Roti Prancis Dibubuhi LSD dalam Eksperimen CIA

Oleh: Henry Samuel
11 Maret 2010
(Sumber: www.telegraph.co.uk)

Misteri 50 tahun tentang ‘roti terkutuk’ di Pont-Saint-Esprit, yang mengakibatkan penduduk mengalami halusinasi, telah terpecahkan setelah seorang penulis menemukan bahwa AS membubuhi roti dengan LSD sebagai bagian dari eksperimen.

Pada 1951, sebuah desa indah nan tenang di selatan Prancis secara tiba-tiba dan misterius dilanda kegilaan dan halusinasi masal. Sekurangnya lima orang tewas, lusinan orang diisolasi di rumah sakit, dan ratusan orang menderita.

Selama berdekade-dekade dianggap bahwa roti setempat tanpa sengaja terkena jamur halusinogenik. Namun kini, seorang jurnalis investigasi Amerika telah mengungkap bukti yang mengindikasikan bahwa CIA membumbui makanan setempat dengan obat halusinogenik LSD sebagai bagian dari eksperimen mindcontrol di masa puncak Perang Dingin.

Misteri Le Pain Maudit (Roti Terkutuk) masih menghantui penduduk Pont-Saint-Esprit, di Gard, tenggara Prancis.

Pada 16 Agustus 1951, penduduk tiba-tiba tersiksa oleh halusinasi buruk tentang monster dan api yang mengerikan.

Seorang pria mencoba menenggelamkan diri, menjerit-jerit bahwa perutnya sedang dimakan oleh ular. Seorang anak 11 tahun mencoba mencekik neneknya. Seorang pria lain berteriak: “Aku adalah pesawat”, sebelum melompat dari jendela lantai dua, hingga kakinya patah. Dia lalu bangkit dan berjalan sejauh 50 yard. Seorang penduduk lain lagi [merasa] melihat jantungnya melarikan diri lewat kaki dan meminta dokter menaruhnya kembali. Banyak orang dibawa ke rumah sakit setempat dengan baju kekang.

Majalah Time saat itu menulis: “Di tengah kemalangan itu, muncul igauan: para pasien memukul-mukul di atas tempat tidur, menjerit bahwa bunga merah sedang mekar dari tubuh mereka, bahwa kepala mereka berubah menjadi timah cair.”

Akhirnya, ditetapkan bahwa pembuat roti ternama setempat tanpa sengaja mengkontaminasi tepungnya dengan ergot, jamur halusinogenik yang menjangkiti biji gandum hitam. Teori lain menyatakan bahwa roti itu diracun dengan merkuri organik.

Namun, H.P. Albarelli Jr, seorang jurnalis investigasi, mengklaim bahwa perjangkitan itu diakibatkan oleh eksperimen tersembunyi yang dipimpin CIA dan Special Operations Division (SOD) rahasia Angkatan Darat AS di Fort Detrick, Maryland.

Para ilmuwan yang membuat kedua penjelasan alternatif di atas, tulisnya, bekerja untuk Sandoz Pharmaceutical Company (Swiss), yang kala itu memasok LSD ke Angkatan Darat dan CIA secara sembunyi-sembunyi.

Tn. Albarelli menemukan dokumen CIA saat menginvestigasi peristiwa bunuh diri Frank Olson yang mencurigakan; Frank adalah biokimiawan yang bekerja untuk SOD yang jatuh dari jendela lantai 13 dua tahun setelah insiden Roti Terkutuk. Sebuah catatan merekam pembicaraan antara seorang agen CIA dan seorang pegawai Sandoz yang menyebut-nyebut “rahasia Pont-Saint-Esprit” dan menjelaskan bahwa itu “sama sekali” bukan disebabkan oleh jamur melainkan oleh diethylamide, [huruf] D dalam LSD.

Sewaktu menyusun bukunya, A Terrible Mistake: The Murder of Frank Olson and the CIA’s Secret Cold War Experiments, Tn. Albarelli berbicara dengan mantan kolega Tn. Olson, dua di antaranya memberitahunya bahwa insiden Pont-Saint-Esprit adalah bagian dari eksperimen mindcontrol yang dijalankan oleh CIA dan angkatan darat AS.

Setelah Perang Korea, Amerika meluncurkan program riset manipulasi mental terhadap tawanan dan tentara musuh secara besar-besaran.

Ilmuwan-ilmuwan di Fort Detrick memberitahunya bahwa para agen telah menyemprotkan LSD ke udara dan juga mengkontaminasi “produk makanan setempat”.

Tn. Albarelli mengatakan, “bukti” gamblangnya adalah dokumen Gedung Putih yang dikirim ke anggota-anggota Rockefeller Commision yang dibentuk tahun 1975 untuk menyelidiki penyimpangan CIA. Dokumen itu memuat nama-nama sejumlah warganegara Prancis yang dipekerjakan secara rahasia oleh CIA dan juga menyebutkan “insiden Pont St. Esprit”. Dalam upayanya meneliti LSD sebagai senjata menyerang, klaim Tn. Albarelli, angkatan darat AS juga mencekoki lebih dari 5.700 tentara Amerika yang tak menyadari antara 1953 sampai 1965.

Tak satupun sumber Tn. Albarelli menunjukkan apakah dinas rahasia Prancis mengetahui operasi tersebut. Menurut laporan-laporan berita AS, para pimpinan intelijen Prancis telah menuntut CIA menjelaskan sendiri menyusul pengungkapan dalam buku Albarelli. Secara resmi intelijen Prancis menyangkal hal ini.

Penduduk di Pont-Saint-Esprit masih ingin tahu mengapa mereka dilanda suasana mengerikan seperti itu. “Pada waktu itu, orang-orang mengangkat teori tentang eksperimen yang bertujuan mengendalikan revolusi rakyat,” kata Charles Granjoh, 71 tahun.

“Saya hampir mati,” katanya kepada majalah mingguan Prancis, Les Inrockuptibles. “Saya ingin tahu penyebabnya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s