Transkrip Pembahasan Parlemen Jepang Tentang Peristiwa 911

14 Januari 2008
(Sumber: www.benjaminfulford.com)

Berikut adalah transkrip testimoni di Parlemen Jepang yang disiarkan langsung secara nasional di NHK. Anggota Parlemen yang membicarakan 911 adalah Yukihisa Fujita dari Partai Demokrat Jepang. Setelah testimoni, Tn. Fujita mengatakan dirinya menerima banyak panggilan telepon dari anggota parlemen lainnya yang berterima kasih kepadanya atas keberaniannya mengemukakan peristiwa 911 di Parlemen. Dia juga menerima satu ancaman pembunuhan.

Sementara itu, saya meminta Foreign Correspondents Club of Japan (FCCJ) untuk mengundangnya dalam sebuah konferensi pers. Setiap upaya untuk mengirim email ke FCCJ terkait hal ini berakhir dengan pembekuan akun hotmail saya dan crash komputer saya. Selain itu, mengagumkan sekali menyaksikan akrobat verbal tak tahu malu para jurnalis korporat Amerika yang mencoba mencegah berlangsungnya konferensi pers ini. Untungnya, jurnalis dari seluruh dunia mendukung konferensi pers dan kami akan mencoba melangsungkannya sesegera mungkin.

Kendali pemerintahan rahasia atas Jepang runtuh berantakan. Beberapa minggu lalu, salah satu jaringan TV komersial terkemuka di Jepang juga menyiarkan program fakta 911 pada jam-jam prime time. Satu jaringan nasional lain dan beberapa jaringan lokal juga telah menyiarkan program semacam itu.

Rakyat Jepang tak ingin lagi mendanai pembunuh masal.

Pimpinan komisi: Kita sekarang akan memulai sesi pertama komisi pertahanan dan urusan luar negeri. Kita akan mulai membahas undang-undang khusus anti-teror. Kita akan memanggil Tn. Yukihisa Fujita.

Fujita, berdiri di depan mikrofon: Ini akan menjadi siaran TV terakhir komisi ini, jadi saya ingin berbicara tentang pangkal perang melawan terorisme, yakni serangan 911. Pada 11 September 2002, saya pergi ke sebuah gedung teater untuk menghadiri konser amal dalam rangka membantu membangun sebuah sekolah di Afghanistan. Mereka memilih mengadakan konser amal pada hari itu sebagai lambang penghormatan terhadap orang-orang yang meninggal. Biasanya, acara peringatan 911 adalah untuk orang-orang tak berdosa yang meninggal di New York, tapi penyelenggara acara ini memutuskan bahwa lebih banyak orang tak berdosa yang meninggal di Afghanistan menyusul peristwa 911 dibanding di New York. Jadi mereka membangun sekolah dasar dekat patung Buddha yang dihancurkan di Bamiyan. Nama sekolah itu adalah “sekolah harapan”. Mereka juga menyalakan lilin untuk memperingati orang-orang meninggal di Afghanistan maupun di New York pada tahun 2002, setahun setelah serangan. Jadi, saat membahas undang-undang anti-teror ini kita mesti bertanya kepada diri kita sendiri, apa itu 911, apa itu terorisme? Jadi hari ini saya ingin membicarakan permulaan perang melawan teror.

Saya ingin bertanya kepada orang-orang yang menyebut undang-undang ini sebagai undang-undang anti-teror untuk menyadarkan bahwa korban terbesar perang melawan terorisme adalah Afghanistan, jadi saya percaya bahwa membantu rakyat Afghanistan mesti menjadi prioritas terbesar kita. Saya ingin bertanya kepada Tn. Inuzuka soal ini.

