China Akan Melepas Satu Triliun Cadangan Dolarnya

15 Desember 2006
(Sumber: www.halturnershow.com dan www.rense.com)

China mengatakan kepada pejabat pemerintahan Bush yang berkunjung bahwa mereka tidak akan berdiam diri dan jatuh melarat begitu Dolar AS kolaps; mereka akan cepat keluar dan tumbuh.

Beijing – Sumber-sumber dalam delegasi AS di Beijing mengatakan kepada Hal Turner Show bahwa pemerintah China telah memberitahu para pejabat Pemerintahan Bush yang berkunjung bahwa mereka bermaksud melepas Satu TRILIUN dolar AS dari Cadangan Mata Uang China dan mengkonversi dana itu ke dalam Euro, emas, dan perak!

China diduga diminta menahan pengumuman itu sampai Bullion Markets tutup akhir pekan demi mencegah lonjakan seketika harga emas dan perak. Penundaan ini akan meluangkan akhir pekan kepada dunia untuk mempertimbangkan tindakan tepat ketimbang mengambil reaksi mendadak yang dapat memastikan harga Dolar AS kolaps total pada hari Senin.

Menurut sumber senior ini, China mengatakan kepada delegasi AS bahwa mereka tak lagi mempercayai mata uang AS karena beberapa alasan:

  1. Federal Reserve berhenti menerbitkan data “M3” pada bulan Maret, membuat siapapun hampir mustahil mengetahui berapa banyak uang yang sedang dicetak. China mengatakan tindakan ini tidak memungkinkan kita mengetahui seberapa bernilai dolar AS.
  2. Dolar AS telah kehilangan lebih dari 30% nilainya terhadap mata uang asing lainnya belakangan ini, yang berarti China kehilangan hampir US$300 miliar hanya dengan menyimpan dolar AS dalam cadangannya.
  3. AS tak mempunyai rencana apapun untuk mengurangi defisit pengeluaran atau [tak mempunyai] kesanggupan membayar tunai utangnya tanpa mencetak uang untuk melunasi.

Karena alasan-alasan ini China telah memutuskan menerapkan penjualan agresif dolar AS sebelum seluruh dunia berbuat sama. China dikabarkan mengatakan kepada delegasi AS: “Kami adalah penyimpan terbesar mata uang AS dan jika seluruh dunia mengeluarkan [cadangan dolar] mereka sebelum kami, kami akan jatuh melarat.”

Awal minggu ini, sebuah langkah yang tak biasa, pemerintahan Bush mengutus seluruh “tim A” ekonomi ke China untuk mengadakan “dialog ekonomi strategis” di Beijing, 14 dan 15 Desember.

Menteri Keuangan Henry Paulson dan Kepala Federal Reserve Ben Bernanke memimpin delegasi, bersama dengan lima pejabat tingkat kabinet lainnya, termasuk Menteri Perdagangan Carlos Gutierrez. Juga ikut dalam delegasi itu adalah Menteri Tenaga Kerja Elaine Chao, Menteri Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat Mike Leavitt, Menteri Energi Sam Bodman, dan Perwakilan Dagang AS Susan Schwab.

Pemerintahan Bush menginginkan kerjasama China dalam mencegah ambruknya dolar. Hal Turner Show diberitahu bahwa upaya itu gagal.

Menurut sumber itu, Kepala The Fed Bernanke meninggalkan pertemuan “dengan wajah pucat dan keringat dingin” akibat implikasi keputusan China yang tampaknya masuk ke dalam pikirannya.

Implikasinya sangat besar: harga dolar AS kemungkinan besar akan ambruk terhadap semua mata uang utama lainnya awal Senin, 18 Desember.

Ini akan menyebabkan penjualan dolar di seluruh dunia, menciptakan “hiper inflasi” seketika di AS dan juga berdampak terhadap pasar-pasar dunia pada level “lebih buruk daripada Great Depression tahun 1929”.

Arab Menjadi Penyelamat?

Ironinya, Arab dan OPEC mungkin akan datang menyelamatkan AS!

Pejabat-pejabat senior OPEC menjelaskan bahwa mereka juga akan terganggu hebat jika dolar AS ambruk, dan mengisyaratkan bahwa mereka “cenderung takkan menjual minyak kepada negara tertentu yang sengaja menyebabkan keambrukan tersebut”.

Ini ancaman tersirat untuk China, yang sangat bergantung pada minyak OPEC untuk kebutuhan energinya yang meningkat pesat.

