Bukan Muslim

Selasa, 12 Mei 2009
(Sumber: http://factsnotfairies.blogspot.com/)

Setelah sebuah jurnal ilmiah peer-review mempublikasikan “senapan berpeluru” (yakni unreacted nano-thermite), bukti-bukti akhirnya membuktikan secara pasti bahwa Gedung 1, 2, dan 7 World Trade Center diruntuhkan dalam serangkaian peruntuhan terkendali, berikut segelintir fakta lain untuk dipertimbangkan.

Bukan Muslim di sebuah gua Afghan yang punya akses terhadap highly energetic nano-thermite; melainkan militer AS dan ilmuwan pemerintah semisal mereka yang bekerja di NIST.

Bukan Muslim yang menjalankan sebuah perusahaan konstruksi yang dihadiahi kontrak $124 juta untuk pembangunan markas pusat Naval Sea Systems Command (NAVSEA) di Washington DC, yang mengawasi Indian Head Naval Surface Warfare Center (NSWC-IH), yang digambarkan selama tahun 1990-an sebagai “National Center for Energetics”, istilah militer untuk “pekerjaan yang berkaitan dengan bahan peledak”, dan sampai 1999-2000 sebagai “satu-satunya sumber handal aluminum nanopowder di AS”; melainkan Tom Leppert yang merupakan CEO Turner Construction sampai 11 September 2001, dan yang bahkan menulis bagian-bagian pidato Presiden.

Bukan Muslim yang menjalankan sebuah perusahaan konstruksi yang mengawasi peruntuhan Seattle Kingdome tahun 2000, berpartisipasi dalam pengumpulan dan pembuangan rongsokan baja menara-menara WTC pasca 9/11, dan melaksanakan renovasi luas di seluruh kompleks World Trade Center tepat hingga pagi 11 September termasuk upgrade tahan api di lantai yang dihantam pesawat dan kemudian “tak berfungsi”, padahal baja tersebut telah disertifikasi menjadi ASTM E119 oleh Universal Laboratories, dan, dalam ujicoba yang disponsori oleh NISP terhadap susunan lantai, yang terkena paparan panas lebih hebat dan dilindungi [bahan] kurang tahan api dibanding dengan yang di WTC, spesimen ujicoba “sanggup menahan muatan maksimum model” tanpa kolaps selama jalannya ujicoba (2 sampai 3,5 jam); melainkan Tom Leppert yang merupakan CEO Turner Construction sampai 11 September 2001 dan menerima penghargaan Torch of Conscience dari American Jewish Congress.

Bukan Muslim yang membidikkan kamera mereka ke Menara World Trade Center sebelum tubrukan pesawat pertama, yang menari-nari dan merayakan dengan gembira sebelum tubrukan kedua sewaktu kebanyakan penyaksi masih percaya itu adalah kecelakaan mengerikan daripada terorisme, dan yang tertangkap membawa paspor asing, uang tunai $4.700 yang disembunyikan dalam kaos kaki, peta-peta yang menyoroti tempat-tempat tertentu di kota, dan sebuah van yang teruji positif mengandung bekas-bekas bahan peledak; melainkan orang-orang Israel yakni Sivan Kurzberg, Paul Kurzberg, Yaron Shmuel, Oded Ellner, dan Omer Marmari, yang beberapanya telah dikonfirmasi sebagai agen Mossad, sebagai bagian pekerjaan mereka dalam “mendokumentasikan peristiwa itu”.

Bukan Muslim yang tertangkap pada 11 September 2001 sedang beroperasi secara tim dengan mengendarai van-van berisi bahan peledak, termasuk satu tim yang berupaya meledakkan George Washington Bridge dengan sebuah truk yang disesaki berton-ton bahan peledak, dan sebuah tim lain yang meledakkan sebuah van antara tanggal 6 dan 7 di King Street berisi lukisan mural sebuah pesawat kendali jarak jauh yang menukik ke New York dan meledak; melainkan orang-orang Israel, yang menjadi alasan mengapa pihak berwenang berbuat semampunya untuk mengabaikan dan mengubur laporan-laporan ini yang meliputi terduga bom van yang dikendarai menuju basement WTC dan meledak untuk melemahkan bangunan.

Bukan Muslim yang tertangkap sesaat setelah tengah malam pada 7 Mei 2002 dekat Whidbey Island Naval Air Station, Oak Harbor, Washington (di mana Angkatan Laut melaksanakan pelatihan perlengkapan peledak untuk satuan mobil pembuangan bom hingga menggemparkan masyarakat laut setempat) dengan mengendarai truk sewaan yang teruji positif mengandung bahan peledak plastik TNT dan RDX; melainkan orang-orang Israel yang menurut cerita kedok mereka adalah “untuk mengantarkan furnitur” tapi dianggap oleh pihak berwenang sebagai [keterangan] meragukan sebab waktu itu masih pagi buta, dan pernyataan terkemudian dari pihak berwenang bahwa reaksi anjing [penjaga] dan ujicoba awal terhadap bahan peledak itu salah sangatlah penuh kelemahan sehingga cuma mendemonstrasikan kekuatan lobi Israel.

Bukan Muslim yang berada di New York pada 11 September dan di London pada serangan pagi 7 Juli; melainkan Benjamin Netanyahu dan Rudy Giuliani.

Bukan Muslim yang menerima peringatan lebih dulu mengenai serangan London 7/7; melainkan Benjamin Netanyahu dan Mossad.

Bukan Muslim yang menyediakan peringatan dua jam lebih awal mengenai serangan terhadap World Trade Center lewat perusahaan instant messaging yang berbasis di Herzliya; melainkan orang-orang Israel.

Bukan Muslim yang lari dari AS pada 14 September 2001; melainkan Dominick Suter dari “Urban Moving Systems” yang lari ke Israel.

Bukan lebih seratus Muslim yang, dari sekitar Januari 2000 sampai September 2001, mengaku sebagai “mahasiswa seni” dan berupaya mempenetrasi kantor-kantor Drug Enforcement Agency (DEA) AS dan gedung federal lainnya termasuk 36 lokasi sensitif Departemen Pertahanan, tertangkap membawa diagram interior gedung-gedung federal dan foto-foto polisi federal dan seringkali menghindari petugas keamanan dengan masuk lewat pintu belakang atau garasi parkir, dan bahkan mengunjungi rumah-rumah pejabat senior federal tapi tidak mengunjungi tetangga mereka sendiri; melainkan orang-orang Israel, tak satupun dari mereka adalah “mahasiswa seni” tapi kebanyakan mereka memiliki latar belakang dalam intelijen militer Israel. Tak heran, Pers memilih tempat nongkrong terbatas dengan mencoba menganggap orang-orang Israel itu cuma sedang membuntuti “para pembajak Arab” dan kemudian gagal meneruskan informasi, atau “tidak dianggap serius”, desas-desus lama tentang “kegagalan intelijen”. Operasi “mahasiswa seni” palsu asal Israel itu didokumentaiskan dengan baik, termasuk banyak nama dan bahkan deskripsi. Jumlah orang Israel yang luar biasa banyak ini berlokasi di Irving, Dallas, TX (hal. 23, link sebelumnya), yang sekitar 10 mil dari barat rumah Alva Court-nya Tom Leppert, yang hampir tidak lebih dari satu mil dari utara rumah Dallas yang dipindahi Geroge W. Bush setelah habis masa jabatan.

