Anda Tak Layak Mendapat Kanker Otak, yang Layak Anda Dapatkan adalah Fakta

Oleh: Amy Worthington
Maret 2005
(Sumber: www.coastalpost.com)

Beberapa orang tampaknya mempunyai ikatan emosional patologis dengan ponsel mereka dan terdapat pernyataan menarik bahwa pulse radiasi ponsel kemungkinan dapat bersifat adiktif terhadap otak manusia. Kita tidak bisa menyelamatkan mereka yang lebih memilih mati ketimbang mengganti. Tapi etika mendorong kita untuk memastikan bahwa semua orang layak mendapat akses atas fakta ilmiah dasar.

Ponsel Anda adalah transmiter gelombang mikro dan itu mengandung bahaya kanker! Daya gelombang mikro berosilasi pada frekuensi jutaan hingga miliaran putar per detik. Journal of Cellular Biochemistry melaporkan bahwa frekuensi ini menyebabkan kanker dan penyakit lain dengan menginterferensi sel DNA dan mekanisme perbaikannya. Gelombang mikro mempercepat penuaan sel. Ilmuwan Italia baru-baru ini mendemonstrasikan radiasi ponsel membuat sel kanker tumbuh secara agresif. Telepon cordless berfrekuensi 900 megahertz atau 2,4 gigahertz memancarkan radiasi gelombang mikro berbahaya yang sama dengan ponsel.

Kaitan antara paparan gelombang mikro dan kanker telah didokumentasikan selama bertahun-tahun. Pada masa Perang Dingin, Uni Soviet mengarahkan radiasi gelombang mikro kembar low level ke Kedutaan AS di Moskow, Rusia. Dua duta besar berturut-turut menderita leukemia. Staf lain juga menderita kanker—atau darah mereka memperlihatkan kerusakan DNA, yang mendahului kanker.

Riset yang dijalankan oleh profesor Dr. Henry Lai dari Universitas Washington menunjukkan bahwa sel otak jelas-jelas rusak oleh level gelombang mikro yang jauh di bawah ambang “aman” pemerintah AS. Dr. Lai mencatat bahwa dosis frekuensi kecil pun dapat bertimbun setelah beberapa waktu dan mengakibatkan efek berbahaya. Dia memperingatkan bahwa paparan radiasi transmiter wireless terhadap publik “harus dibatasi sampai minimal”.

M*torola menyarankan pemakai untuk tidak mengarahkan antena ponsel ke arah bagian tubuh yang tak terlindungi. Tapi ujicoba independen menunjukkan bahwa ponsel juga bisa membocorkan radiasi berjumlah besar dari keypad dan mouthpiece. Radiasi ini mempenetrasi jaringan sel otak, telinga, dan mata, yang memang paling rentan terhadap bahaya gelombang mikro. Wadah ponsel yang dijepitkan di sabuk memungkinkan ponsel melepaskan radiasi ke area liver atau ginjal ketika earphone berkabel digunakan.

Studi-studi terbaru mengkonfirmasikan bahwa gelombang mikro ponsel dan telepon cordless dapat:
• Merusak syaraf di kulit kepala
• Menyebabkan sel darah membocorkan hemoglobin
• Menyebabkan kehilangan ingatan dan kekacauan mental
• Menyebabkan sakit kepala dan menimbulkan keletihan ekstrim
• Menciptakan nyeri sendi, kejang otot, dan gemetaran
• Menciptakan sensasi panas dan ruam pada kulit
• Mengubah aktivitas elektris otak saat tidur
• Menimbulkan bunyi dering pada telinga, merusak penciuman
• Menimbulkan katarak, kerusakan retina, dan kanker mata
• Membuka penghalang darah-otak bagi virus dan racun
• Mengurangi jumlah dan efisiensi sel darah putih
• Menstimulasi asma dengan memproduksi histamine di sel mast
• Menyebabkan masalah pencernaan dan menaikkan level kolesterol jahat
• Menekan sistem endokrin, terutama pankreas, tiroid, ovarium, dan testis

Pada tahun 1993, industri telekomunikasi mengeluarkan 25 juta dolar AS untuk serangkaian proyek riset yang dirancang untuk membuktikan bahwa ponsel itu aman. Studi-studi tersebut justru membuktikan sebaliknya! Mereka membuktikan bahwa standar paparan gelombang mikro federal tidak cukup berbahaya. Kerusakan sel dan tumor dapat dengan mudah distimulasi di laboratorium pada sepertiga dari ambang paparan yang ditetapkan oleh FCC.

Orang-orang telekomunikasi panik. Mereka dan politisi penjilat mereka serta otoritas federal memutuskan bahwa satu-satunya hal menguntungkan yang bisa dilakukan adalah BERBOHONG dan MENYANGKAL. Meski bukti-bukti sangat memberatkan, FDA masih berdalih: “Tak ada alasan untuk menyimpulkan bahwa terdapat resiko kesehatan dari ponsel terhadap pemakai.” Sementara itu, industri telekomunikasi mengumumkan untuk MENAIKKAN SEBANYAK 10 KALI LIPAT paparan radiasi ponsel yang dibolehkan terhadap manusia!

