Ultimatum Timur kepada Illuminati Barat – Wawancara dengan Benjamin Fulford (Bagian 2)

Oleh: Kerry Cassidy dan Bill Ryan (www.projectcamelot.org)
Tokyo, Jepang, Februari 2008
(Sumber: Nexus Magazine Edisi Juni-Juli 2008)

Bagian 2

KC: Tadi kita membicarakan Rothschild, kan? Dan Babilonia, Namrud, dan semuanya. Tapi, yang sedang kau bicarakan ini adalah Illuminati, ya?

BF: Well, maksud saya, Anda boleh menyebutnya Illuminati atau boleh menyebutnya Istana Raja. Anda tahu, orang-orang menghadapi banyak masalah soal semantika, ya kan? Sebagai contoh, bila Anda membicarakan Freemason dan Illuminati, banyak orang mengatakan: “Oh semua hal gila itu ya, berhubungan dengan reptil dan UFO funky.” Benar kan? Dan pikiran mereka tertutup. Tapi jika Anda memberitahu mereka: “Bukan, bukan. I semacam ‘plutokrasi’ dan ‘aristokrasi’.” Maka mereka tidak akan menaruh pengaitan ini dalam otak mereka, dan mereka dapat menyerap informasi.

Saya mulai mencari bagaimana masyarakat Sumeria kuno diatur, dan Anda menemukan bahwa itu sungguh mirip dengan AS modern. Di Jepang, mereka biasa menyebut Kementerian Keuangan sebagai Kementerian “Gudang Besar”…. Tapi di masa lalu, Anda menemukan masyarakat seluruhnya yang tidak menanam pangan lagi. Ya kan? [Sebab] Anda mendapat surplus. Jadi mereka menyimpan kelebihan gandum ini di gudang besar, dan pendeta tinggilah yang mengendalikan distribusi pangan kepada masyarakat. Dan inilah yang sekarang kita sebut “bankir sentral”. Tapi di belakang pendeta tinggi terdapat raja yang mempunyai kekuatan mirip tuhan. Dan mereka menciptakan cerita bahwa ada “tuhan” yang bisa melihat dan mengetahui segalanya. Dan itu adalah tuhan abstrak. Jadi tuhan tersebut eksis secara paralel dengan sosok riil berjanggut di singgasana yang mempunyai kekuatan mirip tuhan. Jadi ini adalah sistem yang masih eksis.

Dan ingat, jika Anda mengendalikan suplai pangan maka Anda dapat menyewa prajurit dan intelektual dan mengendalikan masyarakat—mengendalikan pemikiran mereka, mengendalikan pangan mereka, dan mengendalikan mereka lewat kekerasan bila diperlukan. Dan seperti itulah cara kerjanya, bahkan sampai saat ini. Itulah mengapa begitu penting untuk mengerti bahwa finansial adalah kontrol atas suplai pangan Anda, kontrol atas…

BR: Kontrol atas suplai energi juga.

BF: Ya, suplai energi. Tapi, maksud saya, ujung-ujungnya pangan. Tanpanya, Anda akan mati.

KC: Pada dasarnya Anda menyibukkan orang-orang dengan mengirim mereka ke medan perang. Benar kan?

BF: Oke. Jika kita percepat… Sebagai orang Kanada, saya selalu bangga akan Perang 1812. Saya pikir: “Hey, jika Kanada yang kecil berusaha menjauhkan AS…” Tapi rupanya yang terjadi adalah bahwa, pada tahun 1812, Republik Amerika memutuskan tidak memperbaharui lisensi bank milik Rothschild dan rakyat Amerika mengambil kendali atas uang mereka sendiri. Itulah mengapa Rothschild menginvasi AS, dan itu merupakan alasan sesungguhnya dalam perang 1812. (Itulah mengapa dalam lagu kebangsaan Anda terdapat kalimat: “Oh say you can see by the dawn’s early…” sebuah bendera dan benteng yang bertahan dari serangan Inggris.) Jadi, Anda tahu, banyak sejarah kita yang disembunyikan. Tapi, pada abad berikutnya, Rothschild bersekongkol dan berkomplot untuk mengambil kembali kontrol atas suplai uang AS dan rakyat Amerika.

Saya percaya mereka punya cita-cita. Mereka mendapatkan cita-cita terbaik dan paling cerah dan mereka bersedia berdebat, Anda tahu, tentang bagaimana caranya berbuat kebaikan terhebat untuk banyak orang. Saya pikir terdapat aspek tercerahkan dan liberal pada apa yang mereka lakukan. Maksud saya, jika Anda menengok bagaimana masyarakat seperti Belanda, Kanada, dan lainnya, yang berada di bawah kontrol mereka….Anda bisa melihat tempat-tempat itu sungguh menyenangkan untuk semua jenis level orang.

Tapi yang terjadi adalah (dan beginilah sekarang saya menganalisa situasi), untuk mengambil alih kontrol atas AS, mereka mencoba banyak hal. Saya pikir mereka merekayasa Perang Sipil. Tapi mereka menyuruh Carnegie, Harriman, untuk mengendalikan jalan kereta dan produksi baja. Dan cara mereka adalah, mereka meminjami Carnegie dan Harriman uang, tapi mereka meminjamkannya sedemikian rupa sehingga akhirnya keduanya harus memberikan jalur kereta kepada keluarga Rothschild. Itu rencana yang amat cerdik.

Kita punya, saya pikir, William Avery Rockefeller, seorang pencuri kuda dan penjual obat palsu. Dan ini berdasarkan suratkabar Pulitzer yang saya pikir memiliki ekspos besar mengenai ayah John Rockefeller I. Tapi John Rockefeller I masuk ke [bisnis] minyak, dan dia membeli kilang-kilang minyak. Dia menghampiri seseorang di kilang minyak dan menyodorinya uang tunai dan harga rendah. Jika orang tersebut menolak untuk menjual, itu akan menimbulkan masalah dengan para pekerja atau mungkin sabotase, apapun yang diperlukan. Dan keluarga Rothschild memperhatikan orang Rockefeller ini dan memutuskan untuk menolongnya. Mereka mengizinkannya mengangkut minyaknya dengan tarif yang jauh lebih murah dibanding semua kompetitornya. Sehingga dia memperoleh monopoli minyak.

Dan saya pikir sebagian besar orang tahu ini, tapi pada 1913, akhirnya keluarga Rockefeller, Harriman, Warburg, kelompok-kelompok keluarga ini, mampu mengambil alih Federal Reserve Board, diduga atas nama keluarga Rothschild. Tapi saya sangat yakin bahwa Rockefeller melancarkan semacam kudeta. Dia mengatakan: “Hei, saya mengendalikan tentara Amerika dan saya mengendalikan ekonomi Amerika, dan oleh sebab itu saya akan bekerjasama denganmu, tapi saya yang berkuasa di sini.” Dan dia mengambil alih AS. Jadi saya kira kalian menjadi tanah feodal Rockefeller, bukan Rothschild. Mereka berhubungan dan mereka bekerjasama.

