Siapa yang Membunuh Herman Karkare?

26 Desember 2008
(Sumber: aangirfan.blogspot.com/2008/12/who-killed-hemant-karkare.html)

Foto ‘teroris’ perempuan Hindu, Pragya Thakur (kuning di tengah), yang diduga dilatih di Bhosla Military School India

specials.rediff.com/news/2008/nov/04sld1.htm

Pada 15 Desember 2008, editorial majalah Samar mengambil judul Who Killed Hermant Karkare. Di antara poinnya adalah sebagai berikut:

  1. Di India sedang dijalankan sebuah penyelidikan profesional menyeluruh terkait jaringan teror yang melibatkan organisasi ekstrimis Hindu dan orang-orang yang terhubung dengan dinas keamanan India.
  2. Kepala investigator tersebut adalah Hermant Karkare, Pimpinan Skuad Anti-Terorisme Maharasthra, yang kantornya berada di pusat Mumbai. Karkare dan dua koleganya dibunuh pada waktu serangan Mumbai November 2008.

    Karkare terlalu banyak tahu
  3. Karkare “sedang menggali jaringan teror yang belum pernah terlihat sampai sekarang”.
  4. Investigasi dimulai dengan menelusuri sepeda motor yang digunakan untuk menanam bom di Malegaon, timur laut Mumbai, pada September 2006. Sepeda motor itu terlacak sampai pada seorang nun Hindu bernama Pragyasingh Thakur. Dikabarkan, orang yang menanam bom adalah Ramji. Thakur, dalam sebuah percakapan ponsel dengan Ramji, bertanya mengapa hanya sedikit orang yang terbunuh.

    LetKol Srikant Purohit dari intelijen militer India
  5. Tim Karkare menemukan bahwa LetKol Srikant Purohit, dari intelijen militer India, mendapat 60 kg bahan peledak RDX dari suplai pemerintah untuk digunakan dalam serangan teroris terhadap kereta Samjhauta Express pada Februari 2007.
  6. Dalam serangan ini, 68 orang terbunuh. Lashkar-e-Taiba dan kelompok Islam lainnya semula dituduh melakukan serangan tersebut.

    Foto Samjhauta Express dari http://www.arf-asia.org
  7. Menteri Kepala Gujarat, Narendra Modi (Hindu), dan kandidat Perdana Menteri BJP, L.K. Advani (Hindu), menuding Karkare sebagai ‘desh drohi’ atau pengkhianat, “sebuah tuntutan yang di India dapat mengakibatkan hukuman mati”.
  8. Shiv Sena (kelompok Hindu) menawarkan bantuan hukum kepada tertuduh serangan teroris. Pada 26 November, persis sebelum serangan ‘teroris’ Mumbai, polisi di Pune menerima panggilan telepon dari seorang tak dikenal yang mengatakan bahwa di Marathi, Karkare akan terbunuh dalam sebuah ledakan bom dua atau tiga hari ke depan.

  9. Asisten Inspektur Polisi, Sachin Vaze, adalah salah seorang yang tidak menyukai Karkare.
  10. Vaze, anggota kelompok nasionalis Hindu, Shiv Sena, bersama dengan tiga koleganya, dituduh melakukan pembunuhan, konspirasi kejahatan, penghancuran barang bukti, dan penyembunyian jasad dalam kasus Khwaja Yunus sesaat sebelum serangan teroris tersebut.

    www.milligazette.com/Archives/2004/16-31May04-Print-Edition/1605200416.htm

    Vaze telah dipecat karena kasus korupsi, pemerasan, dan hubungan dengan dunia bawah tanah.

  11. Kematian Karkare
  12. Laporan awal, kiranya dari kepolisian, mengatakan bahwa Karkare dibunuh di Taj. Di jam-jam awal tanggal 27, IBNlive menayangkan rekaman penembakan di biskop Metro, di mana seorang pria pingsan yang terlihat seperti Karkare dan mengenakan kemeja biru cerah dan celana panjang gelap (tapi tanpa darah di kemejanya atau luka mengerikan di wajahnya seperti yang kita saksikan di pemakamannya) sedang ditarik ke dalam sebuah mobil oleh dua pemuda berkemeja kuning jingga.