Tadashi Inuzuka, berjalan menuju mikrofon: Sebagaimana Tn. Fujita katakan, tujuan utama undang-undang ini adalah untuk memberikan kedamaian dan keamanan bagi Afghanistan. Dan, sebagaimana dia katakan, penderita terbesar adalah rakyat Afghanistan. Afghanistan memiliki wilayah daratan 1,7 kali lebih besar daripada Jepang dan sekitar 20 juta orang hidup di sana. Selain itu, gara-gara kekeringan di benua Eurasia itu hampir 5 juta orang tewas akibat kekurangan air. Bahkan sekarang 1 juta orang hidup dekat medan pertempuran. Jadi, tujuan utamanya adalah menyediakan stabilitas di zona-zona perang itu, jadi dalam konteks tersebut apa yang mesti Jepang perbuat? Namun, ketimbang memberikan dukungan dengan menyediakan bahan bakar untuk pasukan AS, kami di Partai Demokrat telah memutuskan bahwa memberikan air lebih penting. Filosofi di balik undang-undang anti-teror kita adalah mengajak partai penguasa membantu menangani persoalan ini.

Pimpinan komisi: Silakan Tn. Fujita.

Tn. Fujita: Saya ingin membicarakan pangkal perang melawan terorisme ini. Anda sekalian mungkin ingat bahwa pada bulan November saya bertanya apakah terorisme adalah perang ataukah kejahatan. Dan awal perang melawan terorisme ini adalah 911. Yang ingin saya ketahui adalah apakah peristiwa ini disebabkan oleh Al-Qaeda atau bukan. Sampai sekarang satu-satunya hal yang dikatakan pemerintah adalah bahwa itu disebabkan oleh Al-Qaeda sebab Presiden Bush berkata begitu kepada kita. Kita belum melihat satupun bukti nyata bahwa itu ulah Al-Qaeda. Saya ingin tahu mengapa Perdana Menteri berpikir Talibanlah yang bertanggungjawab atas 911. Pimpinan Komisi, saya ingin bertanya kepada Perdana Menteri sebab dia adalah kepala pejabat kabinet saat itu.

Perdana Menteri Fukuda: Sejak serangan itu kita telah berkomunikasi dengan pemerintah AS dan pemerintah lainnya pada berbagai level dan bertukar informasi. Menurut informasi rahasia yang diperoleh pemerintah kita dan laporan yang dikumpulkan pemerintah asing, serangan 911 dilakukan oleh organisasi teroris internasional yang dikenal sebagai Al-Qaeda.

Tn. Fujita: Jadi, Anda bicara tentang informasi rahasia dan tersingkap. Pertanyaan saya, sudahkah pemerintah Jepang menjalankan penyelidikan sendiri menggunakan kepolisian dan sumber daya lainnya? Itu adalah kejahatan, jadi tentu saja perlu ada penyelidikan. Saat seorang jurnalis Jepang ditembak di Myanmar, Anda menjalankan penyelidikan. Demikian pula atas kematian 20 orang Jepang, pemerintah pasti menjalankan penyelidikan sendiri dan memutuskan bahwa Al-Qaeda bertanggungjawab. Jadi, penyelidikan seperti apa yang Anda jalankan? Pada saat itu Anda adalah Kepala Sekretaris Kabinet jadi pasti Anda tahu lebih baik daripada siapapun, jadi saya ingin menanyakan penyelidikan Anda.

Perdana Menteri Fukuda: Setelah serangan 911, Dinas Kepolisian Nasional mengirim tim darurat anti-teror ke New York. Mereka bertemu pejabat pemerintah AS dan mengumpulkan informasi mengenai orang-orang Jepang yang hilang.

Tn. Fujita: Anda bilang lebih dari 20 orang Jepang tewas akibat sebuah kejahatan dan sebagian besar dari mereka bekerja di New York. Juga di sana ada beberapa orang Jepang yang tewas dalam keempat pesawat yang dibajak. Saya ingin tahu persisnya berapa banyak orang yang tewas di gedung-gedung itu dan berapa banyak yang tewas dalam pesawat. Saya juga ingin tahu bagaimana Anda mengkonfirmasikan ini. Saya ingin Menteri Luar Negeri menjawab saya.