KC: Benar. Jadi, hingga hari ini, Anda merasa bahwa terdapat kerjasama?

BF: Saya pikir ada suatu kerjasama. Saya pikir juga ada konflik. Anda bisa melihat ini, contohnya, dalam pola resolusi PBB. Contoh, Eropa konsisten memilih agar Israel memecahkan permasalahannya dengan Palestina berdasarkan kesepakatan PBB tahun 1967, Anda tahu, dengan beberapa modifikasi. Amerika dan Israel-lah yang selalu memveto semua hal. Jadi bila Anda memperhatikan pola voting Eropa versus Amerika di PBB, Anda bisa melihat perbedaan antara kedua pihak.

KC: Benar. Lantas Jepang masuk ke pihak mana?

BF: Oke. Nah, di Jepang, yang terjadi adalah….setelah Laksamana Perry tiba, Raja Rothschild mengirim armada dan mereka menyerang klan Satsuma dan Choshu di selatan. Mereka membunuh Kaisar Kinmu dan melantik anak laki-laki 16 tahun bernama Toranosuke Omura sebagai Kaisar Meiji. Mereka membiayai modernisasi Jepang. Jadi mereka menempatkan keluarga raja, Kaisar, dalam kekuasaan dan membantunya memodernisasi Jepang. Dan mereka melawan Rusia. Saya pikir Jepang sangat berterima kasih. Pada tahun 1903, setelah kemenangan, kaisar-kaisar Jepang disetarafkan dengan kerajaan Inggris. Setiap kaisar pergi ke Oxford untuk belajar.

Tapi saya kira setelah Perang Dunia II, Jepang mulai kecewa karena mereka tidak diperlakukan setara. Mereka tidak diberi perlakuan adil. Mereka merasa terdapat rasisme.

Dan ini merupakan alasan esensial mengapa Kerajaan Inggris tak pernah menjadi kerajaan dunia sejati. Sebab mereka mengambil beberapa orang Indian cerdas, mendidiknya di Oxford dan memberinya pengetahuan tinggi, tapi ujung-ujungnya mereka mengatakan: “Well, bukan orang kulit putih. Kau orang non-kulit putih yang berdarah-darah. Jadi kau harus pergi untuk bekerja demi kami.” Seandainya saja mereka memperbolehkan seseorang seperti Gandhi menjadi kepala Kerajaan Inggris—dengan kata lain, membiarkannya masuk, membiarkannya bergabung dengan golongan atas—mereka masih akan mengendalikan planet ini hingga sekarang.

Tapi karena pada esensinya mereka mengatakan: “Di puncak adalah klub orang kulit putih dan kalian hanya pelayan berlevel tinggi,” well, mereka mengalienasinya.

KC: Oke. Tapi bagaimana ini berhubungan dengan Perang Dunia II dan Anda tahu keseluruhannya…. Maksud saya, Amerika akhirnya…. Anda mengatakan Rockefeller membantu Jepang sampai satu titik.

BF: Bukan, bukan. Saya katakan Rothschild membantu Jepang.

KC: Oke.

BF: Tapi pada 1930-an, Jepang membuat keputusan untuk mandiri. Mereka ingin mendirikan Southeast Asia Co-Prosperity Sphere. Mereka ingin memodernisasi semua bangsa “kuning” agar dapat menghentikan penjajahan kulit putih. Begitulah mereka memandangnya. Sayangnya, orang Jepang merupakan bangsa pulau dan mereka tidak bagus dalam berhubungan. Tapi Anda juga harus sadar bahwa sejarah ditulis oleh pemenang, dan alasan mengapa Jepang mampu mengambil alih sebagian besar China dan hanya terhenti oleh invasi AS adalah karena banyak orang China yang sebenarnya menyambut mereka. Ini sesuatu yang tidak Anda temukan dalam buku-buku sejarah Anda.

Tapi ada upaya dari bangsa Asia untuk tidak dijajah. Mereka memandang Eropa seperti Borg dalam film Star Trek: hanya ada satu pemikiran yang benar. Bisakah Anda bayangkan piramida raksasa masyarakat ini dengan Mata di puncaknya: “Kalian akan diasimilasi.” “Perlawanan adalah sia-sia.” Begitulah mereka berpandangan, dan itu ada maknanya.

Terdapat pengertian bahwa jika tidak mengambil cara barat, maka salah…. Contoh bagusnya adalah pachinko. Maksud saya, mereka memang mempunyai [industri] perjudian dan itu memang bekerja, tapi tidak dalam kerangka legal gaya barat. Itu berada dalam kerangka terpisah. Sebagaimana pula pada birokrat… mereka bertentangan dengan hukum. Dan sistem ini lebih hidup dan bereaksi cepat daripada menggunakan perdebatan tak berujung di ruang pengadilan.

Maksud saya, rakyat Amerika hanya berjumlah 4% dari populasi dunia, dengan sekitar 20% dari PDB dunia, tapi jumlah pengacaranya dan belanja militernya mencapai 50% dari angka dunia. Jadi, bagi bangsa Asia, terlalu banyak waktu dihabiskan [oleh Amerika] untuk berdebat dan bertempur. [BF tertawa.] Ingat, mereka [bangsa Asia] sangat berbeda dalam memandang segala sesuatu dan perlu waktu lama untuk memahami perspektif mereka.

KC: Oke. Meskipun begitu, Anda menulis sebuah buku mengenai Rockefeller dan peranannya.

BF: Oke. Sebenarnya, saat saya mulai memahami semua ini, saya sadar bahwa, setelah Perang Dunia II berakhir, kontrol atas Jepang beralih dari keluarga Rothschild kepada keluarga Rockefeller. Dan mulanya mereka berkata pada Jepang: “Kalian lanjutkan saja dan kembangkan ekonomi kalian bagaimanapun caranya semau kalian. Bangun kembali ekonomi kalian dan selama militer kalian bersekutu dengan AS, kami tak keberatan.”

Itu berlangsung sampai 1980-an, tahun ketika Jepang mengalami surplus besar dalam perdagangan dan ini membuat mereka [keluarga Rockefeller] amat sangat gelisah. Dan saya kini tahu alasannya, sebab mereka [Jepang] mengira telah memenangkan Perang Dunia III tanpa melepaskan satu tembakan pun, sebab mereka telah berusaha mengendalikan sebagian besar aset finansial dunia. Dan uang adalah kekuasaan. Jika Anda punya uang, Anda bisa menyewa tentara, Anda bisa menyewa intelektual, Anda bisa….

KC: Jadi, menurut Anda, bagaimana Jepang melakukan ini?

BF: Dengan bekerja keras dan menghasilkan surplus perdagangan

KC: Oke. Elektronik?

BF: Elektronik, mobil, Anda tahu, produk-produk menyenangkan yang ingin dibeli orang. Dan Jepang mengendalikan uang. Dari sinilah keluarga Rockefeller mulai khawatir. Mereka bermaksud mengembalikan Jepang pada tempatnya. Mereka berusaha menjebak Jepang dengan gelembung [ekonomi] ini, yang pada dasarnya merupakan pesanan AS. Mereka bilang: “Pertama-tama, kami ingin kalian menaikkan [nilai] yen kalian.” Ya kan? Sebab mereka tidak ingin Jepang memiliki kontrol atas uang. Lalu yen turun dari 360 menjadi, pada satu titik, 79 terhadap dolar. Tapi yang terjadi adalah Jepang memindahkan basis industri mereka ke China dan Asia Tenggara dan menjadikannya kaya. Jadi itu tidak berhasil.

