Kelompok Fasis Mencoba Mengambil $250 Miliar

Oleh: Benjamin Fulford
28 Desember 2009
(Sumber: www.benjaminfulford.net)

Setelah upaya untuk menciptakan pemerintah fasis dunia yang Eropa-sentris gagal besar-besaran di Kopenhagen, medan tempur utama dalam Perang Dunia III finansial yang sedang berlangsung pindah ke Filipina. Kami akan melaporkan detil intrik ini di bawah.

Pertama-tama, mari kita merangkum langkah-langkah New World Order menuju pemerintahan fasis dunia pada 2009. Itu dimulai dengan pelantikan Barack Obama sebagai presiden. Mulanya semua orang penuh harapan, tapi tak perlu waktu lama untuk memahami fakta. Obama adalah boneka Nazi yang mengingkari semua janji pentingnya dan menolak menarik [pasukan] dari Irak, tidak menutup kamp penyiksaan Guantanamo, dan sungguh-sungguh menambah pasukan di Afghanistan. Kemudian, dia berupaya menjadikan dirinya sebagai Presiden dunia secara de facto dengan mengambil pos kepala Dewan Keamanan PBB, sebuah pelanggaran nyata terhadap konstitusi AS. Untuk mendukung posisinya, dia dianugerahi hadiah Nobel “perdamaian”.

Sementara itu, pemerintahan totaliter gaya Soviet diberlakukan atas masyarakat Eropa lewat Pakta Lisbon. “Presiden” Eropa lalu dipilih tanpa suara rakyat.

Langkah terakhir diperkirakan akan berlangsung di KTT “pemanasan global” Kopenhagen. Kelompok fasis Eropa berharap memasang pemerintahan totaliter global secara sembunyi-sembunyi dengan kedok kampanye gadungan penurunan CO2.

Namun, Black Dragon Society (BDS) mampu membatalkan kampanye ini di beberapa front. Pertama-tama, anggota BDS Rusia meng-hack komputer East Anglia University dan membuktikan kampanye “pemanasan global” didasarkan pada data bohong. Lalu anggota BDS di Washington membekukan upaya kaisar Jepang untuk menyediakan $100 miliar lebih bagi komplotan [fasis] untuk dibagikan kepada negara-negara berkembang dengan imbalan kesetujuan mereka terhadap [pendirian] sebuah pemerintahan dunia. Ketika kelompok fasis muncul dengan tangan kosong, mereka disuruh pergi oleh seluruh dunia.

Sementara itu, Dewan Federal Reserve dan Bank Sentral Inggris sedang menghadapi tenggat waktu Januari untuk menghasilkan emas untuk membayar utang kepada China yang sudah lewat jatuh tempo.

Dalam rangka mendapatkan emas ini dan menjaga monopoli pencetakan uang milik swasta tetap berjalan, seorang agen senior Dewan Federal Reserve di Jepang, yang akan kita sebut sebagai Tn. K, pergi ke Filipina bersama delegasi pemerintah Jepang berpengaruh yang dipimpin oleh tokoh nomor dua partai berkuasa Demokrat, Hajime Ishii. Pura-puranya, tujuan kunjungan tersebut adalah untuk bermain golf dan bertemu para anggota legislatif.

Namun, tujuan sesungguhnya adalah untuk menguangkan surat utang pemerintah AS tahun 1930 senilai $250 miliar yang disokong oleh emas Kekaisaran China yang disimpan di Filipina. Harapan mereka adalah menguangkan surat utang ini dan menggunakan uangnya untuk menyuap negara-negara berkembang agar menerima rumusan Kopenhagen untuk [pendirian] pemerintahan fasis global yang dipimpin Eropa. Politisi-politisi Jepang yang menyertai Tn. K hampir pasti tak mengetahui agenda rahasia ini.

Namun, Black Dragon Society juga mengirim delegasi ke Filipina dengan agenda yang sangat berbeda. Delegasi mereka pergi ke sebuah danau dekat Manila yang merupakan danau terbesar kedua di Asia Tenggara. Pejabat setempat memberitahu mereka bahwa Ratu Beatrix dari Belanda (seorang Nazi ulung) dan kroni-kroni Filipinanya sedang berupaya menyatakan bahwa danau itu sudah mati agar mereka bisa mengeringkannya dan menggarap tanahnya. Tak perlu dikatakan, langkah demikian akan menguntungkan segelintir pengembang miliuner dengan mengorbankan jutaan masyarakat miskin yang tinggal dekat danau.

