Ultimatum Timur kepada Illuminati Barat – Wawancara dengan Benjamin Fulford (Bagian 1)

Oleh: Kerry Cassidy dan Bill Ryan (www.projectcamelot.org)
Tokyo, Jepang, Februari 2008
(Sumber: Nexus Magazine Edisi Juni-Juli 2008)

Putera seorang diplomat Kanada, Benjamin Fulford, memberontak terhadap pendidikannya dan di usia 17 tahun dia menggunakan sampan memasuki jantung Amazon untuk hidup bersama suku bekas kanibal. Masih terus mencari jawaban dan semakin memahami masyarakat barat, dia menghabiskan waktu di sebuah komunitas mandiri di Argentina sebelum menuju Jepang untuk kuliah.

Berpendirian, pemberani, dan masih idealis keras kepala setelah melewati semua tahun-tahun ini, dia meletakkan jabatan sebagai Kepala Biro Asia Pasifik majalah Forbes setelah menginvestigasi sebuah skandal yang ditolak editor untuk diberitakan. Saat dia meriset lebih jauh kejadian-kejadian dunia di waktu luangnya sendiri, dia menemukan jaringan kompleks berupa kontrol finansial global di tangan keluarga Rockefeller dan Rothschild, dan juga eksistensi senjata biologi bertarget rasial seperti SARS.

Rencana-rencana depopulasi global inilah yang mengganggu beberapa faksi penting dan berpengaruh di Jepang, Taiwan, dan China. Setelah dihampiri oleh ninja sungguhan modern, persoalan menjadi gawat pada tahun 2007 ketika Benjamin menjadi orang Barat pertama dalam 500 tahun yang diterima dalam barisan secret society Timur, sebuah kelompok besar dengan 6 juta anggota. Bertindak sebagai juru bicara mereka, dia melangkah naik ke atas paanggung untuk menyampaikan sebuah pesan sederhana kepada Illuminati bahwa mereka [Illuminati] harus mengakui waktu mereka sudah habis, turun tanpa pertarungan, dan biarkan dunia berkembang sebagaimana mestinya – atau menghadapi konsekuensi dari 100.000 pembunuh profesional yang tidak berpihak kepada elit penguasa sok planet ini. Pesan ini pertama kali disampaikan melalui Dr. Henry Makow (www.savethemales.ca/002056.html) pada bulan Juni 2007 dan Jeff Rense (www.rense.com/Datapages/fulfdat.htm) pada bulan Juli 2007.

Project Camelot mengunjungi Jepang untuk bertemu dengan Benjamin Fulford. Wawancara komprehensif kami menghadirkan kisah latar belakang yang luas dan betul-betul luar biasa – dan juga akan mengingatkan Illuminati, yang kami yakini menyaksikan video kami secara seksama, bahwa ultimatum ini sungguhan, serius, dan masih berlaku.

Bersenjatakan pandangan optimistis tentang masa depan, Benjamin siap sepenuhnya untuk menjadi Menteri Keuangan Jepang berikutnya. Rencananya tentang bagaimana dia akan membelanjakan 5 triliun dolar cadangan luar negeri Jepang untuk melenyapkan kelaparan global sungguh masuk akal dan inspiratif sebagai langkah praktis, jauh dari retorika, demi memperbaiki bergenerasi-generasi kerusakan akibat elit penguasa yang tak mengenal belas kasihan. Inilah pria dengan pemahaman mendalam mengenai Timur dan Barat, sejarawan ekonomi global yang berpikir out-of-the-box, seorang pencinta perdamaian yang tak takut mengucapkan perkataan prajurit.

Kerry Cassidy (KC): Saya dengar Anda [bekerja di Forbes] selama 6 tahun.

Benjamin Fulford (BF): Ya, sekitar 6 tahun.

KC: Dan Anda telah tinggal dan bekerja sebagai penulis dan jurnalis di Jepang selama 20 tahun?

BF: Lebih dari itu. Saya pertama kali tiba pada tahun 1980. Saya kuliah di sini.

KC: Oh saya tidak tahu itu. Jadi Anda kuliah di Universitas Tokyo, atau apa namanya?

BF: Mungkin saya harus menceritakan kepada Anda latar belakang singkat saya. Saya lahir di Ottawa, Kanada, pada 1961 dan ketika berusia 6 bulan keluarga saya pindah ke Kuba. Ayah saya adalah seorang diplomat Kanada.

KC: Baik. Oke.

BF: Dia diusir oleh Castro karena membantu semua pelarian pengungsi. Lalu saya tinggal di Meksiko sampai usia 8 tahun. Dan dari umur 8 sampai 16 tahun saya tinggal di Kanada. Saya bersekolah di sekolah Prancis. Jadi saya tumbuh dengan 3 bahasa.

KC: Jadi Anda bicara bahasa Spanyol.

BF: Dan Inggris saat anak-anak, lalu Prancis. Dari sekolah menengah, semuanya menggunakan Prancis.

KC: Baiklah.

BF: Em…dan kemudian, Anda tahu, saya berada di akhir era hippy dan saya mengambil gaung dari masa lalu ini tentang apa itu kearifan jalanan, bertentangan dengan apa yang kita pelajari di sekolah. Dan jika Anda kuliah, mereka hanya akan mencuci otak Anda untuk menjadi konsumen, dan, Anda tahu, ada sesuatu yang salah dengan dunia yang dibuat oleh orang-orang dewasa. Pada waktu itu ini semacam zeitgeist (semangat zaman—penj). Benar kan? Dan jika saya kuliah saya pun akan dicuci otak, jadi saya memutuskan untuk lari. Saya pergi ke Amazon dan hidup bersama Indian Shipibo.

KC: Berapa usia Anda saat itu?

BF: 17 tahun.

KC: Betulkah? Maksud saya, berani sekali melakukan sesuatu seperti itu…Amazon!

BF: Well, sungguh, mereka bekas kanibal.

KC: Yeah? Tapi…

BF: Well, yeah, saya mendapat banyak pengalaman mengerikan – kepala saya ditodong senapan mesin, saya hampir dimangsa oleh beruang, dikejar oleh serigala, semacam itulah…

KC: Jadi Anda pergi ke Amazon. Anda berusia 17 tahun, dan Anda tidak kuliah. Apa orangtua Anda mempermasalahkan itu?

BF: Well, apa yang bisa mereka perbuat? Maksud saya, saya pergi dan menghilang. Jadi, Anda tahu…

KC: Jadi Anda betul-betul bebas sejak usia muda?

BF: Yeah, saya pikir saya semacam… Saya menghabiskan malam demi malam di hutan belantara sendirian sejak sekitar usia 12 tahun. Menurut saya, saya betul-betul gatal BEPERGIAN.

KC: Apakah nama Fulford Anda… Kita tahu tentang, seperti, kakek Anda menggunakan nama Fulford yang sangat dikenal ini. Apakah keluarga Anda dianggap sebagai bagian dari golongan penguasa di Kanada pada poin tersebut atau tidak?

BF: Well, tentu. Maksud saya, buyut saya, Anda tahu, kalau sekarang adalah miliuner dan Senator. Dan kakek saya adalah MP, Member of Parliament selama sekitar 20 tahun dan ayah saya adalah duta besar untuk berbagai negara.

KC: Jadi Anda dianggap sebagai semacam “anak elit” pada poin tersebut?

BF: Tentu. Pada saat yang sama, saya mendapat didikan yang sangat tidak biasa dan kami diajari sejak sangat muda, Anda tahu, untuk memiliki banyak empati. Dan saya sangat terganggu oleh hal-hal yang saya saksikan saat kanak-kanak di Meksiko. Maksud saya, kemiskinan ekstrim. Saya takkan pernah melupakan masa ketika saya berusia 7 tahun. Saya bertemu dnegan seorang anak di jalanan. Kami bermain dan mengobrol. Dia sama tinggi dengan saya dan mempunyai, Anda tahu, level mental yang hampir sama dengan saya. Dan ternyata dia berusia 12 tahun.

Saya bertanya kepada ibu saya: “Bagaimana bisa begitu?” Dan dia bilang: “Well, dia tidak punya cukup makanan untuk dimakan.” Dan saya bilang: “Bagaimana bisa hal semacam itu dibiarkan terjadi?” Itu sedang terjadi saat ini pada miliaran orang. Mereka tidak diperbolehkan mengembangkan potensi manusiawi mereka. Mereka tidak mendapat pendidikan yang cukup, nutrisi yang cukup, perawatan medis, TAK MENDAPAT APAPUN. Maksud saya, memalukan sekali hal semacam itu dibiarkan terjadi.

