Israel Didirikan Dengan Memanfaatkan Pemalsuan Uang Kertas Inggris Oleh Nazi

Oleh: Murdo Macleod
Sabtu, 3 November 2007
(Sumber: sos-at.blogspot.com dan scotlandonsunday.scotsman.com)

Uang kertas Inggris senilai £130 juta lebih yang dipalsukan oleh Nazi digunakan oleh Yahudi bawah tanah untuk membantu mendirikan Negara Israel.

Berberkas-berkas uang kertas, yang dipalsukan oleh Jerman melalui penghuni kamp konsentrasi, akhirnya digunakan setelah Perang Dunia II untuk membayar pengangkutan Yahudi ke Palestina yang kala itu diduduki Inggris, dan untuk membeli senjata untuk embrio angkatan bersenjata Israel.

Pengungkapan tersebut termuat dalam sebuah buku baru yang diterbitkan di AS dan Jerman, ditulis oleh mantan jurnalis majalah Time, dan yang merinci bagaimana Nazi berusaha meruntuhkan ekonomi Inggris dan apa yang terjadi pada uang yang mereka produksi.

Jerman memproduksi £132 juta uang kertas Bank of England palsu selama Perang Dunia II sebagai bagian dari rencana berani untuk meruntuhkan dan menghancurkan ekonomi Inggris. Jumlahnya senilai sekitar £3 miliar menurut ukuran sekarang. Meski rencana itu akhirnya gagal memberi Inggris pukulan mematikan, itu menakuti Bank of England hingga menarik semua uang kertas senilai £5 miliar lebih dari peredaran sampai tahun 1960-an.

Uang-uang kertas [palsu] itu diproduksi oleh sebuah tim pemalsu dan pakar percetakan yang dikumpulkan dari kaum Yahudi penghuni kamp konsentrasi. Dalam buku Krueger’s Men tersebut, Lawrence Malkin mengungkap bagaimana sebagian uang jatuh ke tangan Yahudi bawah tanah di akhir Perang Dunia II.

Nazi mencuci jutaan pound lewat serangkaian skema termasuk memanfaatkan figur-figur bisnis di Eropa yang diduduki yang menyembunyikan asal-usul keyahudian mereka. Salah seorang pebisnis ini adalah Yaakov Levy, pedagang emas sukses dan pakar seni di Jerman pra perang.

Dalam minggu-minggu setelah akhir perang di Eropa pada Mei 1945, Levy memberikan perbekalan kepada para pengungsi Yahudi di Utara Italia yang sedang melarikan diri ke selatan dengan harapan pergi ke Israel. Dia juga membagikan berkas-berkas besar yang masing-masing memuat sekitar £50.000 uang palsu kepada pengelola untuk membantu korban selamat Holocaust pergi dari Eropa ke Israel.

Dalam bukunya, yang mempergunakan informasi baru dari arsip Inggris, AS, Jerman, dan Israel, Malkin menulis: “Yahudi bawah tanah menginginkan uang Harten (Levy) dan tak peduli entah itu palsu atau asli. Mereka membagikan pound palsu itu untuk membekali korban selamat Holocaust dan membantu Brichah (organisasi pelarian Yahudi) menyelundupkan lebih banyak pengungsi ke Palestina. Di pasar senjata internasional, mereka memakai uang itu untuk membeli senjata guna mempersenjatai diri terhadap Inggris dan kemudian Arab.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s