Mitos Jalinan Usamah-CIA

(Sumber: www.911myths.com)

Ini adalah klaim yang bisa Anda baca di hampir setiap tempat: Usamah bin Laden dilatih dan didanai oleh CIA.

Klaim ini begitu sering diulang-ulang di begitu banyak tempat sehingga Anda akan berpikir bahwa semua orang menerimanya. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa beberapa orang percaya hubungan awal itu telah berakhir lama sekali, sedangkan yang lainnya mengatakan itu berlanjut sampai 9/11, dan selebihnya. Meski ini tidak benar. Bukti kuat (bertentangan dengan pernyataan tak bersumber) atas hubungan antara Usamah dan CIA jelas terbatas, meski ada banyak orang yang bilang hubungannya paling banter bersifat tak langsung.

Ambil contoh Jason Burke, kontributor utama film dokumenter BBC The Power of Nightmares. Dalam bukunya, Al-Qaeda, dia menulis berikut:

Sering dikatakan bahwa Bin Laden didanai oleh CIA. Ini tidak benar, dan bahkan mustahil menurut struktur pendanaan yang dibangun oleh Jenderal Zia ul-Haq, yang mengambil alih kekuasaan di Pakistan pada 1977. Syarat kerjasama Zia dengan rencana Amerika untuk mengubah Afghanistan menjadi ‘Vietnam’-nya Uni Soviet adalah bahwa semua pendanaan Amerika untuk perlawanan Afghanistan harus disalurkan lewat pemerintah Pakistan, artinya biro Inter Services Intelligence (ISI) Afghan, dinas mata-mata militer. Pendanaan Amerika, yang hanya mengalir ke kelompok-kelompok mujahidin Afghan, bukan relawan Arab [kelompok Bin Laden], ditambah oleh uang pemerintah Saudi dan dana besar yang terkumpul dari masjid-masjid, lembaga amal non-pemerintah, dan donor pribadi di seluruh dunia Islam. Kebanyakan lembaga amal besar yang beroperasi di Teluk hari ini didirikan pada waktu itu untuk mengumpulkan uang atau menyalurkan dana pemerintah ke masyarakat Afghan, sipil dan pejuang. Nyatanya, hanya 25% dari uang untuk Jihad Afghan tersebut yang betul-betul disuplai langsung oleh negara. (Hal 59, “Al-Qaeda: The True Story of Radical Islam”, oleh Jason Burke)

Steve Coll, mantan Managing Editor Washington Post, juga menyatakan bahwa Bin Laden melintas seringkali tak diketahui oleh CIA, dalam bukunya, Ghost Wars: The Secret History of the CIA, Afghanistan, and bin Laden, from the Soviet Invasion to September 10, 2001:

…Menurut [Ahemd] Badeeb, dalam kunjungan pertama ke Pakistan Usamah bin Laden memberi sumbangan kepada kantor-kantor Jamaat-e-Islami di Lahore, angkatan penggempur politik milik Zia. Jamaat merupakan Ikhwanul Muslimin cabang Pakistan; pelajarnya menjarah dan merusak kedutaan AS di Islamabad pada 1979. Bin Laden tidak mempercayai dinas intelijen resmi Pakistan, kenang Badeeb, dan lebih suka menyalurkan dana amal pertamanya lewat jaringan keagamaan dan politik pribadi.

Dari awal jihad Afghan, intelijen Saudi memakai lembaga-lembaga amal keagamaan untuk menopang operasi unilateralnya sendiri. Ini utamanya meliputi penyaluran uang dan peralatan ke komandan-komandan Afghan yang disenangi yang berada di luar kendali ISI atau CIA… “Bantuan kemanusiaan—itu sama sekali terlepas dari Amerika,” kenang Badeeb. “Dan kami bersikukuh bahwa Amerika tidak akan melakukan itu, tidak akan terlibat—terutama di awal,” sebagian lantaran beberapa mujahidin berkeberatan terhadap kontak langsung dengan kafir Barat…

Menurut kamus mata-mata, masing-masing dinas intelijen besar mulai mengerjakan jihad Afghan—GID [General Intelligence Department, Arab Saudi], ISI, dan CIA—mulai “membagi-bagi” pekerjaan mereka, bahkan ketika ketiganya berkolaborasi lewat penghubung formal…

Bin Laden bergerak dalam [pengawasan] operasi bagian intelijen Saudi, di luar penglihatan CIA… (Hal. 86/87, Ghost Wars, oleh Steve Coll)

Dalam sesi tanya-jawab setelah perilisan bukunya, Coll mengatakan:

Wheaton, Md: “Ada tuduhan langsung dari kaum kiri bahwa CIA mendanai dan melatih Bin Laden. Apa ini benar?” Steve Coll: “Saya tidak menemukan bukti adanya kontak langsung antara perwira CIA dan Bin Laden selama tahun 1980-an, saat mereka bekerja dengan alasan yang kurang-lebih sama yaitu melawan Uni Soviet. Para pejabat CIA, termasuk Tenet, telah bersumpah bahwa kontak semacam itu tak pernah terjadi. CIA pasti mengetahui aktivitas Bin Laden, yang dimulai di pertengahan sampai akhir 1980-an, dan mereka umumnya memandang baik apa yang dia kerjakan pada waktu itu. Tapi kontak langsung Bin Laden adalah dengan intelijen Saudi dan sampai taraf tertentu dengan intelijen Pakistan, bukan dengan Amerika.” (foi.missouri.edu/terrorintelligence/ghostwars.html)

Peter Bergen menguraikan panjang-lebar soal dugaan jalinan CIA-Bin Laden dalam bukunya, Holy War Inc:

Tapi apakah CIA dan orang Arab Afghan berkerjasama secara rahasia, sebagaimana dinyatakan oleh studi belakangan ini? Seorang penulis menuduh: “CIA mendanai dan melatih orang Arab Afghan selama perang.” Penulis lainnya menyebut “peran sentral serdadu Muslim bayaran milik CIA, termasuk lebih dari 2.000 serdadu bayaran dalam perang Afghanistan”. Kedua penulis menghadirkan klaim-klaim ini sebagai aksioma, tapi tak menyajikan bukti nyata.

Komentator lain melaporkan bahwa Bin Laden sendiri dibantu oleh CIA. Sebuah laporan dalam suratkabar terkemuka Inggris, The Guardian, menyatakan: “Pada 1986, CIA bahkan membantunya [Bin Laden] membangun kamp bawah tanah di Khost [Afghanistan] di mana dia akan melatih rekrut dari seluruh dunia Islam dalam seni jihad revolusioner.” ….Sementara itu, Bin Laden telah menyatakan posisi anti-Amerika sejak 1982, dan berkat kekayaan yang diperolehnya dari bisnis konstruksi raksasa milik keluarganya dia tidak memerlukan uang CIA. Nyatanya, kamp bawah tanah di Khost dibangun pada 1982 oleh seorang komandan Afghan dengan pendanaan Arab.

Sebuah sumber yang familiar dengan organisasi Bin Laden menjelaskan bahwa Bin Laden “tak pernah mempunyai hubungan dengan Amerika atau pejabat Amerika… Dia mengatakan di awal 1980-an bahwa peperangan berikutnya adalah dengan Amerika… Tak ada bantuan atau pelatihan atau dukungan lain yang pernah diberikan kepada Bin Laden dari Amerika”. Seorang pejabat senior secara tegas mengatakan bahwa “Bin Laden tak pernah bertemu dengan CIA”.

Meski tuduhan-tuduhan bahwa CIA bertanggung-jawab atas kenaikan orang Arab Afghan menghasilkan tiruan yang bagus, itu tidak membuat sejarah. Kenyataannya jauh lebih rumit, diwarnai dengan bayangan abu-abu yang berubah-ubah. AS ingin bisa menyangkal bahwa CIA mendanai perang Afghan, sehingga dukungannya disalurkan lewat dinas intelijen militer Pakistan, Inter Service Intelligence (ISI). ISI pada gilirannya membuat keputusan tentang faksi-faksi Afghan mana yang harus dipersenjatai dan dilatih, dan cenderung mendanai sebagian besar gerakan Islam dan pro-Pakistan. Orang Arab Afghan pada umumnya berperang bersama faksi-faksi tersebut, begitulah mengapa timbul tuduhan bahwa mereka merupakan suruhan CIA.

