Vaksinasilah yang Bertanggung Jawab dalam Flu Spanyol, Bukan Virus

Oleh: Dr. Mercola.com
31 Mei 2003

Berikut ini terdapat komentar menarik mengenai artikel yang membahas pandemi tahun 1918-1920, yang menurut propaganda disebabkan oleh flu Spanyol (Irish Examiner, 1 Mei).

Sebuah tim sains Inggris mengidentifikasi virus pertama pada manusia di tahun 1933, tapi propaganda menyebutkan bahwa selama pandemi dari tahun 1918 sampai 1920 virus flu Spanyol membunuh jutaan penduduk sipil dan tentara.

Banyak pihak ingin kita percaya bahwa semua prajurit Amerika yang mati akibat penyebab non-pertempuran itu disebabkan oleh flu Spanyol. Namun, catatan Angkatan Darat AS menunjukkan bahwa tujuh orang mati setelah divaksinasi.

Lebih lanjut, menurut sebuah laporan dari Menteri Peperangan AS, Henry L. Stimson, tak hanya kematian tersebut yang terverifikasi tapi juga ada 63 kematian dan 28.585 kasus hepatitis yang dilaporkan sebagai akibat langsung dari vaksinasi demam kuning selama 6 bulan perang.

Selain itu, vaksinasi demam kuning hanyalah salah satu dari 14 sampai 25 suntikan [vaksin] yang diberikan kepada para calon prajurit.

Menurut catatan Angkatan Darat, setelah vaksinasi diwajibkan dalam Angkatan Darat AS pada tahun 1911, kasus typhoid dan penyakit vaksin meningkat pesat. Tingkat kematian akibat typhoid mencapai titik tertinggi dalam sejarah Angkatan Darat AS setelah Amerika memasuki perang pada tahun 1917.

Pada 1917, menurut laporan Surgeon-General Angkatan Darat AS, 19.608 orang prajurit dimasukkan ke rumah sakit lantaran inokulasi dan vaksin anti-typhoid, dan ini belum termasuk prajurit lain yang gejalanya diatributkan pada penyebab lain.

Dokter angkatan darat tahu bahwa semua kasus penyakit dan kematian ini disebabkan oleh vaksinasi dan cukup jujur mengakuinya dalam laporan-laporan medis mereka.

Dokter angkatan darat berusaha menekan gejala typhoid dengan vaksin yang lebih kuat, namun itu menghasilkan bentuk typhoid yang lebih buruk, paratyphoid.

Mereka lalu membuat vaksin lebih kuat lagi untuk menekan vaksin sebelumnya dan justru menciptakan penyakit yang lebih buruk lagi—flu Spanyol.

Setelah perang, ini termasuk vaksin yang digunakan untuk melindungi dunia penuh kepanikan dari prajurit yang tertular penyakit berbahaya yang baru kembali dari pertempuran Perang Dunia II.

Sisanya menjadi sejarah.
(Irish Examiner, 8 Mei 2003)

Komentar Dr. Mercola
Intinya di sini adalah bahwa vaksin bukanlah jawaban. Vaksin, semua vaksin, menekan sistem imun; dengan kata lain, mereka menekan fungsi imun kita, yang membuat kita rentan terhadap banyak penyakit.

Vaksin mengandung banyak bahan kimia dan logam berat seperti merkuri dan aluminium, yang, terlepas dari sifatnya sebagai penekan sistem imun, dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh Anda.

Sementara vaksin merobohkan imunitas kita, nutrisi yang benar akan membangun dan menopang sistem imun yang kuat, yang akan menyediakan imunitas alami terhadap sejumlah penyakit.

Saya menguraikan manfaat nutrisi yang benar, yang dimulai dengan menyingkirkan gula dan padi-padian dari diet Anda, dalam buku baru saya, “The No-Grain Diet”. Buku ini juga memberi Anda pendekatan praktis untuk mencapai gaya hidup baru yang sehat, dan menjelaskan bagaimana Emotional Freedom Technique (EFT) dapat membantu Anda menghadapi masalah mengidam dan persoalan emosional lainnya yang bisa menghalangi keberhasilan diet Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s