Skandal Seputar Pemalsuan Data di Wina

Oleh: Franz Adlkofer dan Hugo W. Rüdiger

Ditemukan sebuah kisah dalam upaya menghilangkan hasil riset tentang efek-efek biologis mobile radiation.

Sejak tahun 2005, Profesor Alexander Lerchl, Kepala Committee for Non-Ionizing Radiation di German Radiation Protection Commission (SSK) of the Federal Office for Radiation Protection (BfS), mengklaim bahwa hasil-hasil riset tentang efek biologis mobile radiation yang diperoleh di Medical University of Vienna (MUV) dipalsukan. Jikalau asli, hasilnya akan memiliki konsekuensi sebagaimana dia jelaskan berikut [1]: “Hasil riset Diem dkk. [2] memang mengkhawatirkan. Seandainya terkonfirmasikan, ini tak hanya akan menjadi sebuah peringatan tapi juga awal dari akhir komunikasi mobile, karena kerusakan DNA adalah langkah pertama menuju kanker.” Sejak saat itu dia berkali-kali mengulangi dan menegaskan tuduhannya atas pemalsuan data, terakhir kali dalam ucapannya di sebuah acara industri di Wina pada 22 September 2009. Alasan klaimnya adalah pengujian statistik olehnya atas data yang dipublikasikan tim MUV dalam dua jurnal ilmiah [2,3] dan Final Report of the MUV Rector’s Council of Ethics in Science [4] (“Dewan”) yang telah terpercaya untuk klarifikasi perkara. Dalam bentuk sebuah ultimatum, dia menuntut penarikan kedua paper itu [2,3] dari literatur ilmiah. Meski analisisnya kekurangan substansi untuk memperkuat tuntutannya, kesan yang ditinggalkan Final Report pada pembaca awam betul-betul mampu secara permanen merusak reputasi para penyusun studi. Oleh sebab itu, kini saatnya mengomentari ini secara komprehensif.

Latar belakang
Pada 23 Mei 2008, Rektor MUV, Profesor Wolfgang Schutz, muncul di depan publik dengan pengumuman bahwa dua paper [2,3] bekas Divisi Occupational Medicine “kemungkinan besar didasarkan pada kejahatan ilmiah”. Dalam pernyataan selanjutnya pada 29 Juli 2008, dia mengulangi kecurigaannya meski sebelumnya telah mengadakan persiapan dengan Profesor Hugo W. Rüdiger, bekas Kepala Divisi tersebut dan kepala tim tertuduh. Pada Agustus tahun yang sama, pernyataan MUV lainnya dengan judul bombastis, Science and Truth, muncul memperkuat kecurigaan pemalsuan data dan melalui Dewan Rektor menjelaskannya—bertentangan dengan hal sebenarnya—dengan hasil rapat dengar pendapat anggota-anggota staf yang konsern. Jadi, Rektor mendukung klaim Prof. Lerchl – saat itu anggota Committee for Non-Ionizing Radiation – secara tertulis.

Siapapun yang pernah membaca Final Report Dewan MUV akan menyadari bahwa klaim pemalsuan itu tidak mungkin dibuktikan dengan notulen ringkasan temuan komite ini. Karena itu, Rektor MUV dan Prof. Lerchl pasti telah membuat kekeliruan serius dalam penaksiran mereka atas peristiwa tersebut atau kedua orang ini sejak awal bermaksud untuk memaksakan penarikan paper, berapapun biayanya. Motif yang dapat menjelaskan tindakan agresif terhadap hasil tak menyenangkan dalam riset ilmiah ini masih samar, tapi setidaknya menyisakan spekulasi. Fakta bahwa “radiation protector” dari Jerman masih menuruti klaim pemalsuan data sudah cukup menjadi bukti adanya maksud untuk membasmi data. Kerusakan reputasi ilmiah dan integritas pribadi para staf MUV cukup jelas diterima sebagai collateral damage. Karena target agar para penulis bersifat independen dari MUV dan menarik dua paper-nya tidak tercapai, Rektor dan – secara terpisah – juga Prof. Lerchl langsung beralih kepada editor jurnal ilmiah yang mempublikasikan paper tersebut dengan permintaan penarikan. Karena mereka tidak dapat memberikan bukti atas klaim mereka, aksi mereka tidak berhasil.