Menteri Luar Negeri Masahiko Komura, berdiri di depan mikrofon: Kami menemukan lebih dari selusin jasad orang Jepang menyusul serangan teroris serentak yang dilakukan pada 11 September 2001. Kami juga diberitahu tentang kematian 11 orang lagi oleh pihak berwenang AS. Total 24 orang Jepang tewas dalam serangan itu. Dua di antaranya dalam pesawat.

Tn. Fujita: Saya ingin tanya berapa nomor penerbangan kedua orang Jepang yang tewas dalam pesawat itu dan bagaimana Anda menetapkan identitas mereka. Jika menteri luar negeri tak tahu, tak apa-apa birokrat menjawabnya.

Kepala Divisi Kementerian Luar Negeri Ryoji Tanizaki: Karena ini adalah soal fakta, saya akan menjawab. Sebagaimana Menteri Luar Negeri katakan, dari 24 orang yang tewas, dua di antaranya dalam pesawat. Salah satu dari mereka berada dalam penerbangan 93 United dan satunya lagi dalam penerbangan 11 American Airlines. Adapun cara kami mengetahui ini, well saya tak punya informasi di depan saya tapi kami diberitahu oleh pihak berwenang AS dan, pada umumnya, mereka menggunakan uji DNA. Jadi kami yakin itulah cara kami mengetahui kedua orang ini.

Tn. Fujita: Anda bilang tidak tahu sebab tak punya dokumen. Juga, Anda bilang yakin ada uji DNA padahal tidak tahu. Jadi yang ingin saya katakan hari ini adalah, ini merupakan kejahatan dan kejahatan tentu harus diselidiki. Jadi pemerintah perlu memberitahu keluarga korban tentang hasil penyelidikannya. Selain itu, bukan sekadar mengamati peringatan 911 setiap tahun, Anda harus mengumpulkan informasi dan meresponnya. Jadi, selama enam tahun ini sudahkah Anda menyampaikan informasi kepada keluarga almarhum? Saya ingin Menteri Luar Negeri menjawab.

Menteri Luar Negeri Masahiko Komura: Jadi Anda tak ingin bertanya lagi tentang cara kami mengkonfirmasikan kematian orang Jepang itu tapi ingin tahu tentang laporan kepada keluarga korban? Kami memberi informasi kepada keluarga korban tentang jasad dan dana kompensasi. Juga, untuk 13 orang Jepang yang jasadnya kami temukan, kami membantu keluarga menangani jasad mereka. Kami juga secara finansial mendukung kunjungan keluarga korban ke lokasi World Trade Center dalam setiap peringatan.

Tn. Fujita: Karena saya tak punya banyak waktu, saya ingin bertanya tentang informasi mencurigakan yang terbongkar dan kesangsian orang-orang di seluruh dunia mengenai peristiwa 911. Banyak dari penyangsi ini merupakan orang yang sangat berpengaruh. Dalam keadaan semacam itu saya yakin pemerintah Jepang, yang mengklaim serangan itu dilakukan oleh Al-Qaeda, semestinya menyampaikan informasi baru ini kepada keluarga korban. Dalam konteks tersebut saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan.