Bukan negara-negara Muslim yang mempunyai lingkaran mata-mata di AS yang mampu menyadap banyak jaringan telekomunikasi dan memakai informasi yang diperoleh untuk memeras warga Amerika; melainkan Israel.

Bukan Muslim yang menerima peringatan lebih dulu pada Senin 10 September 2001 tentang penerbangan keesokan hari; melainkan Walikota San Fransisco, Willie Brown, dan sekelompok pejabat tinggi Pentagon.

Bukan Muslim yang memperoleh kontrak sewa 99 tahun atas Menara Kembar World Trade Center, Gedung 4 dan 5 dan ruang ritel seluas kurang-lebih 400.000 kaki2, dan diasuransikan senilai miliaran dolar terhadap serangan teror cuma enam minggu sebelum serangan teror betul-betul terjadi, dan kemudian mempekerjakan (untuk menekankan klaim asuransi) seorang ‘insinyur bangunan’ yang secara menyesatkan menegaskan bahwa baja kehilangan separuh kekuatannya pada suhu “400 derajat”; melainkan – dalam sebuah kesepakatan yang dinegosiasikan oleh Lewis Eisenberg dari Port Authority – temannya Benjamin Netanyahu (dan Ariel Sharon dan Ehud Barak) yaitu Larry Silverstein dan rekannya, miliuner Australia dan “korban hidup Holocaust” Frank Lowy yang berjuang dengan “latar belakang Yahudi”, terlibat dalam skandal korupsi bank tingkat tinggi bersama Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan didapati memberi bayaran kepada Lord (Michael Abhraham) Levy yang ditangkap berkali-kali dalam kaitan dengan skandal “uang tunai untuk tanda jasa”, Levy adalah “partner tenis” dan penasehat Tony Blair.

Bukan Muslim yang punya reputasi melakukan muslihat pembakaran properti secara sengaja demi mengajukan klaim terhadap perusahaan asuransi sebagaimana dibuktikan dengan [tidak adanya] penggunaan sehari-hari istilah “halilintar Muslim”; melainkan Yahudi sebagaimana dibuktikan dengan pengakuan istilah “halilintar Yahudi”.

Bukan Muslim yang bisanya sarapan di restoran Windows on the World di lantai 106 dan 107 Menara Utara, tapi secara kebetulan ganjil tidak berada di sana pada 11 September dan karenanya terhindar dari nasib penghuni lain pada hari tragis itu (tak satupun lolos dari lantai-lantai di atas tempat hantaman pesawat pada 8:46 pagi); melainkan Larry Silverstein yang terhindar lantaran memiliki “janji dokter penyakit kulit”, sebuah acara yang juga menghindarkan kedua anaknya yang bekerja di Silverstein Properties.

Bukan Muslim yang tampil di TV pada jam-jam serangan untuk mengatakan bahwa “Itu…pasti meninggalkan sidik jari seseorang semacam Bin Laden” dan World Trade Center telah kolaps gara-gara “kecepatan pesawat” dan “panas hebat barangkali melemahkan bangunan juga”, dan yang dikabarkan pada hari itu menasehati Gedung Putih agar meminum Cipro, antibiotik efektif terhadap  anthraks, tujuh hari sebelum permulaan kampanye teror surat anthraks yang ditargetkan kepada senator-senator Demokrat dan kantor-kantor media berita, yang pada 11 September 2001 merupakan direktur pelaksana grup manajeman krisis dan dampak di Kroll Associates, yang merupakan penasehat Council of Foreign Relations (CFR) menyangkut “pengawasan epidemiologis” dan penasehat keamanan nasional di National Institute of Health (NIH), dan yang memberi ‘temannya’ (John O’Neill) pekerjaan sebagai Kepalam Keamanan di World Trade Center; melainkan Jerome Hauer.

Bukan Muslim yang menjalankan kampanye teror surat berisi spora anthraks yang muatan elektrostatisnya telah diubah agar menyebar lebih mudah, anthraks yang tertelusuri berasal dari strain Ames tingkat senjata yang berasal dari Army Medical Research Institute for Infectious Diseases (USAMRIID) di Fort Detrick, bukan pula “tersangka” akhir versi FBI, Bruce Ivins (penganut Katolik Roma), yang, tak seperti pelaku asli serangan 9/11, tak punya motif membidik media berita dan senator-senator oposisi dan menakuti mereka agar menerima tanpa kritik teori konspirasi “pembajak Arab”. Ivins tewas akibat overdosis dan diduga “bunuh diri” pada Juli 2008 setelah FBI menyerah memikulkan kesalahan kepada Steven Hatfill sebab tak ada jejak bukti satupun terhadapnya; tersangka logis adalah Phillip M. Zack yang meninggalkan Fort Detrick dalam keadaan dicurigai pada Desember 1991 setelah mengepalai sebuah kelompok kecil yang menamai diri sebagai “Camel Club” yang secara rasial mengusik Dr. Ayaad Assaad kelahiran Mesir. Zack didapati, melalui penyelidikan tahun 1992, terekam oleh kamera pengawas dibiarkan masuk gedung lab Fort Detrick pukul 8:40 malam pada 23 Januari 1992 oleh Dr. Marian Rippy, seorang patolog lab dan teman akrab Zack. Penyelidikan itu juga menemukan seseorang sudah berada di lab pada larut malam yang secara rahasia menjalankan riset tak sah, jelas [riset] anthraks yang diyakini mencakup strain Ames. Hampir sepuluh tahun berlalu, selama seminggu antara 11 September dan permulaan kampanye anthraks, FBI menerima surat anonim yang berupaya membingkai Dr. Assaad sebagai “bioteroris”. Surat-surat anthraks itu sepertinya diatur supaya tampak ditulis oleh seorang Muslim, dan seorang penulis New York Times menyebut “Mr. Z” yang gagal beberapa uji poligraf (mesin untuk membaca karakteristik psikologis, misalnya detak jantung, bisa dipakai sebagai pendeteksi kebohongan—penj) dan pernah tertangkap bersama seorang teman wanita di Fort Detrick “dikelilingi kuman merah”.

Bukan Muslim yang dinyatakan terbunuh dalam “Penerbangan 77” American Airlines, tinggal di Silver Spring, Maryland (sebagaimana Rabbi tertentu, Dr. Dov Zakheim), dan bekerja pada proyek-proyek “dalam dan gelaptop-secret di Indian Head Naval Surface Warfare Center (NSWC-IH), sebuah lembaga “penting ternama dalam energetika” yang mengoperasikan “Energetics Manufacturing Technology Center”, menjalankan “riset maju dalam sistem energetik” dan “menyerap fungsi “Naval Ordnance Laboratory yang tertutup, dulu berlokasi di White Oak, MD” yang beberapa mil dari Silver Spring; melainkan William E. Caswell.

