan dengan langkah pemerintah Indonesia, berdasarkan pelarangan impor yang mulai diundangkan pada tahun 2002.”

12 Oktober 2005, Asia Pulse melaporkan bahwa Menteri Pertanian Indonesia, Bapak Anton Apriyantono, telah menolak pernyataan bahwa pemerintah berencana untuk mengizinkan impor potongan kaki ayam dari negara-negara Amerika dan Eropa. Pak Anton mengatakan, “Rumor yang mengatakan bahwa Indonesia akan melakukan impor potongan kaki ayam sama sekali tidak memiliki dasar, dan kami akan menolaknya jika kami menerima permintaan dari kelompok tertentu.” Ia menambahkan bahwa rumor mengenai Indonesia akan mengimpor kaki ayam memang banyak sekali. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa ia tidak mengharapkan potongan kaki ayam diimpor, karena presiden sama sekali tidak membahasnya.

Bapak Menteri Anton Apriyantono menjelaskan, “Sungguh, kami tidak akan mengimpor potongan kaki ayam, karena produksi domestik kami cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Bahkan ada tendensi produksi nasional akan berlebih dikarenakan adanya (flu unggas) dan kenaikan harga minyak yang lebih dari 100 persen.”

Alasan mengapa Menteri Pertanian menolak untuk mengimpor potongan kaki ayam adalah karena ketidakyakinan apakah ayam-ayam yang dipotong di negara-negara Amerika dan Eropa dikelola dengan cara yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.

“Mengelola pemotongan ayam berdasarkan hukum Islam atau tidak adalah isu yang sangat sensitif bagi peternak ayam lokal dan Muslim Indonesia.” Ia juga mengatakan bahwa para peternak unggas sedang berusaha keras untuk bangkit setelah serangan flu burung. “Jika potongan kaki ayam impor tiba di Indonesia, kondisi para peternak ayam kami akan menjadi semakin parah.”

Bukankah ini apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh Tatanan Dunia Baru? Pertama mereka menghancurkan bisnis Anda (industri ayam, wabah flu burung), kemudian mereka menyuplai Anda dengan ayam-ayam mereka yang sangat mungkin merupakan hasil produk genetik sehingga menimbulkan efek terhadap kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Jika misalnya, Indonesia tidak mengikuti rekomendasi yang penuh tekanan dari AS, maka mereka akan menghentikan pengiriman ayam-ayam ini (dan mungkin produk-produk lainnya) sehingga menaikkan harga lokal dan menghasilkan krisis karena kurangnya suplai ayam, suplai yang sekarang mereka (AS) kendalikan. Saya sangat ingin tahu siapa sebenarnya yang mengendalikan ekspor potongan kaki ayam di Amerika Serikat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menentukan siapa yang berhak hidup atau mati
Pada 5 Mei 2008, sekelompok dokter yang berpengaruh telah membuat suatu draf yang mengejutkan mengenai daftar rekomendasi untuk menentukan pasien mana yang dibiarkan untuk meninggal dunia selama pandemi flu burung atau bencana lainnya. Catatan daftar yang disarankan tersebut dihimpun oleh militer, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Departemen Kesehatan, Departemen Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan, Lembaga-lembaga Pemerintah, dan kelompok-kelompok medis. “Sebagai persiapan, rumah sakit-rumah sakit harus menunjuk tim triage (sistem untuk memprioritaskan sesuatu berdasarkan sumber-sumber daya yang ada, tenaga kerja, dll) dengan tugas seperti tuhan yang menentukan siapa yang akan dan tidak akan mendapatkan perawatan yang dapat menyelamatkan jiwanya,” kata salah satu anggota tim.

Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari menuduh WHO dan Amerika Serikat melakukan konspirasi dalam pengumpulan sampel-sampel virus flu burung dan produksi vaksin-vaksinnya.

“Saya tidak membuat-buat cerita. Saya mendasarkan buku saya dari pengalaman saya sendiri. Ada bukti-bukti yang nyata mengenai hal ini,” Siti Fadillah Supari mengatakannya dalam suatu diskusi mengenai buku barunya yang baru beredar, Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di balik Flu Burung.

“Saya katakan pada WHO bahwa mekanisme mereka dalam mengumpulkan virus-virus dari negara-negara berkembang sangat tidak adil. Cara yang sama dengan sebuah negara imperialis memperlakukan koloninya.”