Karena ketiadaan bukti, Dewan membersihkan tim dari tuduhan pemalsuan data
Dalam Final Report-nya yang dipresentasikan pada April 2009, Dewan sampai pada kesimpulan: “Bagaimanapun, Dewan tidak menemukan bukti bahwa pengetahuan pegawai laboratorium tentang cara mengurai penyembunyian exposure device telah membantu memalsukan atau mempabrikasi data secara sengaja. Pemalsuan atau pabrikasi data beberapa kali disanggah oleh pegawai, dan dalam kaitan ini dia dibebaskan dari tuduhan oleh seorang informan lain – dari sekian banyak yang berkata mengenai kode slide dan penyembunyian kedua.” Pernyataan Dewan ini mendorong kesimpulan bahwa tim MUV akhirnya dibersihkan dari tuduhan pemalsuan data dan kecurigaan lain oleh Rektor MUV dan bahwa “radiation protector” dari Jerman tidaklah berdasar. Tapi dalam rangka menjauhkan Rektor dari umpatan, Dewan secara nyata mencari-cari alasan untuk bisa terus meragukan kredibilitas tim MUV.

Dengan ketidakbenaran, setengah-benar, dan penipuan disengaja, Dewan membenarkan kesetiaannya pada tuduhan kejahatan ilmiah
Karena itu, Dewan menolak memasukkan kesaksian tak terbantahkan dalam Final Report-nya bahwa pemalsuan data memang tidak terjadi, walaupun mereka pasti telah sampai pada kesimpulan ini. Sebaliknya, mereka mencoba dalam halaman panjang dan argumentasi membingungkan atas putusan tidak bersalah, dalam ketiadaan bukti, untuk membenarkan kecurigaan Rektor terhadap tim MUV, agar membuat cara penanganan masalah dari sang Rektor yang tak bertanggung jawab setidaknya dapat dipahami. Tak pelak lagi, pemulihan nama baik Rektor harus mengorbankan tim, sehingga keberlangsungan jabatannya tidak mungkin dipertahankan. Karena tuduhan yang diangkat oleh Dewan untuk membebaskan Rektor dari tuduhan sebagian besar didasarkan pada ketidakbenaran, setengah-benar, dan penipuan disengaja, maka dibutuhkan pernyataan yang jelas:

1. Dewan mengklaim menemukan bukti tak terbantahkan bahwa salah seorang co-author paper Schwartz dkk [3] yang mengevaluasi sampel, pada waktu eksperimen riset, berada dalam posisi untuk mengetahui – berdasarkan deskripsi display dalam manual – apakah sebuah sampel terpapar atau pura-pura terpapar (sham-exposed). Sebagai bukti, Dewan menyebutkan fakta bahwa co-author tersebut mencatatkan kode penyembunyian untuk beberapa eksperimen pada Agustus 2005 dalam buku laboratoriumnya yang ditulis tangan. Namun, pernyataan dalam Final Report bahwa co-author ini mengakui dan mengkonfirmasi secara tertulis kepahaman atas kode penyembunyian selama pertemuan Dewan pada 24 Juli 2008 tidaklah benar. Co-author tersebut hanya mengakui dan mengkonfirmasi secara tertulis fakta bahwa catatan dalam buku laboratorium itu adalah tulisan tangannya. Sejak Agustus 2005 dia selalu membantah kesimpulan Dewan bahwa dirinya mampu men-decode penyembunyian itu. Lagipula, tuduhan Dewan tidak mempertimbangkan bahwa di samping penyembunyian melalui mesin, penyembunyian kedua yang lumrah di laboratorium juga dilakukan. Klaim bahwa data yang dia kumpulkan tak bisa lagi disebut “suara ilmiah” dan bahwa dia wajib memberitahu atasannya mengenai kepahamannya atas kode penyembunyian sama sekali kekurangan substansi. Ini juga berlaku untuk klaim kejahatan ilmiah yang darinya dia dibebaskan dari tuduhan oleh seorang informan. Klaim-klaim ini menyingkap upaya nekat Dewan untuk melindungi Rektor dengan terus mencurigai co-author ini atas kemungkinan kejahatan ilmiah, meski harus mengorbankan kebenaran.