Anggota Black Dragon Society sebaliknya justru berjanji merestorasi danau ke kondisi aslinya. Mereka melakukan ini dengan mendirikan fasilitas penanganan kotoran guna menangani sampah manusia yang bertanggungjawab atas 70% kerusakan ekologis di danau itu. Mereka juga mengusulkan penggunaan teknologi Tesla berupa pemancaran pulse energi berfrekuensi tertentu yang membunuh bakteri berbahaya. Di samping itu, mereka mengusulkan menggunakan zeolit yang ditambang di Filipina untuk menetralisir racun yang sudah tersebar di danau.

Idenya adalah menggunakan danau sebagai contoh untuk menunjukkan perubahan fundamental dalam cara Peradaban Barat berinteraksi dengan planet dan penduduknya. Itu akan dipakai untuk menginisiasi kampanye serupa di seantero planet.

Rencana Black Dragon Society untuk sistem finansial baru juga dijelaskan. Sebagaimana telah kami kemukakan sebelumnya, sekitar 90% dari seluruh dolar yang pernah diproduksi tidak dimiliki oleh orang Amerika. Jika dolar-dolar ini menjadi kertas tak bernilai maka kelaparan dan penderitaan masal hampir pasti terjadi. Itulah mengapa BDS mengusulkan menghapus semua dolar yang diproduksi secara curang dari catatan dan kemudian menopang dolar sisanya dengan emas. Dolar tersebut lalu akan diganti nama dan ditempatkan di bawah kontrol pemerintah. Kontrol itu akan dibagi antara PBB baru yang bermarkas di Laos, Bank Dunia yang didominasi China yang bermarkas di Hong Kong, dan Lembaga Perencanaan Ekonomi yang didominasi G8 yang bermarkas di Osaka atau Singapura.

Delegasi Partai Demokrat Jepang sangat mendukung proposal ini. Mereka juga mengungkapkan minat besar terhadap proposal sistem finansial baru yang dikontrol pemerintahan bukan segelintir elit. Namun, perjalanan itu juga membantu menyingkap sifat sejati Partai “Demokrat” baru Jepang. Delegasi BDS mendekati Tn. Ishii, tokoh nomor dua di pemerintahan Jepang, dan menjelaskan kepadanya bahwa Yakuza dan tokoh-tokoh sayap kanan Jepang ingin memutus ikatan dengan geng kejahatan Dewan Federal Reserve dan mulai bekerja untuk pemerintah Jepang. Jawaban Tn. Ishii adalah “Kau perlu bicara dengan Tn. K soal itu.”

Tn. K (kami tetap merahasiakan namanya untuk sekarang ini dengan harapan bahwa dia akan bersatu-padu dengan Black Dragon) mengatakan sesuatu yang menyingkap kepada kami. Dia pertama kali mendekati BDS saat dua agen Jepang ditangkap di Italia pada bulan Juni, mereka membawa surat obligasi pemerintah AS senilai $134,5 miliar. Dia bilang, “Saya kira kita harus bekerjasama sekarang.”

Dia lalu menjelaskan bagaimana hingga kini “tiga atau empat orang memerintah negara[nya] dengan mencuci otak seluruh rakyat.” Dewan Federal Reserve menawarkan untuk menyerahkan kendali atas Jepang kepada China pada 2011, katanya. “Selama saya dan isteri dapat hidup dengan baik, saya kira itu tak apa-apa,” tambahnya.

Tn. K jelas merupakan makelar kekuasaan rendahan yang bertiup bersama angin. Ketika angin mulai bertiup dari China bukan AS, dia cepat-cepat menawarkan jasanya kepada China.

Apa yang diungkapkan kepada kami olehnya dan para anggota lain kekuatan rahasia Jepang adalah kampanye berpengaruh Dewan Federal Reserve yang dijalankan dari Taiwan, Jepang, dan China. Gangster dan makelar kekuasaan Jepang pergi ke Taiwan ataupun China di mana mereka menerima suap besar agar menyetujui rencana untuk kediktatoran dunia pimpinan China.

Salah satu figur kunci dalam skema ini adalah makelar kekuasaan dari  Partai Demokrat Jepang, Ichiro Ozawa. Menurut seorang teman dekat dan yang lainnya, Ozawa hanya memberitahukan pemikirannya kepada 2 atau 3 orang yang betul-betul dia percayai.

Kekhawatiran di Jepang adalah bahwa jika Partai Demokrat Jepang memenangkan mayoritas multak dalam pemilu Majelis Tinggi musim panas ini, Ozawa akan membentuk kediktatoran totaliter. Ozawa tampak betul-betul bergaya China, tapi sesuatu tidak selalu seperti kelihatannya. Ini menjadi jelas dengan adanya upaya rahasia di pihak Tn. K untuk menguangkan $250 miliar atas nama Dewan Federal Reserve sungguhpun dia diduga mendapat perintah jalan dari Taiwan.