Pada saat yang sama, ketika saya berada di Amazon, Anda tahu, itu merupakan hutan murni yang indah, tapi mereka bilang bahwa dalam waktu sekitar 5 tahun lagi itu akan lenyap sebab pembalak akan datang. Jadi saya bilang: “Well, apa yang ada di luar sana yang sedang merusak alam dan membuat begitu banyak orang menderita? Bagaimana bisa begini?”

Dan bagi saya jelas bahwa (dan inilah yang Anda peroleh di dunia yang terganggu, di jalanan, di level miskin) ada sesuatu yang salah pada cara orang-orang barat menjalankan planet ini.

Jadi, setelah bepergian dan bertualang selama sekitar 3,5 tahun…Anda tahu, saya akhirnya memutuskan untuk tidak kuliah, dan saya membaca semua kitab suci, Al-Qur’an, Bibel, Konfusius, Lau Tzu, Bhagavad-Gita, dan lain-lain.

KC: Mengagumkan. Jadi, Anda mempelajari filsafat Timur sebelum pegi ke Jepang?

BF: Well, hal-hal mistik. Anda tahu, meditasi, dan…

KC: Maksud saya, seperti I Ching? Anda sudah membacanya?

BF: Tentu. Yeah. Semua hal semacam itu. Dan, Anda tahu, di level jalanan terdapat perkataan bahwa sesuatu akan datang dari Timur untuk menolong masyarakat. Jadi saya akhirnya memutuskan kuliah di Jepang. Pilihannya antara India, China, dan Jepang, dan karena beragam alasan saya memilih Jepang.

KC: Apa Anda mengerti pada saat itu mengapa Anda akan mempelajari ekonomi? Saya menganggap, mungkin, itu adalah jurusan Anda?

BF: Saya ingin belajar saja. Saya tidak berpikir tentang jurusan dan pekerjaan. Bahkan, saya mengambil semua mata kuliah yang ada. Saya mengambil, sebut saja, ekonomi, sosiologi, antropologi, matematika, biologi. Saya mengambil sekurangnya sampai tahun ketiga dalam semua pelajaran, dalam semua mata kuliah.

KC: Apa Anda lulus dengan gelar?

BF: Akhirnya saya mendapat gelar dari Universitas British Columbia dalam Studi Asia dengan spesialisasi area China.

KC: Emm. Jadi Anda kuliah di Universitas British Columbia.

BF: Saya kuliah di Universitas Sophia, Jepang, selama 3,5 tahun. Saya mengambil pendidikan prasarjana sepadan 8 tahun—terlalu panjang dari yang saya butuhkan.

KC: Bagaimana Anda belajar bahasa Jepang?

BF: Well, ada dua cara. Saya mengambil kursus intensif 2 bulan di Universitas British Columbia sebelum pergi, dan kemudian saya tiba di Jepang. Saya menghabiskan 3 hari di sebuah sekolah Jepang dan saya bilang: “Ini sia-sia.” Saya mendapat pekerjaan sebagai bartender di sebuah bar yang dijalankan oleh gangster.

Waktu bukanya dari pukul 9 malam sampai pukul 5 pagi. Itu semacam tempat di mana mereka saling bertarung dan terkadang orang-orang datang dengan telanjang, pada dasarnya semacam level terendah Jepang yang dapat Anda temukan. Tapi hal bagus dari pekerjaan bartender tersebut untuk belajar bahasa Jepang adalah bahwa para pemabuk terus mengatakan hal yang sama berulang-ulang, sehingga akhirnya saya menangkap [ucapan]nya! [KC tertawa]

Saya juga kuliah di tempat yang disebut “Universitas Futon”. Saya punya kekasih yang tidak bisa berbicara bahasa Inggris.

KC: [Tertawa] Oh, Oke…

BF: Jadi itu kombinasi. Jadi saya berbicara seperti campuran antara gangster dan banci, Anda tahu, pembicaraan yang sangat kewanita-wanitaan atau pembicaraan rendah jalanan.

KC: Pada poin ini, itukah cara Anda menggambarkan kemampuan Anda untuk berbahasa Jepang? Itu menyenangkan.

BF: Saya kurang-lebih mampu melakukan percakapan penuh setelah 6 bulan.

KC: Wow, hebat. Jadi Anda menulis tulisan Jepang juga? Bisakah Anda membacanya?

BF: Saya telah menulis, saya kira, lebih dari selusin buku dalam bahasa Jepang, banyak yang best-seller.

KC: Oh, benar. Dan saya harus tahu – apakah buku-buku Anda tersedia dalam bahasa Inggris? Karena kami ingin membacanya.

BF: Tidak. Tidak. Saya belum betul-betul…[menarik nafas panjang]. Saya sengaja beralih ke bahasa Jepang beberapa tahun silam, setelah meninggalkan Forbes, sebab saya tahu saya sedang berurusan dengan sesuatu yang berbahaya dan saya tidak cukup paham apa itu.

KC: Oh, wow.

BF: Saya ingat pernah diperingatkan, contohnya, oleh Makiko Tanaka, mantan Menteri Luar Negeri dan puteri Perdana Menteri Kakuei Tanaka, yang terbongkar dalam skandal Lockheed. Dia bilang pada kami: “Hei, jika kau mulai menyelidiki hal ini, kau akan terbunuh.” Jadi saya tahu ada sesuatu yang sangat berbahaya tapi tak tahu persis apa itu. Jadi saya agak menyembunyikan diri dan mulai menulis dalam tulisan Jepang.

Bill Ryan (BR) [di luar kamera]: Pada poin tersebut, Ben, “hal” apa yang Anda sebut barusan… Pada poin tersebut, hal apa yang mulai Anda selidiki sehingga diperingatkan?

BF: Saat saya di Forbes, saya sudah menulis beberapa cerita mengenai Yakuza, gangster, dan hasilnya saya mendapat banyak ancaman pembunuhan. Kepala Biro Moskow Forbes, Paul Klebnikov, ditembak 10 kali di luar rumahnya lalu dibawa ke rumah sakit dan masuk elevator. Elevator itu berhenti selama 8 menit. Di situlah dia mati.

KC: Wow! Tahun berapa itu? Apa Anda tahu, kira-kira?

BF: 5 atau 6 tahun silam, saya kira.

KC: Jadi saat itu Anda sedang bekerja di Forbes atau sudah keluar?

BF: Saya sedang bekerja di Forbes. Paul adalah pria Moskow, saya adalah pria Tokyo. Saya mengenalnya.

KC: Oke.

BF: Dan pada sekitar waktu itu, beberapa orang dari surat kabar Osaka dan televisi CBS datang kepada saya dan mengatakan bahwa pimpinan sindikat kriminal Goto berada di UCLA Berkeley University Hospital, untuk menjalani transplantasi liver. Nah, ini menimbulkan banyak pertanyaan menarik. Salah satunya adalah, apa yang dilakukan seorang gangster dan penjahat terkenal sehingga dapat memperoleh visa ke AS? Dan mengapa seorang pria 70 tahun seperti itu bisa berada di puncak daftar tunggu transplantasi liver yang panjang?

Jadi saya mulai berpikir. “Well, barangkali dia melakukan pekerjaan untuk CIA atau semacamnya.” Saya hendak menuliskan ini di Forbes. Dan sebelum itu, saya menelepon seorang sumber gangster sangat senior yang saya kenal dan menceritakan kepadanya tentang ini.

Dan dia bilang: “Hei, jika kau menuliskannya, kau akan diubah menjadi petis ikan.” “Apa? Aku tidak akan menanggapi ancaman,” saya bilang, “dan kau jangan pernah mengancam.” Saya bilang: “Aku seorang jurnalis ternama. Jika kau membunuhku, itu akan menimbulkan banyak masalah.” “Kami tidak akan membunuhmu, kami hanya akan melenyapkanmu. Katakan selamat tinggal kepada kekasihmu, dan berakhir sudah. Kau takkan pernah terlihat lagi.” Dan kemudian dia menyebutkan beberapa jurnalis yang hilang.

KC: Oh, kawan.

