Perang Libia Ajang Promosi Senjata Eropa

(Sumber: Pikiran Rakyat, Selasa 5 April 2011, hal. 8)

Pada Oktober 2009, parajenderal Libia dibuat terkagum-kagum oleh jet-jet tempur Prancis yang dipamerkan pada pameran dirgantara di Libia. Prancis memang sangat bernafsu untuk menjual jet tempur tercanggihnya, Rafale, kepada negara manapun yang dipandang sebagai pasar potensial, termasuk Libia.

Sebagai iming-iming agar membeli pesawat tempurnya, Prancis juga menyetujui untuk memperbaiki jet tempur Mirage yang telah dibeli Libia bertahun-tahun sebelumnya. Lalu, situasi berubah drastis.

Libia belum sempat menyepakati untuk membeli Rafale. Dan tiga minggu lalu, pesawat tempur canggih itu membombardir Tripoli. Salah satu target pengebomannya adalah pesawat-pesawat Mirage yang telah dijanjikan untuk diperbaiki oleh Prancis.

Bagi jet-jet tempur Rafale, misi pengeboman di Libia adalah debut pertamanya dalam pertempuran yang sesungguhnya. Akan tetapi, bukan hanya Rafale yang pamer kecanggihan di Libia. Rival industri senjata Prancis, Inggris, juga tak ingin ketinggalan untuk ikut pamer di medan tempur.

Melalui pesawat Eurofighter Typhoon (yang dibuat oleh konsorsium empat negara, Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol), negara-negara pembuatnya menunjukkan kepada dunia bahwa mereka pun memiliki alat tempur canggih yang layak dibeli. Pada pameran dirgantara Libia tahun 2009 lalu, di mana Prancis memamerkan Rafale, Eurofighter Typhoon juga dipamerkan. Ironisnya, pangkalan udara tempat pameran tahun 2009 itu kini hancur lebur oleh serangan rudal yang diluncurkan oleh Eurofighter Typhoon.

Wartawan Reuters, Tim Hepher dan Karen Jacobs menulis, itulah potret buram dari pertempuran yang digalang oleh negara-negara industri maju. Dan tidak mengherankan pula, kenapa di masa awal konflik Libia, Prancis dan Inggris “ngotot” untuk segera melakukan operasi serangan udara terhadap Libia.

Libia memang pasar potensial, tetapi Libia bukan satu-satunya pasar yang potensial bagi produk industri militer Eropa. Ketika konflik di Libia memanas, Prancis, Inggris, Jerman, dan Italia, melihat potensi baru yang bisa didapat dari Libia, yaitu pameran pesawat-pesawat tempur yang dioperasikan di medan tempur yang sesungguhnya. Dengan demikian, pesawat-pesawat buatan mereka dapat dilihat kemampuan nyatanya oleh puluhan negara lain di dunia.

“Perang ini adalah tempat terbaik untuk menjajakan pesawat-pesawat tempur Eropa, bahkan lebih baik dibandingkan dengan Perang Irak pada 2003. Anda lihat, untuk pertama kalinya Typhoon dan Rafale bertempur. Da negara itu (Inggris dan Prancis-red.) ingin menekankan tujuannya pada ekspor senjata, terutama Prancis yang begitu ingin memasarkan Rafale,” kata Francis, Tusa, editor jurnal pertahanan di Inggris, Defenses Analysis.

Hal senada juga dikatakan oleh salah seorang pejabat NATO yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurut dia, jika satu unit pesawat tempur sudah digunakan dalam suatu misi tempur, pesawat itu akan dijadikan objek pemasaran yang potensial. “Istilahnya, pesawat tersebut telah teruji dalam pertempuran,” kata pejabat itu.

Industri militer Eropa memang sulit menemukan tempat untuk memamerkan produknya di medan pertempuran yang nyata. Selama ini, berbagai operasi militer besar dunia telah didominasi oleh AS. Oleh karena itu, negara-negara Eropa bernafsu untuk menggelar perang di Libia dan meminimalkan peran AS di dalamnya.

Sekarang, mereka mulai menikmati hasilnya. India, Brasil, Denmark, Yunani, Arab Saudi, Uni Emirat, Oman, dan Kuwait adalah sebagian negara yang telah mendaftar untuk belanja pesawat-pesawat Inggris dan Prancis yang telah unjuk kekuatan di Libia. Sampai saat ini, daftar negara calon pembeli diperkirakan masih terus bertambah, dan negara-negara maju itu selayaknya berterima kasih kepada Muamar Qaddafi dan pemerintahan diktatornya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s