    Uraian program memberitakan bahwa terdapat dua kendaraan, Toyota Qualis dan Honda City, yang darinya penumpangnya menembak membabi buta. Berikutnya kita diberi dua keterangan pembunuhan di mana tempat kejadian kejahatan bergeser ke jalan sempit yang sepi tanpa kamera atau saksi mata.

    Keterangan pertama adalah dari ‘orang bersenjata yang tertangkap’, Ajmal Amir Kasab.

    Menurut Kasab, hanya dua orang bersenjata, dirinya dan Ismail, yang pergi ke Cama, sebuah rumah sakit pemerintah untuk wanita dan anak-anak yang sebagian besar digunakan oleh orang miskin. Awalnya, menurut kepolisian, Kasab menyatakan dirinya dan Ismail membunuh Karkare, Salaskar, dan Kamte.

    Berikutnya, dalam pengakuannya, dia menyatakan bahwa saat keluar dari rumah sakit, dirinya dan Ismail melihat sebuah kendaraan berhenti beberapa jarak jauhnya. Para perwira polisi keluar dan menembaki mereka, mengenai tangan Kasab sehingga dia menjatuhkan AK47-nya, tapi Ismail mengadakan tembakan kepada para perwira dalam mobil hingga mereka berhenti menembak. Ada 3 mayat dalam kendaraan, yang kemudian disingkirkan oleh Ismail, dan lalu pergi menaikinya bersama Kasab.

    Keterangan lain adalah dari polisi Arun Jadhav.

    Menurutnya, Karkare, Salaskar, Kamte, seorang sopir, dan 4 polisi termasuk dirinya sedang melintasi jalan sempit dari Victoria Terminus menuju gerbang belakang Cama (hampir tidak 10 menit dengan berkendara) naik Toyota Qualis mereka untuk memeriksakan perwira polisi yang terluka, Sadanand Date, ketika dua orang bersenjata muncul dari balik pepohonan di sisi kiri jalan dan memberondongi kendaraan dengan peluru, membunuh semua penumpangnya kecuali Jadhav.

    Keduanya kemudian menyeret 3 perwira, membajak kendaraan, berkendara menuju persimpangan Metro dan kemudian Mantralaya di selatan Bombay, meninggalkannya setelah salah satu bannya meletus, dan merampas mobil lain. Menurut keterangan polisi, mereka kemudian menuju Girgaum, di mana Kasab terluka dan ditangkap sementara rekannya terbunuh.

  13. Kasab menyatakan bahwa sekawanan teroris yang terdiri dari 10 orang mendarat dan berpisah menjadi dua kelompok, pergi ke beragam tempat tujuan, dia dan rekannya pergi ke VT.
  14. Dia bilang mereka ingin meledakkan Taj, sebagaimana dalam serangan terhadap Marriot di Islamabad; tapi kita diberitahu bahwa hanya 8 kg RDX yang ditemukan di Taj, dan itu pun tidak digunakan; kontras dengan 600 kg RDX dan TNT yang digunakan untuk meledakkan Marriot: benarkah mereka hendak meledakkan Taj?

    Taj Hotel jepretan Joe Zachs. Sumber: http://www.flickr.com/photos/joezach/
  15. Bagaimana para penyerbu dari laut mendapatkan satu bom untuk diledakkan di Dockyard Road dan satu lainnya di Ville Parle, 25 kilometer jauhnya?
  16. Kasab mengatakan bahwa para teroris berencana memanfaatkan sandera mereka sebagai cara melarikan diri, tapi tidak ada upaya untuk negosiasi semacam itu; pada waktu lain, dia juga mengatakan mereka telah diinstruksikan untuk bertempur sampai mati.
  17. Kasab mengatakan dirinya adalah seorang buruh dari Faridkot dekat Multan dan hanya sekolah sampai Kelas IV, tapi dilaporkan bahwa dia fasih berbahasa Inggris.
  18. Beberapa orang telah menjelaskan bahwa gambar dirinya di VT menunjukkan dia mengenakan ikat lengan jingga, sebuah kebiasaan Hindu, dan kepolisian kemudian mengungkap bahwa dia tidak bisa membaca satu ayat Al-Qur’an pun, padahal semua anak yang tumbuh dalam keluarga Muslim pasti bisa.
  19. Sebuah artikel di grup soc.culture.jewish berargumen bahwa tak satu pun teroris tersebut yang Muslim, berdasarkan penampilan dan perilaku mereka (terutama dikabarkan mereka mengkonsumsi alkohol dan narkotika), mengindikasikan bahwa mereka tidak perlu menyamarkan diri mereka, karena Muslim yang tampak seperti Muslim jumlahnya melimpah di Bombay, dan tidak akan menarik perhatian tak wajar.
  20. Kasab
  21. Selama interogasi dirinya, Kasab mengatakan bahwa dia dan 8 operator telah melakukan perjalanan peninjauan ke Bombay beberapa bulan sebelumnya, berpura-pura sebagai mahasiswa dan menyewa kamar di pasar Colaba, yang dekat dengan Nariman House.
  22. Sangat sulit bagi warga Pakistan untuk mendapat visa India, dan selalu diawasi ketat oleh polisi; hampir mustahil otoritas imigrasi India dikelabui dengan paspor palsu negara lain. Dalam kasus ini, otoritas imigrasi India pasti memiliki aplikasi visa kesembilan teroris termasuk Kasab, dan dapat mencocokkan fotonya dengan teroris-teroris tersebut: sudahkah ini dilakukan?