BF: Dan saya ingat, sebagai contoh, ada seorang pria yang menulis tentang bagaimana sekte keagamaan Aum Shinrikyo mengimpor ampetamin dari Korea Utara dan menjualnya kepada Geng Goto. Dia menghilang setelah menulis beberapa artikel seperti itu. Dan demikian pula…

KC: Apa dia ditemukan?

BF: Tidak. Tidak. Seluruh orang semacam mereka menghilang. Dan banyak jurnalis Jepang berkata kepada saya: “Satu-satunya alasan kau masih hidup adalah karena kau orang kulit putih. Bila kami yang menulis hal seperti itu, kami akan mati.”

Jadi saya tahu ada orang-orang yang berbahaya. By the way, pria gangster ini, saat saya mengatakan padanya tentang transplantasi liver, akhirnya berkata: “Dengar, aku takkan berbicara denganmu lagi jika kau menulis cerita tersebut.” Dan saya berpikir: “Oke. Pria ini adalah sumber sangat senior dan dia sudah banyak memberiku informasi berharga dan aku tak ingin kehilangan koneksi ini demi satu cerita.” Jadi saya putuskan tidak menulis cerita tersebut, tapi suasananya agak sangat buruk.

Lalu saya terbang ke Sakhalin…

KC: Maaf, apa itu?

BF: Sakhalin, di Rusia. Timur Jauh Rusia, di mana mereka punya semua minyak dan gas… untuk menyelesaikan sebuah artikel. Perwakilan lokal geng ini tengah menunggu saya dan dia membawa saya berkeliling. Saya dibawa ke sebuah kasino raksasa dengan sekitar 400 orang Chechnya berdiri di luarnya. Seperti dalam film. Mereka semua punya senapan, Anda tahu, mereka disewa oleh geng Jepang sebagai pengawal kasino mereka.

KC: Wow. Orang Chechnya?

BF: Orang Chechnya, yeah. Bekerja untuk gangster Jepang. Ada banyak hal berlangsung yang tidak Anda lihat di permukaan.

KC: Well, sebetulnya kami baru kembali dari Moskow. Itu tempat yang mempesona.

BF: Well, di Asia, Anda akan menemukan bahwa tak ada batas riil antara gangster dan pemerintah. Semuanya merupakan rangkaian kesatuan. Sehingga Anda hampir bisa mengira gangster-gangster ini sebagai….

KC: Well, beberapa orang mungkin mengatakan itu benar, Anda tahu [KC tertawa] di AS dan Rusia, dan….

BF: Tentu. Di AS….maksud saya, bagian besar CIA pada dasarnya adalah kejahatan terorganisir dalam perbuatan mereka. Sebagian besar mereka adalah orang-orang jujur yang mencoba membela negara mereka, tapi ada kelompok-kelompok di dalamnya, seperti kita semua ketahui….mereka menyelundupkan narkoba dan melakukan semua jenis perbuatan kriminal.

KC: Benar.

BF: Lalu saya duduk di dalam “klub” ini, dan pria ini duduk di sebelah saya. (Dia tidak seperti yang saya kenal di Tokyo, yang merupakan pebisnis tingkat tinggi.) Pria ini sedikit kejam, berbahaya, bukan orang yang menyenangkan. Dan dia amat sangat tegang. Saya bilang: “Dengar, saya ingin pulang.” Dia menjawab: “Tidak, tidak boleh. Kau akan terbunuh atau semacamnya, kan?” Dan saya sadar saya sedang dikondisikan. Saya sedang dikondisikan untuk menerima pukulan!

KC: Oh.

BF: Jadi saya cepat berpikir. Saya menunjuk kepada dua pekerja minyak dan berkata: “Kau seharusnya khawatir dengan dirimu. Lihat orang-orang itu? Mereka adalah CIA dan mereka sedang mengawalku. Lagipula, aku punya sebuah file yang akan terbuka kepada khalayak bila sesuatu terjadi pada diriku, [file] itu menyebut nama-nama dan kalian semua akan masuk penjara.” Itu sekadar gertakan, oke? Saya sama sekali tidak punya file semacam itu, dan orang-orang itu hanya pekerja minyak, tapi, Anda tahu, apa lagi yang bisa saya lakukan?

Lalu pria itu bangkit [menekankan jari dan menghasilkan suara gaduh yang mengindikasikan ketergesaan]…seperti roket, dengan memegang telepon [membuat gerak isyarat sambil menelepon].

Dan saya mengambil telepon saya dan menghubungi bos geng dan bilang: “Aku berada di sini bukan untuk menulis tentang urusan kalian dengan gangster Rusia. Aku di sini untuk menulis mengenai industri minyak. Aku tidak akan menimbulkan masalah pada kalian.” Lantas pria itu datang kembali. Dia sudah tenang. Dan saya berkata: “Oke. Selamat malam.” Begitulah. [KC tertawa.]

BR: Terdengar seperti dalam film.

BF: Yeah. Tapi mereka betul-betul menembak…. Orang-orang Chechnya betul-betul menembak rekan saya. Itu terjadi setelah saya mengalami hal tadi, tapi….

Jadi, setiap kejadian, saya membuat sebuah file dan masih memilikinya—dalam hard disk dan DVD dengan rekaman suara dan video. Contoh, seorang Perdana Menteri terkenal Jepang membunuh 3 wanita dan saya punya bukti dalam salah satu kasus ini. Hal-hal semacam itu.

Tapi pekerjaan saya bukan berusaha membongkar orang-orang. Oke? Bukan itu alasan saya. Itu sekadar jaminan yang perlu saya ambil.

Saya tidak memerlukan jaminan itu lagi karena sekarang saya punya secret societ yang menyokong saya, tapi…. Lalu, ide saya… Saya bukan sekadar berusaha membongkar orang-orang. Itu bukan level saya lagi. Saya sedang mencoba menyelamatkan planet ini.

KC: Benar.

BF: Jadi, pada dasarnya, hal ini takkan pernah terpublikasi, mungkin selamanya, asalkan, Anda tahu, mereka tidak membunuh saya. Jika mereka melakukannya, akan ada akibat mengerikan. Tapi, sekali lagi, saya mencoba untuk menciptakan win-win situation bagi semua pihak. Oke?

Jadi, sekarang kita kembali ke masa-masa saya baru tiba di Jepang. Apa Anda ingin saya membicarakan itu?

KC: Well, yeah. Tapi saya sekadar ingin tahu pengalaman yang Anda temukan di Amazon. Misalnya, apakah yang berlangsung di sana melambangkan diri Anda?

BF: Pemikiran saya adalah… Contohnya, seekor ikan tidak mengetahui air sampai ia melompat [memberi isyarat ikan yang melompat]. Jadi, untuk memahami peradaban, saya harus meninggalkannya. Jadi saya mencoba berbagai hal.

Di Amazon, mereka bertahan hidup dengan makan ikan dan pisang. Pisang panggang dan sup ikan. Atau sup pisang dan ikan panggang. Atau ikan panggang dan pisang panggang. Anda tahu, Anda pasti paham. Saya bosan makan itu. Dan saya bilang: “Well mengapa kita tidak makan daging?” Jadi oke, kami pergi berburu. Menghabiskan sepanjang siang di hutan, tidak mendapatkan apa-apa, tidak menangkap apa-apa; pulang, kami kelaparan—tak ada yang bisa dimakan.

Jadi kita, dalam peradaban kita, kehilangan kontak antara pekerjaan kita dengan makan dan kelangsungan hidup kita. Sedikit banyak… begitu banyak lapisan yang terkadang tidak kita sadari antara mendapatkan makanan dari bumi dan menaruhnya di mulut kita. Jadi itulah hal yang saya pelajari di sana.

Dan hal lainnya adalah bahwa orang-orang ini jauh lebih sederhana dalam berkomunikasi. Mereka berterus-terang. Mereka mengatakan apa yang mereka pikirkan. Jadi jika Anda berjalan di ruangan dan hal pertama yang mereka pikirkan adalah: “Hei, kau gemuk,” maka mereka mengatakannya begitu saja. Sedangkan, dalam peradaban kita, jauh lebih rumit. Orang peradaban kita akan bilang: “Oh, kau tampak sehat.” Atau semacamnya. Mereka berusaha untuk tidak, Anda tahu…

KC: Topengnya tidak begitu tebal.