Mantan perwira CIA, Milt Bearden, yang menjalankan operasi Afghan dinas tersebut pada akhir 1980-an, mengatakan: “CIA tidak merekrut orang Arab”, sebab tidak ada kebutuhan untuk melakukan demikian. Ada ratusan ribu orang Afghan yang juga bersedia berperang…

Lebih jauh, orang Arab Afghan memperlihatkan penyakit ketidaksukaan terhadap orang Barat. Jouvenal mengatakan: “Saya selalu menjauhi orang Arab [di Afghanistan]. Mereka bersikap memusuhi. Mereka selalu bertanya, ‘Apa yang sedang Anda lakukan di negara Islam?’” Reporter BBC, John Simpson, pernah mengadakan kunjungan erat bersama Bin Laden sendiri di luar Jalalabad pada 1989. Berkeliling bersama sekelompok mujahidin Arab, Simpson dan kru televisinya tiba-tiba bertemu dengan seorang pria Arab berpakaian jubah putih bersih yang indah; orang itu mulai meneriaki kawan-kawan Simpson untuk membunuh orang-orang kafir, lalu menawari sopir truk 500 dolar untuk melakukannya. Kawan Afghan Simpson menampik permintaan itu, dan Bin Laden kemudian ditemukan berada di tempat tidur di kamp, menangis frustasi. Baru ketika Bin Laden menjadi sosok publik, yaitu hampir satu dekade kemudian, Simpson menyadari siapa pria Arab misterius yang menginginkannya mati.” (Hal. 67/68, Holy War Inc, oleh Peter Bergen)

Tingkat permusuhan terhadap orang Barat ini mengindikasikan hubungan yang tak hangat dengan AS, dan ada suatu konfirmasi dalam kisah yang diceritakan ulang oleh Richard Miniter:

…beberapa orang Amerika yang mendengar tentang Bin Laden pada 1980-an mengetahuinya terutama atas pandangan kerasnya yang anti-Amerika. Dana Rohrabacher, kini anggota kongres dari partai Republik dari Negara Bagian Orange, California, menceritakan kepada saya tentang perjalanan yang dia lakukan bersama mujahidin pada tahun 1987. Pada waktu itu, Rohrabacher merupakan ajudan Reagen yang suka melakukan perjalanan darat yang panjang di Afghanistan bersama kekuatan-kekuatan anti-Komunis. Dalam salah satu perjalanan, pemandunya menyuruhnya untuk tidak berbicara bahasa Inggris selama beberapa jam berikutnya lantaran mereka akan melintasi perkemahan Bin Laden. Rohrabacher diberitahu, “Jika mendengar ada orang Amerika, dia akan membunuhmu.” (Hal. 16, Disinformation, oleh Richard Miniter)

Bin Laden sendiri pernah ditanya oleh Robert Fisk soal pendanaan AS:

Fisk: “…bagaimana dengan mujahidin Arab yang dia bawa ke Afghanistan – anggota pasukan gerilya yang juga didorong dan dipersenjatai oleh AS – dan siapa saja yang terlupakan saat perang itu berakhir?” Bin Laden: “Secara pribadi, baik saya ataupun saudara-saudara saya tidak melihat bukti adanya bantuan Amerika…” (Wawancara Fisk, 1996, www.robert-fisk.com (Web Archive))

Dan Ayman al-Zawahiri, orang kedua dalam komando al-Qaeda, menjelaskan lebih jauh dalam tulisannya, Knight under the Prophet’s Banner. Di situ dia menyatakan “orang Arab Afghan” mendapat pendanaan berlimpah dari berbagai sumber Arab, dan menunjukkan indikasi lain bahwa mereka tak pernah mendukung AS:

Sementara AS menopang Pakistan dan faksi-faksi mujahidin dengan uang dan peralatan, hubungan mujahidin muda Arab dengan AS sama sekali berbeda.

Bahkan kehadiran orang Afghan Arab belia itu di Afghanistan dan peningkatan jumlah mereka melambangkan kegagalan kebijakan AS dan merupakan bukti baru atas kebodohan politik AS yang terkenal. Pendanaan aktivitas mujahidin Arab di Afghanistan berasal dari bantuan yang dikirim ke Afghanistan oleh organisasi-organisasi masyarakat. Itu adalah bantuan yang substansial. “Mujahidin Arab tidak terbatas pada pendanaan jihad mereka tapi juga menyalurkan donasi kaum Muslim kepada mujahidin Afghan sendiri. Usamah bin Laden memberitahu saya tentang besaran dukungan masyarakat Arab terhadap mujahidin Afghan yang berjumlah, menurut sumbernya, sampai $200 juta dalam bentuk bantuan militer saja dalam 10 tahun.

Bayangkan betapa banyaknya bantuan yang dikirim oleh organisasi masyarakat Arab dalam bidang non-militer seperti obat-obatan dan kesehatan, pendidikan dan pelatihan kejuruan, pangan, dan bantuan sosial (termasuk menyokong anak yatim, janda, dan orang cacat korban perang). Ditambah semua donasi yang dikirim pada kesempatan khusus seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dan selama bulan Ramadhan.”

Melalui dukungan masyarakat yang tak resmi ini, mujahidin Arab mendirikan pusat-pelatihan dan pusat seruan iman. Mereka membentuk front-front yang melatih dan memperlengkapi ribuan mujahidin Arab dan menyediakan mereka dengan biaya hidup, pemondokan, perjalanan, dan organisasi.

Perubahan Pengawal Bin Laden
Soal hubungan orang Arab Afghan dengan AS, Al-Zawahiri menyatakan dalam bukunya: “Seandainya mujahidin Arab merupakan serdadu bayaran AS yang memberontak terhadap AS sebagaimana dituduhkan, mengapa sekarang AS tak mampu membeli mereka kembali? Apakah sekarang mereka tak diperhitungkan—dengan Usamah bin Laden sebagai pimpinan mereka—sebagai ancaman utama bagi kepentingan AS? Bukankah membeli mereka jauh lebih ekonomis dan berbiaya rendah daripada anggaran besar yang AS anggarkan untuk keamanan dan pertahanan?

Amerika, dengan kebiasaan membesar-besarkan dan kedangkalannya, sedang berusaha menjual ilusi kepada masyarakat dan mengabaikan fakta-fakta paling dasar. Mungkinkah Usamah bin Laden, yang dalam kuliahnya pada tahun 1987 menuntut pemboikotan barang-barang AS sebagai bentuk dukungan terhadap intifadah di Palestina, merupakan agen AS di Afghanistan?…

Lebih jauh, mungkinkah syahid—yang kita hormati—Abdullah Azzam merupakan kaki-tangan AS padahal faktanya dia tak pernah berhenti mengajak pemuda melawan AS dan dia selalu mendukung HAMAS dengan semua sumber daya yang dia berikan?

Mungkinkah gerakan jihad di Mesir merupakan gerakan kaki-tangan AS padahal Khalid al-Islambuli dan rekan-rekannya membunuh Anwar al-Sadat, bahkan sebelum muncul fenomena mujahidin Arab di Afghanistan?

Mungkinkah gerakan jihad di Mesir merupakan gerakan kaki-tangan AS padahal faktanya mereka mendidik anak-anaknya, sejak gerakan dimulai, untuk menolak Israel dan semua perjanjian penyerahan dan untuk menganggap perdamaian dengan Israel sebagai pelanggaran terhadap Syariah Islam?” (Sumber Web Archive)

Richard Miniter punya sedikit lebih banyak cerita mengenai ini dalam Dispelling the CIA-Bin Ladin Myth, dan meski Anda mungkin tidak mempercayai sumbernya, terdapat komentar lebih jauh yang setidaknya layak disimak di halaman lama Departemen Luar Negeri AS, Identifying Misinformation.

[CATATAN: Kami sadar bahwa halaman kami ini hanya membahas bagian permukaan dari topik yang substansial dan panas diperselisihkan. Ini akan dikembangkan di masa mendatang, bila waktu mengizinkan]

Senapan Barrett
Lalu ada banyak orang yang berpikir bahwa dugaan jalinan Bin Laden-CIA terlalu berlebihan atau sama sekali fiksi. Tapi bagaimana jika Anda membaca sesuatu seperti ini?

