Islamabad, Orang Amerika Berpakaian Afghan Ditangkap Bersama Senjata dan Bahan Peledak Ilegal

28 Oktober 2009
(Sumber: pakalert.wordpress.com/2009/10/28/islamabad-americans-dressed-as-afghans-caught-with-illegal-weapons-and-explosives/)

Islamabad — Empat warga Amerika tertangkap basah tengah memotret bangunan-bangunan sensitif oleh Kepolisian Ibukota pada jam-jam awal Selasa. Keempatnya mengenakan pakaian tradisional Afghan dan ditemukan memiliki senjata dan bahan peledak ilegal.

Menurut detail, personil polisi yang tersebar di Nawaz Chowk, sektor F-8, mencegat dua kendaraan mencurigakan pada jam-jam awal Selasa. Selama penggeledahan, polisi mengamankan senjata dari simpanan mereka. Pengendara kendaraan ini diketahui merupakan warga Amerika. Mereka semuanya berpakaian Afghan.

Pelat nomor kedua kendaraan (IDM 2030 dan LG 501) didapati palsu. Personil polisi meminta bantuan ketika orang-orang Amerika itu menolak mengizinkan polisi untuk menggeledah mobilnya. Pejabat tinggi Kepolisian Ibukota sampai di lokasi dalam hitungan menit dan kemudian menggeledah kendaraan, mengamankan dua senapan M-16A1, dua handgun, dan dua granat tangan.

Kepolisian menahan warga Amerika itu selama satu jam sebelum Kementerian Dalam Negeri turut campur dan memerintahkan agar mereka dibebaskan tanpa tuduhan meskipun penyelidikan pendahuluan sedang dijalankan. (www.nation.com.pk/pakistan-news-newspaper-daily-english-online/Politics/28-Oct-2009/Nabbed-with-illegal-arms-again)

Kementerian Dalam Negeri Menutupi Serdadu Bayaran dan Teroris AS

Pada 2005, Kepolisian Irak menangkap dan menahan dua mata-mata Inggris di Basra yang berpakaian Arab lokal, menembaki penduduk tak bersalah di sebuah pasar sibuk dengan memakai senapan otomatis dan mengendarai kendaraan bermuatan bahan peledak, bermaksud meledakkannya di tengah-tengah pasar sibuk tersebut. Tank-tank Inggris menyerang penjara dan menyelamatkan kedua orang ini. Di Pakistan, sepertinya yang perlu dilakukan oleh orang Amerika adalah cukup menelepon Kementerian Dalam Negeri dan memerintahkan para teroris mereka dibebaskan.

PKKH Editorial

Selama beberapa bulan terakhir sudah terdapat beberapa insiden orang asing membawa senjata ilegal di ibukota federal. Beberapa orang asing tak hanya ditemukan membawa senjata ilegal, tapi juga mengancam, mengusik, dan menakut-nakuti masyarakat di Islamabad. Lembaga penegak hukum telah efisien dalam memperketat langkah pengamanan di sekitar kota tersebut sebagai respon terhadap keluhan warga.

Dalam insiden baru-baru ini, empat warga Amerika yang menyamar sebagai orang Afghan ditangkap bersama senjata ilegal pada hari Selasa di kawasan elit Islamabad yang dihuni oleh diplomat dan politisi senior Pakistan. Personil polisi mencegat dua kendaraan mencurigakan dan mengamankan senjata ilegal dari orang-orang Amerika di kedua kendaraan itu.

Orang-orang Amerika tersebut juga terlihat mengambil foto gedung-gedung di sekitar kawasan itu, dan beberapa video berisi lokasi sensitif di Islamabad juga ditemukan bersama mereka. Selama penyelidikan pendahuluan, orang Amerika itu mengklaim bahwa mereka adalah Angkatan Laut AS – mereka kemudian dibawa ke pos polisi untuk penyelidikan lebih jauh. Setelah intervensi pribadi dari petinggi Kementerian Dalam Negeri, orang-orang Amerika itu diperbolehkan pergi tanpa tuduhan. Beberapa sumber mengungkap bahwa pejabat kedutaan AS mengintervensi persoalan tersebut dengan menghubungi petinggi Kementerian Dalam Negeri Pakistan dan meminta pembebasan para tertuduh itu.