BF: Yeah. Dan hal lainnya adalah, orang-orang ini bekas kanibal, jadi semua tetua, ketika muda, biasa memakan daging manusia. Dan dijelaskan kepada saya bahwa di musim hujan mereka tidak bisa mendapat cukup ikan, jadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan protein adalah dengan memakan tetangga mereka. Kini di musim hujan mereka bertahan hidup dengan ikan kalengan. [KC tertawa]

KC: Oke. Tapi apakah kau pergi ke sana sendirian? Saya harus tahu.

BF: Yeah.

KC: Sama sekali sendirian?

BF: Saya menumpang dan naik perahu dan tiba di sebuah desa.

KC: Sulit dipercaya. Oke. Well, Anda pasti memiliki kepribadian yang luar biasa kuat…

BF: Well, saya membaca, Anda tahu kan, The Teachings of Don Juan? Dan saya mencari dukun, untuk belajar.

KC: Saya paham.

BF: Saya sungguh-sungguh menemukan dukun dan belajar di Amazon, jadi…

KC: Jadi Anda berlatih sihir.

BF: Yeah. Saya bisa mengusir arwah sungai dan semacamnya jika Anda membutuhkannya. Saya tahu hal semacam itu, herbal, tanaman, dan…

KC: Baik.

BF: Saya melakukan banyak hal dengan tanaman yang disebut Ayahuasca

KC: Oh, itu seperti narkotika memabukkan, kan?

BF: Yeah. Waktu itu hampir tidak ada yang ditulis mengenainya dalam bahasa Inggris, kan? Seperti saya katakan, saya harus pergi ke daerah hulu Sungai Ucayali dan menemukan Indian Shipibo untuk mendapatkannya. Jadi bisa Anda membayangkan keterkejutan saya ketika bertahun-tahun kemudian saya di sini melihatnya dijual di jalanan sebagai narkotika legal [tertawa], padahal tidak seharusnya demikian.

KC: Di sini maksud Anda di Tokyo?

BF: Ya!

KC: Oke. Itu menarik.

BF: Well, tidak ada hukum spesifik yang menentangnya.

KC: Jadi, Anda berada di Tokyo, Anda kuliah. Apa pada saat itu Anda melamar untuk bekerja di Forbes?

BF: Tidak, pekerjaan pertama saya…. Well, saya ingin menulis “theory of everything”. Tapi, jika demikian, Anda tahu, Anda tidak bisa membayar tagihan, jadi pekerjaan pertama yang saya dapat adalah di perusahaan bernama Knight Ridder, bagian dari jaringan surat kabar Knight Ridder.

KC: Benar.

BF: Tapi saya bekerja di jalur finansial mereka. Jadi saya biasa menemui menteri keuangan dan gubernur Bank of Japan. Saya menulis semua kabar pasar. Cerita saya akan menggerakkan dolar, atau yen, atau menggerakkan komoditas setiap minggu, turun naik. Sungguh mengagumkan melihat itu. Yang saya pelajari di sana sebagai seorang reporter pasar finansial adalah bahwa, sebenarnya, keuangan adalah psikologi massa. Psikologi modern. Itu pelajaran sangat menarik yang tidak akan Anda dapat di sekolah.

KC: Jadi saat itu, Anda sepertinya mempelajari kekuatan tulisan?

BF: Well, informasilah dan bagaimana mereka mendapat cerita inilah yang mereka pantau dan awasi untuk melihat perubahan sekecil apapun. Contoh, Gubernur Bank of Japan mengatakan: “Well, kami akan sedikit memperketat tingkat suku bunga.” Lalu [mengeluarkan suara gaduh cepat] segalanya bergerak. Iya kan?

KC: Ehm ehm.

BF: Bahkan untuk pasar komoditas. Rumor bahwa China hendak membeli minyak, atau sesuatu semacamnya, akan mendorong segalanya bergerak.

KC: Tapi ceritakan pada saya tentang latar belakang Anda. Karena kami mendengarkan wawancara ini radio Kanada dan Anda menunjukkan pemahaman luar biasa mengenai ekonomi dunia, sungguh, dan mengenai hal yang membuatnya bergerak. Dan saya pensaran saja—di mana Anda mempelajari segala sesuatu tentang itu?

BF: Well, tentu saja, saya menghadiri semua kelas kuliah dalam bidang ekonomi dan semacamnya. Tapi, pada dasarnya, selama lebih dari 20 tahun saya telah mengikutinya, saya menulis tentangnya. Maksud saya, semua orang datang ke Tokyo…presiden dan perdana menteri, menteri keuangan. Anda punya G7 dan semacamnya….

KC: G7 ada di sini sekarang, begitu maksud Anda?

BF: Yeah. Jadi saya telah mengikutinya selama lebih dari 20 tahun, di level tertinggi. Dan saya telah mewawancarai gangster, perdana menteri, menteri keuangan, presiden perusahaan besar, presiden perusahaan kecil, Anda tahu—lebih dari 20 tahun, hampir 30 tahun, mewawancarai semua jenis orang.

KC: Jadi itulah pendidikannya, saya kira, wawancara—sebagaimana kita ketahui.

BF: Ya, dan dengan menjadi jurnalis itu sendiri. Anda mendapati bahwa pekerjaan Anda adalah menyaring. Anda menelan informasi dalam jumlah besar dan mencari sesuatu yang mudah dipahami lalu menyampaikan esensinya, dan Anda memberikannya kepada publik. Jadi begitulah pekerjaannya, Anda tahu? Anda seorang penyaring informasi.

BR [di luar kamera]: Tapi di luar sana ada jurnalis finansial lain yang hanya menggandeng garis kebijakan. Dan secara kategori, inilah yang belum Anda lakukan. Anda adalah pemberontak sejati di bidang ini.

BF: Well, Anda paham, ini adalah propaganda tingkat tinggi. Mereka dicuci otak. Mereka amat sangat tidak mengerti, pada esensinya, tentang semua itu. Dan demikianlah triknya. Mereka mencoba memalingkan orang-orang ke dalam matematika esoterik, dan mereka mencoba menutupinya dengan banyak kata-kata rumit. Jadi, Anda tahu, mereka menghasilkan “derivatif” yang begitu kompleks yang pengertiannya tidak lagi dipahami oleh kebanyakan orang. Saya ingat, bahkan hampir 15 tahun lalu atau lebih, sudah membicarakan “Delta Hedge Formations” [dengan dua tangan, melukiskan bentuk piramida dari atas ke bawah]. Jadi mereka mempelajari hal ini, dan itu membutakan mereka.

Ini hampir seperti kebingungan disengaja, sebab pada esensinya sangat sederhana. Ekonomi adalah pekerjaan orang-orang untuk mendapat penghidupan. Finansial adalah proses pengambilan keputusan tentang apa yang akan dilakukan oleh orang-orang selanjutnya. Mereka mencoba tidak mengizinkan kita memahami ini, terutama bagian mengenai keuangan. Dan itulah kunci permasalahan dunia saat ini.

KC: Jadi bagaimana Anda, sebagai jurnalis Forbes…apakah secara bertahap Anda… Saya bisa membayangkan bahwa jika Anda memiliki pengetahuan dan pendekatan ini… Sebagai jurnalis, tidakkah Anda merasa tertekan akibat perkataan Forbes, “Tidak, jangan tulis ini” atau “Jangan tulis itu”?

BF: Oke. Mungkin saya harus memberi Anda… Akan saya tunjukkan pada Anda secara kronologis bagaimana saya menemukan banyak hal. Itu akan menjadi cara paling mudah.

Hal pertama yang saya jumpai di Jepang, bahwa segala sesuatu tidak seperti kelihatannya, adalah ketika saya melihat beberapa orang mengantri di sebuah stand kecil. Lalu saya bertanya: “Apa yang sedang kalian lakukan?” “Kami sedang menukar hadiah kami dengan uang” (dari pachinko, sejenis mesin judi). Dan Anda mendapati bahwa mereka punya industri judi BESAR, dengan papan neon raksasa di mana-mana, itu pada dasarnya ilegal. Akan tetapi berfungsi, terbuka DAN ada peraturan. Contohnya, tak peduli seberapa keras Anda mencoba, sulit untuk rugi lebih dari $1.000 sehari di tempat-tempat itu.

Jadi, di sini Anda punya sistem menyeluruh di luar kerangka legal dan itu menghubungkan polisi, gangster, dan pebisnis, semua di luar “aparat legal”. Ini membuat saya sadar bahwa ada sesuatu yang berbeda dengan negara ini. Ini bukan sekadar Kanada versi Asia, yang tampak di permukaan. Mereka mempunyai Majelis Tinggi dan Majelis Rendah; mereka mempunyai Pengadilan dan segalanya. Jadi secara struktur sama. Tapi pada esensinya sangat berbeda.

