China Menyalahkan Program HAARP AS atas Gempa Bumi Katastropis

1 Juni 2008
(Sumber: www.redskynews.com)

Laporan Menteri Luar Negeri Rusia hari ini menyatakan bahwa perjalanan diplomatik ‘mendadak’ Perdana Menteri Vladimir Putin ke Prancis dilakukan atas permintaan Presiden Hu (China) supaya ‘memperingatkan’ Uni Eropa untuk tidak terlibat dengan AS menyusul peristiwa yang diduga luas sebagai ‘serangan balasan’ terhadap AS yang dipersalahkan oleh militer China atas gempa bumi katastropis pada 12 Mei yang telah membunuh hampir 90.000 jiwa.

Para ilmuwan Militer China dan Rusia, laporan ini menyatakan, setuju dengan periset Kanada, dan mantan Kepala Biro Asia-Pasifik Forbes Magazine, Benjamin Fulford, yang, dalam sebuah video menggelisahkan yang dirilis kepada publik Amerika dari kantornya di Jepang, menjelaskan secara detail bagaimana AS menyerang China dengan menembakkan shockwave 90 juta volt dari fasilitas High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) Amerika di Alaska.

Shockwave ini begitu powerful, Times Online News Service Inggris melaporkan bahwa seluruh atmosfer di atas zona gempa China itu berubah secara misterius 30 menit sebelum getaran 8,0 SK:

http://www.timesonline.co.uk/tol/news/weather/article3981225.ece

“Bisakah awan memprediksikan gempa bumi?
YouTube memiliki rekaman awan multi-warna ganjil yang terlihat sesaat sebelum gempa bumi baru-baru ini yang menghantam provinsi Sichuan di China.

Kesan pertama adalah pelangi pada sepotong kecil awan, sebuah fenomena yang dikenal dalam halo circumzenithal. Ini terbentuk ketika cahaya matahari menembus awan cirrus yang penuh dengan kristal-kristal es kecil heksagonal berbentuk seperti pelat. Kristal-kristal ini bertindak seperti prisma kaca, memisahkan cahaya menjadi bow dengan warna-warna spektrum, biasanya lebih terang dari pelangi.

Tapi teka-tekinya adalah bahwa warna-warna pada awan China itu terbalik dari halo circumzenithal normal – merah menunjuk ke arah horison dan biru ke arah Matahari, bukannya jalan berputar yang lain.”

Ilmuwan Rusia lebih jauh berspekulasi bahwa serangan AS terhadap China ‘tepat waktu’ dan bersamaan dengan eksperimen-eksperimen berbahaya yang sedang berjalan di Large Hadron Collider for the European Organization for Nuclear Research (CERN), dan sebelumnya sudah kami beritakan dalam laporan kami pada 13 Mei yang berjudul “CERN ‘Nailed Heart of Earth’ with China Quake, Chilean Volcano”.

Analis Militer Rusia mencatat bahwa meski Militer China telah memerintahkan armada kapal selamnya untuk ‘menyebar’ di seluruh pelosok Samudera Pasifik, ‘serangan’ China terhadap AS kemungkinan besar akan berbentuk peperangan ekonomi daripada bentrokan kekuatan sungguhan.

Namun, yang lebih menggelisahkan, menurut laporan ini, adalah desakan China kepada Suriah dan Turki agar tidak lagi membiarkan air mengalir ke sungai besar Eufrat dan Tigris, yang telah diperingatkan oleh Irak sedang mengering gara-gara musim kemarau hebat yang melanda Negara yang terkoyak perang itu.

Signifikansi gerakan terbaru China ini adalah ditandatanganinya Pakta Pertahanan antara Iran dan Suriah yang memberikan izin kepada Pasukan Militer China untuk menggunakan teritori Iran guna membantu Suriah.

Lebih jauh perlu dicatat bahwa Kitab Wahyu Perjanjian Baru Bibel Kristen (Bab 16, Ayat 12) meramalkan bahwa Eufrat akan mengering dalam persiapan Perang Armageddon dan akan dilintasi oleh Pasukan Timur sebanyak 200 juta prajurit, di mana di Dunia kita hari ini hanya China yang mampu menjawab dan memiliki kemampuan untuk menjangkau tanah itu sendirian.

Koreksi dari Redsky. Pernyataan di atas mengenai Kitab Wahyu tidak tepat. Pasukan 200 juta orang dan Armageddon adalah dua peristiwa terpisah. Pasukan 200 juta orang muncul dalam Wahyu Bab 9 Ayat 13-18 (Terompet Keenam) dan tidak seperti dinyatakan di atas. Pasukan 200 juta orang bukan China, ini bukan betul-betul pasukan.

Armageddon terjadi di lembah Megiddo di utara Israel dan muncul dalam Wahyu Bab 16 Ayat 12 (Mangkuk Keenam). Israel diserang oleh “Raja-raja timur”, negara-negara Muslim, yakni Iran, Suriah, Irak, Yordania, Afghanistan, Pakistan, India, Bangladesh, Malaysia, dan Indonesia. Ini bukan pasukan 200 juta orang atau China yang belum pernah menjadi bangsa penyerbu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s