Bukan Muslim yang dinyatakan terbunuh dalam “Penerbangan 77” dan yang bekerja untuk pemerintah atau pertahanan, khususnya Angkatan Laut; melainkan John Yamnicky yang, anehnya, untuk pertama kalinya tidak memberitahu puterinya bahwa dirinya akan bepergian, dan yang, seperti William Caswell, bekerja untuk Angkatan Laut dalam proyek-proyek “gelap” top-secret. Lainnya meliputi Charles Burlingame, mantan pandu tempur Angkatan Laut yang dulu bekerja di seksi Pentagon yang dihantam [pesawat dalam peristiwa 9/11] dan dia orang yang merumuskan respon terhadap kemungkinan sebuah pesawat ditubrukkan ke pentagon dan yang puterinya, Wendy, kemudian mati dalam “kebakaran mencurigakan” di sebuah gedung berlantai 50 di New jersey pada Desember 2006; Wilson “Bud” Flagg, pensiunan pilot American Airlines dan Laksamana Angkatan Laut;, Stanley Hall, pakar teknologi anti-radar dan direktur manajamen program di Raytheon; Bryan Jack, eksekutif senior dan analis anggaran ternama yang bekerja di Pentagon; Chandler Keller, insinyur propulsi Boeing; Dong Lee, insinyur Boeing yang bekerja untuk Integrated Defense Sytems mereka dan yang bekerja untuk National Security Agency (NSA) selama 14 tahun; Barbara Olson, komentator CNN dan isteri Jaksa Agung Muda AS yang mengklaim menerima panggilan ponsel dari “Penerbangan 77”; Ruben Ornedo, insinyur komunikasi satelit/propulsi Boeing; Robert Penniger, insinyur listrik dengan BAE Systems; dan banyak “penumpang Penerbangan 77” lainnya yang terkait dengan pertahanan dan pemerintah yang, kita diberitahu, semuanya kebetulan berada dalam penerbangan yang secara tak lazim berpenumpang sedikit ini. Orang-orang ini, dicintai dan dihormati sebagai pahlawan jujur dan sopan, adalah jenis karakter yang pekerjaannya boleh jadi telah dieksploitasi secara mengerikan tanpa sepengetahuan mereka, dan yang harus disingkirkan oleh pelaku 9/11 untuk mencegah mereka berbicara setelah serangan.

Bukan Muslim yang mendapat untung dengan berspekulasi pada saham maskapai penerbangan dan asuransi sebelum 9/11; melainkan orang-orang Israel.

Bukan Muslim yang membuat hoax tentang “orang-orang Yahudi saleh” pembersih sampah dapur, pengelak uang, selibat/membujang, jujur, berani, pro hak-hak binatang yang menjadi “pilot/pembajak bunuh diri”, yang hampir separuhnya kemudian masih hidup dan sehat; melainkan Yahudi yang membuat hoax tentang “orang-orang Islam saleh” peminum, penjudi, pengunjung klub telanjang, pengejar wanita yang menjadi “pilot/pembajak bunuh diri”, yang hampir separuhnya kemudian masih hidup dan sehat.

Bukan Muslim yang merupakan mantan pemimpin satuan dalam satuan pasukan khusus elit dan yang ayahnya adalah ajudan senior, sekretaris, dan pengusung jenazah seorang pria yang pada 1937 merupakan komandan Irgun Tzvai Leumi, sebuah organisasi teroris Yahudi yang bertanggungjawab atas kejahatan seperti pengeboman Hotel King David; melainkan Benjamin Netanyahu.

Bukan Muslim yang merupakan mentor ayahnya Benjamin Netanyahu, Benzion, dan yang menulis sebuah kolom di majalah Zionis Revisionis, Doar Hayom, berjudul From the Notebook of a Fascist, memuji Mussolini dan menyebut komandan Irgun Ze’ev (Vladimir) Jabotinsky sebagai “Duce kami”; melainkan Abba Ahimeir pendiri Maximalisme Revisionis, sebuah ideologi fasis Yahudi.

Bukan teroris Muslim yang bersekongkol untuk membunuh menteri luar negeri Inggris Ernest Bevin; melainkan teroris Yahudi.

Bukan Muslim yang menyusun, dan yang mata-matanya tertangkap basah dalam, sebuah kampanye teroris false-flag yang gagal di Mesir; melainkan Israel.

Bukan Muslim yang menyerang USS Liberty yang menewaskan 34 orang Amerika, dan membuat Presiden AS mengatakan “Masa bodoh setiap orang mati tenggelam dan kapal terbenam. Saya tak ingin mempermalukan sekutu kita”; melainkan Israel.

Bukan Muslim yang dievakuasi “lantaran ancaman keamanan spesifik” sebelum serangan teror di Amman, Yordania, pada 9 November 2005 (9/11 menurut kalender Israel dan Eropa), yang mencakup ledakan di hotel Radisson yang diketahui berasal dari sebuah bom yang tersembunyi di atap palsu, sekalipun cerita resmi berpendapat bahwa itu betul-betul pekerjaan “pengebom bunuh diri” dan karenanya, secara kebetulan ganjil, bom atap itu pasti telah ditempatkan di sana sebelumnya oleh orang lain; melainkan orang-orang Israel yang dievakuasi sebelum serangan ini di mana tidak ada korban Yahudi, sebagian besar korban jiwa adalah Muslim Sunni Yordania, dua korban asal Israel adalah bangsa Arab, dan lima orang Palestina tewas termasuk Mayor Jenderal Bashir Nafeh, kepala intelijen militer di Tepi Barat.

Bukan Muslim yang ditangkap dan ditahan di dalam ruang Kongres Meksiko pada 10 Oktober 2001 atas kepemilikan senjata, granat, dinamit, detonator, dan kawat sambil mengaku sebagai “fotografer pers”; melainkan agen Mossad, Salvador Guersson Smecke, dan imigran ilegal asal Israel, Saur Ben Zvi, pada waktu di mana Zionis akan mendapat keuntungan maksimum dari sebuah serangan teror false-flag yang akan memobilisasi dukungan untuk perang melawan “teroris Muslim” di Afghanistan yang telah dilancarkan baru tiga hari sebelumnya.

Bukan Muslim yang dipidana dan dipenjara selama enam bulan pada 2004 atas upaya curang untuk memperoleh paspor Selandia Baru atas nama seorang pria penderita tetraplegic; melainkan agen Mossad, Uriel Kelman dan Eli Cara, yang mencoba menciptakan identitas palsu untuk Zev Barkan.