Pertama-tama saya ingin semua anggota komisi melihat papan ini dan gambar-gambar yang saya tampilkan. Ini adalah bukti konkrit dalam bentuk foto dan jenis informasi lainnya. Pada foto pertama terdapat grafik komputer untuk menunjukkan betapa besar yang menghantam Pentagon. Pesawat 757 adalah pesawat besar dengan lebar 38 meter. Jadi Anda bisa lihat sungguhpun pesawat sebesar itu menghantam Pentagon, hanya ada [bekas] lubang terlampau kecil untuk pesawat [seukuran] itu. Ini adalah foto pemadam kebakaran yang sedang bekerja dan Anda juga bisa lihat tak ada kerusakan yang semestinya ditimbulkan pesawat sebesar itu. Saya juga ingin Anda melihat halaman rumput di depan [gedung Pentagon] dan perhatikan bahwa tak ada bagian-bagian pesawat di atasnya. Sekarang mari kita melihat gambar ketiga, yang juga merupakan gambar Pentagon yang diambil dari sebuah berita TV AS yang menunjukkan atap Pentagon masih utuh. Sekali lagi, sungguhpun pesawat besar diduga menghantam, tak ada cukup kerusakan seimbang. Sekarang kita beralih ke foto berikutnya. Ini adalah foto sebuah lubang, sebagaimana Menteri Komura ketahui, Pentagon adalah bangunan sangat kuat yang berdinding banyak. Tapi pesawat itu telah menembus semuanya. Padahal sebagaimana Anda ketahui, pesawat dibuat dari material seringan mungkin. Pesawat yang terbuat dari material sedemikian ringan tak bisa membuat lubang seperti itu. Selanjutnya saya ingin memperlihatkan foto bagaimana pesawat menghantam bangunan. Pesawat melakukan belokan/putaran U, menghindari kantor Menteri Pertahanan dan hanya menabrak bagian Pentagon yang sudah diperkuat secara khusus guna menahan sebuah serangan bom.

Juga, di tengah-tengah halaman lima, kita punya komentar dari seorang pejabat Angkatan Udara AS. Dia bilang pernah menerbangkan dua jenis pesawat yang dipakai dalam peristiwa 911 dan dirinya tak percaya seseorang yang menerbangkannya untuk pertama kalinya bisa melakukan manuver demikian. Selain itu, sebagaimana Anda ketahui, mereka [pihak berwenang] belum mendapatkan perekam penerbangan sebagian besar dari 4 pesawat ini. Juga, ada lebih dari 80 kamera keamanan di Pentagon tapi mereka telah menolak untuk merilis hampir semua rekaman itu. Bagaimanapun juga, sebagaimana baru Anda lihat, tak ada gambar pesawat atau rongsokannya dalam foto-foto ini. Aneh sekali tak ada gambar [pesawat atau rongsokannya] yang diperlihatkan kepada kita.

Sebagaimana Anda ketahui, angkatan pertahanan Jepang memiliki markas besar di Ichigaya. Bisakah Anda bayangkan jika sebuah pesawat menghantam kota besar, jika satu setengah jam setelah sebuah pesawat menghantam New York, lalu sebuah pesawat [lain] dapat menghantam Pentagon? Dalam situasi demikian, bagaimana mungkin sekutu kita membiarkan serangan semacam itu terjadi. Saya ingin Menteri Pertahanan menjawab ini.

Menteri Pertahanan Fuyushiba Ishiba: Saya belum membuat persiapan, jadi saya akan menjawab seadanya. Jika situasi demikian terjadi maka angkatan udara akan mengirim pesawat tempur untuk menembak jatuh pesawat manapun. Inilah yang terjadi dalam serangan terhadap mahkamah konstitusi Jerman. Jika terjadi di Jepang, reaksi kita tergantung pada jenis pesawatnya, siapa yang menerbangkannya, dan apa tujuan mereka. Namun, menurut undang-undang kita, mungkin sulit memerintahkan menembak jatuh sebuah pesawat hanya karena ia terbang rendah. Kita barangkali akan menyuruh angkatan pertahanan kita terbang mengikutinya dan meminta keputusan kabinet. Karena pesawat pasti memuat banyak orang, kita harus membahas langkah yang diambil. Ini terjadi beberapa waktu silam, sebuah pesawat Cesna diterbangkan menuju rumah seseorang bernama Yoshio Kodama. Ada juga penerbangan All Japan Airways menuju Hakodate yang dibajak dan pilotnya dibunuh. Seharusnya peristiwa semacam itu tak pernah terjadi, tapi kita harus mempersiapkan undang-undang baru untuk situasi demikian dan membahasnya di Parlemen.

