Kudeta Gagal Kaum Sekular

Oleh: Chairul Akhmad
(Sumber: Sabili No. 17 TH. XVII 18 Maret 2010 / 2 Rabiul Akhir 1431, hal. 90-92)

Turki, bekas Kesultanan Utsmani yang kini jadi negara sekular, diguncang percobaan kudeta militer. Aparat keamanan menahan puluhan orang yang diduga terkait dengan upaya merongrong kewibawaan pemerintah.
Melihat gelagat militer yang berusaha menggerogoti kewibawaan pemerintahan yang sah, aparat keamanan Turki segera melakukan penangkapan dan penahanan. “Pagi ini, pasukan keamanan kami melakukan proses penahanan. Lebih dari 40 orang telah ditahan,” kata Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, Senin (22/2) waktu setempat.

Di antara orang-orang yang ditahan terdapat mantan komandan pasukan angkatan udara, angkatan laut, dan sejumlah pejabat senior di kantor kementerian. Percobaan kudeta ini diduga berlatar belakang ketegangan hubungan yang berlangsung selama beberapa tahun antara partai yang berkuasa—Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)—dan kelompok militer.

CNN Turki dan saluran televisi berita NTV melaporkan, polisi telah menahan mantan komandan angkatan udara, Ibrahim Firtina, dan eks komandan angkatan laut, Ozden Ornek, serta lima pensiunan pejabat senior di kantor kementerian. Sleuruhnya kini meringkuk dalam bui untuk dimintai keterangan oleh polisi antiteror.
Sepekan kemudian, jumlah perwira militer yang ditahan mencapai 67 orang, di antaranya Cetin Dogan, seorang pensiunan jenderal yang pernah memimpin angkatan darat, dan Letnan Jenderal Engin Alan, mantan komandan pasukan khusus.

Erdogan yang mendapat dukungan kuat rakyat dan Uni Eropa, menjadi momok bagi militer Turki yang menganggap diri sebagai penjaga sekularisme di bekas kekhalifahan Utsmani itu.

Dalam pidatonya pada Jumat malam, (26/2), Erdogan meminta rakyatnya menunjukkan keberanian dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. “Turki hanya dapat memecahkan masalah dengan menunjukkan keberanian untuk menghadapi masalah. Kecacatan demokrasi bukanlah nasib negara ini. Tidak ada orang yang kebal hukum, tak ada orang yang tak bisa disentuh, tidak ada yang istimewa,” tegasnya.

Operasi Palu Godam
Pada Januari lalu, koran Taraf yang berhaluan liberal, menuliskan laporan bersambung, Firtina dan Ornek telah melakukan perbuatan yang mendiskreditkan partai pemerintah (AKP) sejak 2003.

Selain itu, keduanya merencanakan kudeta dnegan sandi “Palu Godam” dengan cara mengebom dua masjid di Istanbul dan meningkatkan ketegangan dengan Yunani sehingga terjadi adu kekuatan udara dengan Yunani di atas Laut Aegen.

Dalam dokumen rahasia yang diperoleh Taraf, para mantan pembesar militer tersebut menyatakan pemerintah yang dipimpin erdogan sudah tidak layak lagi memimpin Turki. Militer Turki membenarkan adanya dokumen tersebut, walau sebenarnya masalah ini pernah dibahas dalam sebuah seminar. Tetapi mereka menolak kalau kegiatan itu sebagai bagian dari rencana mendongkel pemerintah.

Dalam situsnya, Taraf juga mempublikasikan bukti berupa rekaman dugaan percakapan antara sjeumlah perwira angkatan darat di bawah komando Cetin Dogan di Istanbul. Operasi Palu Godam ini disebutkan telah disusun dan dibahas pada 2003 di jajaran elit angkatan darat, tak lama setelah AKP berkuasa.

Sejauh ini, jaksa penuntut telah mendakwa 400 orang dalam upaya percobaan kudeta, termasuk di antaranya adalah kaum militer, akademisi, jurnalis, dan politisi. Upaya pendongkelan pemerintah oleh militer bukan hal baru.

Sejak 1960, militer Turki telah melakukan empat kali kudeta. Hal ini mereka lakukan sebagai bukti kesetiaan terhadap negara berpaham sekular seperti yang dicita-citakan Mustafa Kamal Attaturk, pendiri Turki modern dan penghancur Khilafah Utsmani.

Mendapat tekanan Uni Eropa, Erdogan secara dramatis mulai membatasi kekuasaan militer dan memperkuat posisinya di bawah pemerintahan sipil. Di saat yang sama, ia juga mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga demokratis.

Permufakatan Kerangkeng
The Kafes atau kerangkeng, adalah sebutan plot yang diduga akan dilakukan militer sekular Turki untuk merongrong pemerintahan AKP dengan memprovokasi politik dan agama minoritas untuk bertindak melawan pemerintah.

Detil plot ini muncul ketika koran Taraf mempublikasikan bocoran dokumen tersebut pada Desember 2009. Berikut adalah kutipan dari dokumen yang bertanggal 2003 dan ditangani oleh Kolonel Levent Goktas.

1. Persiapan
Mengumpulkan nama dan alamat non-Muslim di Turki, daftar media langganan yang dimiliki oleh non-Muslim, nama-nama pekerja, orangtua, dan siswa non-Muslim, juga fasilitas pendidikan dasar dan tempat ibadah non-Muslim. Mencari tahu tanggal-tanggal penting dan hari libur keagamaan non-Muslim di Turki dan di mana lokasi kuburan mereka.

2. Menciptakan ketakutan
Menerbitkan media langganan Agos (koran liberal Armenia, yang pernah disunting oleh almarhum Hrant Dink) pada situs Islam fundamentalis. Membuat ancaman panggilan telepon dan mengirimkan surat ancaman kepada pelanggan Agos. Menuliskan graffiti (coretan) atau kartu pos dengan slogan-slogan ancaman di dinding atau di tempat-tempat di mana non_muslim sering melintas.

3. Dukungan publik
Mempublikasikan daftar langganan Agos di pers nasional dan menjadikannya bahan pemberitaan. Mencari “kolumnis ramah” untuk menulis tentang apa yang sedang terjadi. Menciptakan topik yang dibahas pada program debat di televisi. Menekankan kondisi bahwa AKP “apatis” dengan apa yang sedang terjadi. Meningkatkan kegiatan dan traffic pada situs anti-AKP. Membuat situs yang terlihat mirip dengan milik AKP. Memuat konten religius bahwa mereka menjadikan Agos dan media keagamaan minoritas sebagai target.

4. Aksi
Melakukan serangan bom di pulau-pulau yang terletak di lepas pantai Istanbul, di mana sebagian besar non-Muslim tinggal. Menempatkan bom di terminal penyeberangan feri ke pulau-pulau tersebut. Mmebunuh para pembela hak-hak minoritas. Meletakkan bom di sekitar tempat-tempat pemukiman sepeerti kawasan Agos. Melakukan serangan terhadap pemakaman non-Muslim. Menculik pengusaha dan seniman non-Muslim yang terkenal. Membakar mobil, kediaman, dan tempat kerja non-Muslim. Mengebom dan membakar kawasan Istanbul dan Izmir di mana non-Muslim tinggal. Semuanya harus dikoordinasikan melalui Rencana Sel Khusus, dan kelompok Islam fundamentalis yang akan disalahkan.

2 thoughts on “Kudeta Gagal Kaum Sekular

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s