Pada saat itu, katanya, pernyataannya membuat Amerika Serikat marah dan ia kemudian menyampaikan kecurigaannya atas “konspirasi antara WHO dengan negara superpower”. Ibu Siti (Menteri Kesehatan Indonesi) menolak cara diplomatik untuk mengurangi ketegangan yang terjadi antara Indonesia dan WHO.

“Diplomasi, di mata negara-negara super power, berarti kita harus melakukan apa yang mereka inginkan.”

Ibu Siti Fadillah selanjutnya marah ketika mengetahui bahwa sampel flu burung yang ia kirimkan digunakan secara eksklusif oleh 15 orang ilmuwan di Laboratorium Amerika Serikat di Los Alamos. Seorang peneliti biodefense di Kementerian Pertahanan, Isro Samiharjo, mengatakan kepada para tamu bahwa Pemerintah AS menggunakan Los Alamos untuk mengembangkan senjata biologi (ini benar!).

“Indonesia berusaha untuk membela kepentingan negara-negara miskin dengan menolak untuk berbagi sampel virus flu burung dengan negara Barat dan terkunci dalam kesalahpahaman budaya atas isu tersebut.” Menteri Kesehatan mengungkapkannya pada hari Rabu. Siti Fadillah Supari lebih lanjut mengatakan dalam wawancaranya bahwa laboratorium media Angkatan Laut AS (NAMRU) yang berada di Indonesia untuk melakukan penelitian atas penyakit-penyakit tropis sama sekali tidak memberikan keuntungan apapun pada negara tuan rumah, dan tidak transparan dalam operasinya. Menteri mengatakan bahwa Laboratorium Angkatan Laut AS di Jakarta telah menerima sampel virus dari seluruh bagian Indonesia, tetapi sekarang sudah dihentikan. “Kami tidak tahu apa yang terjadi dengan virus-virus yang kami kirimkan itu.”

Obat Flu Burung Racun Bagi Remaja
Pada 13 Mei 2008, kecemasan timbul terhadap efek samping dari obat flu burung, Tamiflu, terhadap para remaja. Tamiflu adalah antivirus untuk influenza umum A dan B yang dibuat oleh Hoffman La Roche’s di Swiss, tetapi digunakan juga untuk melawan flu burung. Walau demikian, kekhawatiran telah muncul tentang kemungkinan obat tersebut menimbulkan kerusakan mental bagi remaja. Walaupun obat ini menjadi satu-satunya obat yang terakreditasi oleh WHO sebagai obat efektif untuk melawan virus H5N1, Pemerintah Jepang dan Korea melarang obat tersebut diberikan kepada remaja.

Badan Makanan dan Obat-obatan Korea mengumumkan bahwa obat tersebut tidak diperkenankan untuk diberikan kepada para remaja berusia antara 10 hingga 19 tahun, kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak. Keputusan pemerintah ini dikeluarkan setelah Badan Kesehatan Jepang melarang obat ini diberikan kepada para remaja pada bulan Maret 2007.

Sejak saat itu, ada 1.268 kasus perilaku luar biasa yang dilaporkan, dan 85% adalah remaja. Mereka dilaporkan melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari gedung-gedung atau mobil.

Di samping potensi berbahaya dari efek sampingnya, Tamiflu belum pernah terbukti efektif untuk melawan flu burung, hanya WHO yang menyatakan demikian, walaupun bukti-bukti menunjukkan sebaliknya.

Peringatan para ilmuwan
Peringatan para ilmuwan terhadap epidemi flu burung (27 Mei 2008)
Para ilmuwan memperingatkan pada hari Senin bahwa keturunan flu burung telah maju mendekati pengembangan ciri-ciri yang dibutuhkan untuk menciptakan suatu epidemi di kalangan manusia. Para peneliti yang menganalisa sampel virus burung yang terbaru menemukan turunan virus yang bernama H7N2 yang dapat beradaptasi lebih baik pada mamalia hidup.

Para ilmuwan mengidentifikasi turunan kedua H7 yang dapat menimbulkan pandemi (27 Mei 2008)
Menurut para ilmuwan Amerika, flu burung turunan H5N1 yang sejauh ini telah membunuh 241 orang bukan satu-satunya yang dapat menciptakan pandemi. Para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa turunan H7 sudah mulai berevolusi menjadi turunan yang dapat secara mudah menginfeksi manusia.