Mr. Fujita: Karena kita kehabisan waktu, saya ingin menyajikan sekeping bukti baru. Silakan lihat papan ini. Gambar pertama sering Anda lihat, yakni salah satu dari dua menara yang dihantam oleh pesawat bajakan. Saya bisa mengerti jika ini terjadi setelah hantaman pesawat, tapi di sini kita bisa melihat potongan material yang terbang [terlempar] jauh ke udara. Terbang sekitar 150 meter. Anda bisa lihat objek-objek yang terbang dalam gambar ini, seolah-olah ada ledakan. Berikut adalah gambar yang saya ambil dari sebuah buku. Anda bisa lihat seberapa jauh objek-objek itu terbang. Gambar ketiga adalah seorang pemadam kebakaran yang terlibat dalam penyelamatan yang berbicara soal serentetan ledakan di dalam gedung yang terdengar seperti peruntuhan profesional. Kita tak bisa menyajikan videonya hari ini jadi saya telah menuliskan terjemahan perkataan si pemadam itu. Berikut adalah perkataannya: “bum, bum, bum, seolah sedang terjadi ledakan”.

Berikut adalah sesuatu yang dikatakan tim penyelidik resmi Jepang dari departemen pemadam kebakaran dan kementerian konstruksi. Tim itu mewawancarai seorang korban selamat asal Jepang yang mengatakan bahwa saat dirinya menyelamatkan diri terdapat ledakan. Kesaksian ini muncul dalam sebuah laporan yang dipersiapkan dengan bantuan kementerian konstruksi dan departemen pemadam kebakaran. Sekarang saya ingin Anda melihat gambar berikut. Biasanya dikatakan bahwa menara kembar kolaps gara-gara dihantam pesawat. Namun, satu blok dari menara kembar ada gedung nomor 7. Itu bisa dilihat dalam peta berikut, jaraknya satu blok dari WTC. Gedung ini kolaps 7 jam setelah WTC diserang. Seandainya saya dapat memperlihatkan video kepada Anda, ini akan mudah dipahami, tapi perhatikanlah foto ini. Gedung 47 lantai itu ambruk dengan cara begini (Tn. Fujita menjatuhkan sebuah objek sebagai demonstrasi). Gedung itu ambruk dalam lima atau enam detik. Hampir sama dengan kecepatan jatuhnya objek di ruang vakum. Gedung ini ambruk seperti sesuatu yang biasa Anda lihat dalam pertunjukan Kabuki. Selain itu, ia ambruk sambil mempertahankan bentuknya. Ingat, ia tidak dihantam satupun pesawat. Anda harus bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah sebuah gedung dapat ambruk dengan cara itu gara-gara kebakaran setelah 7 jam. Berikut kita punya salinan laporan komisi 911. Ini adalah laporan yang diterbitkan oleh pemerintah AS pada Juli 2004, tapi laporan ini tidak menyebutkan kolapsnya gedung 7 yang baru saja saya gambarkan. Ia tidak disebutkan sama sekali di dalam sini (Tn. Fujita melambaikan buku itu). FEMA juga menerbitkan laporan, tapi mereka juga tidak menyebutkan gedung ini. Banyak orang percaya, terutama setelah melihat cerita tentang gedung nomor 7, bahwa ada yang aneh. Karena ini merupakan insiden di mana banyak orang tewas, orang-orang berpikir itu mesti diselidiki.

