Mitos Pertemuan Bin Laden dan CIA

(Sumber: www.911myths.com)

Sebagian besar klaim mengenai “jalinan CIA” Bin Laden berawal dari Afghanistan 1980-an, namun ada satu klaim yang baru sekali. Yaitu kisah bahwa dia bertemu seorang agen CIA saat menjalani cuci darah di sebuah rumah sakit di Dubai, Juli 2001.

Dubai…adalah tempat pertemuan rahasia antara Osama bin Laden dan agen lokal CIA pada bulan Juli. Seorang partner dari administrasi American Hospital di Dubai mengklaim bahwa musuh publik nomor satu itu dirawat di rumah sakit ini antara 4 sampai 14 Juli…

Miliuner Saudi itu diterima di departemen urologi ternama yang dijalankan oleh Teerry Callaway, spesialis batu empedu dan kemandulan. Dr. Callaway menolak untuk menjawab pertanyaan kami meski dihubungi beberapa kali…

Selama dirawat di rumah sakit, agen lokal CIA, dikenal oleh banyak orang di Dubai, terlihat memasuki elevator utama rumah sakit untuk menuju ruangan Bin Laden.

Beberapa hari kemudian, orang CIA itu membual kepada beberapa teman tentang kunjungannya ke Bin Laden. Sumber berwenang mengatakan bahwa pada 15 Juli, sehari setelah Bin Laden pulang ke Quetta, sang agen CIA dipanggil ke markas pusat. (www.globalresearch.ca/articles/RIC111B.html)

Tak ada indikasi jelas tentang apakah kisah ini benar atau tidak, tapi kita memperoleh beberapa isu.

Pertama: keterangannya tidak bersumber. Siapa partner yang dimaksud? Kita tak tahu. Ini adalah laporan penulis freelance Alexandra Richard yang diperoleh dari sosok tanpa nama tersebut. Apakah keterangan Alexandra akurat? Apakah keterangan sosok tanpa nama itu akurat? Tak ada yang bisa dikatakan.

Kedua: ini tidak dikonfirmasi. Satu atau dua suratkabar lainnya memuatnya, tapi mereka sekadar mereproduksi apa yang sudah dimuat oleh Le Figaro. Setidaknya awalnya tak ada konfirmasi independen. Dan sebetulnya, sebuah terjemahan online memakai headlineCIA Agent Allegedly Met Bin Laden”, yang jika benar, akan terdengar sedikit berbeda.

Penulis Richard Labeviere kemudian menulis sebuah buku, di mana dia mengatakan bahwa “seorang pangeran Teluk yang memperkenalkan diri sebagai penasehat Emir Bahrain” mengkonfirmasi pertemuan itu, yang diatur oleh Pangeran Turki al-Faisal dari Arab Saudi. Berikut adalah rencananya.

“Dengan mengatur pertemuan ini…Turki berpikir bisa memulai negosiasi langsung antara miliuner Saudi (Bin Laden) dan CIA pada satu poin fundamental: agar Bin Laden dan pendukungnya mengakhiri permusuhan terhadap kepentingan Amerika.” Sebagai gantinya, CIA dan dinas (intelijen) Saudi berusaha mengizinkan Bin Laden pulang ke negeri asalnya, meskipun kewarganegaraan Saudi-nya telah dicopot pada Juli 1994. Pertemuan Dubai itu gagal, kata Labeviere. (www.chinadaily.com.cn/en/doc/2003-11/14/content_281605.htm)

[Apa ini] sebuah konfirmasi? Barangkali, tapi lagi-lagi kita tidak tahu sumbernya, jadi akurasinya tak bisa ditetapkan. Tapi sekalipun benar, ini tidak mendukung hubungan antara pertemuan tersebut dan 11 September.

Ketiga: rumah sakit menyangkalnya.

Bernard Koval, direktur rumah sakit, juga membantah sang teroris pernah menjadi paisen di sana, dia mengatakan, “Osama bin Laden tak pernah berada di sini. Dia tak pernah menjadi pasien di sini dan tak pernah diobati di sini. Kami sama sekali tak mengetahui kondisi medisnya. Rumah sakit ini terlalu kecil bagi seseorang untuk dimasukkan lewat pintu belakang.” (www.snopes.com/rumors/kidney.htm)

Mungkin bisa dibantah dengan menyatakan bahwa “mereka tidak tidak akan mau menceritakannya”, dan kita cenderung sependapat. Tapi lantas mengapa “partner dari administrasi rumah sakit ini” memilih berbicara?