Akhirnya, yang mereka lakukan adalah menggertak dan membunuh politisi-politisi Jepang.

KC: Siapa?

BF: Ujung-ujungnya, saya kira, keluarga Rockefeller. Dalam rangka memastikan bahwa Jepang tidak akan lancang menggunakan uangnya semaunya, tapi cukup menyerahkannya kepada Amerika.

Dan saya masih belum mengecek ini, tapi saya cukup yakin jika Anda menjumlahkan semua surplus perdagangan Jepang dan angkanya dan kemudian bandingkan dengan [angka] yang kini diakui secara resmi sebagai kekayaan Jepang, Anda akan mendapati bahwa surplus perdagangan itu jauh lebih besar.

Dengan kata lain, ini seperti…Anda pergi ke bar dan Anda bilang: “Masukkan ke dalam rekening saya.” Dan kemudian, setelah beberapa tahun, Anda berkata: “Well, dengar, lupakan tentang separuh rekening saya. Mari kita lupakan saja itu.” Jadi intinya adalah kami akan terus mengambil uang dari Anda selamanya. Seperti pembayaran upeti kepada Kekaisaran Romawi. Jepang mengirim mobil dan TV dan tidak mendapat imbalan apa-apa selain kertas. Beginilah mereka berpandangan, dan itu benar. Selama 34 tahun, Amerika mendapatkan segalanya dari seluruh dunia dan tidak membayarnya.

BR: Kalau begitu, mengapa Jepang mentoleransi itu begitu lama?

BF: Yeah. Em… Pertama-tama, setelah Perang Dunia II, mereka sungguh-sungguh jatuh cinta pada AS. Anda tahu, mereka bilang mereka akan disiksa atau semacamnya… Saya ingat orang ini menggigil ketakutan karena perang, saat serdadu Amerika datang, dan hendak menyiksanya, dan apa yang para serdadu itu lakukan? Para serdadu memberinya balok Hershey, ya kan? Ini simbolis. Mereka diperlakukan dengan baik. Hingga keruntuhan Uni Soviet, mereka juga benar-benar merasa bahwa mereka membutuhkan Amerika untuk melindungi mereka. Amerika menciptakan ilusi rasa takut ini: “Jika kalian tidak memiliki kami, kalian akan ditaklukkan [oleh Uni Soviet].”

Jepang menjadi sasaran propaganda intens sejak akhir Perang Dunia II. Ada Dr. Funai, seorang tokoh terkenal di Jepang, yang mengajak seorang perwira senior Amerika tinggal di rumahnya setelah Perang Dunia II. Sang perwira berkata kepadanya: “Kami akan mengubah sistem pendidikan kalian sehingga kalian tidak akan menghasilkan orang jenius lagi.” Dan mereka melakukannya.

Propaganda yang diterima Jepang adalah bahwa, pertama, Jepang dianugerahi rasa rendah diri; kedua, Jepang diberitahu bahwa Amerika adalah negara yang menakjubkan; dan ketiga, mereka diberitahu bahwa tanpa perlindungan Amerika, mereka pasti hancur. Pendidikan mereka sengaja “didungukan” sehingga mereka tidak tahu caranya membantah, mereka tidak tahu caranya berdebat. Mereka telah dilatih untuk tidak beropini.

KC: Tapi bukankah ini juga merupakan bagian dari kerangka berpikir Oriental yang oleh Kaisar pun agak ditekankan kepada rakyat?

BF: Em… Ada sesuatu pada model Konfusian tradisional, begitu? Tapi dalam model Konfusian tradisional, kuncinya adalah bahwa orang-orang di atas harus menjadi teladan sejati perilaku rendah hati. Maksud saya, mereka harus lurus secara moral dan memperlakukan bangsa seperti keluarga sendiri, seperti anak-anak sendiri, dan bersikap baik kepada mereka. Jadi itu perbedaan filsafat. Ini bukan sekadar kepatuhan buta kepada seorang tiran, tapi lebih, idealnya, seperti figur ayah yang murah hati dan lembut. Yang Anda lihat di Korea Utara adalah sisa-sisanya. Yang Anda lihat pada Maois adalah jenis sistem kekeluargaan tradisional Asia ini.

KC: Benar. Jadi terdapat penghormatan terhadap kekuasaan dan otoritas dan figur di puncak, menganggap bahwa mereka dermawan.

BF: Ya.

KC: Tapi pada saat yang sama itu juga merupakan kenaifan. Maksud saya, penjelasan Anda harus sedikit sederhana perihal alasan kesudian mereka menerima “pendunguan” semua masyarakat Jepang, demikian Anda menyebutnya. Apa untungnya bagi mereka?

BF: Well, pertama-tama, ketika Anda memperbudak seseorang, Anda menipunya dan kemudian bersikap baik kepadanya. Praktisnya, Anda bilang: “Hei, jika kau melakukan apa yang kukatakan, aku akan baik kepadamu dan memperlakukanmu dengan baik, tapi, ingat, jika tidak…” Itulah yang terjadi terkait bom nuklir.

KC: Oke.

BF: Meski demikian, Jepang mampu mengembangkan ekonominya. Mereka dibiarkan sendirian untuk waktu yang lama. Baru tahun-tahun belakangan kondisi [ekonominya] menjadi agak buruk, berbahaya. Oke?

Terdapat penyakit di jantung sistem Amerika. Permasalahan seperti apa itu, jika Anda memperhatikan aliran finansial? Uang telah mengalir dari negara miskin ke negara kaya. Dan di negara kaya, mengalir dari orang miskin ke orang kaya. Seperti parasit raksasa yang menghisap semua energi kehidupan ini. Orang-orang termiskin di planet ini dipaksa melalui usaha pertanian dan hal lainnya sampai level terendah, dan satu-satunya hal yang dapat mereka lakukan adalah bersandar pada sesuatu sekalipun makhluk lemah kecil miskin yang lebih rendah. Mereka harus membakar habis hutan-hutan untuk membuat tanah pertanian baru sebab mereka telah kehabisan tanah pertanian mereka dan tidak punya akses atas pupuk, akibatnya mereka harus, Anda tahu, merusak planet ini.

Jadi, sumber kemiskinan dan masalah lingkungan dunia adalah orang-orang yang menguasai Federal Reserve Board dan kebijakan mereka yang memprioritaskan orang kaya dan segalanya untuk orang kaya. Itulah esensi masalahnya.

Jepang mendapati simpanan mereka dicuri dan mereka dipaksa mengadopsi kebijakan ekonomi yang meningkatkan kemiskinan di sini. Reformasi yang dipaksakan kepada Perdana Menteri Koizumi dan [Menteri Keuangan] Heizo Takenaka oleh Amerika, melalui pemfitnahan, bermaksud bahwa….