Kita kehabisan waktu tapi saya juga ingin mengemukakan put option (opsi jual). Persis sebelum serangan 911, yakni 6, 7, dan 8 September, dikeluarkan put option terhadap saham dua maskapai (United dan American) yang dibajak. Juga ada put option terhadap Merril Lynch, salah satu penyewa terbesar di WTC. Dengan kata lain, seseorang memperoleh informasi orang dalam dan mendapat untung dengan menjual put option saham-saham ini. Kepala Bundesbank Jerman saat itu, yang setara dengan Gubernur Bank Sentral Jepang, mengatakan ada banyak fakta untuk membuktikan bahwa orang-orang yang terlibat dalam serangan tersebut mendapat keuntungan dari informasi orang dalam. Dia mengatakan ada banyak perdagangan mencurigakan yang melibatkan perusahaan-perusahaan keuangan dan lainnya sebelum serangan. Kepala Bundesbank mau mengatakan sebanyak ini. Saya ingin bertanya kepada Menteri Keuangan soal put option ini. Apakah pemerintah Jepang tahu hal ini, dan apa menurut Anda? Saya ingin bertanya kepada Menteri Keuangan Nukaga soal ini.

Menteri Keuangan Fukushiro Nukaga: Saya sedang berada di Burkina Faso (Afrika) saat mendengar insiden itu. Saya memutuskan segera terbang ke AS, tapi ketika sampai di Paris saya diberitahu tak ada penerbangan ke Amerika. Jadi saya hanya mendengarkan apa yang diberitakan kemudian tentang fakta-fakta. Saya tahu ada laporan-laporan soal poin yang Anda angkat. Kami mewajibkan orang-orang menyediakan ID untuk transaksi sekuritas dan melaporkan transaksi mencurigakan dan kami melarang penyaluran uang ke organisasi teroris. Kami percaya sistem keuangan internasional tidak boleh disalahgunakan. Bagaimanapun juga, terorisme adalah hal mengerikan dan harus dikutuk. Terorisme jenis ini tidak bisa dihentikan oleh satu negara tapi perlu dihentikan oleh masyarakat internasional.

Tn. Fujita: Saya ingin ahli keuangan Tn. Asao memberitahu saya tentang put option. Sekelompok orang beruang banyak, informasi orang dalam yang jelas, dan keahlian dalam bidang keuangan dibutuhkan untuk terjadinya hal semacam itu. Mungkinkah segelintir teroris di Afghanistan dan Pakistan melakukan serangkaian transaksi skala besar serumit itu? Saya ingin Tn. Asao menjawab.

Keiichiro Asao: Saya mengerti, put option adalah kesepakatan untuk menjual saham dengan harga mati. Dalam kasus ini, seseorang pasti memperoleh informasi orang dalam untuk melakukan transaksi demikian sebab tak ada seorangpun bisa memprediksi bahwa pesawat maskapai-maskapai ini akan dibajak. Jadi, saya yakin ini tentu perdagangan orang dalam.

Tn. Fujita: Perdana Menteri, Anda adalah Kepala Sekretaris Kabinet saat itu dan sebagaimana sudah diketahui, ini merupakan insiden yang belum pernah dialami manusia sebelumnya. Selain itu, tampaknya ada lebih banyak informasi keluar saat ini dibanding pada bulan-bulan setelah serangan. Nah, kita adalah masyarakat internet dan visual, informasi ini terpublikasi jadi jika kita melihat situasi sekarang, titik tolak kedua undang-undang ini, awal perang melawan teror itu sendiri, sebagaimana telah Anda lihat dari informasi yang saya sajikan, belum diselidiki atau dianalisa dengan benar. Jadi saya tak percaya pemerintah telah bertindak benar dengan menyelidiki insiden ini atau meminta penjelasan pemerintah AS. Sampai sekarang kita belum mulai menyuplai bahan bakar kepada kapal-kapal AS, jadi saya pikir kita perlu kembali ke awal dan tidak percaya buta penjelasan pemerintah AS dan informasi tak langsung yang mereka berikan. Ada terlalu banyak korban, jadi saya pikir kita perlu memulai lagi dari awal. Kita perlu bertanya siapa korban sesungguhnya perang melawan terorisme ini. Saya pikir warga dunia adalah korbannya. Di Jepang sini kita mengalami hilangnya pensiun dan hilangnya catatan tentang korban [donor] darah yang terkontaminasi Hepatitis C sedangkan segala yang saya sajikan tadi berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dikonfirmasikan. Mari kita bicara soal hilangnya kotak hitam, hilangnya pesawat, dan hilangnya jasad. Juga banyak dari puing gedung-gedung ini lenyap. Bahkan FEMA mencegah penyelidikan hal itu. Kita perlu mempertimbangkan bukti ini dan bertanya pada diri sendiri apa sebetulnya perang melawan terorisme itu. Saya bisa lihat menteri-menteri mengangguk setuju, tapi saya ingin bertanya kepada Perdana Menteri Fukuda. Tolong perhatikan saya. Saya mendengar bahwa saat Anda menjabat sebagai Kepala Menteri Kabinet, Anda merasa banyak hal aneh mengenai serangan ini. Tidakkah Anda berpikir itu aneh?