Atas pertimbangan serupa, masuk akalkah bahwa orang utama CIA di Abu Dhabi mau “membual” soal pertemuan dengan Bin Laden? Dan bahwa teman-temannya itu mau melaporkan ini kepada pers? Dan bahwa satu-satunya orang di dunia yang memperoleh ini adalah penulis freelance di sebuah suratkabar Prancis?

Selain itu, beberapa orang mencoba mengatakan terdapat signifikansi dalam penolakan Callaway (terduga dokter Bin Laden) untuk berkomentar ketimbang mengeluarkan penyangkalan langsung, tapi menurut pandangan kami itu adalah ekspektasi Anda. Dia adalah seorang pegawai yang terjebak dalam badai pers, Anda mengira manajamen rumah sakit menyuruhnya untuk tidak berkomentar, mereka akan berurusan dengan pertanyaan berikutnya.

Keempat, meski merupakan tuduhan umum, sebetulnya tidak ada bukti nyata bahwa Bin Laden menjalani cuci darah sama sekali, dan banyak orang (termasuk Bin Laden sendiri) yang menyatakan itu sangat tidak mungkin, sebagaimana dijelaskan oleh Richard Miniter dalam Washington Times.

Kelima: diklaim bahwa Dinas Rahasia Prancis terkait dengan kisah ini.

Le Figaro mengatakan Bin Laden sedang dirawat di American Hospital di Dubai karena infeksi ginjal. Rumah sakit membantah pertemuan semacam itu, tapi Le Figaro mengatakan bahwa laporannya didasarkan pada sejumlah sumber, termasuk agen dinas rahasia Prancis dan administrator rumah sakit. (United Press International, Rabu 31 Oktober 2001)

Dan akibatnya ada orang-orang yang menganjurkan kita mesti waspada. Pertimbangkan cerita berikut.

Seorang pebisnis Italia di pusat jalanan ramai antara Prancis dan Italia, yang dipersalahkan oleh dinas intelijen atas dokumen palsu yang menyatakan bahwa Saddam Hussein sedang berusaha membeli material untuk bom nuklir, telah mengakui bahwa dirinya dibayar oleh Prancis.

Orang tersebut, diidentifikasi oleh sebuah kantor berita Italia sebagai Rocco Martino, merupakan subjek artikel Telepgraph awal bulan ini di mana dia disebut lewat nama sandi intelijennya, “Giacomo”.

Pengakuannya kepada hakim penyelidik di Roma pada hari Jumaat rupanya mengkonfirmasi pernyataan bahwa – dengan menugaskan “Giacomo” untuk memperoleh dan mengedarkan dokumen-dokumen – Prancis bertanggungjawab atas beberapa informasi yang kemudian dipakai oleh Inggris dan AS untuk mempromosikan alasan perang dengan Irak.

Diplomat-diplomat Italia mengklaim bahwa, dengan menyebarkan dokumen palsu yang menyatakan bahwa Irak sedang mencoba membeli uranium “yellowcake” bermutu rendah dari Niger, Prancis berusaha “menyetel” Inggris dan Amerika dengan harapan bahwa ketika kekeliruan tersebut terungkap, itu akan meruntuhkan alasan perang, yang ingin dicegahnya. (http://news.telegraph.co.uk/news/main.jhtml?xml=/news/2004/09/19/wniger19.xml)

Sebuah artikel American Thinker mengikuti pendekatan yang sama:

Prancis tentu saja menyangkal bertanggungjawab, tapi dokumen palsu itu dikeluarkan ke publik pada waktu yang persis sama ketika Dominique de Villepin, Menteri Luar Negeri kala itu, berada di New York untuk berusaha membuat Colin Powell percaya bahwa Prancis bersiap membantu menggulingkan Saddam. Pemalsuan Prancis tersebut merupakan bom menggemparkan, dirancang untuk terungkap ke publik segera setelah Colin Powell mengakuinya secara terbuka. (www.americanthinker.com/2005/11/joseph_wilson_iv_the_french_co.html)

Kita harus menegaskan bahwa kita sama sekali tak tahu apakah ini benar, dan Prancis betul-betul sedang mencoba meruntuhkan Pemerintahan AS dan Inggris. Kisah lain menyatakan bahwa Italia malah terlibat (lihat di sini dan di sini), memberi mereka motif untuk menyalahkan orang lain. Martino juga menyebut ide tersebut sebagai “ocehan gila”:

Chiocci: Kecurigaannya adalah bahwa Anda mungkin memainkan permainan Prancis, menentang intervensi di Irak dan berencana mempersiapkan “bola daging beracun” guna membuktikan kepalsuan AS dan Inggris, yang sedang mencari-cari alasan untuk menjustifikasi invasi atas Irak: skandal Niger.

