Bin Laden Menyangkal Terlibat dalam Serangan 9/11

10 Oktober 2001
(Sumber: www.khilafah.com)

Kelompok Al-Qaidah tak ada kaitannya dengan serangan 11 September terhadap AS, menurut Usamah bin Laden dalam sebuah wawancara dengan suratkabar Pakistan, Ummat. Usamah bin Laden kemudian menyatakan bahwa Yahudi atau dinas rahasia AS berada di balik serangan tersebut, dan untuk menyatakan rasa terima kasih dan dukungan terhadap Pakistan, mendorong masyarakat Pakistan berjihad melawan Barat. Berikut adalah teks wawancara yang dilakukan oleh seorang “koresponden khusus”, dipublikasikan dalam suratkabar Pakistan, Ummat, pada 28 September [2001], tempat dan tanggal wawancara tidak diberitahukan.

Ummat: Anda dituduh terlibat dalam serangan di New York dan Washington. Apa yang ingin Anda katakan tentang ini? Jika Anda tak terlibat, lalu siapa kemungkinannya?

Usamah: Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Pencipta seluruh alam semesta dan pencipta bumi sebagai tempat kediaman untuk perdamaian, untuk seluruh manusia. Allah Maha Pemelihara, Yang mengutus Nabi Muhammad (saw) untuk panduan kita. Saya berterima kasih kepada Ummat Group of Publications, yang memberi saya kesempatan untuk menyampaikan sudut pandang saya kepada masyarakat, khususnya masyarakat mu’min dan berani (Muslim sejati) Pakistan yang menolak mempercayai kebohongan setan (diktator militer Pakistan Jenderal Pervez Musharraf).

Saya sudah katakan bahwa saya tak terlibat dalam serangan 11 September di AS. Sebagai seorang Muslim, saya berusaha sebaik-baiknya untuk tidak berbohong. Saya tak tahu soal serangan ini, dan saya pun tidak menganggap pembunuhan wanita tak bersalah, anak-anak, dan manusia lainnya sebagai tindakan terpuji. Islam dengan keras melarang membahayakan wanita tak bersalah, anak-anak, dan orang lain. Praktek semacam itu dilarang bahkan dalam jalannya peperangan. Amerika Serikat-lah yang melakukan penganiayaan terhadap wanita, anak-anak, dan orang awam dari agama lain, khususnya pemeluk Islam.  Yang terus terjadi di Palestina selama 11 bulan terakhir sudah cukup untuk mendatangkan murka Allah kepada AS dan Israel. Saya juga memperingatkan negara-negara Muslim, yang menyaksikan semua ini sebagai penonton bisu. Apa yang dilakukan kepada orang-orang Irak, Chechnya, dan Bosnia tak bersalah? Hanya satu kesimpulan yang bisa diperoleh dari pengabaian AS dan Barat terhadap tindakan-tindakan teror ini dan perlindungan para tiran oleh negara-negara ini adalah bahwa Amerika merupakan negara anti-Islam dan ia melindungi kekuatan anti-Islam. Persahabatannya dengan negara-negara Muslim cuma pura-pura, lebih sebagai pengelabuan. Dengan memikat atau mengintimidasi negara-negara ini, AS memaksa mereka memainkan peran yang dipilihnya. Pandanglah sekeliling dan Anda akan lihat bahwa budak-budak AS adalah penguasa atau musuh Muslim.

AS tak punya teman, begitupun tak ingin menjaga siapapun sebab prasyarat pertemanan adalah kesederajatan atau menganggapnya setaraf dengan Anda. Amerika tidak ingin melihat ada seorangpun yang setara dengannya. Ia menginginkan perbudakan pihak lain. Oleh karena itu, negara-negara lain merupakan budak atau bawahannya. Namun, kita berbeda. Kita berikrar menghamba kepada Allah Yang Maha Kuasa saja dan selain ikrar ini tak ada kemungkinan lain untuk menjadi hamba yang lain. Jika kita melakukannya, kita akan diabaikan oleh Maha Pemelihara kita dan sesama makhluk. Sebagian besar negara-negara dunia yang menegakkan kemerdekaan [politik] adalah negara beragama, yang merupakan musuh AS, atau AS sendiri menganggap mereka sebagai musuhnya.