Perdana Menteri Fukuda: Saya rasa tak pernah berkata begitu.

Tn. Fujita: Perdana Menteri, bagaimana dengan pangkal perang melawan teror dan ide tentang apakah benar atau salah berpartisipasi di dalamnya? Betulkah ada alasan untuk berpartisipasi dalam perang melawan teror ini? Betulkah kita perlu berpartisipasi? Saya juga ingin bertanya bagaimana caranya untuk betul-betul menghentikan terorisme.

Perdana Menteri Fukuda: Kami yakin berdasarkan bukti yang diberikan oleh pemerintah AS bahwa serangan 911 dilakukan oleh Al-Qaeda. Kita harus menghentikan terorisme Al-Qaeda. Itulah alasannya masyarakat internasional bersatu dalam perang melawan terorisme. Ini bersangkutan dengan undang-undang yang disahkan oleh Partai Demokrat tahun lalu dan didasarkan pada resolusi 16595 PBB. Resolusi ini disahkan sebagai respon terhadap serangan teroris terhadap AS. Jadi kita mengesahkan undang-undang yang selaras dengan PBB, bukan?

Tn. Fujita: Apakah Anda mengkonfirmasi dasar dan fakta di balik resolusi tersebut, sebab itulah alasannya Anda menegaskan untuk berpartisipasi dalam perang melawan terorisme ini. Jadi saya yakin untuk mengakhiri terorisme, kita harus mengesahkan undang-undang yang sungguh-sungguh membantu rakyat Afghanistan. Saya ingin Tn. Inuzuka berbicara tentang undang-undang tersebut dan tentang perang melawan terorisme.

Tadashi Inuzuka: Di antara banyak persoalan yang diangkat oleh Anggota Parlemen Tn. Fujita, hal yang harus paling kita cemaskan adalah agar rakyat di Afghanistan bisa hidup damai dan tanpa kekhawatiran. Itulah inti isu penghentian terorisme. Tanpa membahas ini, tapi cuma beroperasi di garis belakang dengan menyuplai minyak dan tak memikirkan keseluruhan situasi atau rakyat yang dilibatkan, omong-kosong memperdebatkan undang-undang ini. Undang-undang ini mesti dibuat demi perdamaian dan keamanan di Afghanistan. Negara kita perlu mengesahkan undang-undang anti-teror yang sesungguhnya.

