Deklarasi Universal Menentang Vaksinasi Wajib

(Sumber:www.thepetitionsite.com/1/a-universal-declaration-of-resistance-to-mandatory-vaccinations)

Kami yang bertandatangan di bawah ini, Pria dan Wanita merdeka, tidak mengakui otoritas World Health Organization (WHO) untuk memandatkan vaksinasi paksa atas masyarakat. Tubuh kami adalah wilayah kedaulatan kami dan tunduk pada ketentuan eksklusif kami. Setiap upaya pelanggaran terhadap tanggung jawab ini harus ditafsirkan sebagai pelanggaran hak dasar tersebut. Karena itu kami menganggap Pemerintah terpilih kami bertanggung jawab dalam pembelaan ini dengan penerbitan pemberitahuan: Gugatan Class Action preemptive akan disampaikan bilamana hak kami (yang tidak dapat dipindahtangankan) untuk memilih diabaikan.

Checklist WORLD HEALTH ORGANIZATION untuk perencanaan siaga pandemi influenza: Section 1.5.1 isu hukum dan etika:

‘Selama pandemi, mungkin perlu untuk mengesampingkan legislasi yang sudah ada atau hak asasi manusia (individu). Contohnya adalah pelaksanaan karantina (mengesampingkan kebebasan individu untuk bergerak), penggunaan bangunan milik swasta untuk rumah sakit, penggunaan obat-obatan tanpa lisensi, vaksinasi wajib atau implementasi pergantian kondisi darurat dalam layanan dasar. Keputusan-keputusan ini memerlukan kerangka hukum untuk memastikan penaksiran transparan dan justifikasi tindakan yang sedang dipertimbangkan, dan untuk memastikan koherensi dengan legislasi internasional (International Health Regulations).’ (www.who.int/csr/resources/publications/influenza/FluCheck6web.pdf)

Tak ada bukti forensik yang menunjukkan virus H1N1 sebagai penyebab langsung kematian orang-orang yang tewas setelah terkena virus tersebut (144 orang hingga hari ini). Mayoritas kematian itu disebabkan oleh komplikasi yang sudah ada sebelumnya dan defisiensi auto-imunitas. Negara-negara berkualitas kesehatan rendah memiliki jumlah kasus kematian terbesar. Berdasarkan pedoman dari Center for Disease Control, gejala-gejala yang terkait H1N1 betul-betul tak dapat dibedakan dari gejala flu musiman biasa, dan tingkat keparahannya sebanding dengan flu musiman ringan,

‘Gejala virus flu H1N1 baru ini pada orang-orang mirip dengan gejala flu musiman yang meliputi demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung ingusan atau tersumbat, badan pegal, sakit kepala, kedinginan, dan kelelahan. Sejumlah signifikan orang-orang yang telah terinfeksi virus H1N1 baru ini juga dilaporkan mengalami diare dan muntah-muntah. Kelompok yang beresiko tinggi terhadap flu H1N1 baru ini saat ini belum diketahui tapi mungkin saja sama dengan influenza musiman. Orang-orang yang beresiko tinggi mengalami komplikasi serius akibat flu musiman meliputi orang-orang berusia 65 tahun atau lebih, anak-anak berusia kurang dari 5 tahun, wanita hamil, orang-orang segala usia dengan kondisi medis kronis (seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung), dan orang-orang yang sistem imunnya tertekan (misalnya sedang menjalani pengobatan untuk menekan imunitas, terkena HIV).’ (www.cdc.gov/h1n1flu/sick.htm)

GlaxoSmithKline merupakan pengembang Farmasi utama di balik vaksin Avian Flu H5N1. Berdasarkan fakta bahwa strain H1N1 adalah hibrid Avian/Babi/Manusia, kemungkinan besar komponen ini akan digunakan sebagai bagian dari resim 3 injeksi,