Chemtrails dan Flu Burung
NWO berusaha membuat kita semua sakit dan berusaha untuk mengurangi semangat kita melawan, dengan cara menyemprotkan debu Ethylene Bromide dan micro fiber di langit. Tidak saja tubuh kita bereaksi terhadap chemtrails ini; tetapi zat tersebut juga membuat kita mudah sakit dan membuat penyembuhan menjadi lama pada sebagian orang. Saya percaya (teori saya) mengapa mereka melakukan hal ini adalah untuk “mempersiapkan” kita menerima virus flu burung yang telah dimodifikasi, yang akan menginfeksi jutaan orang di dunia.

2 thoughts on “Ketidaklaziman Flu Burung

  1. Pembaca apa ada yang punya ebook-nya Paul deParrie, “Dark Cures – Have Doctors Lost Their Ethics?” Kalau ada yang punya, saya minta link-nya. Buku ini sepertinya bagus.

    Penulisnya juga punya komitmen kuat pada nilai moral; dia memutuskan untuk menarik bukunya dari situs “hutan amazon” (Anda pasti tahu maksud saya), karena hutan itu juga menjual buku pornografi anak. Paul sepertinya salah satu dari sedikit pemeluk Kristen di Barat sana yang masih memegang nilai Kristen konservatif, kontras dengan banyak tokoh agama di Barat yang sudah “meridhoi” pornografi anak bahkan mempraktekkannya (sudah banyak kasus terungkap).

    Memang pemimpin agama di Barat sudah merusak agama, mereka menghalalkan gayisme, lesbianisme, dan penyimpangan lain. Asal tahu saja, sebelum “em ti vi culture” merebak, Barat masih “mengharamkan” pornografi bahkan alkohol. Saya pernah baca sebuah komentar seorang Barat di sebuah situs bahwa setelah “em ti vi” muncul, alkohol menjadi norma sosial. Dia juga menceritakan (baru mengetahui setelah berlalu 4 tahun) sebuah peristiwa pelecehan pengajar terhadap murid perempuan. Dan tak ada hukuman apapun terhadap pelaku. Dia bilang kalau di zamannya si pelaku pasti sudah mati atau kehilangan pekerjaan atau seluruh pelajar di kota akan berbuat kerusuhan. “em ti vi culture” telah menyebabkan menonton porno sebagai hal biasa.

    Itulah yang terjadi jika pemimpin agama tidak berbuat apa-apa. Atau bahkan menghalalkan yang haram. Seperti seorang munafik yang pernah menantang UU APP di RI kita ini. Mungkin munafik yang satu ini ingin melihat negeri kita hancur. Bukan, bahkan munafik ini ingin melihat agama kita hancur. Dia mengatakan Alquran sebagai kitab suci paling porno di dunia, bahkan di tahun 80-an pernah menghina Muhammad saw. Dan tivi, sang “Pengendali Psikologi Massa”, menjadikan indah apa-apa yang buruk, mengangkat munafik menjadi pahlawan nasional. Tivi sangat berperan, karena mendramatisirnya dengan ciamik. Semua jadi sinetron penuh romansa. Padahal si munafik ini adalah perusak agama, perusak moral, penghina agama. Dan Rasulullah saw bilang bahwa orang munafik adalah kafir. Ya, munafik ini kafir, bukan mu’min.

    Hitungannya begini, rukun iman adalah iman kepada Allah, malaikat, nabi & rasul, kitab-kitab, qodo & qodar, hari kiamat. Jadi jika Anda menghina atau tidak mengakui salah satunya atau salah duanya maka Anda sudah keluar dari iman. Menghina berarti tidak meyakini kebenarannya, tidak meyakini keabsolutannya. Itulah yang membedakan mu’min dan kafir. Dan si munafik ini telah menghina Muhammad dan Alquran. Dan Anda menjadikan dia pahlawan. Bahkan saya sudah lama mengangkatnya sbg munafik & kafir. Saya tidak bicara munafik kafir atas pencuri ayam, perampok, pezina, koruptor, atau apapun itu. Saya bicara itu atas orang yang menghina agama, menyebut Alquran sebagai kitab suci paling porno di dunia, menghina Muhammad saw, tapi lagaknya seperti manusia pangbenerna. Jika Anda memang mengaku beragama Islam, Anda mestinya terhina.