Yang saya pelajari adalah bahwa apa yang disebut “sistem demokrasi legal” merupakan “front” untuk struktur kekuasaan RIIL yang sama sekali berbeda.

KC: Oke.

BF: Ini sesuatu yang saya pelajari dalam potongan-potongan berita menarik. Pertama adalah pachinko. Seorang teman saya dipukuli oleh gangster di depan pos polisi. Kami mendatangi pos polisi, lalu petugas polisi berkata: “Seharusnya kau tidak berkelahi dengan gangster.” Jadi lagi saya katakan: “Aneh.” Tapi, sekali lagi, saya pikir ini terkait dengan perjudian dan prostitusi, yang di manapun merupakan area abu-abu, sungguh.

Jadi saya tidak banyak memikirkan itu sampai… Sebagai jurnalis finansial dengan layanan jaringan, sangat penting untuk bergerak cepat. Jika Anda 30 detik mendahului kompetitor Anda, itu dianggap sebagai keuntungan besar. Jadi Anda harus mencari tahu dari mana kekuasaan berasal. Saat berbicara, contohnya, dengan birokrat di Kementerian Pertanian, mereka bilang: “Well, bila Anda ingin tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, bicaralah dengan Tuan Kato Koichi.”

Dia merupakan calo kekuasaan LDP. Dan dialah yang membuat keputusan saat itu. Jadi saya harus mengenalnya. Saya pernah dipanggil untuk menggantikan salah satu pidatonya. Kemudian dia muncul dan memberikan pidato, dan dia sangat mengesankan. Lalu dia mendapat amplop tunai yang sangat tebal. Saya bilang: “Oh…politik…Ah.” Anda tahu? [tertawa]

Saat itu, saya mengira Kementerian Keuangan adalah sumber sejati kekuasaan di Jepang—begitulah keyakinan orang-orang—itu merupakan birokrasi paling berpengaruh. Tapi ketika saya mulai berbincang-bincang dengan orang-orang di Kementerian Keuangan, mereka akhirnya mengatakan pada saya: “Jika Anda benar-benar ingin tahu apa yang sedang terjadi, Anda harus pergi ke Nomura Securities.” Ini di tahun 1980-an. Sekarang berbeda. Tapi di tahun 1980-an, selama gelembung [ekonomi], Nomura Securities memiliki daftar 5.000 orang “VIP”. Mereka punya dua bos ini—Tabuchi besar dan Tabuchi kecil, tidak bersaudara—yang kemudian terbukti mempunyai koneksi dengan geng kriminal besar.

Mereka menggunakan semua jurnalis ini, politisi, semua jenis penggerak dan pengguncang top, dan meminjaminya beberapa juta dolar, lalu bilang: “Beli saham ini.” Dan kemudian mereka akan menggunakan setiap salesman di negeri itu dan semua koneksi jurnalis mereka dan mengatakan: “Ada saham yang harus kau beli sekarang.” Lalu setiap ibu rumah tangga dan pebisnis kecil dan dokter akan membeli saham ini, harganya akan naik dan para VIP itu akan menjual. Jadi seperti itulah mereka mengendalikan. Politik.

KC: Anda bilang sekarang berbeda. Lantas bagaimana perbedaannya?

BF: Well, pemainnya berbeda, cara pembagi-bagian uangnya berbeda. Dan bahkan, itulah inti permasalahan yang sedang kita hadapi. Tapi kita akan melakukan ini selangkah demi selangkah sebab dengan begitu akan lebih mudah untuk melihat keseluruhannya ceritanya.

KC: Ya.

BF: Saya sinis sekali dengan Jepang, tapi penentu riilnya bagi saya adalah skandal Jusen Housing Loan (Pinjaman Perumahan Jusen). Ini adalah sekelompok perusahaan yang memberi pinjaman untuk real estate saja. Setelah ledakan gelembung ekonomi Jepang, itulah pertama kalinya mereka menggunakan uang pajak.

By the way, pada tahun 1992, pemerintah Jepang sudah tahu mereka mempunyai utang tak terbayar sebesar 200 triliun yen, tapi surat kabar hanya menyebutkan 2 atau 3 triliun. Baru lebih dari 10 tahun kemudian mereka akhirnya mengakui jumlah keseluruhannya. Dan itulah yang terjadi di AS sekarang—hanya saja tidak akan perlu 10 tahun, sebab tidak meminjam dari warga Amerika lain. Mereka meminjam dari seluruh dunia. Jadi Anda akan menjumpai perubahan BESAR di depan.

KC: Oke.

BR [di luar kamera]: Ada pertanyaan yang ingin saya ajukan, sebab saya ingat Anda mengatakan kepada Rense bahwa, menurut pendapat Anda, utang AS adalah sebesar $120 triliun. Saya pergi memeriksanya dan berpikir: “Saya penasaran dari mana angka tersebut berasal.” Jadi saya ingin menanyakan itu pada Anda.

BF: Saya bisa ceritakan pada Anda sekarang. $66 triliun berasal dari esay Profesor Kilborn yang dipublikasikan oleh Federal Reserve Board cabang St. Louis pada tahun 2005. Dan itulah utang mereka kepada warga Amerika—sesuatu yang mereka janjikan akan dibayar, seperti Medicaid dan jaminan sosial, dan semacamnya. Ada dalam esay tersebut. Anda bisa menemukannya. Nah $53 triliun sisanya adalah jumlah dolar yang beredar di luar AS. Jadi jumlahkan saja, dan Anda mendapatkan $120 triliun.

BR: 120 itu banyak.

BF: Ya! Dan tak hanya itu, PDB $13 triliun. Anda tahu, di sinilah seluruh penipuan terbongkar. Tapi kita harus memahaminya.

KC: Oke. Jadi, Anda memahami tentang perumahan itu….

BF: Benar. Jadi begini. Kala itu, saya bekerja untuk Nihon Keizai Shimbun [Nikkei]; ini seperti Wall Street Journal Jepang. Berbahasa Jepang, tapi merupakan surat kabar bisnis/finansial nomor satu. Mereka membahas pengaliran puluhan miliar dolar uang pajak untuk mem-bail-out perusahaan-perusahaan ini. Ada beberapa diskusi aneh mengenai…ah…“tanggung jawab peminjam”. Tanggung jawab peminjam… Apa yang sedang berlangsung di sini? Jadi saya berbalik ke arah mereka dan bilang: “Well, siapa para peminjam itu?”

Dan ternyata—sumber saya adalah orang-orang di Bank of Japan dan berbagai lembaga lain seperti lembaga penilai kredit—lebih dari setengah pinjaman itu mengalir ke gangster, kepada geng Yakuza. Jadi menurut saya itu hal yang mengagumkan. Di sini kami memiliki pemerintahan yang menggunakan puluhan miliar dolar uang pajak untuk mem-bail-out perusahaan-perusahaan yang meminjamkan uang kepada gangster, dan mereka semua dipimpin oleh bekas pejabat Kementerian Keuangan. Jadi kini Anda melihat hubungan antara pejabat Kementerian Keuangan, politisi, dan gangster. Mereka memakai uang pajak untuk diberikan kepada gangster.

Lantas saya menuliskan hal ini di Nikkei berbahasa Inggris dan timbul reaksi BESAR. Lebih dari 400 jurnalis asing dan majalah menulis cerita serupa—Setengah dari pinjaman perumahan mengalir ke gangster, ya kan? Dan saat itu Newsweek menulis sebuah cerita yang hampir identik dengan cerita saya. Dan kemudian Nikkei, surat kabar saya sendiri, mengatakan: “Menurut Newsweek, setengah dari pinjaman ke perusahaan-perusahaan jusen mengalir kepada Yakuza.” Lalu saya menghampiri editor. Saya bilang: “Hei, saya menulis cerita itu pertama kali. Mengapa kau menyatakan ’Menurut Newsweek’?” Mereka menelepon saya dan menganugerahi saya Editor’s Award dan $50 [tertawa] dan kemudian mereka bilang: “Tuan Fulford, Anda tahu, tidak seharusnya Anda menulis hal-hal seperti itu. Itu terlarang, dan bisa membahayakan.”

Setelah itu, mereka mulai mengawasi saya. Mereka tidak akan membiarkan saya menulis kecuali hal-hal yang diumumkan pemerintah.