Negara-negara yang tidak setuju menjadi budak AS adalah China, Iran, Libya, Kuba, Suriah [Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Irak, Sudan, Indonesia, Malaysia] dan Rusia. Siapapun yang melakukan aksi 11 September bukanlah teman bangsa Amerika. Saya sudah katakan bahwa kami menentang sistem Amerika, bukan melawan masyarakatnya, sedangkan dalam serangan ini masyarakat umum Amerika terbunuh. Menurut informasi saya, angka kematiannya jauh lebih tinggi daripada yang diumumkan Pemerintah AS. Tapi Pemerintahan Bush tidak ingin kepanikan menyebar. AS mesti mencoba menelusuri pelaku serangan ini dalam [negara]nya sendiri; orang-orang yang merupakan bagian sistem AS tapi berselisih dengannya. Atau mereka yang bekerja untuk sistem lain, orang-orang yang ingin menjadikan abad sekarang sebagai abad konflik antara Islam dan Kristen agar peradaban, bangsa, negara, atau ideologi mereka dapat bertahan. Mereka bisa siapa saja, dari Rusia hingga Israel dan dari India hingga Serbia. Di AS sendiri ada banyak kelompok terorganisir rapih dan berperalatan lengkap, yang sanggup menimbulkan kerusakan skala besar. Lalu Anda tak boleh melupakan Yahudi Amerika, yang marah kepada Presiden Bush sejak pemilu di Florida dan ingin membalas dendam kepadanya.

Lalu ada dinas-dinas intelijen di AS, yang memerlukan dana senilai miliaran dolar dari Kongres dan pemerintah setiap tahun. [Isu dana] ini bukan persoalan besar sampai eksistensi Uni Soviet, tapi setelah itu anggaran dinas-dinas ini terancam. Mereka memerlukan musuh. Jadi mereka pertama-tama memulai propaganda terhadap Usamah dan Taliban dan insiden ini kemudian terjadi. Anda lihat, Pemerintahan Bush menyetujui anggaran 40 miliar dolar. Ke mana uang sebesar ini akan mengalir? Itu akan disediakan bagi dinas-dinas tersebut, yang membutuhkan dana raksasa dan ingin menekankan peran penting dinas mereka. Saya akan beri Anda contoh. Penyelundup narkoba dari seluruh dunia menjalin kontak dengan dinas-dinas rahasia AS. Dinas-dinas rahasia ini tidak ingin memberantas pengolahan dan penyelundupan narkotika sebab peran penting mereka akan berkurang. Orang-orang di Drug Enforcement Department AS mendorong perdagangan narkoba agar bisa menunjukkan kinerja dan mendapat anggaran senilai jutaan dolar. Jenderal Noriega dijadikan sebagai gembong narkoba oleh CIA dan, manakala diperlukan, dia dijadikan kambing hitam. Demikian halnya, entah itu Presiden Bush atau Presiden AS lainnya, mereka tidak bisa membawa Israel ke pengadilan atas pelanggaran HAM-nya atau [tidak bisa] menunjuknya bertanggungjawab atas kejahatan semacam itu. Apa ini? Bukankah eksis suatu pemerintahan dalam pemerintahan di AS? Pemerintah rahasia tersebut harus ditanya tentang siapa yang melakukan serangan itu.

Ummat: Sejumlah negara dunia telah bergabung dengan seruan AS untuk melancarkan serangan terhadap Afghanistan. Juga termasuk sejumlah negara Muslim. Apakah Al-Qaidah akan mendeklarasikan jihad terhadap negara-negara Islam juga?

Usamah: Saya harus katakan bahwa tugas saya adalah sekadar membangunkan Muslim; memberitahu mereka apa yang baik bagi mereka dan yang tidak. Apa yang Islam katakan dan apa yang ingin dilakukan musuh-musuh Islam. Al-Qaidah didirikan untuk menggenderangkan jihad melawan kekafiran, terutama menghadapi serangan gencar negara kafir terhadap negara Islam. Jihad adalah rukun Islam keenam yang tak dinyatakan. [Lima yang pertama adalah syahadat (“Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”), shalat, shaum di bulan Ramadhan, berhaji ke Mekkah, dan membayar zakat.] Setiap orang anti-Islam khawatir terhadap jihad. Al-Qaidah ingin menjaga jihad tetap hidup dan aktif dan menjadikannya bagian kehidupan sehari-hari Muslim. Al-Qaidah ingin memberinya status ibadah. Kami tidak melawan negara Islam manapun. Kami tidak menganggap perang terhadap negara Islam sebagai jihad. Kami menyetujui jihad bersenjata hanya terhadap pemerintahan kafir, yang membunuh pria, wanita, dan anak-anak Muslim hanya karena mereka Muslim. Mendukung tindakan AS adalah kebutuhan beberapa negara Muslim dan keterpaksaan negara Muslim lainnya. Namun, mereka mesti berpikir tentang apa yang akan tersisa dari kedudukan keagamaan dan moral mereka jika mendukung serangan Kristen dan Yahudi terhadap negara Muslim seperti Afghanistan. Aturan Syariah [yurisprudensi] Islam untuk individu, organisasi, dan negara semacam itu jelas dan semua ulama Islam bersuara bulat tentang mereka. Kami akan melakukan hal yang sama, yang diperintahkan oleh Amirul Mu’minin [komandan orang-orang beriman] Mohammad Omar [pemimpin Taliban] dan ulama-ulama Islam. Jantung orang-orang di negara Muslim sedang berdenyut dengan seruan jihad. Kami berterima kasih kepada mereka.