    Oke, kalau memang semua muslim di dunia ini tidak merasa terhina, dan justru mengelukannya sbg pahlawan, kita anggap saja saya yang merasa terhina. Karena dia telah menghina bapak saya, Muhammad saw, dan kitabnya, Alquran. Oke kalau memang ini bukan urusan akidah atau agama, kita anggap saja ini perkara personal, dan ada pihak yang menjadi korban, yaitu saya. Jadi begitu rupanya, ini kasus hukum personal. Si A telah menghina si B di depan umum padahal si B tidak berbuat apa-apa kepada si A (bahkan si B tidak mengenal si A, tidak memaksa si A mengikuti ajarannya) yang membuat si A berhak menghina si B, sedangkan si B adalah bapaknya si C. Dan si C kini hendak mengatakan bahwa urusan hukum belum selesai, karena tidak ada permintaan maaf dari si A. Dan jika di dunia belum selesai maka si C menunggu pengadilan di hari akhirat.

    “Ya Allah, Engkau pun tahu bahwa aku bukanlah pendendam. Tapi, Rabb, untuk kasus satu ini sulit bagiku. Aku masih sakit sejak kala itu, kala dia menghina kitab-Mu yang dengannya aku berpegang. Sejak kala itu, kala dia menghina kekasih-Mu yang kepadanya aku berpanut. Rabb seandainya ternyata masalah ini masalah pribadi, bukan masalah ummat, bukan masalah akidah maka ketahuilah Rabb bahwa aku masih merasa berkeberatan. Jadi aku sebagai pihak korban memohon kepada-Mu selaku Hakim untuk menunda semua perkara antara aku dan dia hingga aku dan dia bertemu dan bersidang di hari pengadilan kelak. Dan tundalah semua balasan kebaikan atasnya karena dia masih berhutang kezaliman kepadaku. Sebagaimana Engkau telah tetapkan bahwa kezaliman yang belum terbalas di dunia dengan hukuman, berarti dia mendapat hukuman di alam kubur. Dan bahwa hutang yang belum terbayar, harus dibayar di akhirat.”

    Sebenarnya saya “tidak masalah” dia “berpluralisme” atau “berdemokratisme” atau “berpancasilaisme”, kita bisa bertarung secara jantan lewat perang pemikiran. Kalau memang tidak mau menerima konsep Islam kaffah, bertarunglah secara jantan lewat argumentasi bukan penghinaan. Tapi jika dia menghina bapak saya dan kitab ajaran bapak saya, itu menandakan dia tumpul dalam berpikir. Tidak mengerti kaidah intelektualitas. Dengan demikian tak mungkinlah digelari tokoh intelektual, kyai, bapak demokrasi, apalagi pahlawan.

    Sungguh, jika kita terus bersikap lemah kepada orang semacam itu dan mengatakan “Oke, bla bla bla, demi kebaikan bersama”, lama kelamaan agama kita akan rusak luluh lantak seperti Nashrani dan Yahudi. Yahudi di zaman Musa adalah agama tauhid dengan seluruh ajarannya. Tapi karena tokoh agamanya mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, menyembunyikan yang seharusnya diungkapkan, MENGUTAK-ATIK AJARAN, berbicara tanpa otak melainkan nafsu, lihatlah bukan hanya hari Sabbath yang mereka langgar. Mereka menghalalkan perzinahan, homoseksualitas, pedofilia, tukar suami-istri, incest, riba, pembunuhan nabi-nabi, penyembahan berhala, memakan yang haram. Itu karena tokoh agamanya rusak. Dan kerusakan itu dibiarkan. Begitu juga dengan Nashrani.

    Dan itulah yang sedang terjadi pada agama kita, Islam. Si munafik itu tak beda dengan tokoh agama perusak Yahudi dan Nashrani. Dia menghalangi dan menentang UU APP, mendukung “gaya bor bumi”, mengakui kebancian, membela musisi sombong penginjak kaligrafi Nama Dzat Yang Maha Suci, menghina Nabi dan kitab suci. Dan lama-lama akan ada dai, kyai, mubaligh, ulama, atau apapun namanya, yang menghalalkan bencongisme, homoseksualisme, pedofilia, incest, perzinahan, film porno di tivi nasional atau bioskop, perjudian, sinkretisme (berkedok pluralitas), mengutak-atik Alquran, meluhurkan HAM sambil merendahkan agama. Saya tak ingin kelak anak saya tiba-tiba berkeinginan mengubah kelamin hanya karena diperbolehkan oleh agama (yang sudah dirusak oleh para “pahlawan”) atau negara, lalu saya dituntut penjara oleh negara hanya karena melarang anak saya mengubah kelamin, karena melanggar HAM anak. Dahulu Barat mengalaminya melalui tangan “orang-orang dalam”, pemuka agama, tokoh masyarakat, penguasa.