Para pejabat CIA tetap membantah mengetahui Bin Laden di masa lalu, atau setidaknya tentang jejak surat. Tapi dalam persidangan bukti pengeboman kedutaan AS di Kenya diperlihatkan bahwa sekurangnya pada 1993 Usamah merupakan orang yang mereka kirimi senapan berdaya tinggi. Menurut Boston Globe, ini dikonfirmasi oleh produsen senjata tersebut, sebuah firma di luar Tennessee. (www.abovetopsecret.com/forum/thread314984/pg1)

Klaim ini kelihatannya diambil langsung dari nukilan International Socialist Review edisi November/Desember 2001 berikut:

Sejak 11 September 2001, pejabat CIA menyatakan tidak mempunyai jalinan langsung dengan Bin Laden. Penyangkalan ini tidak mempunyai kredibilitas. Di awal tahun ini, persidangan atas terdakwa pengeboman kedutaan AS di Kenya tahun 1998 menyingkap bahwa CIA mengirim senapan sniper berdaya tinggi langsung untuk operasi Bin Laden di tahun 1989. Bahkan produsen senapan yang berbasis di Tennessee mengkonfirmasikan ini. Menurut Boston Globe. (www.thirdworldtraveler.com/Afghanistan/Afghanistan_CIA_Taliban.html)

Bagaimanapun, terdapat kekurangan referensi yang nyata untuk klaim ini, yang semestinya otomatis membuat Anda curiga. Jadi kami melakukan penyelidikan. Kami tak menemukan sesuatu yang relevan dalam arsip Boston Globe, namun situs pribadi ini sepertinya memuat artikel New York Times yang relevan:

16 Oktober 2001 – New York Times
AS Mengirim Senjata kepada Bin Laden pada tahun 1980-an
WASHINGTON (AP) – Lebih dari satu dekade silam, pemerintah AS mengirim 25 senapan sniper berdaya tinggi ke sekelompok pejuang Muslim di Afghanistan yang meliputi Usamah bin Laden, menurut kesaksian pengadilan dan produsen senjata.

Senapan-senapan itu, dibuat oleh Barrett Firearms Manufacturing Inc. Di Murfreesboro, Tenn, dan dibayar oleh pemerintah, dikirim pada masa kerjasama antara AS dan Muslim yang kala itu berjuang untuk mengusir Uni Soviet dari Afghanistan.

Para pakar meragukan senjata itu masih bisa dipergunakan, tapi transaksi ini lebih jauh menekankan bagaimana Amerika memerangi seorang musuh yang pernah didukung dan bebas dipersenjatai oleh pejabat AS.

Dalam persidangan awal tahun ini atas tersangka pengeboman kedutaan-kedutaan AS di Afrika tahun 1998, Essam Al-Ridi, diidentifikasi sebagai mantan pilot Bin Laden, menyatakan dirinya mengirim persenjataan itu pada tahun 1989 ke Syekh Abdullah Azzam, pembimbing ideologis Bin Laden. Persenjataan itu mempunyai peralatan penaksir jarak (range-finding equipment) dan teropong malam (night-vision scope).

Selama akhir 1980-an, AS mensuplai senjata senilai $500 juta per tahun ke pejuang anti-Soviet termasuk para pemimpin Taliban Afghanistan saat ini, Bin Laden, serta yang lainnya. Suplai itu meliputi sederetan persenjataan mulai dari senjata kecil sampai misil Stinger panggul anti-pesawat.

Al-Ridi, seorang warga Amerika kelahiran Mesir, bersaksi bahwa Azzam menyukai senapan itu lantaran bisa “dipikul oleh perseorangan yang dibuat sedemikian rupa agar seseorang bisa mempunyai meriam berat tapi mobile”.

Saat berada di Afghanistan dan Pakistan, Al-Ridi mengatakan dirinya beberapa kali melihat Bin Laden bersama Azzam.

Ronnie Barrett, presiden Barrett Firearms, menyamakan penjualan senapan kaliber-50 penembus baja itu dengan suplai misil Stinger mengudara yang diberikan kepada gerilyawan anti-Soviet di Afghanistan.

“Senapan Barrett dijemput oleh truk-truk pemerintah AS, dikapalkan ke pangkalan pemerintah AS lalu dikirim ke pejuang kemerdekaan Afghan itu,” kata Barrett.

Penjualan tersebut dipublikasikan oleh Violence Policy Center (VPC), penganjur pengendalian senjata yang menginginkan lebih banyak pembatasan atas penjualan senjata berdaya tinggi seperti yang khusus diekspor oleh Barrett.

“Senapan sniper kaliber-50 ini merupakan alat ideal untuk melakukan teror dan pembunuhan,” kata analis VPC, Tom Diaz…. (www.bartcop.com/117guns.htm)

Barrett di sini mengatakan bahwa ini merupakan operasi pemerintah AS, namun Essam Al-Ridi mengatakan dirinyalah yang mengirimnya, dan tidak membicarakan bantuan [AS] sama sekali. Ini sebuah kontradiksi? Kesaksian persidangan Al-Ridi mengungkap lebih banyak lagi, diawali dengan item lain yang dia kirim:

Pertanyaan: Bisakah Anda beri kami contoh atas apa yang Anda lakukan untuk membantu dari AS?
Jawaban: Set kedua kacamata malam sebetulnya dikirim pada waktu saya kembali bertempat tinggal di AS.
Pertanyaan: Dan berapa banyak kacamata malam?
Jawaban: Sebelas.
Pertanyaan: Bagaimana Anda mengirimnya dari AS ke Afganistan?
Jawaban: Sebagai barang penumpang saja.
Pertanyaan: Dan siapa penumpang yang Anda titipi?
Jawaban: Wadia?
Pertanyaan: Wadia El Hage?
Jawaban: Ya.
Pertanyaan: Setahu Anda, waktu itu tahun berapa?
Jawaban: 1987 atau 1988, saya tak yakin.
Pertanyaan: Setahu Anda, digunakan untuk apa kacamata-kacamata malam itu?
Jawaban: Maksud Anda – well, mereka betul-betul menggunakannya pada malam hari lantaran sebagian besar pergerakan mujahidin adalah di malam hari.
Pertanyaan: Apakah untuk jihad melawan Rusia?
Jawaban: Ya, tentu saja. (Sumber)

Al-Ridi berada di AS saat itu. Dia mengirimi mereka kacamata malam sebagai barang penumpang bersama Wadih El Hage, yang 3 atau 4 tahun kemudian bekerja sebagai skretaris pribadi Bin Laden. Apakah AS betul-betul mengirim peralatan ke Afghanistan dalam kopor, satu set item sekaligus? Sulit dipercaya. Tapi seandainya ini adalah upaya amatir freelance, maka semuanya cocok.

Berikut adalah apa yang dikatakan Al-Zridi mengenai senapan itu:
Pertanyaan: Apa lagi yang Anda kirim?
Jawaban: Saya mengirimkan senapan Barrett, kaliber 50.
Pertanyaan: B-A-R-R-E-T-T. Berapa banyak yang Anda kirim?/p>
Jawaban: 25.
Pertanyaan: Jadi kita perjelas, apakah Wadih El Hage ada kaitannya dengan transaksi itu?
Jawaban: Tidak.
Pertanyaan: Bisakah Anda beritahu kami apa itu senapan kaliber-50?
Jawaban: Kiranya ini merupakan kaliber berat, tapi keunggulannya adalah ia dipikul oleh perseorangan yang dibuat sedemikian rupa agar seseorang bisa mempunyai meriam berat tapi mobile. Pada dasarnya itu. Dan ia sangat kompatibel dengan kaliber 12,7 Rusia.
Pertanyaan: Dan, lagi, apa Anda tahu bahwa senjata-senjata ini akan dipakai dalam Jihad melawan Rusia di Afghanistan?
Jawaban: Ya, tentu saja.
Pertanyaan: Nah, apa Anda pernah melihat sendiri senapan-senapan itu di Afghanistan?
Jawaban: Ya.
Pertanyaan: Bisakah Anda beritahu kami bagaimana Anda melihat senapan itu di Afghanistan?
Jawaban: Bagaimana apanya, tuan?
Pertanyaan: Bagaimana kejadiannya Anda bisa berada di Afghanistan dan melihat senapan-senapan itu?
Jawaban: Saya menerima faks dari mereka yang mengalami kesulitan melihat teropong pada senapan itu, jadi saya diminta –
Pertanyaan: Bisakah Anda jelaskan apa maksudnya “melihat teropong”
Jawaban: Mensejajarkan teropong dengan laras senapan agar Anda dapat mengenai sasaran. Secara sederhana saya bisa katakan demikian.
Pertanyaan: Lantas apa yang Anda lakukan setelah menerima faks tersebut?
Jawaban: Saya merencanakan perjalanan dan saya pergi ke Peshawar dan memeriksa teropong itu untuk mereka.
Pertanyaan: Apa Anda ingat kira-kira tahun berapa itu?
Jawaban: Pasti tahun 1989 sebab waktu itu adalah tahun yang sama di mana Syekh Abdullah Azzam dibunuh. (Sumber)

Sekali lagi, barangnya “saya kirimkan”, bukan dititipkan. Status amatir Al-Ridi diperkuat oleh apa yang terjadi berikutnya. Dari kesaksiannya, ida tinggal di AS, tapi saat terdapat permasalahan dengan senapan, mereka mengirim faks kepada Al-Ridi, dia terbang ke Pakistan dan memperbaikinya. Mengapa CIA mau melakukan itu, ketimbang menyerahkan pekerjaan tersebut kepada personil setempat atau militer Pakistan? Menurut kami ini hanya masuk akal jika Al-Ridi adalah bagian dari operasi yang jauh lebih kecil.