Bukan Muslim yang menyatakan mengetahui identitas “pembajak bunuh diri” Abdulaziz al-Omari dan Saeed al-Ghamidi padahal, lantaran individu-individu dengan nama dan detail pribadi lainnya yang sama persis semisal tempat tanggal lahir dan pekerjaan ternyata masih hidup dan sehat, populasi Arab Saudi pada 1975 adalah 7.180.000 dan bahkan angka kelahiran tahunannya tinggi sebesar 30 per 1000 dan, tanpa mempedulikan kematian bayi, angka kelahiran harian hanya 590, sehingga amat tidak mungkin individu-individu akan memiliki nama, tempat tanggal lahir, dan pekerjaan yang sama persis, paspor al-Omari dicuri pada 1995 saat apartemennya di Denver, Colorado (sebuah negara bagian di mana agen-agen Mossad sudah aktif), kemalingan, dan hanya orang sakit jiwa yang mau mencuri identitas orang-orang berpenampilan berbeda tapi memiliki nama, tempat tanggal lahir, dan pekerjaan yang sama persis, karenanya “pembajak-pembajak bunuh diri” hipotetis itu memiliki nama yang sama sekali berbeda; melainkan FBI yang mempublikasikan sebuah daftar yang mengklaim bahwa pelaku 9/11 mencakup Abdulaziz al-Omari dan Saeed al-Ghamdi di samping beberapa yang lain yang ternyata masih hidup dan sehat, dan meskipun FBI mengakui bahwa beberapa pembajak mungkin memakai identitas curian dan bahwa “tak ada bukti legal untuk membuktikan identitas para pembajak bunuh diri”, FBI menyangkal salah mengidentifikasi terduga “pembajak bunuh diri” dan menolak mengubah nama, foto, atau latar belakang dalam daftarnya – walaupun mengaburkan dan mencoba melindungi diri dengan memasukkan banyak ejaan dan alias.

Bukan Muslim yang berada di balik kudeta gagal di Turki; melainkan agen Mossad dan Yahudi samaran yang berpura-pura sebagai Rabbi, Tuncay Guney, yang lari ke Kanada pada 2004, dan yang pada 2001 tinggal di kota-kota New Jersey yang merupakan pusat aktivitas para mata-mata Urban Moving Systems Mossad.

Bukan Muslim yang membentuk “sel al-Qaeda” di Palestina; melainkan Mossad Israel.

Bukan Muslim yang membangun reputasi atas kemampuan melancarkan serangan teror false-flag, yakni untuk membidik pasukan AS dan membuatnya seolah-olah sebagai perbuatan pihak ketiga, sebelum 9/11; melainkan Mossad.

Bukan Muslim yang menginfiltrasi Pentagon dan mengkhianati negara kelahirannya dengan menjual dokumen rahasia ke negara lain yang kemudian dijual ke Uni Soviet; melainkan narapidana mata-mata Jonathan Pollard yang pengkhianatannya mengakibatkan sampainya rahasia nuklir curian kepada Uni Soviet dengan Israel sebagai perantara bayaran.

Bukan Muslim yang menjalankan latihan yang dimulai pada 9:00 pagi 11 September yang meliputi [latihan] penubrukan pesawat ke sebuah menara; melainkan pegawai di National Reconnaissance Office, Chantilly, VA.

Bukan Muslim yang, sebagai jawaban untuk pertanyaan “Apakah perintah masih berlaku?” menyangkut respon – atau lebih tepatnya, ketiadaan respon – terhadap sebuah pesawat yang dengan cepat mengarah ke Pentagon dan masih berjarak sepuluh mil setelah dua Menara Kembar dihantam pesawat lebih dari setengah jam sebelumnya, membalikkan leher dan menjawab “Tentu saja perintah masih berlaku. Pernahkah Anda mendengar sebaliknya?”; melainkan Dick Cheney.

Bukan Muslim yang merupakan CEO sebuah perusahaan yang membuat “Flight Termination Systems” jarak jauh yang dapat secara elektronik membajak pesawat yang sedang terbang dan mengemudikannya menuju target memakai “Command Transmitter System”; melainkan Rabbi Dov Zakheim.

Bukan Muslim yang, tahu bahwa kadar triliunan dolar masih sama dengan ratusan miliar dolar, mengambil jabatan sebagai Pengawas Keuangan Pentagon pada Mei 2001 padahal sudah menjadi pengetahuan publik bahwa sistem akuntansi Pentagon sama sekali berantakan dengan keharusan “penyesuaian” $6,9 triliun untuk membuat angka-angka bertambah, dan tanpa kwitansi atas pergantian yang sulit ditelusuri pada sistem komputer non-integrated senilai $2,3 triliun dan pekerjaan tulis-menulis konvensional yang bisa dengan mudah dilenyapkan lewat serangan pesawat atau misil terhadap seksi audit di Pentagon, dan yang kemudian menyampaikan khotbah peringatan di lapangan rumput Pentagon kepada ratusan sesama agamawan dari 40 negara enam bulan setelah serangan teror semacam itu betul-betul terjadi dan menewaskan sekurangnya 34 analis anggaran/akuntan/ahli keuangan; melainkan Rabbi Dov Zakheim.

Bukan Muslim yang menghadiri pertemuan makan pagi dengan Donald Rumsfeld ketika pesawat pertama menghantam WTC, dan yang menghadiri Army Navy Country Club “ketika pesawat yang menghantam Pentagon persis melewati bagian atas Army Navy Club dan melambungi bukit dan menghantam bagian samping Pentagon”; melainkan Thomas E. White, yang tersangkut dengan penggelapan Enron, yang berpartisipasi dalam perjalanan JINSA ke Israel, contohnya bersama isterinya, Susan, pada 1997, dan yang diambil sumpah sebagai Sekretaris Angkatan Darat pada 31 Mei 2001 yakni 27 hari setelah George W. Bush menunjuk Rabbi Dov Zakheim sebagai Wakil Menteri Pertahanan dan Pengawasan Keuangan Pentagon, White maupun Zakheim ditempatkan oleh Bush di Pentagon di mana lebih dari $2 triliun transaksi tidak berkwitansi dan keuangan Pentagon rentan terhadap “serangan teror” yang akan membidik seksi audit.

Bukan Muslim yang pada 2000 menulis sebuah dokumen yang menuntut adanya “serangan Pearl Harbour baru”; melainkan Roger Barnett, Alvin Bernstein, Stephen Cambone, Eliot Cohen, Devon Gaffney Cross, Thomas Donnelly, David Epstein, David Fautua, Dan Goure, Donald Kagan, Fred Kagan, Robert Kagan, Robert Killebrew, William Kristol, Mark Lagon, James Lasswell, I. Lewis Libby, Robert Martinage, Phil Meilinger, Mackubin Owens, Steve Rosen, Gary Schmitt, Abram Shulsky, Michael Vickers, Barry Watts, Paul Wolfowitz, dan Rabbi Dov Zakheim.

