Apakah Uang Anda Sedang Dicuri dan Dikirim ke Israel?

Minggu, 14 Desember 2008
(Sumber: aangirfan.blogspot.com)

Kendaraan Amerika

Di AS dan Inggris, pemodal-pemodal cerdik tertentu memainkan uang, menggaji diri dengan bonus besar, dan membiarkan perusahaan seperti Ford dan Leyland mendapat kesulitan. Di Jerman, di sisi lain, tugas sistem keuangan adalah memelihara perusahaan besar Jerman, seperti Volkswagen. (Belanja atau menabung? Perselisihan antara pendukung pasar bebas dan penganut paham Keynesian soal jalan menuju keselamatan)

Kendaraan Jerman

 

Apa yang terjadi di AS dan Inggris? Apakah pemodal tertentu sedang mencuri uang Anda dan mengirimnya ke tempat-tempat seperti Israel?

Menurut The Truth Seeker, Voice of the White House, 2 Oktober 2008: “Uang dalam jumlah amat besar dari berbagai bank dan institusi keuangan dan pemilik dan pengendalinya dahulu dikirim, dan sedang dikirim, keluar negara ini menuju area aman. Saya bicara khususnya soal perusahaan Amerika yang gila-gilaan mengirim, secara elektronik, uang berjumlah besar ke bank-bank di Israel. Tiga bank yang mendapat paling banyak uang curian itu adalah: kelompok Hapoalim, kelompok Bank Leumi, kelompok Discount Bank. Tak perlu disebutkan bahwa pengirimnya semuanya adalah Yahudi…”

Michael Milken

Pada Maret 2002, Dr. William Pierce menulis: “Ingat Michael Milken, Ivan Boesky, Marty Siegel, Dennis Levine, dan skandal perdagangan orang dalam yang hampir menghancurkan Wall Street beberapa tahun silam?… Semua aktor utama dalam skandal itu adalah Yahudi… Anda ingat Martin Frankel, yang mencuri lebih dari $200 juta dari perusahaan-perusahaan asuransi di lima negara bagian… Anda ingat Sholam Weiss, rabbi ultra ortodoks New York yang menjarah $450 juta dari National Heritage Life Insurance Company di Florida, kasus terbesar pencurian asuransi dalam sejarah AS? Dia mencuri simpanan asuransi jiwa lebih dari 25.000 warga Amerika yang kebanyakan kaum tua yang telah menginvestasikan semua uang pensiun mereka di perusahaan asuransi tersebut.” (Enron, Fastow, and the Looting of America – Free Speech, Maret 2002)

Robert Rubin, salah seorang penguasa rahasia di dunia; tim ekonomi Obama terdiri dari orang-orang didikan Rubin.

 

Dalam sebuah artikel berjudul “Ponzi Scheme at CITI”, New York Post memberitakan: “Skandal baru Citigroup sedang melanda Robert Rubin dan bekas muridnya, Chuck Prince, atas peranan mereka dalam dugaan skema gaya Ponzi yang kini sedang mencekik perbankan dunia. Direktur Rubin dan CEO Prince (yang dipecat) – serta letnan-letnan mereka selama lima tahun ini – disebut dalam perkara hukum federal atas dugaan penutup-nutupan sekuritas-sekuritas beracun yang menyebar ke seluruh dunia, menyapu bersih triliunan dolar sepanjang jalur destruktifnya. Para investor penggugat dalam perkara itu menuduh manajemen Citi mengatur pengemasan ulang CDO (collateralized debt obligation/kewajiban utang terjamin) tak layak jual yang tak diinginkan siapapun – dan kemudian menjualnya kembali kepada Citi dan menyembunyikan paparan beracun itu dari pembukuan di entitas-entitas kedok. Perkara hukum tersebut menyatakan bahwa saat landasan tidak mampu menopang aset goyah dalam setahun terakhir, saham Citi ambruk, menyapu bersih lebih dari $122 miliar nilai pemegang saham. Namun, Rubin dan orang dalam top lainnya sanggup menjaga saham Citi tetap terapung sampai mereka bisa mengeluarkan lebih dari $150 juta untuk diri mereka sendiri dalam penjualan saham ‘mencurigakan’ ‘yang dikalkulasi untuk memaksimalkan keuntungan pribadi dari informasi dalam yang tak tersingkap,’ kata perkara itu.”

Bernard Madoff

Bernard Madoff, seorang Yahudi, merupakan salah satu penguasa rahasia di dunia. Menurut Christopher Bollyn: “Seperti Richard Fuld dari Lehman Brothers, Sanford Weill dari Citibank, dan Maurice Greenberg dari AIG, penjahat-penjahat utama di balik bail-out $2 triliun, Madoff adalah Yahudi Zionis New York yang telah melakukan penggelapan keuangan masif dan menipu rakyat Amerika dan yang lainnya senilai miliaran dolar tak terbilang… Tipu ‘goyim’, yakni non-Yahudi, lalu curi uang mereka? Itulah persis yang Talmud ajarkan, jangan sampai keliru tentang itu. Itulah alasan utamanya Yahudi dipandang rendah dan diusir dari begitu banyak negara sepanjang sejarah.” (Who is Bernard Madoff?)

Lansky, Seorang Amerika Keturunan Yahudi

Pada Desember 2008, Bernard Madoff, trader Wall Street terkemuka, ditangkap dan dituduh melakukan penghimpunan £33 miliar (sistem piramida) atau skema Ponzi (barangkali penggelapan terbesar dalam sejarah korporat). Itu mengelabui banyak bankir dan pengelola dana terkemuka di banyak wilayah dunia. Charles Ponzi adalah penipu keturunan Italia-Amerika yang menghasilkan uang lebih dari $1 juta pada musim panas 1920 dengan membujuk orang-orang berinvestasi di perusahaan gadungan miliknya. Dikabarkan, Madoff membayarkan “laba” kepada investor kuat dengan uang dari investor baru. Korban terbesarnya barangkali adalah Fairfield Greenwich Group, sebuah pengelola aset asal Amerika, yang $7,28 miliar uangnya terancam. Korban lain meliputi Santander, Union Bancaire Privée, BNP Paribas, Nomura Holdings yang bermarkas di Tokyo, dan Neue Privat Bank di Zurich.

Menurut pengacara Brad Friedman, dugaan penggelapan itu telah “menyapu bersih sebagian orang Amerika paling terkemuka dan kaya”. John Coffee, profesor di Columbia Law School, mengatakan: “Langka sekali penggelapan sebesar ini bisa ditangani oleh seorang saja. Perdagangan dan penarikan (redemption) yang harus dikerjakan memerlukan waktu 20 jam sehari dan itu dilakukan hanya oleh seorang pria 70 tahun.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s