Tentu saja bisa diperdebatkan bahwa Essam Al-Ridi sedang berbohong, tapi kalau demikian itu hanya mempertegas poin yang kita buat: kesaksian persidangan tersebut tidak membuktikan jalinan langsung Bin Laden-CIA.

Tentu saja, masih ada pernyataan Barrett bahwa “senapan Barrett dijemput oleh truk pemerintah AS, dikapalkan ke pangkalan pemerintah AS lalu dikirim ke pejuang kemerdekaan Afghan itu”. Tapi apakah dia punya bukti langsung? Tentu tak ada gunanya menyokong klaim dia di sini. Dan Violence Policy Center mengungkapkan keraguan mereka soal isu tersebut dalam sebuah paper tahun 2002, yang diawali sebagai berikut:

Osama bin Laden Tidak Mendapatkan Senapan Sniper Barrett M82A1 Kaliber-50-nya dari Pemerintah AS

Sebuah laporan Violence Policy Center (VPC) yang diterbitkan Oktober lalu—Voting from the Rooftops: How the Gun Industry Armed Osama bin Laden, other Foreign and Domestic Terrorists, and Common Criminals with 50 Caliber Sniper Rifles—mendokumentasikan secara detail bagaimana bermacam teroris dan penjahat memperoleh dan memakai senapan sniper kaliber-50 buatan Amerika… Di antaranya adalah organisasi Osama bin Laden, kini dikenal sebagai Al-Qaeda, yang membeli 25 buah senapan sniper militer anti-perlengkapan yang powerful ini pada tahun 1988 atau 1989. Transaksi Bin Laden terbuka kepada publik Februari silam melalui kesaksian tersumpah dari seorang saksi pemerintah, Essam Al-Ridi, dalam persidangan atas teroris Al-Qaeda yang dihukum atas pengeboman kedutaan-kedutaan Amerika di Afrika.

Produsen senapan sniper yang dibeli Bin Laden, Barrett Firearms Manufacturing Inc., dan presidennya mengklaim, sebagai respon terhadap laporan VPC, bahwa senapan sniper Bin Laden merupakan bagian dari dukungan pemerintah AS terhadap mujahidin—pejuang kemerdekaan Afghan yang melawan pendudukan Soviet atas negeri mereka selama 1980-an. Praktisnya, Barrett mengatakan, jangan salahkan kami—kami hanya ambil bagian dalam transaksi resmi pemerintah AS, melakukan apa yang diperintahkan negara kita. Barrett menuduh VPC sengaja menyembunyikan fakta ini dalam laporannya.

Pengalihan perhatian ini merupakan upaya transparan untuk mengubah pokok persoalan dengan “menjawab” tuduhan yang tak pernah dibuat. VPC tak pernah menuduh Barrett sengaja menjual 25 senapan sniper ke Al-Qaeda-nya Bin Laden. Maksud VPC adalah—dan akan tetap demikian sampai hukum federal berubah—bahwa industri senjata telah semakin banyak memproduksi senjata mematikan dan lucunya sangat mudah bag teroris seperti Al-Qaeda untuk membeli senjata perang ini secara legal di pasar sipil AS. Ini berbahaya dan beresiko bagi keamanan Amerika.

Tapi, yang terpenting, tidak ada bukti independen bahwa Bin Laden memperoleh 25 senapan sniper Barrett-nya sebagai bagian dari program pemerintah AS. Sebaliknya, terdapat bukti kredibel dan substansial bahwa kondisinya tidak demikian. Selain transkrip kesaksian tersumpah dalam persidangan yang tak terbantah tersebut, bukti itu kini meliputi wawancara VPC dengan tiga mantan pejabat Central Intelligence Agency (CIA) yang betul-betul menjalankan program bantuan mujahidin Afghan dari atas sampai bawah. Pernyataan mereka diperkuat oleh publikasi laporan lain mengenai program bantuan Afghan. (www.vpc.org/graphics/snipercia.pdf)

Mari kita anggap itu tak benar, dan Barrett benar. Ini tetap tidak mendukung pernyataan awal bahwa “CIA mengirim senapan sniper berdaya tinggi langsung untuk operasi Bin Laden”.

Keterangan Barrett, misalnya, tidak menyebutkan CIA, atau tempat tujuan, selain “pejuang kemerdekaan Afghan”.

Al-Ridi juga tidak menyebut-nyebut CIA, ini memperjelas bahwa dia bertindak sebagai penghubung, dan bahwa senjata-senjata itu akan menuju Abdullah Azzam, bukan Bin Laden. (Memang benar Abdullah Azzam dan Bin Laden bekerjasama, tapi ini merupakan tingkat ketidaklangsungan yang lain lagi.)

Dan karena tidak ada sesuatu dari semua orang tersebut yang menunjukkan bahwa seseorang di AS tahu ke mana senjata itu menuju, selain Afghanistan (jika kita anggap Barrett mengetahuinya), cerita ini memberikan bukti yang amat lemah untuk jalinan Bin Laden-CIA.

Baca kesaksian Essam Al-Ridi untuk mengetahui lebih banyak.

Tim Osman
Salah satu keterangan soal dugaan adanya jalinan antara Bin Laden dan AS adalah bahwa dia berkeliling di AS dengan nama sandi, “Tim Osman”, pada tahun 1986 silam:

Pria lain, berpakaian Docker, bukanlah orang Afghan asli dibanding Olberg. Dia adalah orang Saudi berumur 27 tahun. Tim Osman (Ossman) belakangan ini dikenal sebagai Osama bin Laden. “Tim Osman” adalah nama yang dikenakan padanya oleh CIA, untuk turnya di AS dan pangkalan militer AS, dalam mencari dukungan politik dan persenjataan. (www.cryptome.org/tim-osman.htm)

Cari di internet dan Anda akan menemukan dokumen ini, yang dianggap menyodorkan konfirmasi:

Ini diklaim sebagai dokumen resmi yang diterbitkan atas permintaan FOIA (Freedom of Information Act/Undang-undang Kebebasan Informasi), namun ada beberapa alasan untuk meragukannya.

Pertama, dalam dokumen tidak terdapat keterangan yang memperkenalkan dari mana ini berasal, dinas atau departemen mana.

Kedua, dokumen ini mencakup bidang yang ternyata luas. Mengapa sebuah dokumen yang menyebutkan kunjungan Bin Laden harus menyebutkan upgrade software (penyebutan PROMIS UPGRADE), mengadakan banyak penyebutan rahasia dalam satu tempat?

Ketiga, kalimat pembuka seperti “Sekadar pengingat sederhana dan berkesinambungan atas laporan lapangan intel USG sebelumnya, dalam simpanan dan didokumentasikan sepenuhnya” membuatnya terdengar seperti bukan dokumen resmi pemerintah, tapi lebih seperti catatan seseorang.