Bukan Muslim yang punya motif untuk mempergunakan “Flight Termination System” guna mengambilalih kendali Penerbangan 990 EgyptAir – Boeing 767 – pada 31 Oktober 1999 (setelah kebetulan ganjil di mana “di antara korban kecelakaan udara” penasehat Ed McLaughlin dari Family Enterprise Institute adalah satu-satunya orang yang naik pesawat naas tersebut di Los Angeles dan turun di New York), menceburkannya ke Atlantik 60 mil selatan Nantucket dan menewaskan semua penumpang di dalamnya, tak satupun dari mereka yang merupakan orang Israel tapi 33 korbannya adalah perwira angkatan darat Mesir termasuk dua brigadir jenderal Angkatan udara dan dua mayor jenderal angkatan darat, lalu mempromosikan konsep “pilot bunuh diri Muslim” kepada publik yang mudah percaya; melainkan Yahudi yang perlu melakukan percobaan pembajakan secara elektronik pesawat Boeing yang sedang terbang untuk operasi teror false-flag mereka yang sudah dekat yang akan dipersalahkan kepada “pembajak/pilot bunuh diri Muslim”, di mana “pemeriksaan kondisi” Penerbangan 990 EgyptAir diawasi oleh Yahudi Zionis Bernard Loeb yang menyuruh para penerjemah Yahudi menuliskan rekaman kokpit, dan FBI menjalankan pembunuhan karakter untuk mencoreng nama terduga ko-pilot “bunuh diri”.

Bukan Muslim yang menulis pada 1998 tentang sebuah “peristiwa pengubah [keadaan]” mirip “Pearl Harbor”; melainkan John Deutsch, Ashton Carter, dan Philip Zelikow.

Bukan Muslim yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif 9/11 Commission, yang keahliannya dan pekerjaannya adalah menciptakan dan memelihara mitos atau “anggapan” publik, dan yang menegaskan bahwa perang Irak adalah untuk kepentingan Israel; melainkan Philip Zelikow.

Bukan Muslim yang mempublikasikan sebuah paper pada 1996 berjudul A Clean Break: A New Strategy for Securing the Realm, yang menyebutkan “pelengseran Saddam Hussein dari kekuasaan di Irak” dan memperkenalkan konsep pre-emptive strike (serangan penangkalan) yang untuknya suatu dalih palsu semisal penghentian uang narkoba atau penyerangan infrastruktur palsu atau “senjata pemusnah masal” bisa dibuat agar rakyat Amerika simpati; melainkan The Institute for Advanced Strategic & Political Studies (IASPS) Yerusalem dan Washington yang, bagi Perdana Menteri Baru Israel Benjamin Netanyahu, membahas bagaimana kebijakan demikian akan menguntungkan Israel.

Bukan Muslim yang, dalam sebuah buku tahun 1995, memprediksi bahwa “jika Barat tidak bangun terhadap sifat bunuh diri militan Islam, hal berikutnya yang akan Anda saksikan adalah militan Islam meruntuhkan World Trade Center”; melainkan Benjamin Netanyahu.

Bukan pejabat keamanan Muslim yang pada 1991, menginspeksi garasi perusahaan pengapalan Muslim di World Trade Center dan menyimpulkan bahwa garasi WTC rentan terhadap bom mobil, dua tahun sebelum garasi WTC betu-betul dihantam bom mobil dan FBI tahu plot [pengeboman] itu tapi membiarkannya terjadi hingga menewaskan enam orang dan melukai lebih dari seribu orang, dan sepuluh tahun sebelum WTC diruntuhkan seminggu setelah perusahaan pengapalan yang sama pindah dari WTC; melainkan pejabat keamanan Israel dan sebuah perusahaan pengapalan Israel.

Bukan Muslim yang membayar Ali al-Jarrah lebih dari $300.000 atas sumbangan jasa, yakni berpura-pura sebagai “pendukung”  perkara Palestina sambil mengkhianati negerinya untuk negara musuh, dan yang merupakan sepupu Ziad al-Jarrah yang diduga sebagai salah seorang dari sembilan belas “pembajak bunuh diri” 9/11; melainkan Israel yang membayar aset Mossad ini.

Bukan Muslim yang (1) menyiarkan episode percobaan serial TV The Lone Gunmen pada 4 Maret 2001, sebuah episode mengenai plot komplotan rahasia dalam pemerintahan AS untuk secara elektronik membajak dengan remote control sebuah Boeing yang menuju Boston dan menyimpangkannya agar menubruk World Trade Center, (2) mengatakan setelah serangan 9/11 bahwa tak ada seorang pun yang pernah membayangkan pesawat dipakai oleh teroris sebagai misil untuk menargetkan gedung; melainkan (1) Fox TV yang dimiliki Rupert Murdoch, teman kawakan Benjamin Netanyahu, (2) Penasehat Keamanan Nasional Condoleeza Rice / pemangku jabatan Kepala Staf Gabungan Jenderal Richard Myers / Presiden George W. Bush / Wakil Presiden Dick Cheney / juru bicara Gedung Putih Ari Fleischer.

Bukan Muslim yang mengatakan telah melihat pesawat (pertama) menghantam Menara (Utara) dan berpendapat bahwa itu pasti merupakan “pilot yang buruk sekali” dan “kecelakan yang mengerikan” sebelum masuk ruangan kelas dan kemudian diberitahu soal tubrukan kedua padahal tubrukan pertama tidak disiarkan secara langsung di TV; melainkan Geroge W. Bush.

Bukan Muslim yang, pada Selasa 2 Oktober 2001 sampai Jumat 5 Oktober 2001, (1) bertemu dengan dan (2) menerima pemberian $3 juta untuk “dana untuk korban” dari Syeikh Hamad bin Khalifah Al-Thani, Amir Qatar yang mendirikan saluran Al-Jazeera pada 1996 dengan dana bantuan $150 juta, saluran yang menyiarkan audio dan video yang berpura-pura sebagai “Osama bin Laden” alias Emmanuel Goldstein; melainkan (1) George W. Bush, Dick Cheney (“teman lama”) – Cheney juga bertemu sang Amir pada 20 Oktober 2001 untuk membahas wawancara “Osama” – Rudy Giulani, Colin Powell, Paul Wolfowitz, dan Richard Myers, (2) Rudy Giulani, Paul Wolfowitz, dan Richard Myers.

Bukan Muslim yang mempabrikasi dongeng tentang Tamtama Satu Jessica Lynch yang disergap, ditikam, ditembak, dengan berani terus menembaki warga Irak, dilecehkan, diperkosa, dan ditawan di sebuah rumah sakit oleh pengawal Irak, dan kemudian diselamatkan oleh pasukan elit AS; melainkan “pejabat AS yang tak disebutkan namanya” yang berbohong, sebab faktanya tak ada “penyelamatan”, senjata Lynch tersumbat pasir, dia dirawat oleh warga Irak setelah terluka dalam kecelakaan mobil, dia tak memiliki “lubang peluru” atau “luka pisau”, rumah sakit itu tidak “dikawal”, dan para dokter bahkan mencoba mengembalikan Lynch kepada pasukan AS.

