Persekongkolan Yahudi Cabul dengan Media Hipokrit

Oleh: Cahyono Adi
Rabu, 7 April 2010
(Sumber: http://cahyono-adi.blogspot.com/)

“Seorang Yahudi boleh berhubungan seks dengan seorang anak kecil selama anak kecil itu berumur kurang dari 10 tahun.” (Sanhedrin 54b, Talmud, kitab suci Yahudi)

Beberapa waktu media-media massa di seluruh dunia, termasuk media-media massa Indonesia, dihebohkan oleh skandal seks yang dilakukan gubernur New York Elliot Spitzer. Surat kabar JP, salah satu koran terbesar di Indonesia, bahkan menuliskan tulisan bersambung di halaman muka. Skandal yang dilakukan sang gubernur sebenarnya sebuah peristiwa biasa-biasa saja. Seorang laki-laki normal yang suka “jajan”, 9 dari 10 laki-laki normal Amerika melakukan hal yang sama. Bahwa kejadian itu kemudian diliput begitu masif oleh media massa Amerika dan underbow-nya di seluruh dunia termasuk Indonesia kemudian menjadi pertanyaan. Namun pertanyaan tersebut tentu saja tidak pernah dijelaskan oleh media-media massa karena sang gubernur “dijerat” oleh orang-orang Yahudi terkait perkara serius antara dirinya dengan mafia industri keuangan Wall Street dan penggerak “holocoust industry” yang telah memeras industri perbankan Swiss dan Jerman hingga miliaran dollar. Bahkan pemilik dan pengelola “Emperor’s Club”, tempat sang gubernur dijebak dengan umpan pelacur kelas atas, tidak pernah disebutkan dengan jelas, karena mereka adalah Yahudi.

Berita-berita yang begitu gegap gempita tentang skandal “tidak penting” Elliot Spitzer tersebut sekaligus juga menutupi berita lainnya yang jauh lebih penting, yaitu pengunduran diri Laksamana Fallon sebagai kepala staf gabungan Amerika. Fallon, seorang patriot, adalah penentang keras kebijakan militerisme-zionisme Presiden Bush (dia menyindir Bush dan pendukung-pendukungnya sebagai orang-orang gila) dan oleh karenanya dia dipaksa untuk mundur. Berita tentang pengunduran diri Fallon jika tidak diredam bisa membuat para patriot nasionalis Amerika marah. Jangan dilupakan, para patriot yang kecewa dengan pemerintahnya ini pernah mengebom gedung WTC tahun 1993 selain sebuah gedung federal yang menewaskan puluhan orang.

Marilah mengungkap sedikit fakta yang disembunyikan media-media massa hipokrit itu. “Emperor’s Club” dioperasikan oleh Michael Brener, warga negara Israel yang saat ditangkap ternyata memiliki dua paspor, Israel dan Amerika, dan di dalam tasnyad ia membawa jutaan dollar. Ini bukan masalah bagi Israel meski menjadi masalah besar di negara lain. Israel menganggap semua orang Yahudi, tidak peduli dia sudah menjadi warganegara manapun, akan dianggap sebagai warganegara Israel, asal bisa menunjukkan kesetiaan kepada Israel. Merekalah yang kemudian menjadi ujung tombak mata-mata Israel dan dikenal sebagai “sayan”. Presiden Prancis Nicholas Sarkozy adalah salah seorang yang diduga kuat sebagai “sayan” dan perihal ini pernah dipublikasikan oleh media massa nasionalis Perancis, Le Monde. Dan soal bisnis prostitusi, orang-orang Yahudi adalah pelopornya. Selain itu bagi dinas inteligen Israel, Mossad, prostitusi menjadi salah satu senjata utama mereka. Menjebak sasaran dengan umpan pelacur adalah salah satu metode favorit mereka.