‘Adjuvant milik GSK disebut ASO4. Ia mengandung alum dan MPL. MPL merupakan singkatan dari monophosphoryl lipid A. Adjuvant milik (tak berlisensi) Tentara AS yang dikembangkan sebelum Perang Teluk I untuk vaksin antraks generasi kedua disebut Tri-Mix atau Triple Mix. Tri-Mix mengandung MPL (monophosphoryl lipid A) dan squalene. Setelah perang tersebut, ilmuwan Tentara menganggap MPL terlalu beracun, jadi mereka mulai bekerja dengan Chiron Corporation dari Emeryville, Kanada, untuk mengembangkan adjuvant yang mengandung squalene dan air saja…atas asumsi bahwa keberacunan adjuvant pada Tri-Mix disebabkan oleh MPL. Asumsi ini pun terbukti tidak benar. Terdapat lebih dari dua lusin studi hewan yang menghasilkan data yang menunjukkan kemampuan squalene untuk menimbulkan auto-imunitas; dan terdapat bukti yang diperselisihkan bahwa nano dosis squalene dalam vaksin antraks membuat sakit personil militer dalam jumlah tak terhitung yang menerima vaksin tercemar squalene selama AVIP. MPL juga merupakan komponen Ribi Adjuvant System. Ribi Adjuvant System, atau RAS, adalah derivatif dari Tri-Mix, yang diizinkan digunakan terhadap binatang saja. Tak ada bukti yang menunjukkan apakah MPL membangkitkan respon imun yang spesifik terhadapnya. Jika MPL bersifat imunogenik, itu meningkatkan kemungkinan “reaksi silang” yang berbahaya. Tubuh manusia penuh dengan lipid (zat mirip lemak yang tak larut dalam air tapi larut dalam pelarut organik, lipid meliputi asam lemak, minyak, lilin, dan steroid-penj). Antibodi dan sel imun yang merespon terhadap MPL mungkin juga merespon terhadap lipid lain dalam tubuh, sehingga merusak toleransi terhadap lipid endogen (lipid alami tubuh manusia) dan menginisiasi auto-imunitas.’ Gary Matsumoto – Jurnalis/Penulis mengenai Vaksin A. (www.whale.to/vaccine/secret_adjuvant.html)

Resiko perjangkitan Gulf War Syndrome secara luas di antara masyarakat umum adalah tak terelakkan – dengan asumsi adjuvant squalene H5N1 yang sama digunakan pada H1N1 (adjuvant adalah agen farmakologis atau imunologis yang memodifikasi efek agen-agen lain). Selanjutnya vaksin menimbulkan sedikit respon antibodi. Oleh sebab itu, perlua 12 kali lipat dari dosis normal agar ‘efektif’. Perjudian semacam itu, di mana nyawa kita dilibatkan, tidak bisa dinegosiasikan.

Perusahaan-perusahaan farmasi (Novartis di antaranya) mendapat durian runtuh selama krisis seperti itu. Kami tak mau mempertaruhkan keselamatan kami demi laba industri di bawah kondisi apapun,

‘Berjangkitnya flu babi akan menguntungkan salah satu firma venture capital paling subur dan sukses di Amerika Serikat: Kleiner, Perkins, Caufield & Byers. Harga saham dua dari delapan perusahaan terbuka di portofolio investasi Pandemic and Bio Defense sudah naik. BioCryst naik lebih dari 26% ke $2,21 per lembar saham, dan Novavax, pembuat vaksin virus, naik 75% ke $1,42 per lembar saham pada saat pengumuman pertama berjangkitnya flu babi di Meksiko.’ (www.drtenpenny.com/swine_flu.aspx)

Kurangnya pengujian terhadap vaksin eksperimental ini menimbulkan banyak kerisauan. Tak ada kriteria atas kemanjurannya atau pernyataan statistik valid,

‘Novavax memakai informasi genetik dan “teknologi rekombinan partikel mirip virus” untuk secara cepat memproduksi sebuah vaksin. Teknologinya baru melalui uji klinis Fase II tapi akan dirilis secara prematur. CEO Novavax, Rahul Singhvi, mengumumkan pada hari Jumat, “Terdapat kesempatan otorisasi darurat yang akan memungkinkan kita untuk menggunakan vaksin dalam keadaan darurat tanpa pengujian lebih lanjut.” Ketentuan Division-E akan melindungi perusahaan dari semua liabilitas.’ (www.drtenpenny.com/swine_flu.aspx)

H1N1 merupakan strain yang sama sekali unik, tak pernah dijumpai sebelumnya dengan semua tanda virus buatan laboratorium,

