25 Cara Untuk Memberangus Kebenaran – Kaidah Disinformasi

Oleh: H. Michael Sweeney
Copyright 1997, 2000 All rights reserved
(Website: www.proparanoid.com)

Diizinkan untuk mencetak ulang/mendistribusikan secara keseluruhan untuk penggunaan non-komersial dan disertai informasi penulis.

Disusun berdasarkan Thirteen Techniques for Truth Suppression karangan David Martin, berikut ini mungkin berguna bagi pemula dalam menghadapi [informasi] terselubung dan setengah benar, kebohongan, dan pemberangusan kebenaran ketika kejahatan serius dipelajari di forum publik. Ini, menyedihkannya, meliputi media berita harian, salah satu pihak paling berdosa sebagai sumber disinformasi. Ketika kejahatan melibatkan konspirasi, atau konspirasi untuk menutupi kejahatan, tanpa kecuali akan ada kampanye disinformasi terhadap orang-orang yang berusaha membongkar dan menyingkap kebenaran dan/atau konspirasi tersebut. Terdapat taktik spesifik yang cenderung diterapkan oleh seniman disinformasi, sebagaimana diungkap di sini. Materi ini juga mencakup tujuh ciri umum seniman disinformasi yang juga terbukti berguna dalam mengidentifikasi pemain dan motifnya.

Semakin cocok pihak tertentu dengan ciri ini dan mengikuti kaidah, semakin besar kemungkinan mereka adalah seniman disinformasi profesional bermotif tetap. Orang bisa dibeli, diancam, atau diperas untuk menyediakan disinformasi, jadi “orang baik” pun dapat menjadi tersangka.

Orang rasional yang tertarik pada kebenaran akan mengevaluasi rantai bukti tersebut dan menyimpulkan bahwa jalinannya kuat dan meyakinkan, bahwa satu atau beberapa jalinannya lemah dan perlu pengembangan lebih jauh sebelum sampai pada kesimpulan, atau bahwa satu atau beberapa jalinannya bisa putus, biasanya menjadikan argumen (tapi tidak pasti demikian jika hubungan paralel eksis atau dapat ditemukan, atau jika jalinan tertentu merupakan sekadar pendukung, bukan kunci) tidak valid. Permainan dimainkan dengan menaikkan isu yang memperkuat atau memperlemah (lebih disukai sampai memutus) jalinan-jalinan ini. Tugas seniman disinformasi-lah untuk mengganggu evaluasi ini…untuk setidaknya membuat orang berpikir bahwa jalinan tersebut lemah atau putus padahal kenyataannya tidak…atau untuk mengajukan solusi alternatif yang menjauhkan dari kebenaran. Seringkali, cukup dengan menghalangi atau memperlambat proses tersebut lewat taktik disinformasi, kemenangan bisa dipastikan diperoleh sebab apati meningkat seiring berjalannya waktu dan retorika.

Dalam setiap kasus kelihatannya benar bahwa jika seseorang tidak bisa memutus rantai bukti untuk solusi tertentu, pengungkapan kebenaran telah berhasil. Jika rantai itu putus, jalinan baru harus ditempa, atau rantai yang sama sekali baru harus dikembangkan, atau solusinya tidak valid dan solusi baru harus ditemukan…tapi kebenaran masih menang. Tidak perlu malu menjadi pencipta atau pendukung solusi, rantai, atau jalinan yang gagal, jika dilakukan dengan jujur dalam pencarian kebenaran. Ini adalah pendekatan rasional. Seraya paham bahwa seseorang bisa terlibat secara emosional dengan sisi tertentu sebuah isu, tidaklah penting sama sekali siapa yang menang, sepanjang kebenaran menang. Tapi seniman disinformasi akan berusaha mengemosikan dan menghukum setiap kegagalan (klaim nyata atau palsu dari itu), dan akan berusaha lewat intimidasi untuk mencegah diskusi secara umum.

Seniman disinformasi dan orang-orang berkuasalah (yang tentu menderita seandainya kejahatan terpecahkan) yang PASTI berusaha mencegah pengujian rasional dan menyeluruh atas rantai bukti yang akan menggantung mereka. Karena fakta dan kebenaran jarang muncul sendiri, itu harus diatasi dengan kebohongan dan penipuan. Mereka yang profesional dalam seni kebohongan dan penipuan, seperti komunitas intelijen dan penjahat profesional (seringkali orang yang sama atau setidaknya bekerjasama), cenderung memakai alat yang nyata dan terumuskan dengan baik dalam proses tersebut. Namun, sebagian besar masyarakat tidak bersenjatakan apa-apa menghadapi senjata demikian, dan seringkali mudah disesatkan oleh taktik yang terbukti ampuh seiring berjalannya waktu ini. Hebatnya, media dan lembaga penegak hukum pun BELUM DILATIH untuk menghadapi isu-isu ini. Bagi kebanyakan pihak, hanya pemain sendiri yang memahami kaidah permainan.