Ummat: Kerugian yang ditimbulkan dalam serangan di New York dan Washington telah membuktikan bahwa memberi pukulan ekonomi kepada AS tidaklah terlalu sulit. Para ahli AS mengakui bahwa beberapa serangan lagi semacam itu dapat meruntuhkan perekonomian Amerika. Mengapa Al-Qaidah tidak membidik pilar ekonomi mereka?

Usamah: Saya sudah katakan bahwa kami bukan musuh AS. Kami menentang sistem [Pemerintahan AS], yang menjadikan bangsa lain sebagai budak AS, atau memaksa mereka menggadaikan kemerdekaan politik dan ekonomi. Sistem ini sepenuhnya berada dalam kendali Yahudi Amerika, yang prioritas pertamanya adalah Israel, bukan AS. Jelas rakyat Amerika sendiri menjadi budak Yahudi dan dipaksa hidup menurut prinsip dan hukum yang ditetapkan oleh mereka. Jadi hukuman mesti menjangkau Israel. Nyatanya, Israel-lah yang menumpahkan darah Muslim tak bersalah dan AS tak mengucapkan sepatah katapun.

Ummat: Mengapa kerugian tidak ditimbulkan pada musuh-musuh Islam lewat cara lain, selain perjuangan bersenjata? Misalnya mendorong Muslim memboikot produk, bank, maskapai pelayaran, dan saluran TV Barat.

Usamah: Pertama, produk-produk Barat hanya bisa diboikot bilamana persaudaraan Muslim terbangunkan dan terorganisir sepenuhnya. Kedua, perusahaan-perusahaan Muslim mesti mandiri dalam memproduksi barang-barang yang setara dengan produk perusahaan Barat. Boikot ekonomi terhadap Barat tidak memungkinkan kecuali jika kemandirian ekonomi tercapai dan produk pengganti dihasilkan. Anda lihat bahwa kekayaan tersebar di seluruh Dunia Muslim tapi tak ada satupun saluran TV yang bisa mengajarkan amanat Islam sesuai persyaratan modern dan mencapai pengaruh internasional. Pedagang dan dermawan Muslim mesti mengusahakan bahwa jika ingin menggunakan senjata opini publik, itu harus dikuasai. Dunia modern adalah dunia opini publik dan nasib bangsa-bangsa ditentukan lewat tekanannya. Sekali alat pembangun opini publik diperoleh, segala hal yang Anda minta dapat dilakukan.

Ummat: Seluruh propaganda tentang perjuangan Anda sejauh ini dibuat oleh media Barat. Tapi tak ada informasi yang diperoleh dari sumber Anda mengenai jaringan Al-Qaidah dan keberhasilan jihadnya. Komentar Anda?

Usamah: Nyatanya, media Barat tak punya hal lain. Mereka tak punya tema lain untuk bertahan dalam waktu lama. Sedangkan kita punya banyak hal lain untuk dikerjakan. Perjuangan untuk jihad dan keberhasilannya adalah demi Allah dan bukan untuk mengganggu orang-orang yang dijamin-Nya [dalam hal keselamatan—penj]. Kebisuan kami adalah propaganda sejati kami. Penyangkalan, penjelasan, atau ralat hanyalah membuang-buang waktu Anda dan melalui itu musuh ingin Anda terikutsertakan dalam hal-hal yang tak bermanfaat bagi Anda. Hal-hal ini menjauhkan Anda dari perkara. Media Barat sedang melepaskan propaganda tak berdasar semacam itu, yang membuat kita terkejut tapi mencerminkan apa yang ada dalam hati mereka dan lambat-laun mereka sendiri menjadi tawanan propaganda ini. Mereka menjadi khawatir tentangnya dan mulai menimbulkan kerugian pada diri mereka sendiri. Teror adalah senjata paling menyeramkan di abad modern dan media Barat tanpa ampun memakainya terhadap bangsanya sendiri. Mereka dapat menambahkan ketakutan dan ketakberdayaan dalam jiwa bangsa Eropa dan AS. Itu berarti apa yang tidak bisa dilakukan musuh-musuh AS dilakukan oleh medianya. Anda bisa paham apa yang akan menjadi perbuatan bangsa tersebut, yang menderita ketakutan dan ketakberdayaan, dalam sebuah perang.