‘Penulis buku Emerging Viruses: AIDS and Ebola: Nature, Accident, or Intentional?, Horowitz, mengatakan bahwa strain flu babi-burung-manusia, yang dilaporkan ditemukan pertama kali di Meksiko pada akhir Maret 2009, hanya mungkin berasal dari Dr. James S. Robertson dan koleganya yang tergabung dengan US Centre for Disease Control dan produsen vaksin, Novavax Inc., yang telah siap mengambil untung dari pelepasan tersebut. Tak ada orang lain lagi yang mengambil ayam terinfeksi flu Asia H5N1, membawanya ke Eropa, mengekstrak DNA-nya, mengkombinasikan proteinnya dengan virus H1N1 dari isolat flu Spanyol 1918, memasukkan beberapa gen flu babi dari babi sebagai campuran tambahan, kemudian me-reverse engineer-nya untuk menginfeksi manusia, kata Horowitz.’ (www.uncensored.co.nz/2009/04/30/dr-horowitz-mexicanswine-flu-made-in-lab/)

Selama kepanikan flu babi 1976, vaksin flu babi sendiri membunuh ratusan orang dan membuat sakit lainnya dalam jumlah tak terhitung,

‘Hanya Lewis muda (Tamtama David Lewis dari Ashley Falls, Massachusetts, berumur 19 tahun) yang meninggal akibat flu babi pada 1976. Tapi karena para pengritik cepat menunjuk, ratusan warga Amerika terbunuh atau terluka serius oleh inokulasi yang diberikan pemerintah untuk mencegah virus.’ (www.capitalcentury.com/1976.html)

Menurut data yang valid, PBB yang mengawasi WHO telah terlibat dalam promosi virus hidup dan program sterilisasi tipe eugenik sepanjang masa lalu. Kami tidak ingin menjadi hewan percobaan mereka lagi. Kami secara bulat menegaskan keputusan ini. Beban selanjutnya ada pada WHO untuk membuktikan riwayat keamanannya sendiri. Setiap laporan atau bantah yang dikeluarkan oleh mereka harus tunduk pada investigasi independen yang dijalankan oleh dewan pilihan kami,

National Security Council Document 20506: Implications of Worldwide Population Growth for U.S. Security and Overseas Interests – Memorandum ini dirancang oleh Henry Kissinger yang secara langsung diarahkan pada pelepasan vaksin eksperimental terhadap masyarakat yang tak curiga. 3 juta orang Filipina berumur 12-48 tahun diberi vaksin ujicoba yang merusak kesehatan mereka. Wanita Amerika Utara kulit hitam dan pribumi diberi vaksin yang sama yang mengakibatkan tingkat kemandulan sebesar 25% (kulit hitam) dan 35% (pribumi). Instruksi datang dari WHO dan terikat langsung dengan laporan Kissinger. (www.scribd.com/doc/6474391/Henry-Kissinger-Population-Control-Document)

Laporan itu menyusul laporan tahun 1972 yang dikeluarkan oleh WHO yang merujuk pada permintaan sebuah virus yang akan secara selektif menghancurkan Sistem Sel T Manusia. Laporan ini membidik negara-negara sebagai target “eksperimen awal pengurangan populasi yang akan diimplementasikan sekitar tahun 2000”. Mereka mengidentifikasi India, Bangladesh, Pakistan, Nigeria, Meksiko, Indonesia, Brazil, Filipina, Thailand, Mesir, Turki, Ethiopia, dan Kolombia untuk dipelajari, yang secara kebetulan mendahului berjangkitnya AIDS di Afrika, Amerika, dan tempat lain. Faktor penentu yang paling umum pada korban AIDS adalah rusaknya Sistem Sel T dalam tubuh. Kebetulan lain. (http://whqlibdoc.who.int/bulletin/1972/Vol47/Vol47-No2/bulletin_1972_47(2)_211-227.pdf)

Jika vaksinasi wajib dilegislasikan di bawah kondisi pandemi terduga/asli, kami menuntut riset independen atas vaksin – oleh sebuah tim yang terdiri dari profesional kesehatan berlisensi pilihan kami, sebelum menyampaikan vaksin ke pusat-pusat distribusi. Semua vaksin akan diuji kontaminasi dan keamanan. Monitoring terus-menerus terhadap mereka yang divaksin akan dilakukan dalam sistem data up-to-date. Bila WHO atau distributor mereka ditemukan sengaja menyebarkan produk beracun, mereka akan dituntut dengan hukuman seberat-beratnya. Kami akan memandatkan investigasi publik untuk membasmi orang-orang yang bertanggung jawab dan keadilan akan tegak. Dalam hal ini, kami juga menganggap Pemerintah kami bertanggung jawab sepenuhnya.