    Itulah mengapa Allah dan Muhammad menyertakan amar ma’ruf nahi munkar dan jihad dalam agama Islam. Agar Islam tidak dirusak. Agar kehidupan manusia terjaga. Agar ada yang mengoreksi kesalahan. Agar agama tidak hanya berlaku di tempat ibadah saja. Dan itulah mengapa hukum diterapkan kepada siapa saja tanpa pandang bulu, entah itu penguasa, anak penguasa, rakyat jelata, ulama, bahkan keturunan Nabi sekalipun. Dan Islam itu final, tidak ada modifikasi atas Alquran dan Hadits. Jika kaum munafik merasa berkeberatan dengan ajaran Islam yang tidak sesuai selera mereka, lebih baik keluar saja, jangan lantas mengubah-ubah dan mengolok-olok Islamku. Kalau hanya karena Islam tidak membolehkan pornografi, perjudian, riba, bermesraan dengan musuh, lantas kaum munafik mengobok-obok Islamku, menyebut Alquranku sebagai kitab paling porno, mengolok-olok Muhammad, lebih baik para munafik itu hengkang saja dari Islamku. Kalau kaum munafik itu memang mau berzinah dengan bebas tanpa merasa berdosa, buat saja nilai-norma sendiri dan agama sendiri, jangan rusak Islamku.

    “Kapal Islam sudah terlalu penuh dengan orang-orang yang melubangi dari dalam.” (Ahmad Deedat)

    “Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).” (QS At-Taubah [9]: 56)

    “Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: ‘Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.’ Katakanlah: ‘Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mu’min, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.’ Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih. Mereka bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, padahal Allah dan Rasul-Nya itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin. Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka jahannamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar. Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: ‘Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya).’ Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal. (Keadaan kamu hai orang-orang munafik dan musyrikin) adalah seperti keadaan orang-orang sebelum kamu, mereka lebih kuat daripada kamu, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya dari kamu. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, dan kamu telah menikmati bagian kamu sebagaimana orang-orang yang sebelummu menikmati bagiannya, dan kamu mempercakapkan (hal yang batil) sebagaimana mereka mempercakapkannya. Mereka itu amalannya menjadi sia-sia di dunia dan di akhirat; dan mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS At-Taubah [9]: 61-69)

    “Celaka atas umatku dari ulama yang buruk.” (HR Al-Hakim)

    “Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan.” (HR Abu Dawud)

    “Tidak akan tiba hari kiamat sampai penguasa-penguasa tiap umat ialah orang-orang yang munafik.” (HR Ar-Rabii’)

    “Tahukah kamu apa yang menghancurkan Islam? Yaitu tergelincirnya seorang alim, berbantah-bantahan tentang Al-Quran oleh orang-orang munafik, dan para penguasa yang menyesatkan umat.” (Umar bin Khaththab ra)

    “Ya Rabb, aku tahu aku banyak dosa. Tapi aku mohon sidangkanlah masalahku dengan dia kelak secara adil, karena Engkau adalah Maha Adil. Ya Rabb, sungguh, urusanku dengannya belum selesai. Belum selesai.”

  2. media massa memang menjadi corongnya orang-orang bodoh yang sok pinter (munafik)..

    yah liat saja isu yg berkembang skrg ini, “si buta mata buta hati” (BLIND MAN IDIOT) itu dibela habis-habisan, bahkan media dan masyarakat sampai taklid buta, walaupun dia sudah tewas dicabut nyawanya (mungkin dia pura-pura mati berhubung popularitasnya menurun, jadi ya dia milih mati aja biar terkenal lagi)

    bayangkan! ketika ada manusia yang menghina Rasulullah SAW yang mulia, dan Kalimat-Kalimat Allah SWT, malah dibela (atas nama liberalisme dan demonkrasi),

    tapi giliran ada orang yg mengkritik, menghina, dan melengserkan “si buta mata buta hati itu” Pasukan Berani Mati dan gundik-gundiknya langsung turun tangan & siap menebas leher siapa saja yang kontra dengan si dajjal bermata satu itu (ini kah demonkrasi dan pluralisme yang ia agung-agungkan)…

    INI ZAMANNYA MANUSIA DITUHANKAN DAN TUHAN DIMANUSIAKAN kawan!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s