Bagi disinforman semacam itu, sasaran totalnya adalah untuk menghindarkan pembahasan jalinan dalam rantai bukti yang tidak bisa diputus berdasarkan kebenaran, tapi selalu memakai penipuan atau kebohongan cerdik untuk menyeleksi jalinan yang tampak lebih lemah dari kenyataannya, menciptakan ilusi keterputusan, atau, lebih bagusnya, menyebabkan setiap orang yang mempertimbangkan rantai itu menjadi kebingungan dengan sejumlah cara, termasuk metode mempertanyakan kredibilitas penyaji [informasi]. Tolong pahami bahwa fakta adalah fakta, tak peduli siapa sumbernya. Demikian pula, kebenaran adalah kebenaran, tak peduli siapa sumbernya. Inilah alasannya mengapa penjahat diperbolehkan bersaksi terhadap penjahat lain. Ketika motif untuk berbohong sungguh-sungguh ada, satu-satunya bukti aktual bahwa kesakisan tersebut ADALAH bohong menjadikannya sama sekali tidak sah. Sekiranya kesaksian “pembohong” terkenal berdiri sendiri tanpa fakta pendukung, itu sudah pasti layak dipertanyakan, tapi jika kesaksian (argumen) didasarkan pada fakta yang bisa diuji atau dibuktikan, tak jadi soal siapa yang menghadirkan [kesaksian] atau apa motifnya, atau apakah mereka pernah berbohong di masa lalu atau bahkan bermotivasi untuk berbohong dalam perkara ini – fakta atau jalinan akan dan pasti bertahan atau runtuh menurut manfaatnya sendiri dan perannya dalam perkara akan menjadi pendukung belaka.

Lebih jauh, terutama berkenaan dengan forum publik seperti surat kepada editor suratkabar, chat Internet, dan news group, tipe disinformasi memiliki peran sangat penting. Dalam forum-forum ini, topik utama diskusi umumnya adalah upaya individu untuk membuat orang lain tertarik kepada posisi, ide, atau solusinya – lebih-lebih dalam perkembangan saat ini. Orang-orang sering memakai medium demikian sebagai media penyuaraan dan dengan harapan menyerbukkan dan membentuk ide mereka secara lebih baik. Ketika ide semacam itu kritis terhadap pemerintah atau kelompok tetap yang berpengaruh (terutama jika kejahatan mereka menjadi topik), seniman disinformasi mempunyai peran lain – peran untuk menghentikan sejak awal. Mereka juga berusaha menampilkan konsep, penyaji, dan pendukung yang kurang kredibel seandainya terjadi konfrontasi dalam forum yang lebih umum di masa mendatang akibat kesuksesan awal mereka. Anda dapat sering mengenali tipe disinformasi bekerja di sini lewat penerapan unik “standar diskusi lebih tinggi” daripada yang diperlukan. Mereka akan menuntut agar orang-orang yang menyajikan argumen atau konsep menopang segalanya dengan level keahlian yang sama seperti profesor, peneliti, atau penulis investigatif. Jika tidak, diskusi apapun menjadi tak bermakna dan tak berharga menurut opini mereka, dan seseorang yang tak sependapat jelas dianggap bodoh – dan mereka umumnya menyatakan itu dengan istilah yang tepat demikian.

Jadi, saat Anda membaca diskusi semacam itu, terutama dalam news group (NG) Internet, putuskan sendiri apakah argumen rasional sedang diterapkan dan apakah disinformasi, psyop (operasi perang psikologis), atau penipuan adalah alatnya. Tuduh mereka yang bersalah secara bebas. Mereka (baik orang yang sengaja berupaya menyesatkan Anda, maupun orang yang sekadar pemikir bodoh atau tersesat) umumnya mencari lindungan saat dijelaskan, atau dengan istilah lain, mereka bicara atau diam (keduanya hasil yang bisa diterima, sebab kebenaran adalah tujuan). Berikut adalah 25 metode, beberapa di antaranya tidak berlaku secara lansgung pada NG. Masing-masing memuat contoh sederhana dalam bentuk aktual (beberapa diuraikan sendiri demi kesederhanaan) dari komentar-komentar NG di setiap peristiwa sejarah yang umumnya diketahui, dan respon yang benar. [Contoh & respon: www.proparanoid.com/truth.html]