Martino: saya tidak mengerti apa yang Anda bicarakan. Ini adalah ocehan gila, sebab dokumen yang dimaksud berasal dari tahun 2000, setahun sebelum serangan terhadap Menara Kembar di New York dan tiga tahun sebelum keputusan Bush untuk memulai perang melawan Saddam.

Chiocci: Seseorang mungkin telah mengingat dokumen itu, mengambilnya dari keranjang sampah, dan mengedarkannya kembali di momen yang tepat.

Martino: Segalanya mungkin. Dan bagaimanapun, saya adalah korban, alat yang dipakai oleh seseorang untuk permainan yang jauh lebih besar daripada saya. (www.cryptome.org/rocco-martino.htm)

Laporan-laporan berikutnya menyatakan bahwa konon Adam Maiga Zakariaou (konsul Niger) dan Laura Montini (asisten duta besar, dikenal sebagai La Signora) memalsukan surat-surat itu demi uang.

Pernyataan bahwa Prancis ingin meruntuhkan alasan perang Amerika dan Inggris mendapat suatu sandaran dari Anthony Sampson dalam Guardian.

Menurut suratkabar Prancis, Le Figaro, dua bulan sebelum 11 September Osama bin Laden terbang ke Dubai selama 10 hari untuk menjalani perawatan di American Hospital, di mana dia dikunjungi oleh agen lokal CIA. Penyingkapan ini diketahui berasal dari intelijen Prancis yang antusias untuk mengungkap peran ambigu CIA, dan untuk menahan Washington agar tidak memperluas perang ke Irak dan tempat lain. (www.guardian.co.uk/waronterror/story/0,1361,584444,00.html)

Dan walaupun Sampson tidak mengesampingkan kemungkinan kebenaran kisah tersebut, dia memperjelas bahwa permainan antar dinas [intelijen] mungkin juga berada di belakang keterangan itu:

Entah tuduhan mengenai pertemuan Dubai itu dikonfirmasi atau tidak, bocoran luas dari dinas rahasia Prancis menyiratkan situasi mengkhawatirkan tentang rivalitas dan ketiadaan koordinasi antara dinas-dinas intelijen, baik di AS maupun antara sekutu-sekutu barat. Keluhan lumrah intelijen Prancis adalah bahwa kolaborasi dengan Amerika pada esensinya bersifat searah, di mana AS gembira menerima informasi tapi memberi tukaran yang sedikit. (www.guardian.co.uk/waronterror/story/0,1361,584444,00.html)

Dan International Herald Tribune sama skeptisnya:

©2001 International Herald Tribune
Kamis 1 November 2001
Seksi: Berita; Hal. 3
Panjang: 537 kata
Headline: Klinik Dubai Membantah Laporan Pertemuan Bin Laden dengan CIA
Penulis: Joseph Fitchett
Sumber: International Herald Tribune
Lokasi: Paris
Isi: Gelombang skeptisme dan bantahan langsung menyambut laporan sebuah suratkabar Prancis hari Rabu bahwa Osama bin Laden dirawat di sebuah klinik Dubai untuk mengobati ginjal selama 10 hari pada bulan Juli dan di sana bertemu dengan seorang mata-mata intelijen AS – beberapa minggu sebelum serangan 11 September terhadap World Trade Center dan Pentagon.

Laporan itu, dipublikasikan sebagai artikel utama di Le Figaro, sebuah suratkabar konservatif terkemuka di Paris, menyatakan bahwa CIA telah memelihara kontak langsung dnegan Tn. Bin Laden sejak dinas itu pertama kali memperluas bantuan rahasia kepadanya di tahun 1989-an, saat dia menjadi relawan Arab untuk memerangi Soviet di Afghanistan.

