Jalinan Apa yang Dimiliki Penyerang Mumbai dengan Militer dan Polisi India?

11 Desember 2008
(Sumber: aangirfan.blogspot.com/2008/12/what-links-did-mumbai-attackers-have-to.html)

Rana Ayyub, dalam Tehelka Magazine (www.tehelka.com/p) Vol 5 Issue 49 13 Desember 2008, menceritakan kepada kita tentang serangan Mumbai secara detail. (Baca>>>)

Dari artikel ini kita tahu:

  1. Menurut pria bersenjata, Kasav, yang selamat ini, orang-orang bersenjata tersebut berlayar melewati penjaga pantai dan melewati garis pertahanan Angkatan Laut.
  2. Saksi mata, Ajay Mistry, melihat enam orang turun di pantai nelayan di area Cuffe Parade dekat dermaga Sassoon di Mumbai (Bombay) pada sekitar pukul 8.30 pm, Rabu 26 November 2008. Pintarnya, orang-orang itu berpakaian biru hitam angkatan laut. Mereka terlihat berusia 20 tahunan awal, seperti anak-anak kuliah. Seorang remaja bertanya kepada mereka apa yang sedang dikerjakan di sana, salah satu dari mereka menjawab bahwa mereka adalah mahasiswa dan baru kembali dari perjalanan perahu.

    (Beberapa laporan mengatakan bahwa beberapa dari orang bersenjata itu datang 15 hari lebih awal dan SEMUANYA check in di Nariman House.

    “Saya melihat 6 sampai 7 perahu datang pada Rabu malam dan sekitar sepuluh orang menurunkan banyak tas dari perahu-perahu ini dan kemudian secara bertahap membawanya ke dalam gedung, Nariman House,” kata Vitthal Tandel, nelayan di area tersebut. – Kisah Nariman House)

    Stasiun CST
  3. Dikabarkan, pada 26 November 2008, satu jam setelah mendarat, dua orang bersenjata dengan AK47S, kabarnya Kasav dan Abu Ismail, berjalan ke dalam Chhatrapati Shivaji Terminus (CST).
  4. Mereka menembaki penumpang di peron secara membabi buta.

    (Terdapat beberapa keraguan mengenai keterlibatan Kasav dan Ismail.

    Orang-orang “berpenampilan luar negeri dan berkulit halus”, sebagaimana diingat Tuan Pappu Mishra, betul-betul melakukan pembunuhan. – BBC News Mumbai attackers create ‘killing zones’)

    Menurut BBC: “21.20 – penembakan dimulai di stasiun kereta Chhatrapati Shivaji ketika sekurangnya dua orang bersenjata menggempur terminal yang ramai itu, menembak secara membabi buta.” (BBC NEWS South Asia Timeline: Mumbai under attack)

    Anand Shelgaonkar, petugas kebersihan di stasiun, melihat salah seorang dari dua teroris melemparkan granat tangan. Polisi kereta api tidak berguna. Keamanan di stasiun semestinya telah ditingkat setelah ledakan kereta di Mumbai pada 2006 yang membunuh 187 orang.

  5. Setelah meninggalkan stasiun, kedua orang yang dilaporkan sebagai Kasav dan Ismail itu memasuki Cama Hospital.
  6. Menurut BBC: “21.20-22.00: Orang-orang bersenjata menyerbu Cama dan Albless Hospital, menembak secara membabi buta. Salah satu penyerang tertangkap di sini.” – (BBC NEWS South Asia Timeline: Mumbai under attack)

    Crisis Management Group (CGC) India seharusnya bekerja setelah menit-menit awal serangan. Tapi tak ada bukti itu.

    Karkare terlalu banyak tahu
  7. Salah seorang teroris diberitahu lewat telepon bahwa sebuah jeep polisi sedang menuju rumah sakit.
  8. Rupanya kendaraan ini memuat pimpinan Skuad Anti-Teror, Hermant Karkare, dan rupanya kendaraan ini terperangkap penyerangan. Karkare sedang menginvestigasi keterlibatan militer India dan politisi Hindu dalam mengorganisir terorisme.

    Bagaimana orang-orang bersenjata itu mendapatkan SIM card yang begitu cepat diaktivasi?