2. Lebih jauh, Dewan menyatakan bahwa penulis pertama masing-masing paper [3] tidak memenuhi prasyarat yang mewajibkan bahwa kedudukan ini jatuh pada anggota staf yang paling berkontribusi secara prosedural, intelektual, dan konsepsional pada proyek. Pun, dugaan ini sama sekali tak berdasar. Pada 2007, Prof. Rüdiger menetapkan penulis pertama untuk mempresentasikan hasil—yang ikut dikontribusikan si penulis—di sebuah konferensi internasional di Swiss. Berdasarkan pembicaraan ini, dia kemudian menulis sendiri draf paper pertama, yang lalu disampaikan oleh Prof Rüdiger kepada editor jurnal tanpa koreksi penting. Baru setelah naskah itu dikembalikan dengan permintaan revisi, Prof. Rüdiger menyempurnakan teks sambil berhubungan dengan co-author dan menuruti proposal editor. Penulis pertama juga menerima salinan naskah untuk pengecekan akhir sebelum pengajuan. Pemisahan dirinya dari paper tersebut selama rapat dengar pendapat hanya dapat dijelaskan dengan tekanan amat kuat yang ditimpakan Dewan kepadanya dengan mengklaim bahwa pemalsuan data oleh koleganya tidak bisa lagi disangsikan. Bagaimanapun, ilmuwan belia sekalipun tahu dengan baik bahwa karir akan berakhir sebelum dimulai apabila seseorang terseret dalam kasus pemalsuan. Melihat persoalannya, klaim Dewan bahwa dia tak punya hak untuk menjadi penulis pertama sama sekali tak dapat dipertahankan, dan pernyataan mereka bahwa kasus ini juga menyangkut kejahatan ilmiah sungguh dibuat-buat. Lagi, semua ini hanya bisa dijelaskan dengan maksud Dewan untuk membebaskan Rektor dari tuduhan dengan mengorbankan tim.

3. Rasanya sama sekali tidak pantas ketika Dewan menyebut Prof. Rüdiger, ketua tim, sebagai saksi penguat pernyataan mereka bahwa pengetahuan tentang kode penyembunyian membuat data yang diperoleh jadi tidak dapat dipercaya. Dengan pernyataan ini, Dewan ingin Prof. Rüdiger, penulis koresponden, menarik masing-masing paper [3], dan demi mencapai tujuan ini mereka bahkan tidak segan-segan memberikan ancaman konsekuensi pribadi apabila terdapat penolakan. Sebagai konsesi untuk Prof. Rüdiger, Dewan berjanji bahwa Rektor tak lagi akan mengeluarkan tuduhan pemalsuan data dan bahwa, sebagai tambahan, Rektor akan menahan diri dari meminta penarikan paper pertama [2] yang dipublikasikan pada 2005. Konsesi terakhir ini dibuat walaupun – sebagaimana jelas dinyatakan dalam Final Report – tidak ditemukan bukti kejahatan ilmiah atas paper ini dan semua paper terdahulu karya para penulis. Tapi Rektor tidak berpegang pada kompromi ini, yang semata-mata disetujui Prof. Rüdiger demi sebisa mungkin mengurangi kerugian yang telah didapat MUV gara-gara tersebarnya tuduhan pemalsuan ke seluruh dunia. Prof. Rüdiger mengikuti permintaan Dewan dan menginformasikan editor jurnal tentang rencananya menarik masing-masing paper [3] dengan argumen bahwa dirinya tidak bisa lagi menjanjikan penyembunyian eksperimen, walaupun masih yakin akan hal-hal yang menguatkan itu. Segera sesudah itu, MUV mempublikasikan press release lebih lanjut yang mengulangi semua tuduhan sebelumnya terhadap tim.

Tapi kecurigaan dan tuduhan pemalsuan yang tak adil pada akhirnya selalu akan menyusul. Rektor MUV maupun “radiation protector” dari Jerman tidak membayangkan di awal kampanye fitnah mereka bahwa tuduhan-tuduhan mereka akan lenyap tertiup angin. Saat ini, sekurangnya tiga paper dari laboratorium lain telah diajukan, dua di antaranya telah diterima untuk dipublikasikan, di mana di dalamnya [dinyatakan] bahwa efek genotoxic radiasi mobile dan hasil temuan tim MUV terkonfirmasi secara meyakinkan.

