Apakah CIA Meracuni Sebuah Kota di Prancis dengan LSD?

Oleh: Christophe Josset
12 Maret 2010
(Sumber: www.france24.com)

Seorang jurnalis AS mengklaim CIA menjalankan eksperimen LSD rahasia terhadap penduduk kota kecil Pont-Saint-Esprit (Prancis) pada 1951 yang mengakibatkan keracunan misterius masal dan kegilaan serta lima kematian.

Insiden “roti terkutuk” adalah keracunan masal yang melanda kota kecil yang indah di selatan Prancis, Pont-Saint-Esprit. Pada musim panas 1951, “kutukan” itu mengakibatkan lima kematian, 300 orang terkena penyakit, dan 30 kasus kejiwaan parah sehingga korban dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Hampir 60 tahun kemudian, seorang jurnalis AS, Hank Albarelli, mengklaim bahwa CIA berada di balik keracunan itu. Namun, sejarawan AS Steven Kaplan mengatakan teori Albarelli kekurangan “bukti yang kuat”.

Dalam buku investigasi berjudul A Terrible Mistake: The Murder of Frank Olson and the CIA’s Secret Cold War Experiments yang terbit pada 2009, Albarelli mengklaim bahwa CIA menjalankan ujicoba kimiawi besar-besaran di Pont-Saint-Esprit tanpa sepengetahuan penduduk kota. Albarelli juga menuduh CIA—bersekongkol dengan Angkatan Darat AS—meracuni roti dengan LSD untuk mengujicoba efeknya terhadap penduduk setempat yang tak curiga.

Pada Agustus 1951, sekitar 300 penduduk Pont-Saint-Esprit mengalami apa yang tampak sebagai keracunan makanan masal. Tapi selain gejala biasa berupa muntah dan sakit kepala, timbul gejala lain: penyakit gila, halusinasi, dan upaya bunuh diri.

‘Malam Malapetaka’
Seorang dokter setempat yang menyaksikan tragedi misterius itu menyebutnya “malam malapetaka’. Seorang gadis belia merasa dirinya diserang harimau, seorang bocah lelaki 11 tahun mencoba mencekik ibunya sendiri, dan seorang nenek membanting diri ke dinding sehingga tiga tulang rusuknya patah. Seorang pria melemparkan diri dari lantai dua jendela rumah sakit, sambil berteriak “aku adalah pesawat”. Yang lebih aneh lagi, kedua kakinya patah tapi dia bisa bangkit dan berlari sejauh lima meter sebelum ambruk. Banyak penduduk setempat mengalami halusinasi mengenai ular, api, dan monster.

Albarelli menopang tesisnya dengan transkrip pembicaraan antara CIA dan laboratorium Swiss, Sandoz, yang menemukan LSD pada 1938. Lab tersebut menyebut-nyebut “rahasia Pont-Saint-Esprit” dan “diethylamide”, komponen LSD.

Lebih jauh, dia mengklaim dua mantan periset CIA memberitahunya bahwa desa itu ditaburi dengan LSD bubuk dari udara, memaksa penduduk kota menghirup zat itu lewat udara. Menurut mereka, cara penyebaran ini tak berhasil, mendorong CIA melangkah ke Tahap Dua: mengkontaminasi makanan setempat.

‘Tak Koheren, Kurang Matang’
Steven Kaplan, sejarawan AS yang berspesialisasi dalam sejarah makanan Prancis dan penulis buku Le pain maudit (2008) mengatakan kepada FRANCE 24: “Saya punya banyak keberatan terhadap bukti remeh tentang CIA ini. Pertama, secara klinis tak koheren: LSD berefek setelah beberapa jam, sedangkan penduduk memperlihatkan gejala baru setelah 36 jam atau lebih. Lagipula, LSD tidak menimbulkan penyakit pencernaan atau efek vegetasi yang digambarkan oleh penduduk kota.”

Lebih lanjut, Kaplan menyebut seluruh gagasan itu “tak matang”. “Ide menyebarkan obat amat beracun dengan menaruhnya di roti ini absurd sekali,” katanya. “Sedangkan untuk membubukkannya [agar dicerna lewat udara], teknologi tersebut belum memungkinkan di masa itu. Yang paling berat, mengapa mereka memilih kota kecil Pont-Saint-Esprit untuk menjalankan ujicoba ini? Kota itu setengah hancur oleh Angkatan Darat AS dalam pertempuran dengan Jerman pada Perang Dunia II. Tak masuk akal.”

Teori konspirasi CIA bukan satu-satunya yang berusaha menjelaskan peristiwa tahun 1951 itu. Hipotesis paling lumrah mempersalahkan toko roti di Pont-Saint-Esprit, yaitu bahwa suatu jamur tak dikenal merusak gandum hitam yang dipakai dalam membuat roti, menyebabkan ergotisme, semacam keracunan yang dapat mempengaruhi psikologi orang yang mencernanya. Namun, tanpa bukti lebih lanjut, teori ini tetap lemah—ergotisme tidak ada di Prancis sejak abad 18.

Misteri ini belum terpecahkan. Dan menurut Kaplan, jawaban nyata takkan datang tanpa bukti baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s