Bagaimana Israel Menciptakan Mitos Al-Qaeda

Oleh: Seymour Hersh
(Sumber: sydney.indymedia.org.au/node/16084)

Ratusan pejuang asing Mossad telah berada di Irak untuk waktu yang lama. Spesialisasi mereka adalah bom mobil, penyiksaan seksual, dan pemenggalan.

Warga Israel ini memasuki Irak dengan menyamar sebagai pebisnis sipil Arab atau Kurdi. Mungkin “kontraktor”? Di bawah kontrak dengan kantor neokon Pentagon? Dolar pajak Anda bekerja?

Berapa banyak pekerjaan mereka dipersalahkan kepada Abu Musab al-Zarqawi? Berapa banyak terorisme Israel dipersalahkan kepada “Al-Qaeda”?

Saya telah menginvestigasi perkembangan “mujahidin” dan berikut adalah kesimpulan saya:

Pada tahun 1980-an, Israel mengawasi rekrutmen “mujahidin” Arab Afghan yang diduga akan berjuang melawan Rusia. Mereka menjadi umpan meriam dan pengungsi sebelum berakhir di Guantanamo.

TUJUAN RIIL MEREKA ADALAH UNTUK MEMBANTU ISRAEL MENCIPTAKAN MITOS YANG BERMANFAAT: AL-QAEDA. Mujahidin Arab agak kurang berbahaya sebagaimana baru-baru ini terungkap dari Guantanamo.

Spesialis intelijen Israel dan Yahudi-Amerika dipercaya oleh CIA—orang Israel yang merupakan “sekutu” dan pakar Timur Tengah—untuk merekrut “mujahidin” Arab untuk digunakan oleh AS melawan Rusia. Orang Israel yang menyamar sebagai pendakwah (tablighi) Arab atau Pakistan bahkan menjalankan pusat-pusat rekrutmen. Orang Israel yang memainkan peran sebagai pendakwah (tablighi) Muslim tertangkap di India, dan Israel cepat-cepat membebaskan mereka.

“Mujahidin” Arab sendiri tidak efisien dan hampir tak berguna. Saya mendengar dari sanak famili orang-orang yang tewas sia-sia dalam insiden-insiden janggal di Afghanistan.

Yang diinginkan para Zionis adalah sebuah cerita, sebuah mitos yang akan memungkinkan mereka menciptakan mitos lain: “Al-Qaeda”. Zionis membutuhkan mitos ini sebagai alasan untuk rencana jangka panjang mereka untuk “perang melawan teror”, perang untuk mendestabilisasi Timur Tengah dan mengadu dunia dengan Muslim.

Bin Laden ataupun pengungsi Arab yang mereka awasi tidak mempunyai signifikansi militer. Orang Afghan sendirilah yang merupakan mujahidin efisien nyata karena mereka mengetahui teritori dan struktur kesukuan. [Mujahidin] Afghan sebetulnya melihat [mujahidin] Arab sebagai pengganggu.

Orang Arab “hanya mengatakan apa yang ada di dalam belanga”. Ketika para pembohong neokon berbicara tentang terorisme Arab/Islam dan Al-Qaeda, mereka nyatanya sedang membicarakan apa yang mereka kerjakan. Mereka membicarakan aktivitas rahasia Israel.

Tak ada orang Arab yang terlibat. Prajurit komando Israel berkeliling memakai kartu identitas Arab yang dipalsukan atau dicuri dan—jika perlu—mereka mengenakan topeng untuk menyembunyikan identitas riil mereka, seperti dalam video-video pemenggalan.

Israel terus memalsukan apa yang diperlukannya untuk membuktikan bahwa “perang melawan teror”, yakni perang melawan Arab, harus dilanjutkan.

Dengarkan mereka secara lebih cermat, saudara-saudara. Para Zionis di tengah-tengah kita telah mengatakan yang sebenarnya dari semula. Cukup ganti “Arab” dengan “Israel”, “Al-Qaeda” dengan “Mossad”, dan lain-lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s