2 thoughts on “Transkrip Pembahasan Parlemen Jepang Tentang Peristiwa 911

  1. Runtuhnya Gedung 7

    berikut. Biasanya dikatakan bahwa menara kembar kolaps gara-gara dihantam pesawat. Namun, satu blok dari menara kembar ada gedung nomor 7. Itu bisa dilihat dalam peta berikut, jaraknya satu blok dari WTC. Gedung ini kolaps 7 jam setelah WTC diserang. Seandainya saya dapat memperlihatkan video kepada Anda, ini akan mudah dipahami, tapi perhatikanlah foto ini. Gedung 47 lantai itu ambruk dengan cara begini (Tn. Fujita menjatuhkan sebuah objek sebagai demonstrasi). Gedung itu ambruk dalam lima atau enam detik. Hampir sama dengan kecepatan jatuhnya objek di ruang vakum. Gedung ini ambruk seperti sesuatu yang biasa Anda lihat dalam pertunjukan Kabuki. Selain itu, ia ambruk sambil mempertahankan bentuknya. Ingat, ia tidak dihantam satupun pesawat. Anda harus bertanya kepada diri Anda sendiri, apakah sebuah gedung dapat ambruk dengan cara itu gara-gara kebakaran setelah 7 jam. Berikut kita punya salinan laporan komisi 911. Ini adalah laporan yang diterbitkan oleh pemerintah AS pada Juli 2004, tapi laporan ini tidak menyebutkan kolapsnya gedung 7 yang baru saja saya gambarkan. Ia tidak disebutkan sama sekali di dalam sini (Tn. Fujita melambaikan buku itu). FEMA juga menerbitkan laporan, tapi mereka juga tidak menyebutkan gedung ini. Banyak orang percaya, terutama setelah melihat cerita tentang gedung nomor 7, bahwa ada yang aneh. Karena ini merupakan insiden di mana banyak orang tewas, orang-orang berpikir itu mesti diselidiki.

    Ini analisa sy, megapa gedung 7 kolaps, tentu sangat aneh & tdk mungkin dr bbrp rilis media amerika & statmen runtuhnya gedung 7 dikarenakn “efect domino”, bgm bisa gedung yg berjarak & tdk mmpunyai hubungan pondasi atau kerangka satu dan lainya dapat hancur seperti akibat dr kekuatan yg super besar. (melebihi hantaman pesawat)
    Saya pernah menyaksikan di film dokumenter (the arrival, zeitgeist) dr wakeup projct, peristiwa ini multi action & kepentingan dari stigmatisasi agama, hegemoni, ekonomi (dalm & luar negeri anggran perang & income ke fed, minyak dll), politik & ritual kabalah,
    Bahwa zionist israil dlm kepercayaan kabalah menyimbolkan Tuhan dalam angka 10 dimana dimulai dr angka 1 (elemen trendah) keatas lalu garis kekiri 2 & menyambung keatas garis kekanan 3..dst hingga yg trtinggi adalah angka 10 teratas yaitu simbol Tuhan
    Bagaimana korelasi hancurnya gedung 1 & 2 brefek ke gedung 7 sangat tdk logis & melawan hukum exacta, tp runtuhnya gedung 1, 2 & 7 yg aneh dinalar bisa kita tarik korelasi dg keprcayaan kabalah,
    Disamping kepentingan lainya zionis & kaki tanganya, dlm peristiwa ini mereka telah menytakn sikap atau makar trhdp sosok Tuhan, bahwa hari itu ditgl 9/11 yaitu artinya 9-10-11 angka 10 di tgl tsb sosok Tuhan ditiadakan dgn bgt lalu kita hitung gedung yg dihancurkan gedung 1, 2 & gedung 7 berjumlah angka 10, jadi analisanya di hari itu Tuhan ditiadakan dg cara dihancurkan.
    Saya tentulah tdk akan berani & tega mgggambarkn sekelompok umat manusia brperilaku buruk trhadap Tuhanya seperti ini, tp seperti yg sy & orang kebanyakn ketahui, dari masanya kenabian hingga masanya dajjal, mereka kaum yg membuat makar trhadap manusia & Tuhan, dan dg begitu merka brharap kita semua akan mengingat 9/11 dan melupakn 10 (Tuhan). Dalam keseharian dikeadaan kritis atau darurat secara manusiawi kita akan mengingat Tuhanya, tp mereka telah melakukan makar kecil dg call 911 yg artinya dlm kegentingan situasi secara manusia kita akan mengingat pertolongan Tuhanya, maka dg panggilan 911 secara simbolis phisikis Tuhan trlupakan, cukup trhadap manusia tanpa perlu meminta pertolongan Tuhan (10).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s