Sebuah survey terbaru oleh suratkabar Asahi menunjukkan bahwa jumlah orang yang menganggap kehidupan mereka memburuk sejak reformasi dimulai adalah lebih dari dua kali lipat dibanding jumlah orang yang menganggap membaik.

Mereka telah menciptakan keretakan masyarakat antara orang sangat kaya dan miskin. Masyarakat Amerika juga sama. Gaji pekerja pria Amerika mencapai puncaknya pada 1973, dan sejak saat itu terus jatuh. Jadi, jika Anda memperhatikan gross mean product—yakni, level di mana separuh masyarakat berada di bawahnya dan separuhnya lagi berada di atasnya—Anda akan mendapati itu sangat dekat dengan garis kemiskinan.

Mereka telah mengambil uang. Terlalu banyak uang mengalir kepada orang kaya dan mereka tidak menggunakan cara yang benar untuk menghabiskannya. Mereka telah terperdaya hingga berpikir bahwa masalah lingkungan adalah akibat terlalu banyaknya orang kulit cokelat yang membakar habis hutan-hutan, sehingga solusinya adalah menyingkirkan orang kulit cokelat. Mereka telah memproduksi penyakit. Terdapat bukti kuat bahwa AIDS (HIV) dibuat oleh militer AS sebagai senjata biologi untuk Afrika. Dan…

KC: Bagaimana dengan SARS?

BF: SARS adalah senjata biologi yang menargetkan gen tertentu yang sangat lazim di antara bangsa Asia, tapi hampir tak pernah ditemukan di antara bangsa Kaukasia. Jadi, ini adalah senjata biologi untuk ras tertentu.

KC: Jadi mari kita bicarakan seluruh pergaulan Anda dengan Yakuza di satu sisi, secret society China….

BF: Baiklah. Begitu saya mulai memahami bagaimana sebetulnya segalanya berjalan, pemahaman saya atas persitiwa-peristiwa berita menjadi sangat berbeda, sebab saya bisa menggabungkan keduanya, Anda tahu, dunia konspirasi dan dunia Wall Street Journal, menjadi satu.

KC: Benar.

BF- Saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai Heizo Takenaka tahun lalu, di musim semi, dan saya menghadapkan banyak bukti kepadanya. Pada Februari 2003, saya yakin dia bilang kepada Newsweek Magazine bahwa tidak ada bank besar yang gagal. Dan dia mengadakan beberapa aturan ekonomi rahasia yang memaksa persuahaan-perusahaan menjual saham silang (cross-share holdings) mereka. Dengan kata lain, bank dan perusahaan terbiasa memiliki saham satu sama lain agar orang luar tidak bisa masuk dan melakukan pengambil-alihan. Dan dia memaksa perusahaan menjual saham bank mereka. Dan dia menyatakan bahwa tak ada bank besar yang gagal, lalu setiap orang berpikir bahwa itu berarti saham-saham bank layak diperhatikan. Itu sama dengan mengatakan: “Saya akan menjual dompet saya kepada Anda. Tak ada uang di dalamnya, tapi ada tagihan. Dan jika Anda membelinya, Anda haru membayar tagihan itu.” Well, tak ada orang yang mau membelinya. Kecuali Anda bilang kepada teman Anda: “Hey dengar, saya akan menaruh 2,3 triliun uang pajak di dalam dompet tersebut nanti, jadi ini murah sekali.”

Jadi, yang terjadi adalah, harga saham bank-bank jatuh pada 2003. Dan jika Anda memperhatikan siapa yang membelinya, Anda akan mendapati bahwa itu dibeli oleh orang-orang asing: State Street Bank, Chase Manhattan, CitiBank. Dengan kata lain, sekelompok institusi finansial yang dikendalikan oleh “yayasan amal” yang pada gilirannya dikendalikan oleh keluarga Rothschild atau Rockefeller, sebagian besar oleh Rockefeller. Well, keluarga-keluarga ini, saya menggunakan “Rockefeller” sebagai singkatan untuk kelompok-kelompok keluarga aristokrat sedarah ini, pihak Amerika versus pihak Eropa. Bush adalah bagian darinya, contohnya.

KC: Benar.

BF: Jadi sebetulnya Anda dapat melihatnya dalam data finansial. Dan yang terjadi adalah, presiden Resona Bank tidak ingin menjual banknya kepada orang-orang asing ini. Dan mereka memiliki lebih dari 33% saham, yang memberi mereka kepentingan pengendalian. Dan dia juga menjual Postal Savings. Itu seperti seorang gangster mengatakan kepada istrinya: “Hey, ayolah, beri saya lebih banyak uang. Saya belum mendapat lagi. Hay bagaimana dengan Postal Bank? Kau masih memilikinya. Berikan itu pada saya.” Anda tahu? Begitulah jadinya.

Tapi anyway, kembali pada Resona. Presidennya tak ingin menyerahkan sahamnya, tak seperti bank-bank lain – mereka semua tunduk tanpa perlawanan. Dan yang terjadi adalah, dia berkata: “Hey, saya belum bangkrut.” Lalu akuntan yang bertugas di Resona mati dalam kondisi misterius. Semacam bunuh diri atau pembunuhan. Dan mendadak laporan menunjukkan bahwa mereka bangkrut. Dan saat itu sistem kebijakan partai penguasa menyatakan: “Jika Anda mempunyai $100.000 atau $200.000 sekalipun, belilah saham Resona. Itu akan menjadi transaksi besar-besaran.”

Dan saat itu ada seorang profesor di Universitas Waseda, bernama Uekusa, yang mulai mengatakan: “Hey, Anda tahu, ada sesuatu yang sangat mencurigakan sedang berlangsung di Resona.” Lalu dia ditangkap di Yokohama atas tuduhan memandangi pakaian dalam seorang gadis dengan menggunakan cermin. Perempuan yang dimaksud sebetulnya tak pernah mengajukan pengaduan, tapi lupakan saja. Dia dipecat dari pekerjaannya, dicopot dari acara TV-nya.

Saya juga di-blacklist sekitar waktu itu. Saya dicopot dari banyak acara TV. Mereka bilang: “Anda berada dalam daftar hitam, Tn. Fulford. Kami tak bisa lagi memakai Anda dalam acara ini.”

KC: Mengapa?

BF: Karena saya datang seperti orang lainnya yang menunjukkan BS soal reformasi ekonomi ini. Dan mereka tidak ingin masyarakat tahu apa yang sebenarnya sedang berlangsung.

Anyway, Tn. Ohta dari Departemen Pajak juga mulai menyelidiki Resona dalam soal penghindaran pajak dan semacamnya. Dan dia ditangkap di Yokohama atas tuduhan memandangi pakaian dalam seorang gadis dengan menggunakan cermin. Dan saat itu, Tn. Suzuki dari suratkabar Asahi yang bertahun-tahun silam melaporkan berita pertama soal skandal Recruit menerbitkan pada 17 Desember, dua tahun lalu, sebuah artikel yang menyatakan bahwa Resona memberikan sumbangan 10 kali lipat lebih banyak kepada partai penguasa dibanding bank lain dan bahwa terdapat kecurigaan penjualan ilegal. Diduga artikel tersebut merupakan bagian dari seri investigasi. Malam itu, mereka menemukan jasadnya di Teluk Yokohama. Ya kan?

