Siaga, ‘202 Personil Blackwater Tiba di Islamabad’

5 November 2009
(Sumber: pakalert.wordpress.com/2009/11/05/alert-202-blackwater-personnel-arrive-in-islamabad/)

Semakin banyak personil militer AS tiba di Islamabad. Apakah pemerintahan PPP sedang mencari dukungan AS atas kemungkinan aksi militer Pakistan terhadap pemerintahan tidak populer pro-AS di Pakistan?


Oleh: Nisar Mehdi

Rabu, 4 November 2009
Tha Nation

Karachi, Pakistan—Orang-orang asing yang berafiliasi dengan kontraktor militer swasta kejam, Blackwater, yang kemudian berganti nama menjadi Xe Services LLC, tiba di Islamabad pada hari Selasa melalui penerbangan PIA, kata sumber kepada TheNation.

“Dari 274 penumpang yang menaiki perusahaan penerbangan nasional Pakistan (PIA), penerbangan PK-786 dari Bandara Heathrow Inggris, 202-nya adalah orang asing tapi mereka fasih berbahasa Urdu,” kata sumber tersebut membocorkan.

Pegawai yang bertugas di Bandara Internasional Shaheed Benazir, Islamabad, mengatakan, “Kami mendapat instruksi untuk mengizinkan orang-orang asing itu masuk tanpa prosedur umum.”

Sumber mengatakan bahwa pesawat sampai di bandara Islamabad pada pukul 4.08 am PST, dan mereka telah mendapat instruksi resmi dari pihak berwenang untuk tidak menginspeksi satu orang asing pun dan melewatkan mereka segera dari bandara.

Seorang pegawai PIA mengkonfirmasi bahwa penerbangan PIA PK-786 dari Heathrow sampai di tempat tujuannya di Islamabad pada pukul 04.08 am dan mengatakan bahwa pesawat mempunyai kapasitas 358 penumpang tapi total hanya 274 penumpang yang menempuh penerbangan itu.

Dia menolak mengomentari keberadaan sejumlah besar orang asing dalam penerbangan dengan mengatakan bahwa mereka tidak punya informasi terkait hal ini.

Menurut sebuah berita tanggal 20 Agustus 2009 dalam New York Times tulisan Mark Mazzetti, Central Intelligence Agency pada 2004 menyewa kontraktor dari kontraktor keamanan swasta Blackwater AS sebagai bagian dari program rahasia untuk menemukan dan membunuh mata-mata top Al-Qaeda.

“Para pegawai Blackwater yang disewa untuk mengawal diplomat Amerika di Irak dituduh menggunakan kekuatan berlebihan dalam beberapa kesempatan, termasuk penembakan di Baghdad pada 2007 di mana 17 warga sipil terbunuh. Sejak saat itu pejabat Irak menolak memberikan lisensi operasi kepada perusahaan tersebut,” tulis Mazzetti.
“Beberapa pejabat dan mantan pejabat pemerintahan yang diwawancarai untuk artikel ini hanya berbicara dengan syarat anonimitas, karena mereka membahas detail program yang masih rahasia,” lapor New York Times.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa meski secara publik memutuskan hubungan dengannya, Departemen Luar Negeri masih terus menghadiahi perusahaan tersebut, dahulu dikenal sebagai Blackwater, kontrak senilai lebih dari $400 juta untuk membawa terbang diplomatnya mengitari Irak, mengawal mereka di Afghanistan, dan melatih pasukan keamanan dalam taktik anti-terorisme di kamp terpencilnya di North Carolina.

Semua indikasi mengatakan bahwa Kedutaan AS di Islamabad, yang sedang diperluas menjadi kedutaan terbesar AS di dunia, telah membawa masuk Blackwater tanpa pemeriksaan dari otoritas keamanan Pakistan dan dengan bantuan langsung dari pemerintahan tidak populer pro-AS di Islamabad.

Mantan Perwira Intelijen CIA Mengepalai Blackwater Xe di Peshawar
Oleh: Faisal Muqadam
4 November 2009

Peshawar, Pakistan—Mantan Perwira Intelijen CIA, Steven Cash, mengepalai operasi Blackwater di Peshawar. Tim pengawas Blackwater di Peshawar meliputi James Bill William, Copper, Steven Cash, Roderick Christopher, dan Alisha Cambel. Mereka telah menyewa beberapa pejabat pemerintah Pakistan dan pensiunan personil angkatan darat dengan upah sebesar $2.000 per hari.