Di saat pertemuan yang diduga itu, Tn. Bin Laden sedang dicari-cari di seluruh dunia atas keterkaitannya dnegan pengeboman kedutaan AS di Afrika Timur pada 1998. AS menawarkan hadiah $7 juta untuk informasi yang mengarahkan kepada penangkapannya.

Suratkabar ini tidak menyodorkan konfirmasi independen untuk artikelnya, yang didasarkan pada bocoran dari seseorang “yang diasosiasikan dengan tim manajemen” American Hospital di Dubai, di mana Bin Laden diduga menjalani pengobatan.

“Osama bin Laden tak pernah berada di sini,” kata Bernard Koval, kepala rumah sakit, di Dubai.

Kisah tersebut – tentang perawatan dan kunjungan dari pimpinan lokal CIA – “smaa sekali tak masuk akal”, menurut seorang diplomat Arab di Paris. Dia bilang, Tn. Bin Laden takkan pernah mengambil resiko menjalani pengobatan medis yang panjang di Dubai, negara-kota Teluk yang bebas di mana penyelundup dan serdadu bayaran bisa dnegan mudah direkrut untuk membunuh orang yang terdaftar sebagai musih publik AS nomor satu itu.

“Jika dia membutuhkan pengobatan, dia akan memilih tempat di mana dia bisa mengandalkan keamanan tinggi seperti Baghdad atau Damaskus,” kata pejabat Arab tersebut.

Menurut artikel Figaro, pimpinan pos CIA di Dubai “terlihat” memasuki ruangan Tn. Bin Laden. Tapi kepala klinik bertempat tidur 100 buah itu, Tn. Koval, mengatakan kepada reporter di Dubai bahwa “rumah sakit ini terlalu kecil bagi seseorang untuk dimasukkan lewat pintu belakang” – sebuah frase yang kelihatannya berlaku pada Tn. Bin Laden maupun pimpinan stasiun lokal CIA.

Tn. Kovel mengatakan bahwa tidak ada jejak kehadiran teroris itu dari diskusi dengan semua anggota staf klinik, termasuk Dr. Terry Callaway, spesialis kelahiran Kanada yang diduga mengobati Tn. Bin Laden.

“Dia tak pernah menjadi pasien di sini, dia tak pernah diobati di sini,” kata Tn. Kovel.

Pejabat di Dubai belum bereaksi terhadap laporan ini, dan kedutaan AS di Paris mengatakan bahwa kedutaan AS mempunyai kebijakan untuk tak pernah mengomentari persoalan intelijen.

“Disinformasi mungkin telah ditanam di suratkabar untuk menyatakan pertalian tertutup antara CIA dan Bin Laden yang terus berjalan,” menurut satu sumber intelijen Prancis.

Persekongkolan semacam itu – berdasarkan peran Tn. Bin Laden dalam kampanye CIA melawan Soviet di tahun 1980-an – telah menjadi tema keberatan yang disuarakan oleh beberapa orang di Prancis terhadap serangan militer pimpinan AS di Afghanistan. Kaum kiri Prancis sering melukiskan Tn. Bin Laden sebagai fanatik fundamentalis yang dimanipulasi oleh CIA dengan tujuan menciptakan kondisi di mana AS bisa mengeksploitasi kekerasan teroris untuk memperluas keberadaan militer AS di Asia Tengah.

3 thoughts on “Mitos Pertemuan Bin Laden dan CIA

  1. kami sangat konsern soal rumor hubungan Bin Laden & CIA ini. belakangan banyak muslim yang percaya bahwa Bin Laden adalah agen CIA. tapi kami tidak. kami tidak akan percaya sampai ditegakkan pengadilan Islam atas hal ini. mengapa kami tak percaya? sederhana saja, telusuri saja penulis rumor, berita, atau situs yang memberitakan isu ini. kita akan dapati bahwa mereka adalah orang-orang kiri.

    mengapa orang kiri berkepentingan atas ini? tentu saja. uni soviet runtuh akibat invasi di afghanistan. dan mereka tidak terima dan tidak percaya kenyataan itu. sekelompok orang sipil biasa (mujahid) bisa membangkrutkan militer uni soviet. jadi mereka merangkai cerita bahwa pasti ada bantuan amerika di situ. sebab amerika adalah musuh uni soviet yang punya keinginan untuk meruntuhkannya. (tentu saja, kemungkinan besar, amerika juga ikut masuk ke dalam kancah. tapi mengaitkan itu secara frontal tanpa bukti adalah informasi yang tak bisa diandalkan.)