Jadi saya menghadapkan semua informasi ini kepada Tn. Takenaka. Saya merekamnya. Saya belum merilis video tersebut karena Tn. Takenaka mulai menceritakan kepada saya bahwa dirinya dipaksa berbuat demikian lantaran AS mengancam memukul Jepang dengan HAARP jika membangkang.

KC: Oke. Dan akan seperti apa dampaknya? Beritahu kami apa itu artinya bagi Jepang.

BF: Gempa bumi.

KC: Oke.

BF: Ehm… Kita akan membahasnya lebih banyak, sebab saya tahu ini mulai memasuki hal-hal yang betul-betul esoterik. Hampir mengejutkan pikiran, Anda tahu?

KC: Yeah.

BF: Maksud saya, saya mengalami banyak masalah dalam merangkai pikiran saya seputar soal ini untuk waktu yang lama.

Setelah mewawancarai Takenaka, saya mendapat email dari seseorang di Japan Development Bank yang merupakan murid Tn. Takenaka. Dan orang itu bilang pada saya: “Ada seseorang yang ingin Tn, Takenaka pertemukan dengan Anda.” Dan saya punya salinan email aslinya juga. Jadi saya pergi ke sebuah kamar di Shinjuku Hotel dan saya bertemu seorang pria yang mengenakan kimono sutera aneh. Saya mempunyai foto dirinya dan rekaman perbincangan itu.

Dan dia memakai dua cincin. [BF mengangkat tangan kanan sambil dikepalkan] Yang satu adalah topeng setan bertanduk dan [BF mengangkat tangan kiri sambil dikepalkan] yang satunya lagi terlihat seperti cincin pernikahan. Dan dia berbuat seperti ini [mendorong kepalan kanan ke arah kamera sambil mengangkat tangan kiri dengan telapak terbuka ke arah kamera dan terdapat tanda Freemason [pada telapak terbuka tersebut]. Dan dia bilang: “Tanduk ini, [saya] hanya menaruh sedikit racun pada [tanduk ini]….jika saya sentuh saya akan mati. Dan dia bercerita kepada saya bahwa dirinya adalah Ninja, yakni pembunuh profesional.

Dan saya, Anda tahu, ahhhh. Pria itu terlihat sangat berbeda dari rata-rata orang Jepang. Dia adalah anggota Sanka, atau bangsa Pegunungan. Mereka seperti suku Ainu. Mereka semacam suku Apache-nya Jepang. Sangat gemar perang. Mereka dipakai oleh Pasukan Khusus Jepang.

Dia bilang pada saya: ”Tn. Fulford, jika kau ingin menjadi, kau tahu, seorang jurnalis penggaruk kotoran, silakan lakukan, tapi kau akan mati di usia 46.” Namun (dan dia memberi saya lencana Freemason berukuran besar), dia berkata: “Jika kau tidak hendak demikian, kau punya pilihan. Kau bisa menjadi Menteri Keuangan Jepang.” Oke? Jadi dia menawari saya pilihan antara mati atau pekerjaan Menteri Keuangan. Dan sekali lagi, saya mempunyai rekamannya. Saya punya emailnya. Saya punya video wawancara saya dengan Takenaka. Oke? Jadi ini memang hal aneh, tapi saya punya bukti.

Anyway, saya berpikir bahwa saya tak memiliki pilihan selain bergabung. Tapi saya sudah membaca tentang, Anda tahu, rencana pengurangan populasi, jadi saya bertanya kepadanya: “Apakah itu benar?” (Dan saya merekam ini juga) Dia bilang: “Ya. Demi melindungi lingkungan, kita perlu mengurangi populasi dunia hingga menjadi 2 miliar. Dan perang tidak bisa melakukannya, jadi kita akan mencoba memakai penyakit dan kelaparan.”

KC: Siapa yang memberitahu Anda ini?

BF: Ninja yang dikirim oleh Takenaka itu. Dan, Anda tahu, saya telah menemukan bahwa SARS merupakan senjata biologi yang ditargetkan terhadap bangsa Asia. Jadi ini sangat menggelisahkan! Anda sedang berbicara tentang pembunuhan 4 miliar orang. Ya kan? Jadi mereka menawari saya pekerjaan itu… Dan dia bilang kepada saya: “Dengar, kita akan mengambil uang dari bangsa Jepang, tapi kita tidak akan, kau tahu, memotong daging dari tulang mereka, kita sekadar menyaring lemak.”

Begitulah mereka melukiskannya. Kita akan merampok uang bangsa ini, tapi kita tidak akan membunuh mereka, Anda tahu. Dan dia bilang populasi Jepang akan dikurangi menjadi 70 juta. Mereka mengizinkan 70 juta orang untuk hidup. Dan mereka memerlukan sekitar 500 juta orang Asia untuk terus membuat mainan dan semacamnya, Anda tahu? Dia menggambarkan genosida masif.

Sekali lagi, saya merekamnya.  Saya dapat membuktikan bahwa orang ini diutus kepada saya oleh Takenaka. Jadi pada hari berikutnya….

KC: Lantas apa yang Anda katakan kepada pria ini? Saya penasaran. Apakah kau mengatakan ya saat itu? Atau kau katakan akan memikirkannya terlebih dahulu? Dan dia bilang oke, atau….

BF: Well, Anda tahu, semua itu terlalu berlebihan. Saya tidak memberi jawaban jelas tapi saya berpikir mungkin saya tak punya pilihan selain bergabung dengan orang-orang ini dan mencba melakukan sesuatu dari dalam untuk menghentikan mereka.

Tapi saya kira banyak orang elit…. Saya yakin itu terjadi pada Tn. Obama dan Clinton dan yang lainnya di level tinggi politik AS, senator, atau apalah. Kapan-kapan mereka diberi ultimatum yang sama: Mati atau bekerjasama – bergabung atau mati. Dan begitulah mereka berusaha mengendalikan AS dan memperbudak orang Amerika, dengan merebut para elit dan memaksanya menyetujui penyuapan dan ancaman.

KC: Saat Anda bilang “mereka”, siapa mereka itu?

BF: Well, inilah yang Anda sebut Council on Foreign Relations, Bilderberg. Sekarang muncul Trilateral Commission, tapi itu tidak mendapat kekuasaan karena… Trilateral Commission didirikan oleh keluarga Rockefeller sebab Bilderberg terlalu rasis untuk mengizinkan orang Jepang masuk. Jadi itu dibuat sebagai forum bagi orang Jepang untuk mengeluarkan suara. Dan mulanya, beberapa tokoh elit Jepang bergabung. Oke? Anda menemukan perdana menteri dan lainnya di sana. Tapi orang-orang Jepang bilang: “Well, hei, mereka tidak mendengarkan kita.” Saya telah berbincang dengan banyak anggota Trilateral Commission. Jadi sekarang Anda temukan, sebagai pemimpin pihak Jepang, adalah presiden Fuji-Xerox. Anda tahu, sebelum mereka memilih Perdana Menteri Miyazawa, ya kan? Jadi ini adalah penurunan besar, seperti kata orang Jepang: “Persetan dengan Trilateral Commission kalian, sebab kalian tidak akan mendengarkan kami.”