Tidak boleh terlalu banyak menuduh – cadangkan untuk penyerang berulang dan orang-orang yang memakai taktik ganda. Respon jangan jatuh ke dalam perangkap emosional atau informasi sampingan, kecuali jika dikhawatirkan bahwa beberapa pengamat akan mudah dibujuk lewat penipuan. Pertimbangkan mengutip kaidah ini secara lengkap daripada sekadar menyebutkannya, sebab orang lain tidak akan punya referensi. Tawarkan diri untuk menyediakan salinan lengkap set kaidah ini berdasarkan permintaan (lihat pernyataan izin di akhir artikel ini).

 

25 Kaidah Disinformasi

Catatan: kaidah pertama dan kaidah lima terakhir (atau enam terakhir, tergantung situasi) umumnya tidak berada langsung dalam kapasitas seniman disinformasi tradisional untuk diterapkan. Kaidah ini umumnya dipakai secara lebih langsung oleh orang-orang di level pemimpin, pemain kunci, atau perencanaan konspirasi kejahatan atau konspirasi penutup-nutupan.

1. Jangan dengarkan kejahatan, jangan perhatikan kejahatan, jangan bicarakan kejahatan. Tak peduli apa yang Anda ketahui, jangan membahasnya – terutama bila Anda adalah figur publik, pembawa berita, dan lain-lain. Jika tidak dilaporkan, itu tidak terjadi, dan Anda tidak harus mengurus isu tersebut.

2. Bersikap ragu dan marah. Hindari membahas isu penting dan fokuslah pada isu sampingan yang bisa dipakai untuk menunjukkan topik tersebut sebagai celaan terhadap suatu kelompok atau tema sakral lain. Ini dikenal pula sebagai kata pembuka ‘Beraninya kau!’.

3. Menciptakan penebar rumor. Hindari pembahasan isu dengan melukiskan semua tuduhan, tanpa mempedulikan tempat atau bukti, sebagai rumor dan tuduhan liar belaka. Istilah menghina lain yang tak ada sangkut-pautnya dengan kebenaran juga bisa berfungsi. Metode ini bekerja baik terutama dengan pers yang bisu, sebab satu-satunya cara di mana publik bisa mengetahui fakta adalah lewat ‘rumor yang diperdebatkan’ semacam itu. Jika Anda dapat mengaitkan material tersebut dengan Internet, gunakan fakta ini untuk menyatakannya sebagai ‘rumor liar’ dari ‘segerombolan anak kecil di Internet’ yang boleh jadi tak berdasar.

4. Gunakan straw-man. Temukan atau ciptakan unsur meragukan dalam argumen lawan yang dapat Anda runtuhkan dengan mudah untuk membuat diri Anda terlihat hebat dan lawan Anda terlihat buruk. Karang sebuah isu yang secara aman dapat Anda nyatakan eksis berdasarkan interpretasi Anda atas lawan atau argumen/situasi lawan, atau pilih aspek terlemah dalam tuduhan. Perkuat signifikansinya dan rusak dengan cara yang terlihat menyingkap kepalsuan semua tuduhan, yang rill maupun hasil karangan, sambil menghindari pembahasan isu riil.

5. Alihkan lawan dengan saling mencemooh dan mengejek. Ini dikenal pula sebagai cara utama ‘serangan terhadap pembawa pesan’, meski metode lain memenuhi syarat sebagai varian pendekatan tersebut. Kaitkan lawan dengan gelar-gelar tak populer seperti ‘orang aneh’, ‘sayap kanan’, ‘liberal’, ‘sayap kiri’, ‘teroris’, ‘penggila konspirasi’, ‘radikal’, ‘milisi’, ‘rasis’, ‘fanatik agama’, ‘kelainan seks’, dan sebagainya. Ini membuat orang lain segan mendukungnya karena khawatir memperoleh label yang sama, dan mereka menghindar mengurus isu.

6. Hit and Run. Dalam forum publik manapun buat serangan singkat terhadap lawan atau posisi lawan Anda dan kemudian ambil langkah seribu sebelum pertanyaan dapat dijawab dengan tangkas, atau cukup abaikan setiap jawaban. Ini bekerja amat baik di Internet dan lingkungan surat-kepada-editor di mana aliran tetap identitas baru bisa dipersilahkan tanpa harus menjelaskan kritik, argumen – cukup buat tuduhan atau serangan lain, jangan pernah membahas isu, dan jangan pernah menjawab respon berikutnya, sebab itu akan menaikkan derajat sudut pandang lawan.