Saat ini, sebagaimana tahun-tahun yang lalu dan dilakukan tanpa mengenal lelah, media-media massa hipokrit meliput secara bombastis skandal seks yang melibatkan para pendeta Katholik saat umat Kristen menyambut hari raya Paskah. Ironisnya pada saat yang sama mereka “menyembunyikan” skandal-skandal seks para pendeta dan tokoh-tokoh Yahudi. Tahu kasus Leo Frank, seorang Yahudi yang dituduh memperkosa dan membunuh seorang gadis kecil berumur 13 tahun? Kasus yang terjadi di tahun 1930-an ini begitu menghebohkan. Bukan saja menyulut kemarahan orang-orang kulit putih dan menimbulkan sentimen anti-Yahudi yang kuat di Amerika, tapi juga karena kegigihan orang-orang Yahudi untuk membelanya. Kasus ini bahkan membuat orang-orang Yahudi mendirikan LSM bernama Andi Defamation League (ADL), yang saat ini telah menjadi sebuah kekuatan politik yang ditakuti di Amerika dan di negara-negara barat.

Atau pernahkan Anda mendengar kasus suami istri Arie Adler dan Marisa Rimland, pasangan Yahudi dari New York. Mulanya Arie Adler memperkosa putrinya sendiri, kemudian istrinya membunuh putri malang tersebut kemudian bunuh diri.

Faktanya adalah Yahudi merupakan para pemimpin, godfather, guru dan suhunya dunia prostitusi. Mereka juga bangsa yang persentase warganya yang menderita kelainan seks seperti pedophili, extrem sex, homoseksual dan jangan ditanya soal seks bebas, paling tinggi di dunia. Negara-negara Rusia dan Eropa timur adalah negara orang-orang Kristen Katholik yang taat. Setelah diperintah oleh komunisme-Yahudi kawasan ini kemudian menjadi kawasan paling rusak moral penduduknya. Demikian juga halnya negara-negara barat di mana Yahudi menjadi penguasa.

Banyak sekali kasus kejahatan seksual yang dilakukan oleh pendeta Yahudi. Namun media massa hipokrit selalu menyembunyikannya. Bahkan untuk kasus yang terkuak ke publik, media massa tetap berupaya menyembunyikannya dengan dalih “sensitivitas agama”, atau dalih yang paling ampuh: “anti-semit”.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari kasus kejahatan seksual oleh orang Yahudi yang muncul ke permukaan. Namun sebelumnya saya ingin mengingatkan kasus yang dilakukan sutradara Hollywood keturunan Yahudi, Roman Polanski. Dia pada tahun 1970-an terbukti melakukan perkosaan terhadap seorang gadis kecil. Orang-orang Yahudi internasional menyelamatkannya dari hukuman dan menyembunyikannya di Swiss hingga sekarang. Alih-alih mengucilkannya karena perbuatan aib, orang-orang Yahudi penguasa industri perfilman bahkan memberinya bermacam-macam penghargaan film seperti piala Oscar.