Jadi, anyway, maksud saya adalah, keluarga-keluarga tersebutlah yang menguasai Federal Reserve Board dan semua tangan sewaan mereka. Mereka punya uang.

KC: Jadi orang Takenaka yang datang kepada Anda dan membuat penawaran untuk menjadi Freemason diutus oleh “orang” level atas?

BF: Well, Takenaka merupakan murid Henry Kissinger. Dan Henry Kissinger bekerja untuk David Rockefeller. Dan saya telah mendakwa Takenaka menjual sistem keuangan Jepang kepada Rockefeller. Oke? Jadi pada dasarnya jika Anda, misalnya, membayangkan video game, oke? Sebuah piramida. Dan tingkat pertama di piramida itu adalah pandu pramuka, ya kan? Dan sekitar tingkat ke-4 adalah Rotary Club dan Anda terus menanjak. Well, saya persis mencapai level puncak, sebab mereka bilang kepada saya ketika menawari untuk bergabung dengan Freemason: “Dengar, di atas level ke-33 terdapat 13 level.” Oke? Dan ingat uang dolar AS? Piramida bagian atas? Mata melambangkan orang-orang yang menyuruh ras manusia untuk bekerja membangun piramida. Jadi, Anda paham, itu adalah piramida yang belum rampung. Oke?

Jadi di atas tingkat ke-33 terdapat 13 tingkat. Dan ini merupakan kelompok dalam beranggotakan sekitar 10.000 orang yang mengendalikan barat. Dan saya ingin katakan bahwa banyak dari mereka merupakan orang-orang sopan yang sebetulnya ingin berbuat baik dan tak ingin berada dalam barisan tersebut namun tak punya pilihan. Saya bersedia mengatakan bahwa mayoritas orang-orang di kelompok elit tersebut adalah orang berhati baik yang ingin melakukan hal baik untuk planet ini namun terjebak dalam Istana Raja yang tersembunyi ini.

KC: Oke. Jadi Anda menerima tawaran ini.

BF: Ya.

KC: Apa yang Anda lakukan selanjutnya?

BF: Well, keesokan harinya saya mendapat panggilan telepon dari seorang sutradara Jepang, dan dia bilang kepada saya: “Saya ingin berbincang dengan Anda soal sesuatu.” Jadi saya menemuinya dan dia berkata: “seseorang yang ingin saya pertemukan dengan Anda.” Lalu saya pergi ke kamar hotel lainnnya. Mereka sepertinya menyukai kamar hotel, Anda tahu, saat hendak membicarakan hal penting. Dan, lagi, saya merekam ini, walaupun saya takkan pernah merilisnya. Pria [yang saya temui itu] mengatakan bahwa dirinya mewakili sebuah secret society Asia dan bahwa mereka memiliki 6 juta anggota, termasuk 1,8 juta gangster dan 100.000 pembunuh profesional.

Nah, ingat, saya pernah mengatakan pada Anda bahwa saya mempunyai gelar dalam studi Asia dengan spesialisasi area China. Jadi saya membaca tentang perkumpulan ini dalam buku-buku sejarah. Saya tahu tentang mereka. Mereka adalah Red dan Green. Sebenarnya, Kerajaan Ming adalah seperti titik tinggi peradaban China. Anda akan menemukan bahwa keramik Ming, seni Ming, segalanya berada di level tertinggi. Sebetulnya mereka adalah perkumpulan idilis dan mereka menoleh masa lalunya dengan banyak kecintaan. Dan, terdapat seorang Jenderal yang mengawal perbatasan utara dari orang Manchu dan dia sangat mencintai istrinya. Lalu orang Manchu menculik istrinya itu. Mereka berkata: “Jika kau ingin istrimu kembali, kau harus membiarkan kami melewati gerbang”. Dan dia melakukannya. Kemudian Kerajaan Ming jatuh dan angkatan darat Ming menjadi organisasi bawah tanah, begitu pula angkatan lautnya. Oke?

Jadi Red adalah angkatan darat dan Green adalah angkatan laut. Dan Green juga merupakan birokrasi. Jadi, 1,8 juta orang tersebut adalah gangster. 4,2 juta lainnya adalah intelektual, Ph.D. Mereka adalah orang-orang paling cerdas. Dan rencana mereka adalah menggulingkan Manchu dan mengembalikan Ming. Mereka bertanggungjawab atas Boxer Rebellion yang di antaranya menentang pemakaian opium. Dan ini sangat menarik, sebab orang-orang yang menjual opium adalah Skull & Bones! Jadi mereka telah memerangi secret society barat ini sejak sekurangnya tahun 1800-an.

KC: Oke. Tapi bukankah Inggris yang memperkenalkan opium?

BF: Memang Inggris juga memperkenalkannya, tapi bila Anda memperhatikan Skull & Bones, Anda akan mendapati bahwa mereka merupakan pedagang budak dan penyelundup opium. Itu adalah perdagangan China mereka. Jadi dua-duanya memperkenalkan.

KC: Jadi Anda berada di kamar hotel itu dan, sekarang, Anda memahami latar belakang antara apa yang dia tanyakan kepada Anda dan mengatakan di mana dia….

BF: Well, mereka bilang ingin menawarkan pertolongan kepada saya, sebab saya telah menulis sebuah buku tentang SARS dan senjata biologi dan orang-orang [secret society barat] mencoba membunuh saya dan saya harus melakukan sesuatu terkait hal itu. Ya kan?

KC: Oke.

BF: Mulanya…..semua ini terjadi dalam satu minggu. Dan ini sama sekali, Anda tahu, tidak normal Jadi saya perlu beberapa waktu untuk mencernanya. Hal pertama yang saya pikirkan adalah: “Well, kita bisa memutar video 9/11 di Chinatown.” Tapi saya bilang: “Dengar, izinkan saya menghubungi Anda lagi. Biarkan saya memikirkan ini terlebih dahulu.” Dan saya menghabiskan sekitar satu bulan untuk memikirkannya.

Dan saya mendapat momen ini, yang saya sebut momen “Kill Bill”. Anda tahu, ada sebuah adegan dalam film Kill Bill di mana kedua tokoh wanita bertarung dengan pedang. Seolah-olah pertarungannya akan panjang dan tak menyenangkan? Anda tidak yakin siapa pemenangnya. Ya kan? Tapi salah satu wanita (tokoh jahat) hanya mempunyai mata sebelah. Dia mengenakan tambalan. Tiba-tiba dia merenggut mata tokoh wanita satunya lagi dan membutakannya dan mengakhiri pertarungan.

KC: Yeah. Sulit dipercaya. Amat sangat jelas.