KC: Wow. Ini setelah Anda meninggalkan Forbes? Anda menulis untuk…

BF: Sebelum saya masuk Forbes.

KC: Oh sebelum Anda masuk Forbes. Oke.

BF:. Benar. Jadi saya mulai menyadari bahwa pers Jepang sama sekali tidak bebas.

KC: Benar.

BF: Ternyata ada seorang editor di Nikkei, Tuan Otsuka, yang memenangkan banyak penghargaan atas tulisan tentang skandal Itoman….dan kemudian dia dikirim ke suatu subdivisi aneh dan disingkirkan dari urusan pemberitaan. Dan dia merasa curiga. Dia mulai mengikuti presiden [Nikkei] ke mana saja.

Ternyata mereka meminjamkan ratusan juta dolar kepada gangster—uang yang takkan pernah kembali. Dan skandal Itoman tersebut merupakan skandal besar di mana, pada dasarnya, salah satu bank terbesar Jepang, Sumitomo Bank, telah diambil alih oleh sindikat kriminal. Itulah sebenarnya cerita yang dipersingkat. Hal yang rumit dan panjang, tapi…

Anyway, saya mulai sadar bahwa surat kabar dan politisi dan birokrat dan gangster, semuanya berada bersama-sama dalam semacam struktur kekuasaan tak jujur yang sama sekali berbeda dari apa yang dilihat masyarakat di televisi dan surat kabar. Dan saya benar-benar merasa jijik ketika mereka mulai memberangus cerita-cerita saya.

Jadi saya berhenti dari Nikkei. Saya bekerja sebagai pekerja lepas selama beberapa waktu untuk South China Morning Post dan di banyak tempat sebelum mendapat kerja di Forbes. Dan awalnya, orang-orang di Forbes senang mengizinkan saya menulis cerita tentang gangster. Saya mengerjakan satu cerita mengenai Pekerjaan Umum yang mendapat surat protes resmi dari Kedutaan Jepang di Washington. Saya berpikir: “Wah, saya menyinggung poin menjengkelkan.”

Kemudian saya mengerjakan cerita lainnya…. Ketika mereka akhirnya mulai melunasi utang dengan bank, saya menemukan bahwa terdapat orang-orang yang tewas. Dan kasusnya adalah bunuh diri atau menghilang, atau apa saja. Tapi ini bukan corak bunuh diri hara-kiri, di mana Anda melakukan sesuatu yang salah lalu membunuh diri Anda sendiri untuk meminta maaf. Orang-orang yang [bunuh diri atau menghilang] tersebut akan bersaksi, orang-orang yang akan…yeah… menimbulkan penuntutan pada orang lain.

Misal, ada sebuah skandal finansial, dan presiden Daichi Kangyo Bank, yang kini menjadi bagian Mizuho, hendak bersaksi. Sehari sebelum dia bersaksi, pada pukul 11 malam, istrinya meninggalkan rumah dan kurang lebih 10 orang berpakaian hitam muncul, lampu dimatikan, kemudian mereka pergi. Pada sekitar pukul 1 dini hari, sang istri pulang dan menemukan suaminya telah tewas. Dan konon itu bunuh diri. Nah ini berasal dari surat kabar Yomiuri versi bahasa Inggris. Ini tidak muncul dalam versi bahasa Jepang. Oke?

Pada saat itu, saya telah banyak membangun banyak koneksi dengan gangster karena saya sadar bahwa untuk memahami apa yang sedang berlangsung dalam urursan finansial, Anda perlu berbincang dengan gangster. Kalau tidak, Anda tidak akan tahu apa yang terjadi sama sekali.

KC: Oke.

BF: Dan…. ada sebuah bank bernama Nippon Credit Bank yang berganti menjadi Aozora Bank. (Saya kira ini dimiliki oleh salah satu hedge fund AS. Barangkali Carlyle? Saya tidak ingat. Saya harus mengeceknya.) Tapi, anyway, direktur dari Bank of Japan, Tuan Honma, dijadikan presidennya. Dua minggu kemudian dia ditemukan tergantung, dan konon itu bunuh diri. Saya mengenal orang ini karena saya biasa meliput Bank of Japan. TAK MUNGKIN dia melakukan bunuh diri.

Jadi saya bertanya kepada rekan gangster saya. Dia bilang: “Well, saya akan mengecek dengan orang-orang di Osaka.” Lalu dia menelepon saya dan saya menemuinya lagi dan dia bilang: “Well, yang terjadi adalah, mereka mengerahkan senjata kepadanya, menyuruhnya menulis wasiatnya, dan mereka menyuntiknya dengan obat tidur lalu menggantungnya.”

Tentu saja saya tidak bisa menulis cerita berdasarkan informasi gangster anonim. Dan saya tahu bahwa dia adalah gangster karena saya mendapat konfirmasi dari dinas detektif, bahwa dia adalah bos senior salah satu geng terbesar.

Jadi saya menelepon hotel di mana mereka menemukan jasadnya dan mereka bilang: “Yeah, well, Anda tahu tempat di mana mereka menemukan jasadnya, sebab tidak ada tempat untuk menggantung diri di sana.”

Jadi saya menghubungi kepolisian dan bilang: “Well, kalian bilang kalian menemukan jasadnya dekat jendela, tapi tak ada tempat untuk menggantung dirinya dekat jendela.” Jadi polisi mengubah [keterangan]nya: “Oh, well, kami menemukannya di kamar mandi.”

Dan ada tokoh TV Jepang di ruangan sebelah, Kumiko Mori. Di Jepang dia memerankan suara Pikachu dari [serial]…apa itu? Pokemon?

KC: Oh ya Pokemon.

BF: Anyway, dia sangat terkenal di Jepang, dan dia menulis dalam bukunya bahwa terdapat jeritan dan erangan di ruangan sebelah, dan dia tidak bisa tidur, dan tak mungkin itu bunuh diri. Dan saya telah mengkonfirmasikan itu dengan manajernya.

Tampaknya dia dibunuh lantaran banyaknya pinjaman ke koperasi-koperasi kredit Korea Utara. Dia hendak menarik kembali pinjaman yang tak terbayar. Dan jika dia melakukan itu, akan membongkar hubungan besar rahasia partai penguasa Korea Utara. Korea Utara telah mengirim uang pachinko ke Jepang, mengimpor ampetamin, melakukan semua hal, dan untuk membuat polisi menutup mata [atas urusan ini] mereka memberi sogok besar kepada partai penguasa selama bertahun-tahun. Jadi…

KC: Apa Anda menuliskan ini?

BF: Yeah, saya menuliskannya di Forbes.

KC: Benarkah?

BF: Yeah. Para editor bersikap demikian pengecut sehingga mereka betul-betul mengurangi banyak hal dari cerita itu, tapi masih ada. Anda masih bisa menemukannya. Jadi saya mulai menggali lebih dalam. Tapi kemudian tiba-tiba Forbes mulai menekan saya.

Saya punya cerita tentang G.E. yang mengerjakan suatu laporan akuntansi aneh di sini yang menyangkut uang miliaran dolar dan, Anda tahu, mereka menghilangkannya tanpa penjelasan. Dan saat itu CitiGroup ditendang dari Jepang atas, Anda tahu, kasus pencucian uang untuk gangster. Mereka ditendang. Dan cerita tersebut tidak berjalan. Ya kan?

Dan terakhir, yang memberatkan saya adalah sebuah perusahaan software antivirus yang membayar membayar seseorang untuk membuat virus! Virus komputer, betul kan? Dan saya mengobrol dengan orang yang membuat virus tersebut, Anda tahu. (Dia tinggal di sebuah perkampungan kumuh Filipina tapi dia mendapat mobil baru seharga $20.000, Anda tahu?) Dia bilang pada saya: “Well, orang ini, presiden perusahaan ini, adalah teman Tn. Forbes dan dia telah memasang banyak iklan [di Forbes].” Jadi kami tidak menampilkan cerita tersebut.

KC: Ahh. Jadi mereka betul-betul mengatakan pada Anda…

BF: Editor mengatakan pada saya bahwa, Anda tahu: “Kami bermasalah dengan fakta Anda, Tn. Fulford.” Anda tahu, pengecekan fakta. Inilah trik mereka, Anda tahu. Mereka mempertinggi penghalang.