Keempat, kita sulit mengerti mengapa Pemerintah mau merilis informasi ini pada tahun 2003. Simak kutipan dari Ghost Wars karangan Steve Coll ini:

Wheaton, Md: “Ada tuduhan langsung dari kaum kiri bahwa CIA mendanai dan melatih Bin Laden. Apa ini benar?” Steve Coll: “Saya tidak menemukan bukti adanya kontak langsung antara perwira CIA dan Bin Laden selama tahun 1980-an, saat mereka bekerja dengan alasan yang kurang-lebih sama yaitu melawan Uni Soviet. Para pejabat CIA, termasuk Tenet, telah bersumpah bahwa kontak semacam itu tak pernah terjadi. CIA pasti mengetahui aktivitas Bin Laden, yang dimulai di pertengahan sampai akhir 1980-an, dan mereka umumnya memandang baik apa yang dia kerjakan pada waktu itu. Tapi kontak langsung Bin Laden adalah dengan intelijen Saudi dan sampai taraf tertentu dengan intelijen Pakistan, bukan dengan Amerika.” (foi.missouri.edu/terrorintelligence/ghostwars.html)

Kita percaya bahwa “pejabat CIA” “bersumpah” menyangkal kontak dengan Bin Laden, namun kemudian Pemerintah mau merilis sebuah dokumen seperti ini? Pengalaman memberitahu kita bahwa luar biasa sulit mendapatkan apapun dengan FOIA, apalagi sesuatu sepenting ini.

Kelima, apa permintaan FOIA yang menyebabkan ini dirilis? Kita tidak paham bagaimana sebuah permintaan dapat mengungkap semua informasi dalam dokumen ini. Sekalipun mereka ditanya tentang “Tim Osman” dan memutuskan untuk merilis detail-detail itu, infrmasi lain di halaman tersebut bisa dihilangkan. Lantas mengapa merilis semua kalimat?

Keenam, di mana surat penjelasan yang datang bersama halaman ini? Kita belum melihatnya, atau berkas lainnya untuk mendukung klaim bahwa ini adalah rilis resmi sebagai hasil dari permintaan FOIA.

Kita memmpunyai keraguan. Tapi barangkali kita bisa mempelajari lebih banyak dengan mempertimbangkan Ted Gunderson dan Michael Riconosciuto, dua perwakilan AS yang rupanya hadir dalam pertemuan ini.

Gunderson mulanya terlihat sebagai saksi yang bagus, dia adalah mantan “Agen Khusus Senior” di Los Angeles sampai hari pensiunnya di tahun 1979. Namun, semua tidak sebagaimana kelihatannya. Websitenya (kini sudah tak ada) memuat semua jenis artikel ganjil, mengenai setanisme, “penyimpangan seksual terhadap anak – keterlibatan elit”, “rencana pengurungan sipil”, dan banyak lagi. Kita tidak mempermasalahkan seseorang yang mengekspresikan pandangannya, tapi Gunderson ingin menguangkan pula: klaim paling menarik di situ (“AKTIVITAS TERORIS: PENGETAHUAN AWAL DIPEROLEH OLEH FBI 6 BULAN SEBELUM 9-11”) hanya tersedia bagi mereka yang mau membayar $10 sampai $25 untuk laporannya (Salinan Web Archive untuk halaman “Products-Reports” Gunderson)

Lebih jauh, Gunderson kelihatannya mempunyai reputasi yang tak jelas, bahkan di kalangan komunitas konspirasi.

Apakah Gunderson merupakan salah satu supervisor COINTELPRO FBI selama pengganyangan pembangkang pada tahun 1960-an dan 1970-an? Berdasarkan kedudukan Gunderson di New Haven, Philadelphia, dan Los Angeles, dia punya alat, motif, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam COINTELPRO. Tn. Gunderson, apa yang Anda kerjakan untuk J. Edgar Hoover di tahun 1960-an dan 1970-an? (www.newsmakingnews.com/gunderson.htm)

Lihat www.stewwebb.com/Ted%20Gunderson.html untuk mendapatkan lebih banyak.

Yang akan Anda temukan di situs tersebut adalah keterangan Gunderson sendiri mengenai pertemuan itu (untuk lebih jauhnya kunjungi link di atas):

Sesudah itu, Gunderson merancang pertemuan pada musim semi 1986 di Hotel Hilton di Ventura Boulevard, Sherman Oaks, California, antara dirinya, Riconosciuto, Ralph Olberg (yang secara tersembunyi mewakili Departemen Luar Negeri dalam pertemuan itu dan bertindak sebagai [pejabat] urusan Timur Tengah Deplu), dan seorang pria yang diidentifikasi sebagai “Tim Osman”.

Sebagaimana Gunderson baru ketahui tahun lalu, “Osman” adalah Bin Laden, bersetelan casual Barat dan bepergian dengan paspor Turki.

Gunderson kemudian menemukan bahwa terdapat Osman asli, yakni seorang pejabat Turki. (Sumber Web Archive)

Sekalipun saat itu ada pertemuan, bagaimana kita bisa yakin Osman ini adalah Bin Laden?

Belakangan, Gunderson membuat klaim ekstrim lainnya:

Apakah pemerintah federal sedang membangun kamp rahasia untuk memenjarakan orang-orang yang mengkritik Presiden Barack Obama?

Apakah pemerintah federal akan mengangkut para pemuda ke kamp-kamp untuk mencuci otak mereka agar menyukai agenda Obama? Apakah pejabat pemerintah sedang berencana meniru Reign of Terror Revolusi Prancis, memakai guillotine untuk membungkam musuh-musuh domestik mereka?

Tidak. Tuduhan-tuduhan tersebut, tentu saja, tidak benar.

Namun, tuduhan tersebut beredar di luar sana, serangkaian klaim fantastik yang diumpan oleh orang-orang paranoid mengenai pemerintah. Ini tersebar dan terkadang berkembang-biak lewat internet. Mereka mengumpan subset kemarahan golongan pingir terhadap pemerintah yang merembes ke seantero negeri, yang membakar amarah, tapi juga membantu sekutu Obama untuk melalaikan kemarahan yang lebih luas terhadap agenda pemerintah.

Dalam salah satu tuduhan, pensiunan agen FBI, Ted Gunderson, mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan 1.000 kamp untuk warganegaranya sendiri. Dia juga mengatakan pemerintah telah menyediakan 30.000 guillotine untuk membunuh pengkritiknya, dan telah menyimpan 500.000 peti mayat di Georgia dan Montana untuk jenazah.

Mengapa guillotine? “Sebab,” tulisnya dalam sebuah laporan yang diperoleh Southern Poverty Law Center, yang menelusuri kelompok-kelompok kebencian, “memenggal merupakan cara palng efektif untuk memanen bagian-bagian tubuh.” (www.mcclatchydc.com/100/story/74549.html)

Dan Southern Poverty Law Center mempunyai biografi singkat Gunderson di situs mereka:

Setan Pencari yang Mati-matian
Ted Gunderson, 73 tahun

Setelah 27 tahun di FBI, mencakup tugas menjalankan kantor di Memphis, Dallas, dan Los Angeles, Ted L. Gunderson memulai tur mengerikan.

Pensiun pada 1979, Gunderson mendirikan firma keamanan dan penyelidikan dan akhirnya menjadi penyelidik dalam kasus pelecehan seksual di McMartin Preschool yang sia-sia, di mana dia terpancang pada ide bahwa anak-anak secara rutin menjadi korban penyimpangan ritual Satanik. (Pada akhirnya, tujuh tahun persidangan tidak menghasilkan hukuman apa-apa, dan kasus itu dicela secara luas sebagai perburuan penyihir yang destruktif.)

Dari sana, ini menjadi sangat aneh. Memasuki dunia Patriot sebagai penebar kosnpirasi terkemuka, Gunderson membuat video-video yang menyatakan komplotan rahasia bernama Illuminati mempunyai rencana untuk mengatur dunia. Dia menjual layanan perlindungan masyarakat dari “Electrostatic Sensory Manipulation” dan pengujicobaan “implant otak, chip pelacak, dan lubang resonan”.

Dia mengklaim seorang pejabat pemerintah berkata kepadanya bahwa dirinya yang melakukan pengeboman Oklahoma, “Itu adalah bom saya.” Dia mengatakan bahwa obat untuk sindrom Down adalah mengasingkan diri dari masyarakat, bahwa pemerintah memprektekkan mindcontrol, dan bahwa DNA anak-anaknya disuling oleh alien di Area 51 UFO yang terkenal.

Dan Gunderson menuduh pembawa acara sebuah talkshow UFO ternama melakukan pelecehan anak, sebuah tuduhan yang belakangan membuatnya dituntut atas pencemaran nama baik. (www.splcenter.org/intel/intelreport/article.jsp?pid=361)

Riwayat hidup Gunderson memang terdengar baik, tapi kredibilitasnya kini sama sekali tidak.