Bukan Muslim yang berkonspirasi menginvasi sebuah negara tak berdaya dengan berdusta soal “senjata pemusnah masal” (“WMD”) padahal sudah menyusun akal untuk menginvasi demi “perubahan rezim”, mengakibatkan kematian warga Irak yang melampaui batas yang diperkirakan mencapai 655.000 sampai satu juta, pengungsian lebih dari 4 juta orang, pengorbanan ribuan serdadu dan pembuang-buangan uang $3 triliun tanpa faedah demi memperkaya segelintir penjahat perang dan pengambil untung hingga miliaran dolar dalam perang proksi untuk Israel ini; melainkan George W. Bush dan Tony Blair.

Bukan Muslim yang memerintahkan ajudan agar merancang serangan terhadap Irak belum lima jam setelah Pentagon diserang pada 9/11; melainkan Donald Rumsfeld.

Bukan Muslim yang memerintahkan 250 polisi untuk mendobrak sebuah rumah di Forset Gate, London, pada tengah malam dan menangkap dua bersaudara setelah menembak salah satunya di bahunya, atas dasar informasi intelijen yang konon berasal dari sumber tunggal yang “dapat dipercaya” menyangkut konspirasi yang melibatkan penggunaan “bom sianida”, di mana kedua bersaudara tersebut dilepas tanpa tuduhan beberapa hari kemudian sebelum terungkap bahwa sumber itu adalah seorang pria ber-IQ 69 yang sudah dipenjara atas pidana teror; melainkan kacung-kacung supremasis Yahudi yaitu MI5, Tony Blair, dan John Reid.

Bukan negara-negara Muslim yang memiliki ratusan hulu ledak nuklir dan kapal selam yang dilengkapi misil jelajah yang mampu mengangkut hulu ledak nuklir dengan jangkauan 900 mil; melainkan Israel.

Bukan Muslim yang mempunyai lobi politik berpengaruh yang mampu memeras banyak uang; melainkan Israel.

Bukan Muslim yang membual “Kita Muslim mengendalikan Amerika, dan orang Amerika tahu itu”; melainkan Ariel Sharon yang membual “Kita, bangsa Yahudi, mengendalikan Amerika, dan orang Amerika tahu itu”.

Bukan Muslim yang mengada-adakan “kejahatan kebencian” terhadap diri mereka sendiri, semisal vandalisme terhadap mobil atau kuburan mereka sendiri, atau meracuni anjing mereka sendiri dan mengotori rumah mereka sendiri dengan lambang swastika, atau memotong pakaian mereka sendiri dan menggambar lambang swastika pada perut mereka sendiri; melainkan Yahudi.

Bukan Muslim yang mengambilalih kendali atas The New York Times pada 1896, atau yang memang memiliki dan mengendalikan banyak media mainstream hari ini; melainkan Yahudi.

Bukan negara Muslim yang menggilas demonstran perdamaian sampai mati dengan buldoser atau menembaki mereka, atau menggranat sebuah keluarga yang sedang piknik di pantai (dan kemudian menolak mengakui) saat ia ingin melancarkan perang tiga minggu berikutnya, atau memperingatkan warga sipil untuk lari setelah meledakkan jembatan agar bisa membidik mereka seperti itik duduk, atau menembaki ambulans Palang Merah atau peninjau PBB setelah menjanjikan keamanan bagi mereka, atau mengebom pembangkit listrik agar lebih dari sepuluh ribu ton minyak mentah bocor ke laut Mediterania sebagai “penghukuman kolektif”; melainkan Israel.

Bukan Muslim yang rutin mempergunakan senjata semisal granat fosfor untuk mengakibatkan kematian dan luka mengerikan pada warga sipil, dan yang sengaja menembakkan lebih dari sejuta bom kluster yang 40%-nya gagal meledak dan 90% dipergunakan dalam tiga hari terakhir sebelum gencatan senjata agar ia dapat “menghabisi mereka sekaligus sambil berjalan baik”; melainkan Israel.

Bukan bangsa Muslim yang memegang rekor dunia dalam menentang resolusi PBB; melainkan Israel.

Bukan Muslim yang mengeroyok seorang Yahudi cacat lantaran berjalan kaki di atas tanahnya sendiri, memukulinya dengan pentungan, menyeretnya sepanjang tanah, mengikatnya pada tiang listrik, dan kembali memukulinya dan menendanginya sementara tentara Muslim tidak berbuat apa-apa untuk menghentikannya dan polisi cuma menganjurkan kepada para penjahat itu agar menuangkan air ke atas kepala korban untuk membasuh darahnya sebelum jurnalis dan fotografer tiba; melainkan sebuah gerombolan yang terdiri dari empat penetap Yahudi fanatik pengecut yang memukuli habis-habisan seorang Palestina cacat tanpa mendapat hukuman, bersenang-senang sebab tahu bahwa prajurit dan polisi Yahudi takkan bertindak netral, dan bahkan kembali seminggu kemudian untuk menyakiti tetangga, merampok rumah mereka dan merusak beberapa barang milik mereka.

Bukan prajurit Muslim yang memukuli habis-habisan seorang Yahudi hingga tewas dengan pentungan dan ujung senapan dan menendangi kepala dan kemudian, setelah ‘diselidiki’, disimpulkan bahwa para prajurit tersebut “bertindak benar”; melainkan Pasukan “Pertahanan” Israel yang memukul seorang remaja Palestina hingga menyebabkan tiga lubang di tengkoraknya, menewaskannya, saat dia menunggu di perhentian bus, terus memukulinya selagi dia terbaring pingsan, lalu mengarang-ngarang cerita tentang dia “menarik sebilah pisau” dan menyatakan bahwa dia “tak stabil secara mental” dalam sebuah perkara yang sedihnya merupakan pertanda khas kekerasan ekstrimis supremasis Yahudi sayap kanan, fanatik, rasis terhadap orang-orang yang mereka anggap sebagai “binatang berwujud manusia”.

Bukan Muslim yang membentuk sebuah organisasi global bernama “Anti Defamation League” (ADL) dalam rangka membela penjahat Muslim dengan memainkan kartu ras dan menuduh pengejar mereka sebagai “rasis” dan “anti-Semit” yang bersalah melakukan “kejahatan kebencian”; melainkan Yahudi yang mendirikan Anti Defamation League B’nai B’rith sebagai respon terhadap penghukuman mati tanpa persidangan atas Leo Frank, presiden secret society Yahudi B’nai B’rith cabang Atlanta yang dihukum atas pembunuhan Mary Phagen berusia 13 tahun yang bekerja di pabrik pensil milik Frank, di mana penghukuman mati tanpa persidangan atas Frank merupakan respon terhadap peringanan hukuman mati menjadi penjara seumur hidup setelah kelompok Yahudi terorganisir mencoba melemparkan keragu-raguan atas penghukuman Frank dengan memikulkan kesalahan kepada seorang kulit hitam sekalipun ritual pembunuhan adalah tradisi lazim Yahudi, adapun ADL sesudah itu digunakan untuk mencela anti-penjahat sebagai “anti-Semit” manakala penjahatnya kebetulan Yahudi.

