1/3 Wanita dalam Militer AS Diperkosa

Oleh: Ole Ole Olson
26 Januari 2010
(Sumber: www.newsjunkiepost.com)

Menurut NPR, “Pada 2003, sebuah survey terhadap veteran wanita menemukan bahwa 30 persen menyatakan mereka diperkosa saat dalam militer. Studi tahun 2004 terhadap veteran yang mencari bantuan untuk penyembuhan post-traumatic stress disorder menemukan bahwa 71 persen wanita mengatakan mereka diserang secara seksual atau diperkosa saat bertugas. Dan Studi tahun 1995 terhadap veteran wanita perang Teluk dan perang sebelumnya, menemukan bahwa 90 persen dilecehkan secara seksual.”

BBC baru-baru ini memberitakan tentang The Lonely Soldier: The Private War of Women Serving in Iraq karangan Helen Benedict. Buku ini menyelidki kesulitan ekstrim yang dihadapi para prajurit wanita dalam bertugas di luar negeri. Benedict mewawancarai beberapa wanita dalam militer untuk memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai isu tersebut, dan beberapa kisah mereka betul-betul membuka mata.

Spesialis ketentaraan, Chantelle Henneberry, membicarakan beberapa pengalamannya di Irak, “Setiap orang disangka mempunyai teman tempur dalam tentara, dan para wanita disangka mempunyai teman tempur untuk pergi ke WC, atau ke kamar mandi – sehingga Anda tidak diperkosa oleh salah seorang pria di sisi Anda sendiri. Tapi karena saya adalah satu-satunya wanita di sana, saya tak punya teman tempur. Teman tempur saya adalah senjata dan pisau.”

Studi lain menyimpulkan bahwa 90 persen wanita yang bertugas dilecehkan secara seksual. Studi lain lagi memperkirakan bahwa 90 persen pemerkosaan tidak dilaporkan, meski sejak tahun 2005 pelaporan kejahatan dengan kerahasiaan sudah lebih mudah. Ini adalah sebuah wabah yang perlu diatasi.

Sebuah diskusi online dari seorang bekas prajurit yang identitasnya dilindungi mengatakan begini, “Setidaknya satu pemerkosaan berakhir. Ini adalah kemerosotan hari demi hari yang perlahan merusak Anda. Tak seorang pun teman saya yang diperkosa dalam tugas melaporkannya. Atau jika kami mencoba, kami diperintah untuk tutup mulut demi ‘moril’. Bekerja sehari-hari bersama pemerkosa Anda sangat tidak menyenangkan, percayalah.”

Cara militer menangani ini tampaknya memperlihatkan pola menyembunyikan masalah. Pada 2008, 62 persen narapidana penyerangan seksual atau pemerkosaan menerima hukuman amat ringan seperti penurunan pangkat, skors, atau teguran tertulis.

Persoalan ini tidak terbatas pada militer AS saja. Penyimpangan ini juga merajalela di kalangan kontraktor pertahanan swasta di luar negeri, sebagaimana baru-baru ini disorot oleh pers mengenai Jamie Leigh Jones. Nona Jones bertugas di Rak pada 2005 ketika tujuh pegawai Halliburton/KBR mencekoknya dengan obat-obatan dan memperkosanya secara brutal beramai-ramai. Lukanya begitu parah sampai-sampai vagina dan anusnya koyak, implant payudaranya pecah, dan otot dadanya robek. Respon KBR adalah menguncinya di kontainer pengapalan hanya dengan tempat tidur, dan tidak memberinya makan, minum, dan perawatan medis. Alat-alat pemerkosaan yang diambil setelah dia siuman lenyap secara misterius.

Kejahatan ini akhirnya membawa pada amandemen terhadap RUU Anggaran Pertahanan (Defense Appropriation Bill) oleh Senator Al Franken (D-MN). Ini akan mewajibkan kontraktor pertahanan untuk mengizinkan akses terhadap pegawainya bagi pengadilan AS dalam kasus pemerkosaan atau penyerangan seksual, tak peduli di mana mereka ditempatkan. 30 senator Republik yang menentang amandemen ini kini dihina dalam website Republicans for Rape dan oleh John Stewart dalam Daily Show.

Budaya kekerasan seksual terhadap wanita yang dibolehkan eksis dalam militer AS maupun kontraktor swasta harus diakhiri. Saat hampir 1/3 wanita yang bertugas diperkosa, dan lebih dari 2/3 diserang secara seksual, ini merupakan persoalan sistemik dan merajalela.

One thought on “1/3 Wanita dalam Militer AS Diperkosa

  1. Wow..ajib..negara yg kata nya menjunjung HAM dunia ini.pada kenyataan nya adalah perwujudan dr setan yg haus darah. Wajar jk keluarga dari para korban,menaruh dendam,dan berusaha membalas sakit hati mereka,melalui cara mereka sendiri. Dan tragis nya,mereka pun di cap sebagai TERORIS..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s