7. Motif pertanyaan. Putar-balikkan atau perkuat fakta yang bisa diambil untuk mengimplikasikan bahwa lawan beroperasi dengan agenda pribadi tersembunyi atau bias lain. Ini menghindarkan pembahasan isu dan memaksa penuduh menjadi bertahan.

8. Meminta bantuan pihak berwenang. Klam diri Anda atau kaitkan diri Anda dengan pihak berwenang dan sajikan argumen Anda dengan cukup ‘jargon’ dan ‘detail’ untuk mengilustrasikan bahwa diri Anda adalah ‘orang yang dikenal’, dan katakan ‘tidak demikian’ tanpa membahas isu atau memperlihatkan secara konkret alasannya atau menyebutkan sumber.

9. Bermain bebal. Tak peduli bukti atau argumen logis apapun yang disodorkan, hindari membahas isu kecuali memiliki sanggahan yang kredibel, masuk akal, berbukti, berguna, berlogika, atau mendukung kesimpulan. Campur dengan baik demi hasil maksimal.

10. Kaitkan tuduhan lawan dengan berita lama. Derivatif straw-man – biasanya, dalam materi yang jelas dan berskala besar, seseorang akan lekas membuat tuduhan yang bisa atau telah dengan mudah diurus – semacam investasi untuk masa mendatang seandainya materi itu tidak begitu mudah dimuat. Saat hal itu bisa diramalkan, pihak Anda harus menaikkan isu straw-man dan lekas urus sebagai bagian dari rencana kemungkinan awal. Tuduhan berikutnya, tanpa mempedulikan validitas atau penemuan landasan baru, biasanya bisa dikaitkan dengan tuduhan awal dan dikesampingkan sebagai pengulangan tanpa keharusan untuk menangani isu sekarang – jadi jauh lebih baik bilamana lawan dilibatkan dengan sumber awal.

11. Bentuk posisi mundur dan bersandar padanya. Menggunakan materi atau unsur kecil dari fakta-fakta, ambil ‘jalan tinggi’ dan ‘akui’ terus-terang bahwa terjadi suatu kekeliruan tak berdosa di masa lalu – tapi lawan telah menangkap peluang untuk meniupkannya secara tidak proporsional dan mengimplikasikan kejahatan lebih besar yang ‘tidak demikian’. Orang lain dapat memperkuat ini atas nama Anda kemudian, dan bahkan secara terbuka ‘menuntut dihentikannya omong-kosong itu’  sebab Anda telah ‘melakukan hal yang benar’. Jika dijalankan dengan tepat, ini bisa mengumpulkan simpati dan respek terhadap ‘[nama] yang menjadi bersih’ dan ‘pengakuan’ atas kekeliruan Anda tanpa mengurus isu yang lebih serius.

12. Enigma tidak memiliki solusi. Mempergunakan payung keseluruhan peristiwa seputar kejahatan dan banyaknya pemain dan peristiwa, lukiskan seluruh keadaan sebagai sesuatu yang terlalu kompleks untuk dipecahkan. Ini menyebabkan orang-orang yang mengikuti perkara tersebut mulai kehilangan perhatian secara lebih cepat tanpa harus mengurus isu aktual.

13. Logika Alice in Wonderland. Hindari pembahasan isu dengan argumen terbalik atau dengan logika deduktif nyata yang menahan fakta material aktual.

14. Tuntut solusi lengkap. Hindari isu dengan mensyaratkan lawan untuk memecahkan kejahatan yang ada secara menyeluruh, cara ini bekerja sangat baik dengan isu yang memenuhi syarat untuk kaidah nomor 10.

15. Cocokkan fakta dengan kesimpulan alternatif. Ini memerlukan pemikiran kreatif, kecuali jika kejahatan direncanakan dengan kesimpulan kemungkinan pada tempatnya.

16. Lenyapkan bukti dan saksi. Jika tidak ada [bukti dan saksi], maka bukan fakta, dan Anda tidak perlu menguru isu tersebut.

17. Ubah subjek. Lazimnya, sehubungan dengan salah satu cara yang terdaftar di sini, temukan cara untuk mengalihkan diskusi dengan komentar kasar atau kontroversial dengan harapan mengalihkan perhatian ke topik baru yang lebih dapat diatur. Ini terutama bekerja secara baik dengan rekan yang bisa ‘berdebat’ dengan Anda soal topik baru tersebut dan mempolarisasi arena diskusi demi menghindarkan pembahasan isu yang lebih penting.