BF: Sangat jelas, tapi saya berpikir: “Hey, mengapa tidak membidik Mata Piramida saja?” Sebab sebagian besar orang barat pun tidak mengetahui itu eksis.

Mereka begitu ditakuti. Maksud saya, mereka sering membunuh begitu banyak orang, sehingga mereka ditakuti. Mereka sangat rahasia, sampai akhirnya internet muncul. Anda tahu? Tak ada seorang pun yang tahu tentang ini. Saya takkan mempercayainya seandainya saya tidak mengalaminya langsung. Tapi kemudian saya menemukan jejak bukti. Lagi, saya menelusuri yayasan-yayasan ini dan siapa yang mengendalikannya; Anda akan melihat bahwa keluarga Rocekfeller mengendalikan sekitar senilai $10 triliun.

Tapi anyway, saya sadar secret society [China] itu memiliki 6 juta anggota sedangkan secret society barat hanya beranggotakan 10 ribu di level puncaknya. Jadi 6 juta melawan 10 ribu. Jadi mendadak saya berkata: “Well, itu sudah cukup! Kita telah mendapatkan bajingan-bajingan ini.” Dan saat itu saya mulai menulis hal-hal mengenai Rense dan, Anda tahu, membuat….

KC: Oke. Jadi Anda kembali bertemu dengan kelompok ini. Bagaimana Anda sekarang menyebut kelompok ini? Sebab mereka merupakan kelompok Yakuza dan secret society China.

BF: Mereka adalah Red Society dan Green Society.

KC: Dan pasti Anda telah bergabung dengan mereka, sebab Anda tidak mati.

BF: Yeah, well, saya bertemu dengan semua bos besar mereka.

KC: Di China?

BF: Di Taiwan. Lalu saya bergabung. Saya menjadi orang barat pertama yang bergabung dalam 500 tahun ini.

KC: Dan dengan begitu Rockefeller, atau, saya tak tahu apa Anda ingin menyebut “Rockefeller”—tapi siapapun itu pemimpin Freemason—harus meninggalkan Anda sendirian pada saat tersebut?

BF: Well, maksud saya, orang-orang China atau Asia itu bilang: “Dengar, kita tidak akan membuat gerakan duluan.” Tapi kemudian saya mulai menulis hal-hal tentang Takenaka dan Rockefeller. Dan saya memperoleh ancaman kematian dari Ninja tadi, Anda tahu? Dia berkata: “”Ultraman, waktu Anda habis, lampu merah Anda bercahaya.” Anda tahu: “Orang-orang yang berakhir di Selat Yokohama adalah orang-orang yang berpikir tidak akan mati.” Banyak sekali…saya menerima email; saya mempunyai salinan ancaman kematian ini.

KC: Apakah saat itu Anda memiliki pengawal? Apa Anda menyewa seseorang?

BF [menarik nafas panjang]: Tidak. Dengar, jika Anda memerlukan pengawal, itu sudah terlambat. Anda harus beroperasi di level lebih tinggi. Maksud saya, jika mereka betul-betul ingin menembak saya, mereka akan melakukannya. Anda harus membuat mereka tidak ingin menembak saya. Begitulah triknya.

KC: Oke. Dan sekarang karena Anda bergabung dengan kelompok ini dan karena kemungkinannya…. Maksud saya, saat Anda sedikit menyatakannya, itu menjadi berita besar.

BF: Tapi yang terjadi adalah, saya mengirim email berbunyi: “Hey, dengar, jika kalian membunuh saya, maka setiap anggota keluarga Rockefeller, Rothschild, Schiff, dan lainnya akan mati.” Anda tahu, ada 600 pembunuh untuk masing-masing mereka, jika kami ingin melakukannya. Benar kan? Jika aturannya adalah membunuh, mereka semua bisa dibunuh.

KC: Kita kenal itu merupakan Majestic – kelompok yang kita sebut Committee of the Majority.  Pada esensinya merekalah yang terancam. Inikah maksud Anda?

BF: Yeah. Itu ide dasarnya, tapi sejak saat itu saya mencoba untuk mendapatkan gambaran lebih akurat tentang apa yang sedang terjadi. Dan akhirnya saya mengarah pada orang-orang yang mengendalikan monopoli Standard Oil dan yang mengendalikan The Fed. Mereka merupakan sumber permasalahan.

Monopoli minyak… Amerika berpikir bahwa itu merupakan kunci kekuatan geopolitik mereka, kontrol minyak. Tapi mereka telah kehilangan kontrol tersebut karena Putin menendang mereka dari Rusia, mereka tidak mengendalikan Iran, atau mungkin sebaliknya, saya tak tahu hal itu. Saya pikir Ahmadinejad dan Bush mungkin bekerja untuk raja yang sama. Saya tak yakin tentang yang satu itu. Tapi Venezuela juga bebas. Jadi mereka kehilangan monopoli minyak mereka.

Dan hal lain yang terjadi adalah bahwa mereka tak lagi mempunyai, secara teoritis, kemampuan militer untuk mengambil bagian dunia lainnya. Oke? Tentara AS tidak bisa mengalahkan China. Mereka melakukan banyak latihan berbeda dan Amerika selalu kalah. Dasarnya adalah, orang China dipersiapkan untuk berperang dan memenangkan perang nuklir. China bisa menempatkan seluruh populasinya di bawah tanah dan menghantam AS dengan 300 misil dan menyapu bersih setiap kota di AS. Amerika bisa menyapu bersih permukaan China tapi orang China semuanya akan berada di bawah tanah. Dan mereka hanya bisa menenggelamkan kapal pengangkut pesawat dan menembak jatuh satelit China. Jadi secara militer tak lagi mungkin untuk mengalahkan China.

Satu-satunya pilihan bagi Pentagon (dan mereka menyadari ini) adalah menggunakan kekuatan lunak dan untuk melakukannya mereka memerlukan uang Jepang guna membiayai kampanye mengakhiri kemiskinan dan menghentikan kerusakan lingkungan. Dan itulah proposal yang saya buat.

Rencana saya, misi saya, adalah memajukan win-win solution untuk setiap orang. Cara terbaik untuk mencegah diri Anda terbunuh adalah dengan tidak mencari musuh. Dan saya tidak ingin mencari musuh. Saya sedang berusaha membuat semua orang bahagia.

KC: Oke. Tapi pada dasarnya Anda sedang membawa apa yang menurut saya adalah musuh bebuyutan, yaitu China dan Jepang, dan mereka bersatu untuk memerangi keluarga Rockefeller dan orang-orang yang menguasai….

BF: Well, saat [Rockefeller dan orang-orangnya] menciptakan senjata biologi yang membunuh bangsa Asia…

KC: Mereka punya musuh bersama.

BF: Maksud saya, dengar, [Rockefeller dan orang-orangnya] mencoba membunuh kita. Apa yang akan kita perbuat?

KC: Benar.