    selain itu, ciri khas gerakan komunis adalah meruntuhkan martabat sosok yang dikagumi dan diteladani oleh banyak orang. tambahan pula, beberapa whistle-blower yang menebarkan ini ternyata mempunyai koneksi dengan beberapa secret society seperti freemasonry. jadi sudah jelas apa alasan mereka menebarkan berita meragukan dan palsu soal ini. yaitu agar umat islam saling tidak percaya.

    di samping kenyataan ini, kami selalu mendasarkan kepercayaan pada perkataan orang-orang yang mulia. kami percaya usamah bin laden karena banyak sosok mulia juga memuliakannya. misalnya syekh abdullah azzam dan al-zindani. mereka memandang usamah sebagai mujahid, mereka membantu usamah. sebelum propaganda terorisme ini menebar, hampir semua muslim memuliakan abdullah azzam. tapi sekarang, propaganda terorisme telah berhasil sedikit demi sedikit menggeser pandangan kita mengenai abdullah azzam, usamah bin laden, al-zindani, hasan al-banna dan tokoh mulia lainnya.

    kita harus mewaspadai ini. sadar tak sadar, kita telah terhanyut oleh propaganda musuh. ini akibat kita tidak memahami teknik komunikasi dan propaganda mereka. mereka membuat dan mengalirkan banyak informasi, kadang sama, kadang bertentangan. untuk itu kami akan terus dan terus mencari dan menyajikan terjemahan yang membuktikan kepalsuan berita ini.

  2. Sorry-dear reader.
    Since nearly 200 years- if one sincearely wishes to understand what it is all about- one HAS to look at the intentions and works of the “most-of-all-criminal-organisations” ,socalled -Secret Services- unfortunately now spread all over the world.
    This I am writing as an expert in this field.
    All what is written above and elswhere about ,no matter where in the world and in whatever disguise used to manifest theire humanity-poisoning activities,if one wishes to stop that most-criminal-actions one must first of all stop all the socalled “wolfs in sheeps clothes”-the Secret Services-In the first row CIA,Mossad, ISI(=CIA)ect,ect.Taliban IS CIA! Al-Qaida IS CIA! Jihadis ARE CIA! Hamas IS Mossad! etc.etc.
    These agencies have to be shot down forever,their agents and all of those who are involved ,no matter from which walk of life,or those intending to get involved in such an activity- quickely be put in prison for a very long time.then,and only then there will be an end to such nonsence -activities.
    But I am sorry to say that this will first of all not be enough believed and also those organisations are so powerfull today and act above law that the only way to stop them from doing there evil backround-work will be some happening like an asteroid hitting the earth and ending all that most-criminal activities on the spot,because people now are in their deapest sleep since the beginning of HUMAN mankind.
    With most good wishes for the change of mankinds condition we are in now. Dr. Aswaz Truv

    Ps.: These plastic-muslims doing the dirty work for their hidden or not hidden criminal agencies,are the most foolish ones.Why? First and most important of all:
    !!!!!!! THERE IS NO PERMISSION for their socalled JIHAD!!!!!!!!
    How This can be?
    Go! and find out-but ask not the fanatics and extremists
    -they know NOTHING!
    That is Why they are involved.
    And the fact that they are involved alltough there is no permission ,is the most clear sign that Secret Services are financing,supplying with weapons,and doing the propaganda work for it -and for the public-against it.And none of those individuals,no matter what the may be told or believe about,will ever enter paradise or become a matyr by doing such criminal idiot-works for the only benefit to lay much more heavy burdens on themselves,their families,their communities,and even whole mankind,poisoning -for the benefit of their hidden or not hidden suppliers -their hearts and the hearts of all those around them. They are the biggest idiots in that whole game-and the biggest losers. AND SECRET SERVICES KNOW THIS FACT VERY WELL-THAT IS WHY THEY ARE DOING THIS DIRTY WORK NOT BY THEMSELVES-THERE ARE MANY FOOLISH PEOPLE OUT THERE TO MANIFEST A MANY MOST-SLEEPING-ELITES CRIMINAL INTENTIONS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s