Fakta. Contoh:
Anda melihat mereka di ranjang bersamaan. Anda yakin? Itu tak berarti mereka sedang bercinta? Apakah ada selimut di atas mereka?
Tidak, tidak ada selimut.
Well, apakah anda betul-betul melihat penetrasinya?
Well, tidak, pantat dia menghalangi.
Ah, kalau begitu, kita tidak tahu. Anda tidak dapat mengkonfirmasikannya.

Jadi itulah trik mereka. Begitulah mereka melatih media korporat. Mereka mempertinggi… Tapi, anyway, manager bisnis mengatakan kepada saya alasan sesungguhnya.

KC: Oke.

BF: Iklan dan semacamnya. Jadi, Anda tahu, saya mendapat satu hal dari editor, dan satu hal lain dari manajer bisnis. Jadi saya sangat jijik dan benci. Sehingga setelah itu kualitas pekerjaan saya di Forbes merosot lantaran saya tidak memberikan….sialan. Saya ingin berhenti. Saya siap untuk berhenti. Emm… Pada waktu itu buku saya hadir dalam bahasa Jepang dan menjadi best-seller. Saya tidak membutuhkan pendapatannya.

KC: Buku tentang apa?

BF: Well, pertama…

KC: Bukan tentang Rockefeller?

BF: Bukan. Hal-hal yang muncul sejak lama, beberapa darinya baru saja saya ceritakan—pembunuhan dan hal-hal lain yang terjadi, hal-hal tentang korupsi Jepang. Banyak orang di Jepang tahu sesuatu seperti ini sedang berlangsung. Dan, anyway, saya menulis beberapa buku best-seller semacam itu. Jadi saya punya penghasilan mandiri.

Tapi yang benar-benar membuat segalanya menjadi jelas bagi saya adalah, saya tampil dalam sebuah acara debat TV bersama beberapa politisi top Jepang. Dan saya berpendapat: “Inikah orang-orang yang menjalankan negeri ini??? Ayolah! Kalian harus memberi saya perubahan! Mereka lambat!” (Menyesal saya katakan, mereka tidak berkaliber tinggi.) Oke? Saya berdebat dengan mereka. Apa yang terjadi? Nah saya tahu, tentu saja, mereka sekadar aktor yang membaca naskah, tapi waktu itu saya berpikir: “Oh Tuhan, aku bisa berbuat lebih baik!”

Tiba-tiba ini, seperti… Sungguh besar. Saya sadar: “Oh Tuhan, Jepang punya 5 triliun dolar dalam aktiva luar negeri. Uang sebesar itu cukup untuk mengakhiri kemiskinan dan menghentikan kerusakan lingkungan – lantas mengapa mereka tidak menggunakannya?”

Dan saya memutuskan, Anda tahu, saya bisa menjadi alkoholik sinis, koresponden luar negeri yang busuk dan tua, sebagaimana banyak saya lihat di Foreign Correspondents’ Club. Karir mereka menanjak dan kemudian mereka hanya menghabiskan tahun-tahun dengan berseluncur [di pantai] dan semakin sinis dan sengit. Saya katakan tidak kepada hal seperti itu. Saya akan menjadi warga Jepang, saya akan mencoba mencalonkan diri dan berusaha meyakinkan mereka untuk memakai uang ini guna menyelamatkan dunia. Anda tahu, itu sangat masuk akal.

Tapi pada saat yang sama, saya sangat bingung dan getir. Dan saya tidak yakin. Bagian lain diri saya mengatakan: “Well, sebaiknya kau menulis buku tentang Jepang dan kemudian meninggalkan negeri tersebut dan pergi ke Hollywood dan mencoba menjadi penulis naskah atau apalah.”

Jadi ada dua ide bertentangan dalam pikiran saya. Saya punya satu ide yang terlalu besar. Tidak bisa direalisasikan. Ya kan? Jadi saya menulis dua bab yang akan betul-betul menyebut nama-nama—politisi tertentu, kejahatan tertentu, gangster tertentu. Itu pasti akan sangat membeberkan, saya pasti harus meninggalkan Jepang atau terbunuh setelah buku tersebut diterbitkan.

Sehari setelah saya mengirimkan dua bab tersebut ke agen saya, dalam bahasa Inggris, saya mendapat panggilan telepon dari cucu Kaisar Meiji, Kaoru Nakamaru, dan dia bilang pada saya: “Anda tahu, Tuan Fulford, sebaiknya Anda tidak membuat Yakuza marah. Apa Anda yakin itulah yang benar-benar ingin Anda lakukan? Tidak adakah sesuatu yang lain yang lebih baik Anda lakukan?” (Saya bertanya-tanya: mengapa wanita ini menghubungi saya? Waktunya begitu bertepatan.)

Lalu dia berkata bahwa seorang “dewi” menghubungi dirinya melalui pesawat bintang dan khawatir tentang saya! Well, ternyata “dewi” itu adalah Polisi Keamanan Jepang! [KC dan BF tertawa.]

Dan saya sadar: “YA, saya ingin menyelamatkan dunia.” Dan tak seperti banyak orang yang hendak melakukan hal tersebut, saya betul-betul memiliki metode konkret dengan 5 triliun dolar ini. Well…uang tersebut cukup! Anda tak bisa mengambil uang tersebut keluar dari AS sebab akan mengganggu ekonomi AS, jadi Anda harus membayar orang Amerika untuk melakukannya, ya kan? Sehingga mereka juga untung. Kalau tidak… Anda tahu, di masa lalu seorang politisi Jepang mengancam untuk mengambil uang tersebut keluar dari AS. Well, AS kemudian sangat marah dan mencoba menghancurkan politisi tersebut. Benar kan? Jadi saya bilang: “Oke, kita akan melakukannya sedemikian rupa sehingga menguntungkan Amerika juga; dengan begitu mereka tidak bisa komplain.”

Inilah yang mulai saya bicarakan. Saya mulai menulis buku-buku terkait hal ini: mengapa Jepang tidak menyelamatkan dunia?

KC: Oke.

BF: Tapi yang terjadi adalah, cucu Kaisar Meiji ini memberi saya video 9/11 dan mengatakan: “Dengar, Tuan Fulford. Anda tahu semua tentang korupsi di Jepang, tapi Anda tak tahu tentang korupsi di dunia.”

KC: Oke.

BF: Dan saat dia memberikan itu, saya terguncang. Saya bilang: “Oh Tuhan, saya membaca ini di New York Times. Ini sesuatu yang anti-Semit. Saya tidak akan mempedulikannya!” Anda tahu? Sebab kita semua telah terlatih…bahwa anti-Semit sama dengan Nazi, sama dengan kamar kematian. Benar? Dan Anda tentu saja tidak ingin terlibat dengan orang-orang yang hendak membunuh jutaan orang tak bersalah. Benar? Jadi pemikiran semacam inilah yang saya peroleh. Jadi saya tidak mempedulikannya, sebab semua itu telah terasosiasi.

Dan dia terus menghubungi saya: “Apa Anda menontonnya?”

“Tidak, saya tidak menontonnya.” Akhirnya, saya bilang: “Baiklah, saya akan menontonnya agar bisa mengatakan kepadanya bahwa saya telah menontonnya.” Dan saat saya melakukannya, seolah-olah timbangan jatuh dari mata saya, begitu dalam bahasa Jepang. Seolah-olah….

Ingat, saya lama menjadi jurnalis finansial dan karena begitu banyak orang membaca apa yang Anda tulis, itu menggerakkan pasar. Terus-menerus ada serangan kata-kata dari orang-orang yang mencoba memberi Anda informasi BS, artinya Anda harus membangun imunitas tinggi terhadap informasi palsu.

KC: Oke.

BF: Jadi saya tahu. Ini sesuatu yang amat sangat aneh sebab… Masalah yang paling banyak dimiliki oleh orang-orang barat kelas tinggi terkait 9/11 adalah, mereka mengatakan: “Saya tidak peduli bukti apa yang mereka perlihatkan kepada saya; mustahil New York Times, Washington Post, BBC akan memberitakan ini.” Sebab, mengakui bahwa komplotan rahasia di AS-lah yang berbuat ini sama artinya dengan mengakui bahwa seluruh sistem kepercayaan yang Anda miliki mengenai masyarakat Anda adalah salah.

KC: Uh huh.