    Selanjutnya, Kasab berubah pikiran dan mengatakan bahwa tim yang menjalankan peninjauan berbeda dari tim yang melakukan serangan.

  23. Menurut saksi, dua orang bersenjata mulai menembaki stasiun utama di VT pada pukul 21:55 Rabu malam, tapi pada waktu yang persis sama, menurut rekaman CCTV, dua orang bersenjata memulai serangan terhadap stasiun pinggir kota. Jika keterangan pertama benar, ada 4 orang bersenjata di stasiun: dari mana dua orang lainnya berasal, dan pergi ke mana mereka?
  24. Kita ditunjuki rekaman video, yang diklaim sebagai CCTV tapi tanpa timeline rekaman CCTV normal, Kasab dan Ismail yang berkeliaran di tempat parkir dekat stasiun utama.
  25. Ini sudah pasti tidak mungkin terjadi sebelum penembakan, karena stasiun sama sekali sepi. Dan setelah penembakan, Kasab dan Ismail diduga telah melarikan diri lewat titian dari Peron 1 stasiun pinggir kota di sisi lain VT: ini, lagi-lagi, mengindikasikan adanya 4 orang bersenjata.

  26. Sekalipun Kasab dan Ismail diperlihatkan foto-foto Karkare, Salaskar, dan Kamte sebelum memulai perjalanan, bagaimana mungkin mereka dapat mengidentifikasi perwira polisi di jalan sempit yang gelap di malam hari berdasarkan cerita pertama Kasab? Menurut pengakuan berikutnya, seorang perwira polisi keluar dari kendaraan dan pertama memulai tembakan, sehingga melukainya.
  27. Kalau begitu bagaimana Ismail membunuh seluruh sisanya seorang diri?

  28. Saksi-saksi di rumah sakit Cama mengatakan bahwa teroris fasih berbahasa Marathi (bahasa yang digunakan di sekitar Bombay), dan berita ini telah dikonfirmasi.
  29. Orang-orang bersenjata itu sepertinya terus menuju lantai 6 (yang kosong) dan teras. Apakah karena mereka akan mendapat pemandangan langsung ke jalan sempit di mana Karkare, Salskar, dan Kamte berada sehingga mereka dibunuh?

  30. Dalam keterangan pertamanya, polisi bernama Jadhav mengatakan bahwa Karkare berada di deret kedua jok Qualis, padahal dalam keterangan pertama dia diduga berada di deret depan bersama Kamte.
  31. Dalam keterangan kedua, Salaskar mulanya duduk di belakang sopir, tapi kemudian meminta sopir memperlambat laju mobil dan menyetir sendiri: apakah masuk akal jika seorang spesialis pertempuran berpengalaman dengan sengaja membuat dirinya menjadi sasaran empuk seperti ini padahal mereka sedang mengejar teroris?

    Dalam keterangan pertama, mereka disebut hendak memeriksakan kolega mereka yang terluka, Sadanand Date, tapi dalam keterangan kedua, mereka disebut sedang mencari sebuah mobil merah yang telah diberitahukan kepada mereka tengah digunakan oleh orang-orang bersenjata untuk bepergian.

    Jika laporan tentang mobil merah tersebut merupakan umpan untuk memancing mereka ke dalam perangkap, penting untuk mengetahui siapa yang memberitahu mereka bahwa para teroris berada dalam mobil merah.