Bukan Muslim yang, untuk keuntungan politik dan finansial, meruntuhkan World Trade Center dengan nano-thermite lalu menubrukkan pesawat kendali jarak jauh ke gedung tersebut untuk mengadakan hoax tentang “pilot kamikaze Yahudi” dan kemudian berupaya melepaskan para peneliti dari penciuman [publik] dengan berpura-pura “menyelidiki” keruntuhan tersebut sambil ‘kebetulan’ mendukung hipotesis yang salah (misalnya H-bomb, bukan thermite), dan kemudian keras kepala menolak beralih ke hipotesis yang sesuai dengan bukti; melainkan Yahudi yang mengadakan hoax tentang “pilot kamikaze Muslim” dan menaruh ‘tulisan’ penyesat disengaja tentang keruntuhan itu di situs-situs yang dimiliki dan diedit oleh Yahudi.

Bukan Muslim yang mempraktekkan pseudo-sains dengan menolak mencari Iron Blue di Auschwitz atau bahan peledak di World Trade Center, agar ‘penyelidikan’ mereka membuahkan hasil finansial dan politis yang dibutuhkan; melainkan Jan Markiewicz, Wojciech Gubala, dan Jerzy Labedz dari Jan Sehn Institute di Krakow (penipu Auschwitz), dan “ilmuwan” dan “insinyur” di NIST (penipu WTC).

Bukan Muslim yang mengambilalih “penyelidikan” kolapsnya World Trade Center ketika FEMA mengacaubalaukan penutup-nutupan [peristiwa 9/11], mengacaukan Angka 11-51 dan 11-52 dalam NCSTAR1-9Vol2 dalam laporan WTC7 mereka yang dipublikasikan dua hari setelah kematian misterius saksi Barry Jennings yang kesaksiannya tentang ledakan di WTC7 sebelum masing-masing Menara kolaps – catat, dia secara rinci mengatakan (4:43) “Saya terperangkap di sana saat kedua gedung runtuh” – memberantakkan asumsi dan kesimpulan politis mereka, gagal melihat kekeliruan dalam deskripsi pengiring mereka, mengasumsikan temperatur gas yang tinggi secara tak realistis demi mendapat temperatur yang mereka perlukan, mempublikasikan hipotesis tak masuk akal tentang kekolapsan akibat “perluasan panas” dengan kesimpulan logis bahwa kapasitas sesar 180 kip empat baut dalam sambungan berdudukan akan terlampaui jika baja memanas dari 200 C menjadi 320 C, menghasilkan kekuatan untuk sepenuhnya menahan perluasan panas 191 kip, mengabaikan fakta bahwa tak ada gedung berkerangka baja yang pernah kolaps akibat “kebakaran” atau “tubrukan” selain tiga menara yang diduga mengalaminya pada 9/11, mengklaim inward bowing (pembengkokan ke dalam) tiang keliling WTC1 antara lantai 94 sampai lantai 100 memuncak pada 55 inchi pada tiang 316 di lantai 96 yang tak bisa direkonsiliasikan dengan fakta bahwa momen kelembaman tiang-tiang atau momen area yang kedua adalah sekurangnya 342 ins^4 sepanjang poros pendek, dan defleksi maksimum 55 inchi berdasarkan kondisi batas tertentu dan beban terdistribusi akan mengharuskan kegagalan setidaknya sepuluh lantai berurutan dalam waktu 102 menit, yang mana penahan api di kebanyakan lantai tersebut tidak ‘tergeser’ oleh pesawat dan bahkan tidak mengalami kebakaran substansial; melainkan NIST, yang para ilmuwan dan insinyurnya memiliki pengetahuan luas mengenai nano-thermite, tapi mengatakan “tak ada bukti” bahan peledak di WTC dan kemudian mengakui bahwa mereka belum mencarinya. Pelaku 9/11 harus memastikan bahwa orang-orang yang bertugas dalam “penyelidikan” tidak menemukan apa yang tak boleh diketahui.

Bukan Muslim yang mengumumkan pada Selasa 16 September 2001 bahwa “paspor pembajak” (diduga milik Satam al-Suqami) telah ditemukan “beberapa blok dari reruntuhan World Trade Center”, di mana laporan lain menegaskan bahwa paspor itu ditemukan “di sekitar Vessey Street”; melainkan mantan Komisaris Polisi Bernard Kerik yang didakwa pada November 2007 atas banyak tuduhan meliputi kebohongan, penggelapan, dan konspirasi, yang konsisten dengan fakta bahwa hukum aerodinamika yang menentukan bahwa paspor semestinya ditemukan di sekitar Liberty Street, penulis naskah lupa bahwa Suqami diduga berada dalam Penerbangan AA11 yang mendekat dari arah utara, dan, dari beberapa upaya yang dibuat oleh pihak berwenang untuk menebak di mana paspor tersebut semestinya berada, tak satupun yang benar!

Bukan Muslim yang membunuh JFK; melainkan Yahudi.

Bukan Muslim yang mencuri suara pemilu dengan mengeksploitasi mesin pemilu elektronik agar mencondongkan hasilnya sedemikian rupa sehingga kemungkinan beberapa swing state (negara bagian mengambang) untuk berayun sebanyak [angka] dari exit poll (poling terhadap pemilih yang meninggalkan TPS—penj) adalah 250 juta banding 1; melainkan George W. Bush.

Bukan Muslim yang memperagakan ciri supremasis megalomaniak dengan menyebut musuh-musuh mereka sebagai “belalang”, “binatang buas”, “buaya”, dan “kecoa”; melainkan Yahudi.

Bukan Muslim yang mengadakan skema Ponzi yang memperoleh laba bersih $50 miliar; melainkan Yahudi.

Bukan Muslim yang membuat rekaman tentang pengerjaan “The Wall Street Shuffle” dan yang lagu-lagu lainnya menyertakan penyebutan kotoran dan kecabulan; melainkan Yahudi.

Bukan Muslim yang mengatur dunia lewat proksi dan membuat pihak-pihak lain bertempur dan mati untuk mereka dalam perang; melainkan Yahudi, yang modus operandi-nya adalah memilih penduduk pribumi yang kaya yang akan mengizinkan mereka masuk, mengaku sebagai “sekutu” sambil menyedot habis kekayaan yang diperoleh susah-payah, memakai muslihat untuk mengelabui penduduk pribumi agar memerangi bangsa-bangsa yang lebih miskin, dan menuai rampasan perang semisal penyelundupan opium Afghan, dana Pentagon yang hilang, perampokan dana pangan pengganti minyak, dan lain-lain, serta trik oportunistis lain semisal penarikan uang beramai-ramai secara elektronik senilai $550 miliar di bank-bank. Catat: beberapa laporan keliru menyatakan Kamis “15” September 2008 dalam kasus penarikan uang tersebut; mestinya tentu saja 11 September, Kamis sebelum 15 September.