Pejabat OPEC bahkan mengatakan lebih jauh, “Karena China kurang mampu memproyeksikan kekuatan militernya, negara-negara OPEC tak perlu khawatir akan respon militer China terhadap pemutusan [pasokan] minyak.”

Ucapan terus-terang tersebut tak akan memuaskan China; dan mengisyaratkan hal tak menyenangkan untuk AS.

Arab dan OPEC akan menginginkan imbalan atas penyelamatan AS dari keambrukan ekonomi dan sudah dispekulasikan secara luas bahwa yang mereka inginkan adalah perubahan total dukungan AS terhadap Israel di Timur Tengah.

Jika tuntutan tersebut diajukan oleh negara-negara Arab kaya minyak, AS tak punya pilihan selain menelantarkan negara Yahudi itu mempertahankan diri sendirian.

Update Kamis 14 Desember 2006

Washington Post mengkonfirmasikan… ‘Benturan AS dan China dalam Urusan Mata Uang’

Update Sabtu 16 Desember 2006

Sumber-sumber tambahan, satu di Departemen Perdagangan AS dan satu lagi di Departemen Keuangan AS, telah mengkonfirmasikan kabar di atas dan merujuk saya kepada sumber lain, ketiga, di Pentagon.

Sumber di Perdagangan dan Keuangan itu melaporkan bahwa meski China tak bisa begitu saja menukar dolar mereka dengan  mata uang kertas lainnya, mereka akan membelanjakan dolar tunai mereka untuk komoditas seperti emas, perak, dan rhodoium, dan juga peralatan militer, kapal dan pesawat, mengajukan pesanan dan membayar pesanan itu dengan 1,1 triliun dolar tunai yang mereka miliki.

Kerisauan Ekstrim Militer

Setelah percakapan dengan kontak di Pentagon, saya kini dapat meyampaikan bahwa Pentagon memandang penghancuran mata uang ini sebagai sebuah aspek militer cerdik rencana China:

Pentagon mengatakan bahwa meski China memiliki 2 juta tentara, mereka kekurangan logistik dan kapabilitas pengangkut berat untuk memindahkan tentara itu dan menyuplainya. Namun mereka bisa membawa militer itu ke Korea Selatan dan Jepang.

China tahu bahwa militer AS terlalu tersebar dan hampir dilelahkan oleh Panglima Tertingginya yang menjelajahi dunia. Mereka merasa bahwa dengan sengaja mendestabilisasi dolar, ekonomi akan jatuh, menempatkan puluhan juta warga Amerika di garis pengangguran dan mengadakan tekanan tak tertahankan pada Pemerintah AS.

Lalu, dengan kacaunya ekonomi AS dan basis produksinya dikikis oleh terus keluarnya pabrik-pabrik dari AS, pemerintah AS akan terlalu sibuk dengan permasalahan domestik daripada berbuat banyak di kancah internasional. Amerika akan tak sanggup menantang China, memungkinkan China beraksi secara militer di dunia.

Lebih jauh, jika AS berupaya mengintervensi aksi militer China, satu-satunya pabrik di dunia yang dapat memproduksi giro khusus untuk sistem pedoman Misil Jelajah AS kini berlokasi di…..China.

China dapat mencegah pabrik tersebut mengirimnya ke AS, dan sekali gudang misil jelajah kita kosong, perlu waktu lama untuk memperlengkapi kembali sebuah pabrik untuk membuat lebih banyak giro dan menyuplai misil jelajah untuk pertempuran. China merasa dapat mencapai sasaran militer tertentu sebelum AS memperlengkapi kembali sebuah pabrik.

Mereka juga yakin AS takkan pernah “memakai nuklir” selama AS tidak diserang.

Sumber Pentagon itu lebih lanjut mengatakan, “Sekalipun China akan kehilangan 1 triliun tunai untuk mengambrukkan dolar sebagai mata uang, mereka akan berhasil melengserkan AS dari pentas dunia dengan tipe kekuatan militer atau ekonomi yang efektif – tanpa menembakkan satupun peluru!” Sebuah paradigma kemenangan ‘klasik’ Sun Tzu – seni berperang, tanpa berperang.

Pelumpuhan AS adalah keuntungan militer yang amat diinginkan bagi China dengan biaya relatif murah sebab tidak mengganggu sumber daya manusia dan aset infrastrukturnya; aset yang mereka tahu akan hilang jika perang panas dengan AS meletus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s