Mungkin kita bisa mempelajari lebih banyak dari peserta lain dalam pertemuan itu, Michael Riconosciuto. Atau mungkin tidak… Artikel utama dari sudut pandangnya adalah When Osama Bin Laden was Tim Osman, dan itu tidak mengandung bukti yang lebih kuat daripada sumber lainnya (tapi jangan hiraukan ucapan kami ini – ikuti linknya dan baca sendiri).

Kredibilitas Riconosciuto tidak diperbaiki oleh fakta bahwa dia telah dipenjara sejak tahun 1991, setelh ditemukan bersalah atas kejahatan narkotika (tuduhan yang dinyatakan oleh artikel di atas “dibuat-buat”, tanpa menyodorkan sandaran), tapi itu bukan satu-satunya yang kita persoalkan darinya. Berikut adalah timeline yang menguraikan beberapa klaim seputar Riconosciuto selama bertahun-tahun:

1960-an. Kontak tak langsung dengan tersangka pembunuhan JFK. Di usia 12 tahun, seorang jenius sains belia bernama Michael Riconosciuto membangun perangkat pendengar untuk kantor detektif Guy Banister di New Orleans. Saat remaja, dia mempunyai laboratorium sendiri, dan melakukan riset kanker, sebagaimana yang juga dilakukan oleh Judyth Baker pada waktu itu di Florida. David Ferrie kemudian menyebutkan kepada Judyth bahwa mereka mengharapkan tampilnya periset kanker belia pada Mei 1963, dan berasumsi bahwa Judyth Baker adalah orang yang mereka sangka. Mungkin semestinya Michael Riconosciuto yang tampil, dan Judyth mungkin jatuh ke dalam situasi itu secara kebetulan, muncul di New Orleans dua minggu sebelum Michael. (http://groups.google.co.uk/group/alt.conspiracy.jfk/browse_thread/thread/1151609bc6be315b/ee8030d3292386da?lnk=st&q=%22Michael+Riconosciuto%22&rnum=1&hl=en#ee8030d3292386da)

Kelompok orang tersebut bisa ditelusuri langsung menuju pembunuhan JFK lewat saksi utama hakim Garrison, Fred Lee Crisman (alias Jon Gold). Cari buku karangan Gold (habis cetak dan sulit didapat) berjudul Murder of a City – Tacoma, di mana dia membahas pemanggilan ke hadapan hakim Garrison. Gold juga membahas jenius Michael Riconosciuto, kala itu adalah jagoan elektronik berumur 13 tahun, yang sibuk menyadap telepon polisi dan departemen sheriff sebab penegakan hukum telah mengganggu ayahnya, bisnis narkotika Marshall. (http://groups.google.co.uk/group/alt.conspiracy.princess-diana/browse_thread/thread/7490d550674b7918/1eac47275cd4bbe0?lnk=st&q=%22Michael+Riconosciuto%22&rnum=160&hl=en#1eac47275cd4bbe0)

1973. Dituduh tersangkut-paut dengan pembunuhan pemimpin Chile, Salvador Allende, Michael sering menggambarkan dirinya kepada saya sebagai “pengecut” bagi “elang-elang pengecut” jahat di CIA. Saat berumur AMAT muda, dia menemani “Dr.” John Philip Nichols untuk membantu dalam pembunuhan Allende. (http://groups.google.co.uk/group/alt.conspiracy.princess-diana/browse_thread/thread/7490d550674b7918/1eac47275cd4bbe0?lnk=st&q=%22Michael+Riconosciuto%22&rnum=160&hl=en#1eac47275cd4bbe0)

1980. Terlibat dalam penundaan pelepasan sandera AS di Iran pada 18 Mei 1990, Riconosciuto memanggil keluarga Hamilton dan memberitahu mereka bahwa kasus Inslaw terkait dengan peristiwa October Surprise. Riconosciuto mengklaim bahwa dirinya dan Earl Brian telah bepergian ke Iran pada tahun 1980 dan membayar $40 juta kepada pejabat Iran untuk membujuk mereka agar TIDAK melepaskan sandera sebelum pemilu presiden di mana Reagen menjadi presiden AS. (www.lycaeum.org/books/books/last_circle/5.htm)

Awal 1980-an. “Di awal 1980-an, Michael juga menjabat sebagai Direktur Riset untuk usaha patungan antara Wackenhut Corporation of Coral Gables, Florida, dan Cabazon Band of Indians di Indio, California.” (Sumber Web Archive)

1980-an. Mengetahui riset peperangan biologis. Menurut Riconosciuto, Dafense Advanced Research Projects Agency (DARPA) milik Pentagon menguasai kontrak rahasia untuk riset peperangan biologis. (Sumber Web Archive)

1980-an. Menemukan bom neutron-a. Bakat Riconosciuto sangat disukai orang. Dia menciptakan bom neutron-a (atau “Electro-Hydrodynamic Gaseous Fuel Device”), yang menurunkan permukaan tanah lokasi ujicoba Nevada sebanyak 30 kaki ketika sebuah prototipe diujicoba. Samuel Cohen, penemu bom neutron, berkata soal Riconosciuto: “Saya sudah berbicara dengan Michael Riconosciuto (penemu bom neutron-a) dan dia adalah orang yang luar biasa cerdas. Saya juga punya firasat, yang tak bisa saya buktikan, bahwa mereka berdua (Riconosciuto dan Lavos, partnernya) bekerja secara tak langsung untuk CIA.” (Sumber Web Archive)

Kandidat senjata lainnya segera mengemuka: “bom Neutron-A”. Dalam skenario ini, seorang ilmuwan gila dan jahat (Michael Riconosciuto yang terkenal, saat ini menjalani masa kurungan di penjara AS), mengembangkan senjata super baru untuk Pemerintah AS yang melibatkan peniupan awan bahan kimiawi ke udara, mengisi awan tersebut dengan energi elektrostatik lewat “kabel” kecil yang diangkut roket, dan kemudian meledakkan campuran “bahan bakar-udara” untuk menciptakan ledakan kecil bertipe nuklir. (http://groups.google.co.uk/group/alt.satanism/browse_thread/thread/e63b5771fa3a9265/d08ef92951b35ba1?lnk=st&q=%22Michael+Riconosciuto%22&rnum=131&hl=en#d08ef92951b35ba1)

1980-an: Membuang barang bukti. Riconosciuto juga mengklaim memiliki rekaman yang mendokumentasikan ancaman-ancaman pejabat Departemen Kehakiman terhadapnya, tapi dia telah membuangnya ke rawa dekat Puget Sound pada malam hari penangkapannya atas tuduhan palsu yaitu penggunaan methampetamin. Casolaro menghabiskan berhari-hari memeriksa tanah berlumpur dekat Puget Sound tapi sia-sia, dia mencari rekaman yang seola-olah bisa memverivikasi klaim-klaim “Danger Man”, nama panggilan Casolaro untuk Riconosciuto. (www.umsl.edu/%7Eskthoma/ocrev.htm)

1980-an: UFO dan alien? Setelah kematian Casolaro, Michael Riconosciuto membuat klaim bahwa Casolaro tidak mengetahui apa-apa selain apa yang boleh dia ketahui oleh salah satu dari dua faksi intelijen demi mempermalukan faksi lain. Satu faksi disebut Aquarius dan mempunyai sub-kelompok kepemimpinan yang disebut MJ-12, tentu saja ini adalah nama kelompok rahasia yang didirikan oleh Harry Truman segera setelah peristiwa jatuhnya piring terbang Roswell. Riconosciuto bahkan mengatakan kepada seorang penulis bahwa dirinya menyaksikan otopsi sesosok tubuh alien—ini jauh sebelum film otopsi alien yang terkenal mulai beredar. Beberapa orang menyatakan bahwa kisah-kisah ekstraterrestrial yang menghiasi area-area seperti Area 51 dan Pine Gap dipakai sebagai disinformasi untuk mengalihkan perhatian dari isu serius seperti penyelundupan senjata dan pengembangan senjata rahasia. Pandangan Casolaro sendiri, dan tingkat pengetahuannya dan kepentingannya terhadap upeti dari riset Octopus ini, dan semua yang dia ketahui yang dapat mengangkat kebenaran ke permukaan, mungkin telah lenyap bersama kematiannya. (www.umsl.edu/%7Eskthoma/ocrev.htm)