Kami, yang bertandatangan di bawah ini, bersatu mendukung Petisi ini.

DAFTAR BAHAN VAKSIN: Dengan resmi diatur secara sengaja pada setiap vaksin yang disediakan kepada publik.

Di samping RNA atau DNA virus dan bakteri yang menjadi bagian vaksin, berikut adalah bahan-bahannya:
–  aluminum hydroxide
–  aluminum phosphate
–  ammonium sulfate
–  amphotericin B
–  jaringan sel binatang: darah babi, darah kuda, otak kelinci
–  ginjal anjing, ginjal monyet
–  embrio anak ayam, telur ayam, telur bebek
–  serum anak sapi (keluarga sapi)
–  betapropiolactone
–  fetal bovine serum
–  formaldehyde
–  formalin
–  gelatin
–  glycerol
–  sel diploid manusia (berasal dari jaringan janin manusia yang diaborsi)
–  hydrolized gelatin
–  monosodium glutamate (MSG)
–  neomycin
–  neomycin sulfate
–  indikator merah phenol
–  phenoxyethanol (anti-pembekuan)
–  potassium diphosphate
–  potassium monophosphate
–  polymyxin B
–  polysorbate 20
–  polysorbate 80
–  hydrolysate casein pankreas porcine (babi)
–  residu protein MRC5
–  sorbitol
–  sukrosa
–  thimerosal (merkuri)
–  tri(n)butylphosphate,
–  sel VERO, garis bersambung sel ginjal monyet
–  sel darah merah domba yang dicuci
(http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2001/03/07/vaccineingredients.aspx)

Bahan-bahan tambahan ini diberikan tanpa sepengetahuan atau seizin publik. Merck, monster raksasa farmasi di AS memproduksi mayoritas suplai vaksin dan dilindungi dari tuntutan oleh Undang-undang Federal yang dipaksakan di bawah pemerintahan Bush.

Analisis atas bahan tambahan vaksin
1) Aluminium (dua varian) – terkait langsung dengan penyakit alzheimer.
2) Ammonium Sulfate – senyawa kimia anorganik yeng digunakan sebagai penyubur dan “pemurni protein”; diketahui menyebabkan kerusakan ginjal dan liver, disfungsi gastrointestinal.
3) Amphotericin B – “disinfektan anti-jamur”, merusak jalan perkencingan, usus, fungsi jantung.
4) Jaringan binatang yang didaur ulang (berkali-kali) – penyusun Penyakit Sapi Gila.
5) Formaldehyde – digunakan sebagai “pengawet dan disinfektan”, diketahui menyebabkan kanker, bronkhitis kronis, iritasi mata, jika terpapar oleh sistem imun tubuh.
6) MSG – sekarang diketahui menyebabkan kanker pada manusia.
7) Phenol – bahan celup disinfektan yang sangat beracun, dikaitkan dengan kerusakan liver, ginjal, jantung, dan pernafasan.
8) Phenoxyethanol (anti-pembekuan) – terbukti memiliki efek samping yang sangat neurotoksik.
9) Thymerosal (merkuri) – bahan tambahan ini adalah penyebab Gugatan Class Action lain yang diorganisir oleh ibu-ibu yang anaknya terlahir menderita autisme dan kelainan perilaku terkait lainnya yang dihubungkan dengan thymerosal. Autisme kini terjadi pada level yang belum pernah dijumpai sebelumnya dalam sejarah, 1 kasus per 67 orang. Dahulu rata-ratanya 1 kasus per 20.000 orang.