Untungnya Dr. George Carlo yang mengepalai proyek studi milik industri tersebut. Dia menyajikan fakta-fakta mengejutkan dalam bukunya, Cell Phones: Invisible Hazards in the Wireless Age: An Insider’s Alarming Discoveries About Cancer and Genetic Damage (Carroll and Graf, 2001). Ringkasan dari buku Dr. Carlo adalah berikut: Ponsel adalah baru, regulasi perlindungan yang memadai adalah nol, dan rakyat Amerika sedang “digoreng” sehingga industri telekomunikasi yang menipu dapat memperoleh keuntungan darinya! Ini adalah perusahaan kotor seperti umumnya, dan semakin lama industri memperdayai publik, semakin miliaran keuntungan yang dikumpulkannya.

Pada 16 Juni 2002, CBS menayangkan segmen Sixty Minutes yang mengkonfirmasikan betapa kotornya industri telekomunikasi. Produser CBS menuduh provider besar layanan telepon telah menipu, memperdayai, memalsukan tanda tangan, mengalihkan layanan telepon tanpa izin, dan berbohong mengenai harga. Jaksa Agung Connecticut menyatakan bahwa meski didenda jutaan dolar setiap tahun, perilaku perusahaan-perusahaan ini tetap tidak berubah. Haruskah kita mempercayakan jaringan sel dan nyawa kita kepada industri ini?

Gelombang mikro terhadap kepala adalah sangat berbahaya bagi anak-anak. Para orangtua di beberapa negara Eropa kini diperingatkan untuk menjauhkan anak-anak dari ponsel. Seorang peneliti dari Universitas Utah menemukan bahwa semakin muda seorang anak, semakin banyak radiasi yang diserap oleh otak. Peneliti Spanyol menunjukkan bahwa ponsel dapat mengubah aktivitas elektris otak anak selama berjam-jam, menyebabkan perubahan mood secara dramatis dan mungkin perilaku dan ketidakmampuan belajar. Para ilmuwan khawatir radiasi ponsel bisa merusak embrio manusia. Wanita hamil disarankan untuk waspada.

Ponsel harus meningkatkan kekuatan medannya untuk memelihara komunikasi dengan rangka logam pada mobil. Karena itu, efek radiasi gelombang mikro di dalam sebuah kendaraan sangat kuat. Volkswagen Eropa telah memperingatkan bahwa penggunaan ponsel di dalam mobil bisa “membahayakan kesehatan gara-gara medan elektromagnetik sangat tinggi yang dihasilkannya”.

Studi asuransi di Inggris menunjukkan bahwa rata-rata fungsi dan waktu reaksi pengendara yang sedang berbicara pada ponsel lebih lemah dibanding pengendara mabuk. Radiation and Nuclear Safety Authority Finlandia melaporkan bahwa satu jam paparan radiasi ponsel bisa menyebabkan sel-sel manusia menyusut. Para peneliti percaya ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas protein, sebuah indikator kerusakan sel. Yang dibutuhkan oleh dunia tak stabil sekarang ini adalah populasi global yang dibuat sakit melalui penyusutan otak secara luar biasa!

Angka kanker otak di AS telah meningkat 25% sejak 1975. Pada 2001, 185.000 rakyat Amerika didiagnosa menderita suatu bentuk kanker otak. Tumor otak kelas empat dapat tumbuh dari seukuran buah anggur menjadi seukuran bola tenis dalam 4 bulan saja. Tumor otak hampir selalu fatal dan sebagian besar orang meninggal dalam 6-12 bulan setelah diagnosis. Pada 7 April 2002, Sixty Minutes menayangkan sebuah laporan menarik tentang kanker otak, menjelaskan bahwa para ilmuwan tidak yakin mengapa angka insiden penyakit ini tumbuh begitu pesat.

Ironisnya, segmen tersebut diikuti dengan iklan Sprint, yang memberitahukan orangtua bahwa cara terbaik untuk mengawasi para remaja adalah dengan menyambungkan mereka dengan ponsel. Walaupun peneliti mengatakan bahwa kerusakan radikal pada otak bisa terjadi dalam beberapa menit awal percakapan, iklan-iklan telekomunikasi mendorong pembeli untuk menghabiskan berjam-jam bertelepon setiap bulan. Iklan-iklan ponsel sehalaman penuh yang berkoar-koar di majalah dan surat kabar itu pasti merupakan alasan mengapa bahaya ponsel hampir tak pernah dibahas di media-media mainstream.

Sumber yang sangat luar biasa adalah buku karya Robert Kane, Cellular Telephone Russian Roulette (Vantage Press, 2001). Sebagai seorang pakar telekomunikasi, Kane menghadirkan sekumpulan studi mengesankan yang menunjukkan bahwa baik dinas pemerintah maupun produsen ponsel MENGETAHUI BERTAHUN-TAHUN LALU bahwa radiasi ponsel pada level paparan saat ini berbahaya bagi kesehatan manusia. Dia mencatat bahwa ponsel akan menjadi tak berguna jika emisi RF-nya diturunkan ke level aman.

Laporan penyakit karena penggunaan ponsel secara lama dan karena tinggal atau bekerja dekat transmiter RF yang kuat beriringan dengan sejumlah tuntutan hukum terkait kanker yang kini tengah diajukan terhadap industri ponsel. Industri asuransi melihat masalah besar tengah menanti. Penanggung asuransi Lloyd’s of London menolak mengasuransi produsen ponsel atas kerugian pada kesehatan pengguna. Ponsel hari ini adalah rokok 40 tahun lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s