Para anggota Black Dragon Society di Washington telah memperoleh daftar luas politisi dan gangster Jepang yang menerima suap besar di Taiwan dan China yang ujung-ujungnya bisa sampai [tertelusuri] ke Dewan Federal Reserve. Kami mungkin akan mempublikasikan daftar ini di masa mendatang.

Bagaimanapun juga, kisah Tn. K mengungkap bagaimana seseorang yang belum pernah terpilih menduduki jabatan publik, yang tak pernah melewati ujian jabatan publik, dan yang terus merahasiakan namanya, berada di jajaran atas menurut tokoh nomor dua dalam pemerintahan Jepang.

Di AS, tentu saja, struktur serupa eksis, di mana orang-orang seperti James Baker, Frank Carlucci, George Bush Senior, Paul Wolfowitz, Henry (Heinz) Kissinger, J. Rockefeller, dan lain-lain memiliki lebih banyak kekuasaan daripada pejabat terpilih. Di Eropa, peran sepadan dimainkan oleh Keluarga Kerajaan dan berbagai cabang dinasti Rothschild.

Walaupun mayoritas masyarakat di dunia Barat dan di Jepang terus dicuci otak bukan kepalang, massa kritis di kalangan elit intelektual telah memahami sifat curang dan tak adil sistem ini. Artinya sistem tersebut kini terancam hancur.

Para penguasa Dewan Federal Reserve membeli waktu sejak mereka diputus dari pendanaan baru di akhir September dengan menjual rahasia militer, merampas apapun yang mereka bisa di Amerika Utara, dan lewat operasi perdagangan narkoba mereka di seluruh dunia.

Namun, tanpa emas di Filipina, mereka kehabisan waktu. Petugas penegak hukum internasional dari Interpol kini telah diberi yurisdiksi legal di AS. Mereka sibuk memburu dan menangkap bankir korup.

Pembersihan serupa sedang berlangsung di Eropa.

Sekalipun sindikat kejahatan Dewan Federal Reserve mendapatkan emas di Filipina, jika China terus menjadi kaki-tangan para pembunuh masal ini, ia akan kehilangan kemauan baik yang diperolehnya selama dua tahun ini dengan menghadapi mereka secara berani. Artinya emas itu akan tetap menjadi “emas hitam” tak bernilai yang tak dapat diuangkan selama dimiliki oleh Dewan Federal Reserve.

Yang tak disadari oleh para bankir rakus selama manuver mereka di Filipina adalah bahwa kita tidak bisa makan emas. Air kotoran yang dapat didaur ulang dari danau Filipina bisa diubah menjadi pupuk dan karenanya menjadi makanan. Anda perlu makanan untuk bertahan hidup. Artinya anggota Black Dragon Society yang berjalan di lumpur kotor dengan kaki telanjang dalam upaya membantu rakyat miskin Filipino berdiri di atas harta sejati.

Bagaimanapun juga, ada banyak tanda-tanda pertikaian besar di bulan Januari. Ada beberapa tanggal penyelesaian penting di bulan Januari di mana The Fed kemungkinan besar akan melambungkan cek (menuliskan angka cek melebihi dana simpanan yang kita miliki, atau bounced check—penj).

Pihak pemerintah Jepang sedang terus-menerus membeli semua surat utang pemerintah yang dimiliki orang asing. Artinya mereka mungkin sedang bersiap menghadapi pembebasan/penghapusan utang (debt jubilee) di Jepang.

Sementara itu, lebih dari 600 pakar IT asing, petugas penegak hukum, politisi, dan lain-lain telah singgah di Washington. Mereka mungkin juga sedang bersiap menghidupkan kembali sistem dolar minus derivatif beracun.

Kita juga terus mendapat aliran fakta dari media Inggris, termasuk dokumenter BBC yang menyatakan bahwa Al-Qaeda adalah fiksi. Ini mengindikasikan sindikat kejahatan Dewan Federal Reserve mulai terisolasi di dalam dunia Anglo Saxon sendiri.

Terakhir, Israel telah menarik semua duta besarnya dari seluruh dunia yang menandakan bahwa ia jelas memperkirakan sesuatu yang besar akan terjadi.

Mungkin peristiwa-peristiwa yang diprediksikan untuk tahun 2012 bisa berawal di tahun 2010. Minggu depan, kita akan mencoba memprediksi apa yang akan terjadi di tahun baru yang hampir pasti diperkirakan menjadi tahun paling bergolak dan menggairahkan. Tebakan terbaik kami untuk sekarang adalah bahwa sebuah sistem pemerintah yang telah berlangsung selama ribuan tahun segera berakhir. Manusia akhirnya akan terbebas dari sistem kejam berbasis perbudakan utang untuk selama-lamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s