    Terdapat laporan-laporan yang bertentangan bahwa SIM itu berasal dari Wina dan New York dan satu lainnya berasal dari Delhi dan West Bengal. Orang-orang bersenjata itu menembak mati Karkare, spesialis pertempuran Vijay Salaskar, dan ACP Ashok Kamte dalam kendaraan mereka. Tiga pejabat top skuad anti-teroris Mumbai tewas sebelum mereka sempat mengangkat senjata.

    Siapa yang menelepon orang-orang bersenjata itu untuk memberitahu mereka bahwa Karkare sedang di perjalanan [ke sana]?

    Dilaporkan ini adalah Kasav
  9. Arun Jadhav, polisi yang selamat, adalah saksi mata.
  10. Menurut Jadhav, dua orang bersenjata mengambil alih kendali kendaraan dan membawa menuju persimpangan bioskop Metro, sambil menembaki orang-orang di jalan. Akhirnya polisi berupaya menembak mati orang yang dilaporkan sebagai Ismail dan terluka dan menangkap orang yang dilaporkan sebagai Kasav.

    (“Menteri Kepala Maharashtra, Vilasrao Deshmukh, mengatakan kepada Associated Press bahwa dua orang Pakistan kelahiran Inggris adalah termasuk di antara delapan orang bersenjata yang ditangkap oleh otoritas India.” – Four Mumbai terrorists ‘had links with Britain’)

  11. Pada waktu yang hampir bersamaan dengan penembakan stasiun kereta CST, dua orang bersenjata lain menembaki orang-orang di Leopold Cafe.
  12. Mehmood patel, yang berdiri di luar Leopold, mengingat bagaimana dua teroris berjalan keluar dari Cafe dan mengambil jalan sempit menuju Taj Hotel yang tak jauh.

    (Gaffar Abdul Amir, seorang turis Irak asal Baghdad, mengatakan bahwa dirinya melihat sedikitnya dua orang yang memulai penembakan di luar Leopold Cafe. Dia sedang kembali ke hotelnya dari tepi laut bersama seorang teman ketika melihat dua orang yang membawa tas dan mengacungkan AK-47S berjalan masuk di hadapan mereka, menembaki. “Mereka tidak terlihat seperti orang India, mereka terlihat seperti orang luar negeri. Salah satu dari mereka, saya pikir, berambut pirang. Yang lain memiliki gaya rambut punk. Mereka berpakaian rapi,” kata Tuan Amir. – BBC NEWS Mumbai attackers create ‘killing zone’)

    Apakah pemerintah India satu kawanan dengan Israel?
  13. Di mana polisi berada?
  14. Sudahkah seseorang memberitahu Kementerian Dalam Negeri, National Security Advisor, dan Perdana Menteri?

  15. Vasant Prabhu, seorang fotografer Press, melihat salah satu teroris memasuki Taj.
  16. Dia mengikuti dan menemukan Nagre Patil, komisioner polisi distrik (district commisioner of police/CDP), memasuki hotel tersebut dengan seorang bodyguard dan dua petugas keamanan.

    Menurut Prabhu, “Ketika kami sampai di lantai satu, para teroris telah memulai penembakan. Kami berusaha mencapai lantai tiga. DCP, yang memiliki revolver dinas, bersiaga dan mencoba mengintip lewat dinding dari lantai tiga ke lantai dua. Seorang pria bersenjata melihat kami, berteriak ‘Bajingan’ dan mulai menembak. Kami menunduk dan bertekuk di lantai dan mulai merangkak menuju tangga.”

  17. Di samping itu, pada sekitar pukul 9.30 pm, dua orang bersenjata, yang satu sedikit gemuk berisi, melemparkan sebuah granat tangan di spbu Bharat Petroleum di Colaba Causeway di sebelah Chabad House milik Israel, yang lebih dikenal sebagai Nariman House.
  18. Prajurit komando tidak datang ke Narman House sampai keesokan harinya.
  19. Kita diberitahu untuk percaya bahwa selama tiga hari, empat orang pria memegang kendali hotel Taj.
  20. Dikabarkan, dua orang bersenjata mampu mengambil alih Oberoi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s