Ummat: Apa dampak pembekuan rekening Al-Qaidah oleh AS?

Usamah: Allah membukakan jalan bagi mereka yang bekerja untuk-Nya. Pembekuan rekening takkan berpengaruh bagi Al-Qaidah atau kelompok-kelompok jihad lain. Dengan kemuliaan Allah, Al-Qaidah punya lebih dari tiga sistem keuangan alternatif, yang kesemuanya terpisah dan independen sepenuhnya dari satu sama lain. Sistem ini beroperasi di bawah perlindungan mereka yang mencintai jihad. Soal AS, sekalipun dunia bergabung tak bisa menggeser orang-orang ini dari jalur mereka. Orang-orang ini bukan berjumlah ratusan melainkan ribuan dan jutaan. Al-Qaidah terdiri dari pemuda-pemuda berpendidikan demikian modern yang mengetahui celah di dalam sistem keuangan Barat sebagaimana mereka mengenali kata-kata dalam tulisan tangan mereka. Ini adalah cacat dasar sistem fiskal Barat, yang menjadi jerat untuknya dan sistem ini tidak bisa pulih kembali meski banyak hari berlalu.

Ummat: Adakah wilayah aman lain selain Afghanistan, di mana Anda bisa meneruskan jihad?

Usamah: Ada wilayah-wilayah di semua bagian dunia di mana kekuatan jihad yang kuat hadir, dari Indonesia sampai Aljazair, dari Kabul sampai Chechnya, dari Bosnia sampai Sudan, dan dari Kamboja sampai Kashmir. Ini bukan persoalan saya. Saya hanyalah sesama manusia tak berdaya yang terus dalam kekhawatiran akan tanggungjawab saya di hadapan Allah. Ini bukan soal Usamah melainkan soal Islam dan, dalam Islam pula, soal jihad. Berkat Allah, mereka yang menggenderangkan jihad dapat berjalan hari ini dengan kepala tegak. Jihad sudah hadir saat Usamah belum ada dan akan tetap demikian meski Usamah tak lagi ada. Allah membukakan jalan dan menimbulkan cinta dalam hati manusia terhadap mereka yang berjalan di jalan Allah dengan nyawa, harta, dan anak-anak mereka. Percayalah, melalui jihad, seorang manusia mendapatkan segala yang diinginkannya. Dan keinginan terbesar seorang Muslim adalah kehidupan setelah mati. Kesyahidan adalah jalan tersingkat mencapai kehidupan abadi.

Ummat: Bagaimana menurut Anda tentang kebijakan Pemerintah Pakistan atas serangan terhadap Afghanistan?

Usamah: Kami berterimakasih kepada masyarakat Mu’min dan berani Pakistan yang membangun blokade di depan kekuatan jahat dan berdiri di baris pertama pertempuran. Pakistan adalah harapan besar untuk persaudaraan Islam. Masyarakatnya terbangunkan, terorganisir, dan kaya akan semangat iman. Mereka menopang Afghanistan dalam perang melawan Uni Soviet dan menyampaikan segala bantuan kepada mujahidin (pejuang kemerdekaan) dan bangsa Afghan.  Orang-orang Pakistan inilah yang berdiri bahu membahu bersama Taliban. Jika orang-orang semacam itu muncul di dua negara saja, dominasi Barat akan berkurang dalam hitungan hari. Jantung kami berdenyut bersama Pakistan dan, semoga Allah tidak memperkenankan terjadi, jika masa sulit [menimpanya] kami akan melindunginya dengan darah kami. Pakistan adalah sakral bagi kami seperti tempat ibadah. Kami adalah orang-orang jihad dan pertempuran mempertahankan Pakistan adalah jihad terbaik bagi kami. Kami tak peduli siapa yang mereformasi Pakistan. Yang penting adalah bahwa semangat jihad tetap hidup dan semakin kuat di hati masyarakat Pakistan.

Sumber:

  • Ummat, suratkabar harian berbahasa Urdu yang berbasis di Karachi, Pakistan, Jumat 28 September 2001, hal. 1 & 7
  • BBC Monitoring Service
  • www.khilafah.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s