Kementerian Dalam Negeri, saat ditemui untuk mengomentari kisah ini, mengeaskan sekali lagi bahwa di Pakistan tidak ada hukum yang memperbolehkan orang asing atau diplomat, termasuk warga Amerika, untuk bergerak di jalanan sibuk ibukota federal sambil membawa senjata ilegal.

Ini bukan pertama kalinya orang asing dijemput oleh polisi di ibukota federal atas kepemilikan senjata ilegal. Sudah hampir menjadi kebiasaan bahwa polisi mencegat orang asing yang melanggar hukum nasional termasuk kepemilikan senjata ilegal, dan dibebaskan setelah “tokoh berpengaruh” Pakistan datang untuk menyelamatkan.

Beberapa hari lalu, petugas kepolisian yang tersebar di pos keamanan di Islamabad menghentikan dua personil Belanda dan mengamankan senjata canggih yang meliputi granat tangan, bom, senapan canggih. Kepolisian mengajukan komplain resmi, namun atas arahan Kementerian Dalam Negeri tak ada tindakan yang diambil, dan persoalan tersebut didiamkan.

William Ven dan Tomas Smith adalah dua orang Belanda yang tertangkap berjalan-jalan dengan senjata canggih, bom, dan granat tangan dalam BMW biru bernomor IDL4191. Sumber-sumber anonim mengungkap bahwa kedua personil itu bekerja untuk Blackwater Co. (Xe) dan hampir pasti sedang berada di luar untuk misi pembunuhan, yang targetnya masih belum diketahui. Sunny Christopher, pegawai kedutaan AS yang mengikuti BMW biru itu, berada di luar untuk menjadi tameng.

Sebelum dinas keamanan dapat mengkonfirmasi keterkaitan mereka dengan Blackwater (Xe), Kementerian Dalam Negeri datang untuk menyelamatkan mereka dan mengatakan bahwa orang-orang tersebut adalah ‘pegawai kedutaan Belanda’ – kelihatannya merupakan upaya untuk menutupi aktivitas mencurigakan Blackwater di media. Selama beberapa minggu terakhir, media setempat telah vokal mengenai isu Blackwater dan insiden ini akan menyulut tuntutan lebih jauh terhadap perusahaan-perusahaan keamanan swasta AS yang beroperasi di tanah Pakistan yang terlibat dalam aktivitas mencurigakan. Yang tidak begitu mengejutkan adalah bahwa tidak ada penyelidikan terhadap tertuduh ‘diplomat Belanda’ dan tidak ada penjelasan atau permintaan maaf.

Kedua orang Belanda itu dilepaskan beberapa saat kemudian setalah keduaan AS mengintervensi, dan cepat-cepat diterbangkan dalam penerbangan berikutnya.

Yang terutama menggelisahkan adalah bahwa insiden semacam itu terus terjadi di ibukota negara, sementara pemerintah dalam upayanya ‘menyelesaikan’ persoalan tersebut secara temporer malah mengeluarkan pernyataan palsu. Menteri Dalam Negeri Federal, Rehman Malik, telah menyatakan dalam banyak kesempatan bahwa tidak ada orang asing yang diperbolehkan membawa senjata ilegal. “Para pelanggar akan ditindak keras,” dia menambahkan.

Namun orang-orang Amerika terus melanggar hukum nasional dan tidak ada tindakan keras sama sekali – dan faktanya para pelanggar diberi jalan aman berulang kali.

One thought on “Islamabad, Orang Amerika Berpakaian Afghan Ditangkap Bersama Senjata dan Bahan Peledak Ilegal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s