“Kembali pada Michael Riconosciuto: barangkali editor UFO Magazine, Don Ecker, menyimpulkan kredibilitas Riconosciuto dengan sangat baik saat dia mengatakan kepada Steamshovel, ‘Jika dia bilang pada saya bahwa matahari terbit di pagi hari dan terbenam di sore hari, saya akan mengeceknya dua kali.’ […] Ecker mencatat di UFO Magazine terbitan terbaru (Vol 8, No 1, 1993) bahwa Riconosciuto juga mengklaim pernah menyaksikan otopsi alien bersama Robert Booth Nichols, figur tak menyenangkan lainnya di lingkungan Inslaw. […]” (http://groups.google.co.uk/group/alt.assassination.jfk/browse_thread/thread/898cc95f890f3208/f67245f018327336?lnk=st&q=%22Michael+Riconosciuto%22&rnum=13&hl=en#f67245f018327336)

1980-an. Memiliki koneksi dengan kelompok industri dan militer China, Norinco.” (Sumber Web Archive)

1980-an. Keahlian: “Riconosciuto lebih dari sekadar seorang pakar elektronika misil; dia juga merupakan pakar komputer elektronik dan subjek-subjek terkait seperti kriptologi.” (Sumber Web Archive)

1983-1984. Memodifikasi software PROMIS untuk Departemen Kehakiman guna menginstall backdoor. (www.lycaeum.org/books/books/last_circle/5.htm)

Musim semi 1986. Bertemu Bin Laden sebagai “perwakilan mujahidin, pejuang Afghan yang melawan invasi Soviet atas Afghanistan”. (Sumber Web Archive)

Maret 1991. Mengetahui skandal dana dan keuangan CIA.

[Riconsociuto] mengatakan dirinya juga bertanggung jawab atas pencegahan dana dari penjualan emas China Merah dan penyembunyian jumlah besar dana CIA dan lokasi penyimpanannya.

“Informasi yang tersedia di peralatan komputer saya juga cenderung membuktikan dan menunjukkan bahwa kesepakatan khianat yang digambarkan di atas terkait dengan skandal internasional yang melibatkan Bank of Credit and Commerce International dan Banca Nazionale del Lavoro dan bahwa segi krusial kesepakaran itu berpusat di Chicago dan melibatkan pengadilan dan jaksa di Chicago,” dia menyatakan. (www.federalobserver.com/archive.php?aid=1366)

1991. Memaksa “penjahat profesional” untuk mengakui kejahatannya.

Nichols dan Riconosciuto memaksa Marowitz mengakui kejahatannya dengan menggantungnya secara terbalik di depan baling-baling pesawat.

Riconosciuto mengenang, ”…jadi dia [Marowitz] mulai berbicara…lalu Bob keluar ruangan dari [sambil berkata] seperti ini: ‘Oh Tuhan, saya tak ingin mendengar lagi,’ seraya menutup telinga. Marowitz mulai mengakui setiap kejahatan yang pernah dia lakukan, termasuk pembunuhan Dorfman di Chicago… Maksud saya, terjadi kepanikan besar. Tiba-tiba saja Ted menemukan torpedo dalam pembunuhan Dorfman…” Setelah insiden ‘penggantungan’ itu, Marowitz terbang ke Israel.”

Transkrip ini diambil dari (rekaman) pertemuan pertama Riconosciuto dengan Alan Boyak pada 5 Mei 1991 di ruang tamu pengacara di rumah tahanan Tacoma, Washington….” (http://groups.google.co.uk/group/alt.how.to.join.the.mafia/browse_thread/thread/fd9076af7fdc0b81/852a327d177d727c?lnk=st&q=%22Michael+Riconosciuto%22&rnum=91&hl=en#852a327d177d727c)

1991. Dipenjara. Seminggu setelah memberi surat sumpah kepada Inslaw menyangkut software PROMIS, Riconosciuto ditahan atas tuduhan palsu yaitu pemakaian narkotika.

11 Agustus 1991. Mempercayai bahwa “AIDS” diciptakan di laboratorium peperangan biologis AS. (www.newsmakingnews.com/vmessaymr3,17,00.htm)

Juli 1998. Mengetahui pengeboman kedutaan sebelum peristiwa terjadi, meski sedang dipenjara. Empat puluh hari sebelum pengeboman kedutaan di Afrika Timur pada 7 Agustus 1998, Riconosciuto memberitahu FBI Miami bahwa akan terjadi pengeboman tersebut. (Sumber Web Archive)

2001. Memiliki teknologi canggih untuk menghilangkan ketergantungan terhadap minyak.

Beberapa orang yang berkuasa mungkin punya alasan bagus untuk menahan Michael. Michael telah mengembangkan teknologi yang akan merevolusi energi dan membuat minyak penimbul polusi menjadi usang. Teknologi ini akan tetap eksis, tak peduli apapun yang terjadi pada Michael, tapi mengerikan sekali memikirkan bahwa kecerdasan dan patriotisme orang ini dibalas dengan kurungan penjara 30 tahun. (http://groups.google.co.uk/group/alt.chaos/browse_thread/thread/38917fc3d26608e1/d90c2c5a7642f10c?lnk=st&rnum=10&hl=en#d90c2c5a7642f10c)

2001. Memelihara kontak dengan Mujahidin. “Pada 1980-an, Michael Riconosciuto terlibat dalam negosiasi dengan Mujahidin atas nama pemerintah AS. Negosiasi itu adalah untuk bantuan persenjataan dan $600 juta lebih per tahun dalam perang melawan Soviet. Michael didorong untuk menjalin kontak sendiri dalam jaringan Mujahidin. Setelah tahun-tahun itu, dia masih memelihara kontaknya.” (www.web.archive.org/web/20011224074730/http://www.mindgallery.com/hiddenroom/wizard)

2001. Memperingatkan pihak berwenang tentang serangan anthraks Februari 2001, beberapa bulan sebelum kejadian. Sekurangnya, itulah klaim dia. Salinan situsnya di Archive.org membubuhkan tanggal 24 Desember 2001 pada halaman ini. Itu saat Archive.org mendapatkannya, jadi mungkin peringatan itu lebih awal lagi, tapi tak ada sandaran untuk itu di sini. (http://web.archive.org/web/*/http://www.mindgallery.com/hiddenroom/wizard/ & http://web.archive.org/web/20011224074730/http://www.mindgallery.com/hiddenroom/wizard/)

2001. Memperingatkan pihak berwenang tentang akses teroris terhadap misil SAM.
Hari ini saya menerima dokumen lama, berasal dari pakar komputer, Michael Riconosciuto, yang dengan jelas mengkonfirmasikan bahwa dirinya telah memperingatkan FBI dan anggota Kongres bahwa –kelompok-kelompok teroris Islam sudah memiliki misil Strella-3 dan IGLA-9 Februari ini. (http://groups.google.co.uk/group/misc.activism.progressive/browse_thread/thread/edd50217439c35bf/36b1e4e13fae5d88?lnk=st&rnum=1&hl=en#36b1e4e13fae5d88)

Sebagian besar laporan di atas berasal dari tangan kedua, jadi kita tak bisa yakin bahwa Riconosciuto berada di balik semua klaim di sini. Namun, seandainya separuh saja dari kisah-kisah ini berasal darinya, maka itu akan cukup untuk membuat kita skeptis atas apa yang dia katakan, sebab kisah Osman belum muncul sampai 11 September. Mengapa tak muncul? Bin Laden telah diketahui pers selama bertahun-tahun, lantas mengapa tidak menyebutkannya sejak awal? Apakah kita mau percaya bahwa dia mengetahui serangan Kedutaan tahun 1998, tapi saat itu lupa menyebutkan koneksi AS dengan Bin Laden, tersangka pelaku? Dan jika saat itu Riconosciuto tidak tahu bahwa Osman adalah Bin Laden, lalu bagaimana kita bisa yakin dia sekarang tahu?