18. Emosikan, Antagoniskan, dan Desak Lawan. Jika Anda tidak bisa melakukan hal lain, caci dan cela lawan Anda dan tarik mereka agar memberikan respon emosional yang akan cenderung membuat mereka tampak bodoh dan termotivasi berlebihan, dan umumnya mengubah materi mereka menjadi kurang koheren. Anda tak hanya akan menghindarkan pembahasan isu, melainkan bahkan bila respon mereka mengurus isu tersebut, Anda bisa semakin menghindarkan isu dengan fokus pada betapa ‘sensitifnya mereka terhadap kritik’.

19. Abaikan bukti yang disajikan, tuntut bukti yang mustahil. Ini barangkali merupakan varian kaidah ‘bermain bebal’. Tak peduli material apa yang disajikan oleh lawan dalam forum publik, anggap material itu tidak relevan dan tuntut bukti yang mustahil didapat oleh lawan (boleh jadi itu eksis, tapi tidak tersedia baginya, atau barangkali itu adalah sesuatu yang diketahui untuk dimusnahkan atau disembunyikan secara aman, seperti senjata untuk membunuh.) Dalam rangka menghindarkan pembahasan isu sama sekali, Anda mungkin perlu menyangkal mentah-mentah dan mengkritik media atau buku sebagai sumber valid, menyangkal bahwa saksi bisa diterima, atau bahkan menyangkal bahwa pernyataan yang dibuat oleh pemerintah atau otoritas lain mempunyai arti atau relevansi.

20. Bukti palsu. Kapanpun memungkinkan, perkenalkan fakta atau petunjuk baru yang dirancang dan dipabrikasi untuk bertentangan dengan sajian lawan – sebagai alat berguna untuk menetralisir isu sensitif atau menghalangi resolusi. Ini bekerja secara sangat baik saat kejahatan dirancang dengan segala kemungkinan untuk tujuan tersebut, dan fakta tidak bisa dengan mudah dipisahkan dari pabrikasi.

21. Hubungi Hakim Agung, Jaksa Khusus, atau badan investigasi berwenang lain. Tumbangkan (prosesnya) untuk menguntungkan Anda dan menetralisir secara efektif semua isu sensitif tanpa diskusi terbuka. Sekali bersidang, bukti dan kesaksian diharuskan rahasia manakala ditangani secara benar. Contoh, jika Anda menguasai pengacara penuntut, itu bisa memastikan Hakim Agung tidak mendengar bukti tak berguna dan bukti tersebut tersegel dan tidak bisa didapat oleh penyelidik berikutnya. Sekali putusan yang menguntungkan tercapai, perkara bisa dianggap ditutup secara resmi. Biasanya, teknik ini diterapkan untuk menemukan orang tak bersalah, tapi bisa pula dipakai untuk menghasilkan tuduhan saat berusaha menjebak korban.

22. Mempabrikasi kebenaran baru. Ciptakan pakar, kelompok, penulis, pemimpin atau pengaruh Anda sendiri yang mau membuat landasan baru lewat riset atau kesaksian ilmiah, investigasi, atau sosial yang berkesimpulan menguntungkan. Dengan cara ini, jika Anda harus betul-betul mengurus isu, Anda bisa melakukannya secara otoritatif.

23. Ciptakan kebingungan lebih besar. Jika metode di atas dirasakan tidak bekerja untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu sensitif, atau untuk mencegah liputan tak dinginkan oleh media atas peristiwa terus-menerus seperti persidangan, ciptakan artikel berita yang lebih besar (atau anggap saja demikian) untuk mengalihkan perhatian orang banyak.

24. Diamkan para pengkritik. Jika metode di atas tidak berlaku, pertimbangkan untuk menyingkirkan lawan dari peredaran melalui suatu solusi definitif sehingga keharusan untuk mengurus isu menjadi lenyap sama sekali. Ini bisa dengan pembunuhan, penangkapan dan penahanan, penggertakan atau penghancuran karakter mereka lewat perilisan informasi kaleng, atau cukup menghancurkan mereka secara finansial, emosional, atau merusak kesehatan mereka dengan parah.

25. Menghilang. Bila Anda adalah pemegang penting rahasia atau banyak tahu dan Anda pikir bahwa tekanannya terlalu kuat, untuk menghindari isu, tinggalkan dapur.

Catatan: Ada cara lain untuk menyerang kebenaran, tapi yang terdaftar di sini adalah yang paling umum, dan metode lain kemungkinan besar merupakan derivatif dari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s