  1. Rabbi David Kaye berjalan ke dalam sebuah rumah, kemudian menyodomi seorang bocah laki-laki. Semuanya terekam dalam kamera video yang oleh pembuatnya diberi judul “To Catch A Predator” dan diedarluaskan. Kasusnya menguap begitu saja.
  2. 25 tahun lalu Rabbi Abraham Mondrowitz didakwa melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Brooklyn New York. Orang-orang Yahudi mengungsikannya ke Israel dan pemerintah Israel menolak permohonan ekstradisi Amerika sebagaimana pemerintah Swiss menolak ekstradisi Amerika atas kasus Roman Polansky.
  3. Kasus sebaliknya dilakukan oleh Rabbi Nachman Stal. Setelah melecehkan seorang bocah berumur 14 tahun di Israel, dia terbang ke Inggris. Pemerintah Inggris mengekstradisi Rabbi Nachman Stal ke Israel dan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara.
  4. Rabbi Baruch Lebovits dituduh melakukan serangkaian pelecehan seksual di Upper Side New York. Salah seorang korbannya yang menanggung malu, bunuh diri dengan meloncat dari balkon tinggi, 2 hari setelah menikah.
  5. Rabbi Yaakov Weiss ditahan atas tuduhan pelecehan berantai terhadap seorang bocah lelaki pada tahun 2008. Weiss menjalankan sebuah sekolah Chabad dan merupakan anggota kelompok ekstrimis Yahudi Chabad yang berkeliling mengadakan pertunjukan Menorah di properti umum, didukung oleh Negara Bagian New York.
  6. Guru David Greenburg dituduh melakukan pelecehan seks terhadap bocah 15 tahun menjelang Natal tahun lalu.
  7. Bulan lalu Rabbi Bramly ditangkap di luar sinagognya di Chandler, Arizona, karena memperkosa seorang gadis kecil di New York. Kasusnya terjadi 10 tahun lalu.
  8. Tgl 7 Desember 2006 Rabbi Yehuda Kolko ditangkap polisi New York karena memperkosa 4 anak kecil yang duduk di bangku kelas 1 SD selama tahun 2002-2003.
  9. Tgl 5 Mei 2006 (lagi-lagi) Rabbi Yudi Kolko dituntut hukuman denda $20 juta karena kejahatan pedophilia terhadap 2 anak 25 tahun lalu. Salah satu korbannya mengaku Yudi Kolko memperkosanya saat dia duduk di kelas enam SD. Rabbi satu ini selanjutnya masih menghadapi tuduhan serupa pada tahun 2007 dan 2008.
  10. Dan daftarnya semakin panjang: Rabbi Shlomo Aviner, Rabbi Lewis Brenner, Rabbi Ephraim Bryks (rabbi “gila” ini kini justru menjadi anggota kehormatan Vaad Harabonim of Queens, sebuah komite para rabbi yang berwenang membuat keputusan hukum di kalangan Yahudi ortodoks), Rabbi Shlomo Carlebach, Rabbi Perry Ian Cohen, Rabbi Yitzchak Cohen, Rabbi Ephraim, Rabbi Sidney Goldenberg, Rabbi Joel Gordon, Rabbi Israel Grunwald (dituduh bersama asistennya Rabbi Yehudah Friedlander, melakukan pelecehan seksual di atas pesawat terbang terhadap bocah 15 tahun pada tahun 1995. Dia hanya dijatuhi hukuman kerja sosial selama 500 jam. Grunwald adalah rabbi kepala di sinagog Hungarian Hasidic Congregation di Brooklyn), Rabbi Alan J. Shneur Horowitz (dihukum 20 tahun karena menyodomi pasien psychiatric berumur 9 tahun. Diduga dia juga terlibat dalam tindakan pelecehan seksual terhadap sejumlah besar anak-anak di Kalifornia Amerika, New York hingga di Israel. Dia pemegang magna cum laude, M.D., Ph.D dari Duke University. Dia adalah penulis pada NAMBLA (North American Man/Boy Love Association), Jacob Frank, Rabbi Israel Kestenbaum, Rabbi Robert Kirschner, Rabbi Ze’ev Kopolevitch, Rabbi Baruch Lanner, Rabbi Jerrold Martin Levy, Rabbi Pinchas Lew, Rabbi Mordecai Magencey, Rabbi Richard Marcovitz, Rabbi Juda Mintz, Rabbi Yona Metzger, Rabbi Avrohom Mondrowitz, Rabbi Howard Nevison, Rabbi Michael Ozair, Rabbi Stanley Rosenfeld, Rabbi Charles Shalman, Rabbi Robert Shapiro, Rabbi Michael Segelstein, Rabbi Ze’ev Sultanovitch, Rabbi Melvin Teitelbaum, Rabbi Isadore Trachtman, Rabbi Hirsch Travis, Rabbi Matis Weinberg, Rabbi Yaakov Weiner, Rabbi Don Well, Rabbi Phillip Wittlin, Rabbi Mordechai Yomtov, Rabbi Sheldon Zimmerman, Rabbi Max Zucker, Rabbi Elior Chen, Simcha Adler, Eugene Loub Aronin, Chaim Ciment, James A. Cohen, Larry Cohen, dan masih banyak…sangat banyak lagi.

Semua kasus tersebut tidak se-”heboh” kasus yang menimpa Tzuriel Refael. Duta besar Israel untuk El Salvador ini ditemukan polisi El Salvador tertidur di depan rumah dinasnya dalam keadaan telanjang, mabuk dengan alat-alat sek di tangan dan mulutnya.

Namun itu semua tidak membuat orang-orang Yahudi, melalui media-media massa hipokrit, malu membuka aib para pendeta Katholik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s