Kita bukan satu-satunya orang yang skeptis terhadap Riconosciuto. Berikut adalah tulisan Chip Berlet pada tahun 1990-an:

Sumber lain yang sering dikutip dalam kisah October Surprise adalah Michael Riconosciuto, yang menyediakan banyak petunjuk menggiurkan mengenai reporter investigatif freelance Danny Casolaro sebelum kematiannya, yang diputuskan bunuh diri (lihat “The Octopus File, CJR, November/Desember 1991). Riconosciuto mengklaim mempunyai pengetahuan khusus dalam ilmu komputer dan desain software, jenis pengetahuan yang, menurutnya, membuat dirinya berguna bagi mata-mata intelijen. Casolaro sedang menyelidiki dugaan pencurian oleh departemen kehakiman atas program software milik pribadi yang disebut Promis. Riconosciuto menyodorkan penjelasan: dia bilang kepada Casolaro bahwa seseorang di departemen Kehakiman telah memberikan software itu kepada mata-mata intelijen Amerika untuk dijual ke dinas-dinas intelijen di Kanada dan luar negeri. Bentuk pembayarannya, dia bercerita kepada sang jurnalis, adalah orkestra pembebasan sandera Amerika di Iran.

Riconosciuto melanjutkan dengan merangkai cerita mengenai reservasi Indian Cabazo di selatan California, yang diperuntukan sebagai lokasi riset superrahasia dan pangkalan ujicoba senjata bagi mata-mata intelijen. Casolaro mulai melihat reservasi itu sebagai bagian dari entitas penguasa global yang tak diceritakan, yang dia sebut The Octopus.

Jerry Uhrhammer dari Morning News Tribune, Tacoma, Washington, merupakan satu-satunya reporter yang meliput persidangan narkotika Riconsociuto selama 3 minggu penuh, yang diadakan di Tacoma pada April 1991. Dalam IRE Journal Juli/Agustus 2001, Uhrhammer menulis:

“Setiap reporter yang mengecek file pengadilan sebelum persidangan Riconosciuto dapat menemukan dokumen-dokumen yang menyodorkan penjelasan psikiatris atas kisah-kisah konspirasinya. Psikiater yang memerikasnya pada 1972, sebelum dakwaan narkotika pertamanya, menggambarkan dia sebagai sosok bermental tak stabil yang mempunyai masalah membedakan fakta dan fiksi.” Uhrhammer menambahkan: “Saya cemas dan terkejut beberapa artikel yang mengutip Riconosciuto sebagai sumber utama, jika bukan sumber tunggal, dalam mendukung suatu teori konspirasi, tapi tanpa memberi peringatan kepada pembaca bahwa kredibilitasnya meragukan atau nol.”

Reporter freelance Jonathan Littman menghabiskan empat bulan untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan mengenai reservasi Indian Cabazon, termasuk yang disebarkan oleh Casolaro, yang menggunakan Riconosciuto sebagai sumber. Littman menulis seri tiga bagian yang menggagumkan untuk San Fransisco Chronicle tentang bagaimana orang luar menyalahgunakan kedaulatan suku. Littman dan reporter Chronicle, Michael Taylor, juga menulis sebuah artikel tentang klaim Riconosciuto mengenai beberapa pembunuhan yang terkait dengan orang-orang yang diasosiasikan dengan reservasi Cabazon. “Kita harus membuang berton-ton dagangan besar Riconosciuto,” kata Taylor. (www.publiceye.org/media/spooky.html)

Jadi, kita tidak yakin mengenai saksi-saksi pertemuan ini. Sebagaimana bisa kita lihat, satu-satunya dokumen yang menunjukkan bahwa “Tim Osman” adalah Bin Laden tidaklah bersumber. Dan sekalipun kita menganggap kisah tersebut betul-betul benar, itu tidak menyodorkan sandaran kuat untuk klaim umum bahwa “Bin Laden dilatih/didanai oleh CIA”. Nyatanya, keterangan Gunderson menyebutkan bahwa dia menemui Osman lantaran dirinya tidak lagi bekerja untuk dinas Pemerintah, karena itu cerita ini bisa dipakai untuk menunjukkan tidak ada jalinan kuat antara Bin Laden dan CIA saat ini.

Berdasarkan isu-isu ini, sulit untuk melihat bagaimana kisah Osman bisa memberitahu kita banyak hal. Bukti yang banyak sangatlah esensial sebelum kita bisa mulai membentuk gambaran handal mengenai maksudnya, jika ada.

3 thoughts on “Mitos Jalinan Usamah-CIA

  1. Oh people, it is a big lie to tell the people that there is an allowance for your so-called jihad today. You all miss the point that there HAS to be an Khalifat and so Has to be an Khalifah for the permission for jihad.The last khalifa was the ottoman sultan which got taken away in the 1930 and with whom the Khalifat ended. SO- There is no khalifa now and any jihad against anything exept against ones own self has NO PERMISSION. That is why the muslims ARE WAITING for IMAM MAHDI! Then there will be an Khalifa. Everything else is the biggest lie.Foolish people fall into the well prepared traps spread among muslims since 150 years by the dirty hands and works of secret services. Squarehead-people will never understand this.
    with best wishes Dr. Aswaz truv

    ———————————————————————————————

    Dr. Aswaz Truv

    Sorry-dear reader.
    Since nearly 200 years- if one sincearely wishes to understand what it is all about- one HAS to look at the intentions and works of the “most-of-all-criminal-organisations” ,socalled -Secret Services- unfortunately now spread all over the world.
    This I am writing as an expert in this field.
    All what is written above and elswhere about ,no matter where in the world and in whatever disguise used to manifest theire humanity-poisoning activities,if one wishes to stop that most-criminal-actions one must first of all stop all the socalled “wolfs in sheeps clothes”-the Secret Services-In the first row CIA,Mossad, ISI(=CIA)ect,ect.Taliban IS CIA! Al-Qaida IS CIA! Jihadis ARE CIA! Hamas IS Mossad! etc.etc.
    These agencies have to be shot down forever,their agents and all of those who are involved ,no matter from which walk of life,or those intending to get involved in such an activity- quickely be put in prison for a very long time.then,and only then there will be an end to such nonsence -activities.
    But I am sorry to say that this will first of all not be enough believed and also those organisations are so powerfull today and act above law that the only way to stop them from doing there evil backround-work will be some happening like an asteroid hitting the earth and ending all that most-criminal activities on the spot,because people now are in their deapest sleep since the beginning of HUMAN mankind.
    With most good wishes for the change of mankinds condition we are in now. Dr. Aswaz Truv

    Ps.: These plastic-muslims doing the dirty work for their hidden or not hidden criminal agencies,are the most foolish ones.Why? First and most important of all:
    !!!!!!! THERE IS NO PERMISSION for their socalled JIHAD!!!!!!!!
    How This can be?
    Go! and find out-but ask not the fanatics and extremists
    -they know NOTHING!
    That is Why they are involved.
    And the fact that they are involved alltough there is no permission ,is the most clear sign that Secret Services are financing,supplying with weapons,and doing the propaganda work for it -and for the public-against it.And none of those individuals,no matter what the may be told or believe about,will ever enter paradise or become a matyr by doing such criminal idiot-works for the only benefit to lay much more heavy burdens on themselves,their families,their communities,and even whole mankind,poisoning -for the benefit of their hidden or not hidden suppliers -their hearts and the hearts of all those around them. They are the biggest idiots in that whole game-and the biggest losers. AND SECRET SERVICES KNOW THIS FACT VERY WELL-THAT IS WHY THEY ARE DOING THIS DIRTY WORK NOT BY THEMSELVES-THERE ARE MANY FOOLISH PEOPLE OUT THERE TO MANIFEST A MANY MOST-SLEEPING-ELITES CRIMINAL INTENTIONS.

  2. saya pernah baca sekilas satu buku yang membahas ‘so called’ “terrorisme”. di situ ada kutipan dari ucapan Usamah bin Ladin yang intinya beliau tidak bertanggung jawab atas peristiwa WTC 911 ???

  3. Ya saya termasuk ke dalam golongan yang tidak percaya bahwa pelaku 911 adalah Usamah. Saya yakin pelakunya adalah mossad dan cia. Tapi saya prihatin ada banyak situs jihad yang mengklaim itu perbuatan mujahidin kita. mereka tidak memperitungkan operasi intelijen. memang AS tidak kebal serangan, tidak perkasa, tapi peristiwa serangan ke dalam negeri AS sendiri adalah hal yang paling tidak mungkin dilakukan oleh orang luar. apalagi menyerang departemen pertahanan AS. Itu sulit dicerna, ditinjau dari kedudukan dephan AS dalam kegiatan militer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s