Berbagai jurnalis telah didekati dan disodori uang suap oleh pejabat-pejabat ini untuk mengimplementasikan PsyOp dalam surat kabar dan media elektronik di Pakistan. Mereka mendorong jurnalis mempublikasikan cerita-cerita baru mengenai Taliban, sebagaimana direncanakan oleh kelompok Operasi Psikologis Angkatan Darat AS.

Mereka akan membayar kepada jurnalis sebesar $1000 per cerita baru yang dipublikasikan. Tuan Cash menjabat sebagai Perwira Intelijen di Central Intelligence Agency, awalnya sebagai Assistant General Counsel, dan kemudian di Direktorat Operasi.

Dia juga menjabat sebagai Chief Counsel untuk Senator Dianne Feinstein dari California, dan sebagai Minority Staff Director of the Subcommittee on Terrorism, Technology, and Homeland Security. Dari tahun 2001 sampai 2003, dia menjadi Professional Staff Member and Counsel untuk US Senate Select Committee on Intelligence.

Kepada Rakyat Pakistan: Italia Menghukum Pemimpin CIA
4 November 2009

Di sedikitnya dua kota Pakistan, mata-mata intelijen AS yang menyamar telah ditangkap oleh kepolisian Pakistan. Mata-mata Amerika ini sedang menjalankan operasi rahasia di Pakistan yang menggunakan kedok Kedutaan AS. Dalam sedikitnya tiga kesempatan, para mata-mata ini, yang menampilkan diri sebagai ‘diplomat’ AS, menjelajahi jalanan Pakistan dengan mobil berpelat nomor palsu dan mengenakan pakaian Afghan dan memakai janggut gaya Taliban. Yang paling penting, mata-mata ini membawa senjata canggih yang tidak diizinkan untuk Kedutaan AS. Empat ‘diplomat’ AS itu ditangkap beberapa jam sebelum kedatangan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, di Pakistan. Ketika ditanya mengenai insiden tersebut, sang menteri mengatakan dirinya tidak mengetahui siapa orang-orang itu dan apa yang sebetulnya sedang mereka kerjakan. Dia tidak berbohong. Ini adalah prosedur standar untuk diplomat AS ketika mata-mata intelijen AS tertangkap. Warga sipil dan petugas militer Pakistan punya cukup bukti aktivitas ilegal CIA di Pakistan maupun Afghanistan, di mana dinas mata-mata Amerika menggunakan pakaian mata-mata Karzai dan India. Dapatkah Pakistan belajar mempertahankan diri?

Breaking: Agen CIA bersalah atas penculikan di Italia22 warga Amerika dijatuhi hukuman penjara hingga 5 tahun secara in absentia. 4 November 2009, seorang hakim Italia menghukum 23 warga Amerika – semuanya agen CIA, kecuali satu – dan dua agen rahasia Italia atas penculikan ulama Muslim pada tahun 2003. Para agen tersebut dituduh menculik Hassan Mustafa Osama Nasr, dikenal sebagai Abu Omar, dari Milan dan mengirimnya ke Mesir, di mana dia diduga disiksa. Persidangan itu, yang dimulai pada Juni 2007, merupakan persidangan pertama yang menyangkut apa yang disebut sebagai program “extraordinary rendition” milik CIA. Tiga warga Amerika dan lima warga Italia dibebaskan oleh pengadilan di Milan. Semua warga Amerika itu disidang secara in absentia setelah AS menolak mengekstradisi mereka.

Persidangan rendition berakhir dengan pemberian hukuman penjara 8 tahun kepada pemimpin CIA MilanPenuntutan pertama atas penculikan tersangka hingga penyiksaan oleh AS – Pengadilan Italia menjatuhi hukuman kepada Robert Lady dan 23 lainnya secara in absentia.

4 November 2009, mantan kepala CIA di Milan dijatuhi hukuman penjara 8 tahun atas penculikan di akhir persidangan pertama di dunia yang menyangkut program “extraordinary rendition” dinas tersebut. Robert Lady disidang secara in absentia dan didakwa membantu mengorganisir penangkapan Osama Moustafa Hassan Nasr, dikenal sebagai Abu Omar, dari sebuah jalan di Milan pada Februari 2003. Atasannya, Jeff Castelli, kepala CIA di Italia kala itu, dibebaskan atas dasar bahwa dia dilindungi oleh kekebalan diplomatik. Sebagian besar 23 terduga mata-mata CIA lainnya yang disidang dijatuhi hukuman penjara secara in absentia. Extraordinary rendition menyangkut penculikan tersangka dan pengiriman paksa mereka ke negara ketiga untuk diinterogasi, seringkali negara-negara di mana penyiksaan rutin dipergunakan.

www.legitgov.org
www.legitgov.org/#breaking_news

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s