BF: Dan perkumpulan ini, seperti saya katakan, kita kembali kepada sejarah mereka…. Kaisar Meiji membantu mereka menggulingkan Ching dan memasang Sun Yat-Sen sebagai presiden Republik China. Dan dengan demikian, mereka, bersama-sama, membantu membebaskan China. Dan selama Perang Dunia II, perkumpulan ini di Jepang dan negara Asia lainnya semuanya bekerja bersama-sama. Jadi mereka meliputi seluruh Asia. Dan Ketua Mao didanai oleh Soviet, yang merupakan cabang Rothschild. Sehingga geng Green dan Red terakhir kali muncul dalam buku sejarah pada 1949, memerangi komunis di Shanghai. Dan kemudian mereka menghilang. Mereka ingin bergerak secara bawah tanah lagi.

Tapi pada 1967 mereka menendang Illuminati keluar dari China. Itulah alasannya mengapa mereka mengalami keretakan besar antara Soviet dan China, mengapa Uni Soviet dan China hampir berperang nuklir. Dan China telah bersiap secara rahasia. Mereka telah membangun kota-kota besar bawah tanah ini untuk bersiap menghadapi perang nuklir. Mereka mempunyai senjata nuklir. Dan saat itulah mereka menendang Illuminati. Dan China menjadi independen lagi dari keluarga perbankan sentral asal barat ini.

KC: Oke. Lalu di mana HAARP masuk? Beritahu kami hal itu.

BF: Oke. Saat saya mempublikasikan beberapa esai di internet mengenai Rockefeller dan Illuminati, sejarah rahasia Illuminati, saya mendapat panggilan telepon dari Ninja tadi. Dia bilang: “Oh nak, Anda melakukannya. Pasti akan ada gempa di Niigata. Amerika akan menggunakan mesin gempa mereka.” Dan boom, keesokan harinya, terjadi dua gempa 6,8 SR identik di bawah reaktor nuklir terbesar milik Jepang.

KC: Benar.

BF: Dan inilah yang dikatakan Takenaka kepada saya. Dia bilang: “Alasan mengapa saya harus menyerahkan sistem keuangan adalah karena mereka mengancam kita dengan mesin gempa mereka.”

Bayangkan! Sekutu yang membiayai tentara Anda, Anda hantam reaktor nuklirnya dengan mesin gempa??? Maksud saya, bagaimana mungkin memperlakukan seorang teman secara demikian?

KC: Oke. Mari kita bicarakan. Jika mereka memiliki itu, lalu bagaimana secret society timur ini mengklaim akan memerangi mesin seperti itu? Sebab Anda membicarakan tentang senjata skalar, saya yakin Anda tahu itu.

BF: Well, Anda tidak dapat menghentikan pembunuhan dengan mesin gempa. Anda tahu? Orang barat tidak mengetahui pemimpin mereka, pemimpin sungguhan mereka. Jadi yang harus Anda lakukan adalah membunuh pemimpin mereka semuanya. Anda tidak bisa mencegah itu dengan mesin gempa. Itulah maksudnya membidik Mata.

Tapi lebih tepatnya adalah, Anda memberi mereka tawaran yang lebih dermawan. Jadi saya ingin mengatakan kepada orang-orang di Pentagon bahwa kalian mempunyai tugas menyelamatkan planet ini dan kalian akan memperoleh lebih banyak uang daripada sekarang. Pikirkan itu. Mereka menghabiskan $600 miliar, Anda tahu, untuk mencuri minyak dari Irak dan hak jalur pipa dari Afghan. Dengan uang senilai $600 miliar, mereka bisa menempatkan seorang manusia di Mars. Mereka bisa mendirikan pangkalan di Mars saat ini. Jadi kami akan memberi mereka lebih banyak uang daripada yang mereka peroleh dari idiot-idiot pengendali minyak ini.

KC: Tapi jika mereka mencetak uang, mengapa mereka membutuhkan uang?

BF: Well, Anda tahu, beginilah triknya, oke? Dan inilah alasannya mengapa itu ambruk tahun ini. Sejak Perang Dunia II, mereka pada dasarnya mengatakan kepada negara-negara: “Oke, ini ada minyak yang boleh kalian miliki dan ini dolar kalian.” Dan penopang dolar adalah kontrol atas minyak, dan kontrol atas mesin militer besar ini – ancaman kekerasan. Dan kemudian, Anda tahu, ada uang senilai $53 triliun yang beredar. Dan kembali, pemerintah AS berutang $66 triliun kepada rakyatnya sendiri.

Jadi AS perlu meminjam triliunan dolar setahun untuk tetap berjalan. Dan mereka telah melakukannya selama 40 tahun, jadi pada dasarnya mereka bangkrut. Jika Anda memperoleh pendapatan $13.000 setahun dan Anda mempunyai utang $120.000 dan mereka bilang sudah waktunya untuk membayar, well, apa yang bisa Anda perbuat? Mungkinkah mereka mengancam dengan kekerasan? Tidak. Sebab jika itu betul-betul dilakukan, Amerika akan rugi. Jadi mereka tak lagi memakai ancaman kekerasan dan mereka kehilangan monopoli minyak. Begitulah. Ya kan?

Jadi, jika Anda berada di Pentagon, Anda akan berpikir: “Well, satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sekarang untuk mencapai kemenangan adalah mengajak semua bangsa non-Asia ke pihak kita.” Dan untuk melakukannya, Anda bersikap menyenangkan. Anda memerangi kemiskinan dan menyelamatkan lingkungan, Anda tahu, membantu mereka menyelamatkan planet.

Jadi, Anda tahu, saya sedang menawari mereka jalan keluar. Kita harus mengganti dolar dengan mata uang baru. Dan mungkin perlu sekali untuk memiliki semacam mata uang global. Tapi bukan sebagaimana yang direncanakan orang-orang ini – dikendalikan secara rahasia oleh elit rahasia.

Ia harus dikendalikan oleh masyarakat. Ingat itu. Kunci demokrasi adalah kontrol atas uang oleh masyarakat, bukan oleh elit rahasia. Itulah pentingnya uang. Jika Anda kehilangan kontrol atas uang Anda, menyerahkannya kepada orang-orang yang tak bisa Anda lihat, maka Anda adalah budak.

Camkan itu. Jangan pernah lagi membiarkan suatu elit kekuasaan rahasia mengambil kontrol atas uang Anda. Itulah kuncinya. Orang bekerja untuk uang.

Bersambung…

Tentang Pewawancara:
Kerry Cassidy dan Bill Ryan adalah tim di balik Project Camelot (www.projectcamelot.org). Jika pembaca punya informasi internal yang mungkin ingin dipublikasikan, Project Camelot menjanjikan kerahasiaan penuh dan audiensi luas untuk pengungkapan materi penting. Email: support@projectcamelot.org.

Catatan Editor:
Karena keterbatasan ruang, kami tak bisa menghadirkan transkrip lengkap wawancara dengan Benjamin Fulford ini. Untuk mendownload video wawancara dan tiga bagian transkrip, kunjungi www.projectcamelot.org/benjamin_fulford.htm.

Kunjungi website Benjamin Fulford di www.benjaminfulford.com/indexEnglish.html.

Wawancara Bagian 1
Wawancara Bagian 2
Wawancara Bagian 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s