    Jika orang-orang bersenjata itu menembaki dari sisi kiri, sebagaimana diklaim Jadhav, bagaimana Karkare tertembak tiga kali di dadanya sementara Jadhav sendiri mendapat dua peluru di lengan kanannya?

    Nyatanya, satu-satunya tumbuhan di bagian jalan sempit itu berada di sisi kanan dan terdapat jaringan kawat di sekitarnya; perlu memanjat jaringan tersebut untuk bersembunyi di belakangnya, dan memanjat lagi untuk keluar; mustahil dalam keadaan seperti itu.

    Saksi-saksi mengatakan hanya dua jasad yang ditemukan di tempat itu keesokan paginya: apa yang terjadi pada perwira ketiga? Siapa ketiga polisi yang terbunuh itu?

    Bagaimana dua teroris berupaya membunuh 6 personel polisi, termasuk Karkare dan Kamte yang Jadhav bilang bersenjatakan AK47S, dan Salaskar, seorang spesialis pertempuran, sedangkan salah satu teroris kemudian tertangkap dan yang lainnya terbunuh oleh polisi yang hanya bersenjatakan dua senapan dan lathis? Asisten Inspektur Polisi, Ombale, terbunuh dalam pertempuran itu, tapi kolega-koleganya selamat.

  32. Ada juga laporan menarik dalam DNA pada 28 November yang menyatakan bahwa Anand Raorane, penghuni bangunan seberang Nariman House, mendengar suara-suara perayaan dari para teroris di sana ketika berita kematian Karkare tampil di TV: bukankah itu aneh?
  33. Laporan yang sama mengutip seorang penghuni Nariman House dan seorang pemilik toko lokal yang mengatakan bahwa para teroris telah membeli makanan dan minuman beralkohol dalam jumlah besar sebelum serangan, mengindikasikan bahwa lebih dari dua orang berencana menghuni tempat itu untuk waktu yang lama.

  34. Laporan DNA lainnya, pada 2 Desember, mengatakan bahwa sub-inspektur Durgude, yang telah ditempatkan di depan St Xavier’s College, antara Cama Hospital dan titik keluar jalan sempit belakang menuju Mahapalika Road, melihat dua pemuda yang dia anggap merupakan mahasiswa dan dia teriaki untuk memperingatkan mereka tentang adanya penembakan di Cama. Ketika mereka mengabaikannya, dia menghampiri mereka, dan kemudian salah satu dari mereka mengacungkan AK47 kepadanya dan membunuhnya.
  35. Bila Kasab dan Ismail berada di sana, lalu siapa yang sedang melakukan penembakan di dalam Cama? Saksi mata di St Xavier melihat seorang pria tertembak dan tergeletak di atas trotoar di depan kampus sekitar pukul 12.30 am, sementara sekitar orang bersenjata berdiri di atasnya: siapa dia [yang tergeletak itu]?

  36. Berbagai laporan mengatakan bahwa dua hingga delapan teroris tertangkap hidup-hidup. Tapi hanya ada satu orang dalam tahanan kepolisian: apa yang terjadi pada yang lainnya?
  37. “Penyelidikan seksama atas semua laporan yang tersedia sejauh ini mengindikasikan, kepada penulis, bahwa pembunuhan Karkare dan kolega-koleganya merupakan aksi terencana, dilakukan oleh sebuah kelompok yang telah menempatkan orang-orang bersenjata di beragam titik sepanjang rute umum antara VT dan bioskop Metro dengan sudut penglihatan yang memaksimalkan peluang mereka untuk membunuh secara sukses.
  38. Kita mempunyai terlalu sedikit pengalaman investigasi di mana orang-orang tak bersalah (biasanya pemuda Muslim) ditangkapi, disiksa, dan bahkan dibunuh, sementara penjahat sesungguhnya dibiarkan bebas. Karkare memutus riwayat suram ini, tapi kini dia mati.

    Ketika seseorang yang sudah dicemarkan, difitnah, dan diancam dengan kematian terbunuh dalam keadaan mencurigakan, penting sekali untuk segera dilakukan investigasi yang benar, sebelum terlalu banyak bukti dipabrikasi dan/atau dimusnahkan.

    Jika Kasab alias Iman menghilang atau dibunuh seperti Lee Harvey Oswald, atau dieksekusi, itu akan menjadi bukti lebih jauh tentang adanya konspirasi.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s