Cerita Polisi Mengenai Serangan Mumbai Masih Pecah

23 Desember 2008
(Sumber: aangirfan.blogspot.com/2008/12/police-story-on-mumbai-attacks-stands.html)

Hasan Gafoor, kanan, adalah Komisioner Polisi Mumbai saat ini. Dia mengambil alih jabatan pada 1 Maret 2008. (www.mumbaipluses.com/)

Amaresh Misra, di United News Network, pada 18 Desember 2008, mengatakan kepada kita bahwa: Cerita Polisi Mengenai Serangan Mumbai Masih Pecah. Amaresh Misra merujuk pada laporan, dalam Times of India, tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Menteri Kabinet India, AR Antulay.

Antulay menanyakan tentang Karkare, pimpinan Skuad Anti-Terorisme yang sedang menginvestigasi keterlibatan Hindu dan pemerintah India dalam terorisme, dan yang terbunuh dalam serangan Mumbai.

Menteri Pemerintah, dan anggota Partai Kongres, AR Antulay

Antulay menanyakan:
“Siapa yang mengirim dia (Karkare) ke arah rumah sakit Cama, di mana di luarnya dia terbunuh. Siapa yang mengirim mereka ke rumah sakit Cama. Apa yang dikatakan kepada mereka sehingga mereka pergi menuju titik yang sama dengan kendaraan yang sama… Mengapa, bukannya pergi ke Hotel Taj atau Oberoi atau bahkan Nariman House, dia malah pergi ke tempat semacam itu di mana di sana tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang terjadi di ketiga tempat tersebut? Mengapa ketiganya (Hermant Karkare, Vijay Salaskar, dan Ashok Kamte) pergi bersama-sama. Ini di luar pemahaman saya.”

Anami Narayan Roy adalah Direktur Jenderal Polisi, Maharashtra, dan mantan Komisioner Polisi Mumbai

Misra menulis:
“Pernyataan Antulay mengandung arti bahwa dia mengisyaratkan peranan beberapa fungsionaris top… Terdapat tanda tanya terkait pembunuhan Karkare, Salaskar, dan Kamte oleh Kasab dan Ismail… Kasab dan Ismail mungkin tidak membunuh ketiganya; yang kemudian menimbulkan pertanyaan: siapa yang membunuh mereka? Apakah pembesar top Polisi Mumbai? Atau Skuad Anti-Terorisme Gujarat di bawah Narendra Modi? Atau kombinasi keduanya…

Polisi Mumbai dan India telah dikenal atas penahanan informan, eks-militan, dan mata-mata Pakistan dalam kurungan ilegal atau dalam daftar upahnya. Dan kemudian menanamkan mereka dalam situasi di mana Polisi atau jaringan korporat-politisi-birokrat atau kekuatan asing atau angkatan Hindutva sudah melancarkan serangan dan ledakan bom. Ini terjadi pada sejumlah kesempatan, contohnya pada tahun 2006 ketika Markas Pusat RSS di Nagpur diserang oleh diduga ‘teroris’, yang kemudian tewas dalam pertempuran dengan Polisi Nagpur.

Kemudian diketahui, dan ini dibuktikan oleh laporan Jusice Kondse Patil mengenai isu ini dan oleh Suresh Khairnar, seorang aktivis sosialis dan HAM veteran, bahwa ‘para teroris’ ini kenyataannya adalah orang-orang yang telah dibunuh oleh Special Crime Branch Police non-Maharashtria dalam sebuah pertempuran palsu dan kemudian ditempatkan di depan Markas Pusat RSS.

Pimpinan Polisi Nagpur nyatanya tercatat mengatakan bahwa Kepolisiannya sebenarnya tidak terlibat dalam pertempuran apa pun!

Foto pertemuan Barak dari Israel dengan Singh pada tahun 2007 dari Siliconeer: Agustus 2006. Singh kini merupakan Perdana Menteri India

Kini terdapat laporan bahwa Kasab sebenarnya diculik oleh pejabat RAW di Nepal pada tahun 2006

Serangan terhadap Parlemen…lagi-lagi merupakan drama gadungan yang dilancarkan oleh Kepolisian Delhi – dan bagian terbaiknya adalah bahwa para anggota parlemen lihai kita mengetahui ini! Itulah mengapa mereka tidak memperingati ‘kemartiran’ personel Polisi yang tewas mempertahankan Parlemen!

Kasab adalah palsu; para teroris sesungguhnya yang datang ke Mumbai melampiaskan pengrusakan mereka dan pulang dengan aman – beberapa dari mereka, sebagaimana disaksikan oleh saksi mata dekat Nariman House, adalah jelas-jelas orang Israel. Tujuan utama seluruh operasi ini adalah mengeliminasi Karkare dan menciptakan sesuatu yang sangat besar sehingga investigasi ledakan Malegaon menjadi tak berarti jika diperbandingkan.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh dari Partai Kongres

Tapi para pembunuh Karkare dan angkatan Hindutva mempunyai backing dari Manmohan Singh (Perdana Menteri India).

Kalau tidak, mengapa Advani mau menemui Singh sebelum 26 November terkait isu ‘penyiksaan’ Praggya Singh? Pernahkah seseorang mendengar pemimpin oposisi menemui Perdana Menteri untuk isu semacam itu? Kelihatannya tercapai kesepakatan di antara mereka; dan ingat, Advani tidak dapat menemui Singh seperti ini tanpa mediasi Amerika.

Sonia Gandhi dari Partai Kongres, janda dari mantan perdana menteri Rajiv Gandhi, yang dikabarkan dibunuh oleh CIA

Apakah Sonia tahu? Barangkali tidak…terdapat laporan bahwa mungkin dia tidak tahu apa yang terjadi pada 26 November dan bahwa meski memihak lobi Manmohan Singh dalam isu lain, dia melihat bahwa rencana mereka meliputi penyingkiran dirinya!

Pembunuhan Karkare adalah hasil dari pertarungan lebih besar antara lobi Hindutva pro-Israel pro-Amerika yang sekarang berurat-akar di India dan sisa warisan lama Kongres dalam kekuasaan. Kedua faksi ini seringkali bersatu, seperti persatuan mereka menghadapi Sayap Kiri dalam isu kesepakatan nuklir. Tapi faksi ‘warisan lama’ tidak menyadari bahwa lobi pro-AS pro-Israel berencana menggulingkan mereka—dan mungkin menenggelamkan Sonia dan Rahul juga!”

“DAN KINI MUNCUL FAKTA MENGAGETKAN – KARKARE TEWAS OLEH PELURU 9 MM, YANG TIDAK MUNGKIN BERASAL DARI AK-47 ATAU 56!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s