Kesimpulan
Melihat persoalannya, muncul pertanyaan apakah penanganan oleh Rektor MUV benar-benar memenuhi prinsip etis dan moral yang pantas untuk posisi seorang rektor universitas. Maksud dia – apapun itu – tak lain hanyalah upaya menghilangkan data riset yang berdampak politis dan industrial sangat besar akibat literatur ilmiah. Untuk melakukan hal tersebut, dia siap menerima konsekuensi bahwa reputasi dan integritas para penulis yang konsern akan rusak. Persoalan ini semakin penting kala seseorang menemukan bahwa ketua Dewan pertama adalah pegawai industri telekomunikasi yang, setelah afiliasinya diketahui secara kebetulan, harus disingkirkan lantaran adanya kecurigaan. Walaupun dua dari tiga anggota Dewan lainnya telah sepakat dengan dia bahwa tuduhan pemalsuan bisa dianggap terbukti, mereka bertahan di Dewan berikutnya di bawah ketua baru. Karena rapat dengar pendapat di bawah ketua baru tidak memungkinkan penghukuman tim MUV yang secara jelas telah direncanakan sejak awal, putusan tak bersalah tanpa adanya bukti harus dipahami sebagai suatu kompromi.

Seseorang mungkin menahan diri dari menghendaki komposisi baru seluruh Dewan demi menyelamatkan maksud Rektor yang masih bisa diselamatkan. Notulen rapat dengar pendapat di bawah ketua baru – di bawah ketua pertama tidak diberikan satu notulen pun – menguraikan, dengan pengecualian satu kalimat ambigu yang menyebutkan pandangan awal mengenai kode itu, rehabilitasi penuh atas anggota staf tertuduh dan tim yang dicurigai melakukan pemalsuan. Mungkin ini alasannya mengapa Rektor menolak mempublikasikan notulen tersebut. Sampai sekarang, hanya para penulis dua paper yang diizinkan membaca dokumen rahasia itu – di bawah pengawasan ketat anggota Dewan. Dalam Final Report yang dihasilkan kemudian, ditambahkan beberapa hal sembari mengorbankan tim, yang menjadi bukti atas situasi di MUV seperti dilukiskan dalam Profil, sebuah majalah Austria (24 Nov 2008; No. 48: 74-79). Dan sebuah laporan dalam jurnal terkemuka, Nature (Agustus 2008; Vol. 454 (21): 917), mengenai skandal pemalsuan nyata di Universitas Innsbruck, berakhir dengan kesimpulan: “Tapi ada sesuatu yang, sepertinya, busuk di negeri Austria, dan itu perlu dihadapi dan ditangani secara terbuka.” Tak perlu menambahkan yang lain-lain.

FOOTNOTE
[1] Lerchl A (2008) Fälscher im Labor und ihre Helfer: Die Wiener Mobilfunk-Studien – Einzelfall oder Symptom? Books on Demand GmbH (ISBN-13: 9783837063417): page 43
[2] Diem E, Schwarz C, Adlkofer F, Jahn O, Rüdiger HW (2005) Non-thermal DNA breakage by mobile phone radiation (1800 MHz) in human fibroblasts and transformed GFSH-R17 rat granulosa cells in vitro.Mutat Res 583:178-183
[3] Schwarz C, Kratochvil E, Pilger A, Kuster N, Adlkofer F, Rüdiger HW (2008) Radiofrequency electromagnetic fields (UMTS, 1,950MHz) induce genotoxic effects in vitro in human fibroblasts but not in lymphocytes. Int Arch Occup Environ Health 81(6): 755-67
[4] Endbericht des Rates fürWissenschaftsethik derMedizinischen Universität Wien betreffend Publikationen über erbgutschädigende Wirkungen von Mobilfunkstrahlungen (Causa Alexander Lerchl gegen Elisabeth Diem/Kratochvil et al.). Punktationen auf Grund der Beschlussfassung in der Sitzung vom 13. November 2008. Oddly enough, the signed document at www.izgmf.de/endbericht_wien.pdf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s