Bukan Muslim yang diusir dari negara-negara dalam banyak kesempatan; melainkan Yahudi yang terus ditendang keluar segera setelah tuan rumah mengetahui fakta bahwa satu-satunya loyalitas Yahudi adalah kepada suku mereka sendiri, daripada bangsa tuan rumah yang kepadanya Yahudi mengaku sebagai “sekutu”.

Bukan Muslim yang memulai Perang Dunia pada 1914 dengan harapan dapat berhasil melancarkan hoax tentang “enam juta” orang mereka terbunuh dalam rangka mendapatkan negara mereka sendiri dan memperoleh sebagian kecil substansial kekayaan global sebagai “ganti rugi”, tapi gagal, dan juga mengeksploitasi kesempatan untuk menganeksasi dan merampok Rusia dan memperturutkan nafsu dalam penumpahan darah dan penindasan mengerikan sebagai cara membalas dendam lama terhadap bangsa Rus yang pernah mengejar mereka ke barat dari bekas Khazaria; melainkan ‘Yahudi’ Khazar (palsu).

Bukan Muslim yang meledakkan mobilnya Francois Duprat, menewaskannya dan membuntungkan isterinya, memukuli habis-habisan Dr. Robert Faurisson sekurangnya sepuluh kali di mana rahangnya patah / giginya terjotos / hampir tewas beberapa kali / dirawat selama berminggu-minggu dan dizalimi dalam pertarungan hukum dan rumahnya digeledah oleh polisi, [bukan Muslim] yang mencoba membunuh Ernst Zundel dalam sekurangnya tiga kesempatan dalam pembakaran rumah disengaja dan serangan bom pipa dan membuatnya dan Germar Rudolf dideportasi ke Jerman dan dipenjara selama bertahun-tahun, [bukan Muslim] yang memukuli Jurgen Rieger sampai pingsan dan meledakkan mobilnya, [bukan Muslim] yang memukuli habis-habisan David Cole dan mengancam membunuhnya dan keluarganya, [bukan Muslim] yang menganiaya dan memukuli Joseph Burg, menyerang Frank Walus tujuh kali dan hampir membunuhnya dalam sebuah serangan asam, [bukan Muslim] yang memaksa Ivan Lagace mengundurkan diri pekerjaannya sebagai ahli kremasi setelah ancaman tiada akhir dari gerombolan yang mengklaim berasal dari Jewish Defense League, [bukan Muslim] yang melakukan banyak serangan teror di Prancis termasuk penyemprotan asam sulfur ke wajah / serangan dengan palang besi, tongkat baseball / penyemprotan gas / penebaran tinja, [bukan Muslim] yang membuat sejarawan David Irving menghabiskan 400 hari di penjara sebelum dilepaskan berkat Banding terhadap kurungan tiga tahun gara-gara dua pidato dan sebuah wawancara suratkabar yang dia berikan 16 tahun sebelumnya, [bukan Muslim] yang membuat Dr. Frederick Toben dipenjara di Jerman selama sepuluh bulan atas penggunaan website Australianya untuk mengekspresikan pandangannya, dan [bukan Muslim] yang membuat banyak lagi dipenjara, didenda, dan dibangkrutkan secara finansial lewat pembunuhan karakter dan pertarungan hukum; melainkan Yahudi yang berupaya menopang cap “kebenaran” idiosinkratis mereka yang banyak menguntungkan mereka selama berdekade-dekade.

Bukan Muslim yang mempabrikasi hoax tentang “enam juta” orang mereka “dibunuh” menggunakan sebuah teori konspirasi tanpa bukti mengenai persekongkolan untuk memusnahkan mereka di “kamar gas” yang memberi mereka keuntungan – melalui penyerobotan tanah besar-besaran secara tak sah [yang menghasilkan] negara berdaulat mereka sendiri, laba dahsyat dalam “ganti rugi”, ratusan miliar dolar “bantuan” asing dan “jaminan pinjaman” dan penghapusan/pensubsidian pembayaran bunga, dan lain-lain, dan sekarang dipergunakan sebagai “pedang dan perisai” mereka untuk mempraktekkan apartheid dan membunuh dan menindas musuh-musuh mereka tanpa mendapat hukuman; melainkan Yahudi.

Bukan Muslim yang tertangkap basah mengadakan “asap” palsu ke dalam foto-foto Auschwitz masa perang; melainkan Simon Wiesenthal Center, yang kecocokannya sebagai pengawal kebenaran dapat disamakan dengan pemilihan Pangeran Drakula sebagai pengurus bank darah.

Bukan matematika Muslim yang menganggap bahwa jumlah set variabel a+b+c+d+e… tetap konstan, misalnya sama dengan “enam juta”, padahal beberapa variabel berfluktuasi turun sebesar, katakanlah, hampir tiga juta setengah, tanpa perbaikan naik yang ekuivalen; melainkan “matematika” Yahudi yang bermotivasi finansial dan politik.

Bukan fisika dan kimia Muslim yang menganggap bahwa mayat dapat dikremasi secara cepat dan ekonomis dengan satu sampai satu kilogram batu arang per jasad padahal bata tungku kremasi bahkan tidak diganti setelah sekitar 20.000 pengkremasian (ini sama seperti mengharap Trabant sanggup menempuh 100.000 mil tanpa henti pada kecepatan 100 mil/jam dengan 100 galon bensin (1 galon = 4,5 liter dalam standar Inggris, 1 galon = 3,8 liter dalam standar AS—penj) dan beberapa kaleng oli motor; melainkan “fisika” dan “kimia” Yahudi bermotivasi politik dan finansial.

Bukan Muslim — atau bahkan “kepolisian Rusia” – yang berperilaku seolah menulis The Protocols of the Learned Alders of Zion; melainkan Yahudi Internasional, dan jika mereka berdesis seperti ular dan berderik seperti ular derik, mereka persis tidak ramah.

Bukan “Muslim internasional” yang harus menjawab banyak hal; melainkan Yahudi internasional.

Keheningan mencolok media mainstream terkait runtuhnya teori konspirasi resmi 9/11 telah dengan jelas menyingkap mereka sebagai “anjing yang tidak menggonggong”.

Ini terinsipirasi oleh tulisan luar biasa bertanggal November 2003: It Wasn’t Arabs karya Edgar J. Steele.

Sumber artikel: www.takeourworldback.com.

3 thoughts on “Bukan Muslim

  1. Bukan Muslim yang memulai kerusuhan di Ambon ahad lalu (dengan menikam seorang tukang ojek), melainkan Nasrani.

  2. I’ve read several just right stuff here. Certainly value bookmarking for revisiting. I wonder how a lot effort you put to make this sort of great informative web site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s