BF: Tapi, setelah mengalami penyensoran di Forbes dan mengetahui tentang korupsi Jepang, saya mulai melakukan riset untuk mencaritahu apa yang sedang terjadi di sini. Dan jawabannya adalah, pada esensinya, masyarakat Eropa tidak betul-betul “demokratis” lagi.

Ia adalah plutokrasi yang dikombinasikan dengan aristokrasi, dan “demokrasi” merupakan suatu cara untuk mengawasi sentimen “domba”, Anda tahu, menjaga mereka… memberi mereka jalan untuk meluapkan frustasi mereka dalam batas yang sangat terbatas. Jadi… uh…. Anda tahu, ada banyak kata berbeda di luar sana yang dipakai orang-orang dan itu mempersulit…. Banyak orang mempunyai masalah untuk mempercayai hal ini, bahkan sampai sekarang.

Saya bisa perlihatkan pada Anda, dalam matriks laporan keuangan standar, seperti Wall Street Journal, bagaimana menelusurinya. Oke? Dan yang perlu Anda lakukan, akhirnya yang saya lakukan untuk menghitungnya adalah membuka kembali dari edisi Forbes tahun 1918 dan “Daftar Terkaya” pertama mereka. Anda mendapati bahwa 10 orang terkaya Amerika mengendalikan 70% uang di negara tersebut.

KC: Mm hm.

BF: Kekayaan John Rockefeller I kurang lebih $30 miliar jika dihitung dengan uang hari ini. Saya kira dia mengendalikan 25% dari semua kekayaan di AS kala itu. Alasan mengapa keluarga Rockefeller tidak muncul sebagai “Kaya” dalam daftar Forbes (dan ingat, salah satu pekerjaan saya adalah mengidentifikasi miliuner dan menghitung uang mereka) adalah karena mereka dimasukkan sebagai “yayasan amal”, dan memang mereka mempunyai ratusan yayasan: Rockefeller, Carnegie, Brookings—satu sup lengkap.

Tapi masing-masing generasi keluarga Rockefeller dan keluarga lain, keluarga Morgan, yang merupakan orang-orang Bush…. Anda bisa lihat bahwa mereka mewarisi kekuasaan. Mereka masih mengendalikan uang itu. Dan mereka memiliki sistem agar masing-masing generasi punya satu orang yang memegang kekuasaan. Jadi ini semacam aristokrasi tersembunyi. Bukannya mewarisi tanah, mereka mewarisi aset, dan setiap orang yang bekerja dalam aset itu seperti petani yang mengolah tanah milik raja. Jadi, bila Anda bekerja untuk Standard Oil, sedikit-banyak Anda adalah budak Rockefeller, sebab mereka mempunyai kontrol tertinggi.

KC: Oke. Itu pihak Rockefeller. Apa Anda juga mampu menelusuri Rothschild, pihak Eropa?

BF: Yeah. Nah, pada dasarnya, hal-hal tentang Rothschild bisa ditelusuri 300 tahun ke belakang. Saya kira ini sudah diketahui luas, tapi saya bisa meringkasnya untuk Anda.

Rothschild I tampaknya bermula di Frankfurt dengan “red shield” (perisai merah) dan mengubah namanya (“red shield….”Rothschild”. Ya kan?) Raja setempat terlibat dalam sebuah perang dan Rothschild bilang: “Saya akan meminjami Anda banyak uang dan jika Anda kalah Anda tak perlu membayarnya. Tapi jika Anda menang, saya ingin menjadi bankir Anda.”

Dan tentu saja, saat mendapat uang tanbahan ini, sang raja bisa menyewa lebih banyak prajurit tambahan dan dia menang. Dan di sinilah awal jalinan antara kerajaan dan finansial – raja-raja menggemari perang; perang memerlukan uang – dan proses perkawinan antara keluarga finansial dan aristokrasi ini dimulai. Well, itu sudah berlangsung selama 300 tahun.

Hal besar lainnya adalah: Rothschild I mempunyai lima orang putra dan mereka dikirim ke wilayah berbeda di Eropa. Dan hanya ada bankir sampai raja, Anda tahu, di level tertinggi. Dan Nathan Rothschild pergi ke Inggris. Dia memulai dengan membeli pakaian dan menjualnya. Lalu dia mulai menyadari: “Jika saya, mengendalikan pembuat celup (dye-maker) dan pembuat pakaian dan mengumpulkannya, saya bisa memperoleh untung lebih banyak.” Jadi mula-mula dia mengekspor tekstil Inggris.

Dia semakin kaya dan tindakan besarnya yang menguntungkan terjadi dalam Pertempuran Waterloo, di mana Bursa Inggris…. Semua orang bertanya-tanya, Anda tahu, apakah Inggris akan menang atau kalah, ya kan? Dan mereka tahu bahwa Rothschild memiliki informasi yang sangat cepat, lebih cepat dari orang lain. Menurut asumsi saya mereka terlibat dalam penjualan ilegal dengan Raja, oke? Sebab tiba-tiba Rothschild mulai menjual segala hal, menjual apapun yang Anda peroleh; jual, jual, jual. Dan setiap orang berpikir: “Oh Tuhan, Inggris kalah, Inggris kalah. Dan barang-barang seharga 100 jatuh menjadi 2 atau 3. Dan mereka panik: “Oh Tuhan, kita jual saja apa yang kita miliki, lagipula kita semua akan menjadi budak Napoleon.

Dan kemudian saat harga jatuh, dia mulai membeli semuanya. Dan berita itu datang—Inggris menang. Dan barang seharga 100 naik menjadi 200 dan dia mengendalikan sebagian besar kekayaan Inggris setelah waktu itu. Dan dia bilang—ini merupakan kutipan terkenal; saya tak tahu ucapan persisnya—: “Saya tak peduli orang bodoh mana yang menduduki mahkota Inggris. Barangsiapa yang mengendalikan uang Inggris sama dengan mengendalikan Inggris. Dan saya mengendalikan uang Inggris.

Namun, Anda tahu, saya kira keluarga Rothschild mempunyai keyakinan relijius mendalam dan pada dasarnya berkelakuan cukup sopan. Alasan saya mengatakan demikian adalah karena, walaupun mereka rupanya membiayai dan merekayasa Revolusi AS di tahun 1776—dengan uang East India Company—mereka juga membiayai dan merekayasa reformasi Meiji. Dalam banyak hal, ini baik. Kanada senantiasa merupakan teritori Rothschild, dan Kanada adalah negara yang sangat menyenangkan, Anda tahu?

Jadi saya pikir mereka tidak berada pada level yang sama. Sistem mereka, pada dasarnya, adalah kerajaan Babilonia kuno. Di sinilah semuanya menjadi sangat misterius dan esoterik, tapi itu berawal dari 5.771 tahun silam.

Keluarga Rothschild selalu mengatakan bahwa diri mereka merupakan keturunan Namrud, yang menaklukkan bangsa Babilonia—sebuah bangsa penggembala, bangsa pedusunan. Mereka [leluhur Rothschild] menaklukkan bangsa Babilonia, atau Irak modern.

Dan mereka mengatakan: “Well, tidak adakah suatu cara agar kita bisa menggembala orang-orang sebagaimana kau menggembala domba?” Dan mereka membuat sebuah sistem: kau harus mengendalikan suplai pangan mereka, kau harus mengendalikan suplai informasi mereka, dan kau harus punya alat kekerasan untuk mendisplinkan mereka.

Dan ini adalah permulaan Bibel, Perjanjian Lama, di mana mereka mengambil semua cerita berbeda yang dimiliki orang-orang dan memasukkannya dalam satu cerita. Dan ini merupakan cerita satu-satunya yang boleh dimiliki orang-orang.

Bersambung…

Tentang Pewawancara:
Kerry Cassidy dan Bill Ryan adalah tim di balik Project Camelot (www.projectcamelot.org). Jika pembaca punya informasi internal yang mungkin ingin dipublikasikan, Project Camelot menjanjikan kerahasiaan penuh dan audiensi luas untuk pengungkapan materi penting. Email: support@projectcamelot.org.

Catatan Editor:
Karena keterbatasan ruang, kami tak bisa menghadirkan transkrip lengkap wawancara dengan Benjamin Fulford ini. Untuk mendownload video wawancara dan tiga bagian transkrip, kunjungi www.projectcamelot.org/benjamin_fulford.htm.

Kunjungi website Benjamin Fulford di www.benjaminfulford.com/indexEnglish.html.

Wawancara Bagian 1
Wawancara Bagian 2
Wawancara Bagian 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s