Kampanye penentangan vaksin telah menerima dukungan kuat dari profesional di seluruh Industri Medis. Beberapa pendukung kami:
–  Dr. William R.Deagle MD, ABFP, AAPM, SSPM, ACOEM, CIME, ACO – www.nutrimedical.com, www.clayandiron.com
–  Injunction Against Forced Vaccinations
(http://mail.google.com/mail/?ui=1&view=att&th=121da8941cfb26c2&attid=0.1&disp=vah&zw)
–  Dr. Andrew Moulden PhD, B.A, M.A. Pendiri Brainguardmd.com, Pemimpin Gugatan Class Action terhadap Produsen Vaksin
–  Dr. Mayer Eisenstein MD, JD, MPH, Penulis “Don’t Vaccinate Before You Educate!
–  Dr. Daniel Ellis – Minnesota
–  Paula Jackson – Perawat Bersertifikat
–  Cindy Czocher – Perawat Bersertifikat
–  Mary R. Brown – Perawat Kesehatan Anak

Kami juga dengan bangga mendapat tanda tangan dari Anggota Angkatan Bersenjata pensiunan maupun aktif dan tak terhitung patriot lain di seluruh komunitas dunia yang telah bergabung mendukung kampanye ini.

Petisi ini merupakan satu jeritan  kepada mereka yang berkepentingan menggunakan hak inheren kami untuk menentukan diri sendiri. Bergabunglah dengan kampanye berani kami yang akan memungkinkan kita menentang Pemerintah terpilih kita demi mempertahankan hak inheren kita untuk memilih. Terima kasih untuk kalian semua!!!

UPDATE: Kami tidak berharap WHO mengakui validitas Petisi ini. Demikian pula halnya, Pemerintahan dan Pengadilan terpilih kita rutin menyangkal Petisi online. Itulah mengapa saya percaya kita harus mengambil pendekatan alternatif untuk memastikan suara kita didengar – Petisi tradisional yang ditandatangani dari tangan ke tangan yang bisa dibuktikan di Pengadilan. Kita perlu bekerja kolektif untuk mencapai tujuan kita tepat pada waktunya. Apakah ini menuntut banyak hal? Saya harap tidak. Setiap orang bisa memasang salinan rapi Petisi ini dan menyebarkannya. Anda juga akan memerlukan lembaran hitung untuk banyak tanda tangan. Mungkin salah satu anggota kita dapat menyiapkan halaman formulir umum saja dan mempostingnya di sini? Itu akan cukup terus terang. Ada banyak lokasi untuk melihat dan menandatangani Petisi ini: ruang kopi, kafetaria, papan buletin, acara-acara, sekitar kantor, perpustakaan, gereja, sinagog, gimnasium, toko buku, pos pagar. Mohon konsisten dengan terus mencatat jumlah yang didapat. Memajang beberapa lembar per lokasi barangkali merupakan ide bagus. Kita harus memutuskan lokasi sentral untuk menerima semua formulir ini setelah jumlahnya terkumpul. Akhirnya, kita bisa menjawab semua birokrasi sinis, pembilang tidak, dan tak terhindari dari pihak Pemerintah dengan respon bergema yang melimpah dari setiap negara di seluruh dunia. Sebuah peristiwa untuk menyaingi klimaks ‘Mr. Smith Goes to Washington’ di mana Petisi yang membanjir dari warga biasa mengubah sejarah. Saya amat yakin kita dapat betul-betul mengubah sejarah dengan sebuah pertunjukan historis kekuatan proaktif dan damai.

“Kita bisa melakukan ini dengan mudah atau sulit, yang penting dilakukan.” – Glenn Ivey/Pengacara County Prince George, Maryland, AS, terkait mandat Legislasi Vaksinasi baru yang dipaksakan kepada Gr. 5 – Gr. 10 pelajar untuk divaksin Cacar Air dan Hepatitis B.

“Ketika kita memberi pemerintah kekuasaan untuk membuat keputusan medis bagi kita, kita, pada esensinya, mengakui bahwa negara memiliki tubuh kita.” Anggota Majelis Rendah AS, Ron Paul.

Gerakan Menentang Vaksin
(www.facebook.com/reqs.php#/group.php?gid=100535026404)

Petisi Menentang Vaksin: Deklarasi Universal Menentang Vaksinasi Wajib
(www.thepetitionsite.com/1/a-universal-declaration-of-resistance-to-mandatory-vaccinations)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s