Serangan 9/11 adalah Hoax

Oleh: John Kaminski
(Sumber: www.serendipity.li)

Ditentang oleh semua orang di dunia yang tidak terbeli, invasi ilegal atas Iraq dilakukan dengan banyak alasan – pergantian dolar oleh euro sebagai mata uang utama dunia yang sebentar lagi terjadi, godaan cadangan minyak yang belum terjamah, hasrat untuk mengkonsolidasi hegemoni militer AS/Israel atas kawasan yang vital secara strategis – tapi alasan terpenting adalah untuk lebih mengaburkan pertanyaan-pertanyaan soal penipuan mengagumkan yang dipertunjukkan oleh pemerintah AS yang dikenal sebagai 9/11.

9/11 adalah hoax. Ini bukan lagi sebuah pernyataan konspirasi ngawur; ini sebuah fakta, ditopang oleh ribuan fakta lain yang bisa diverifikasi, terutama:

  • Serangan 9/11 TIDAK MUNGKIN TERJADI tanpa kegagalan sistem pertahanan Amerika. Di Washington, pilot-pilot Angkatan Udara meminta terbang tapi diperintahkan tetap di tempat. Bukannya menuntut presiden dan para pemimpin militer atas kelalaian tugas yang tak ternah terjadi ini, pemimpin militer malah dipromosikan dan presiden dipuji atas pemimpinan sistem pertahanan yang, secara mencurigakan, gagal melewati cobaan paling krusial dalam sejarahnya. Takkan ada kematian tanpa pelumpuhan pertahanan udara Amerika secara disengaja. Pesawat-pesawat yang hilang kontak dengan menara pengawas biasanya dicegat oleh jet tempur dalam sepuluh menit, sebagaimana insiden pesawat milik pemain golf beberapa bulan sebelumnya yang begitu jelas dipertontonkan. Tapi pada 9/11, pesawat-pesawat yang menghantam New York diperbolehkan melaju terus tanpa gangguan selama lebih dari setengah jam, sedangkan pesawat yang diduga jatuh di Washington tidak dicegat selama lebih dari satu jam empat puluh menit sesudah diketahui bahwa empat pesawat telah dibajak.
  • Menara kembar tidak mungkin kolaps akibat bahan bakar jet yang panas. Sebagian besar bahan bakar itu terhabiskan pada waktu tubrukan. Di menara selatan, sebagian besar bahan bakar tumpah ke luar gedung. Panas yang ditimbulkan oleh bahan bakar jet tidak mencapai temperatur yang diperlukan untuk melelehkan baja. Yang paling menonjol, mencurigakan, dan belum terjelaskan adalah bahwa api mengamuk tak terkendali di bawah KETIGA menara yang kolaps selama SERATUS HARI, jelas mengindikasikan keberadaan suatu jenis zat yang dipergunakan dalam peruntuhan gedung. Menara Kembar bukan runtuh akibat tubrukan pesawat atau api. Kemungkinan besar bahan peledak ditempatkan pada tiang-tiang penopang bangunan (sebagaimana dilakukan di Oklahoma City), dan implosi terkendali ini menghabisi nyawa tiga ribu orang.
  • Direktur FBI Robert Mueller bersikukuh bahwa pejabat tidak terpikir serangan jenis ini bisa terjadi padahal faktanya FBI sudah menyelidiki kemungkinan serangan PERSIS seperti ini selama hampir SEPULUH TAHUN. Upaya terdahulu dalam penggunaan pesawat sebagai senjata, pengetahuan mendalam tentang rencana teror bernama Project Bojinka, dan pengetahuan tentang karakter-karakter mencurigakan yang mengikuti sekolah penerbangan yang diawasi oleh FBI, menjadikan ucapannya jelas sebuah dusta. Pada minggu-minggu sebelum 9/11, AS menerima peringatan dari seluruh dunia bahwa sebuah peristiwa seperti ini akan terjadi, tapi investigasi FBI terhadap tersangka teroris ditekan dan peringatan itu sengaja tidak diindahkan.
  • Nama-nama terduga pembajak, yang semuanya pura-pura Muslim, dirilis ke publik hanya beberapa jam setelah serangan, padahal Mueller berkata kita tak tahu ini akan terjadi. Ini pemutarbalikan logika yang mustahil. Jika dia tidak mengetahui rencana menyerang gedung dengan pesawat, bagaimana dia tahu nama-nama pembajak? Beragam artefak ditemukan di tempat-tempat strategis untuk mencoba mengkonfirmasikan cerita pemerintah, tapi semua ini telah ditolak karena dianggap sebagai penanaman bukti secara mencurigakan. Sejak saat itu, beberapa nama dalam daftar ternyata masih hidup dan sehat, tinggal di negara-negara Arab. Tapi tak ada upaya untuk memperbarui daftar. Dan mengapa tak satupun dari nama-nama ini berada dalam daftar penumpang pesawat?
  • Seperti invasi Iraq, serangan antraks dirancang untuk mengalihkan perhatian dari pertanyaan-pertanyaan 9/11 yang tak terjawab dalam hiruk-pikuk patirotik usai tragedi itu. Selain menghasilkan banyak uang untuk ayah presiden dan rekan-rekannya dari penjualan gegabah obat-obatan tak efisien kepada warga yang panik, penyelidikan pembunuhan [dengan virus] ini mendadak dihentikan ketika jejak bukti menuntun langsung ke pintu pemerintahan, dan belum dibuka kembali. Serangan antraks itu juga memperkuat iklim ketakutan dan mengalihkan perhatian dari pengesahan Undang-undang Patriot yang represif ajuan pemerintah.
  • Undang-undang Patriot diajukan pada hari-hari setelah tragedi seolah-olah sebagai respon terhadap [serangan 9/11], padahal jelas bahwa undang-undang mengerikan ini, yang disusun untuk menghapuskan ketentuan-ketentuan kebebasan dalam Konstitusi AS, disiapkan jauh sebelum 9/11. Selain itu, testimoni Ron Paul (R-Texas) dari Partai Republik mengungkap bahwa sebagian besar anggota Kongres dipaksa mendukung RUU ini tanpa membacanya. Ini adalah dukungan untuk menghapuskan Constitutional Bill of Rights, yang telah menegaskan kebebasan Amerika selama 200 tahun, dan itu dilakukan ketika anggota legislatif mendukungnya tanpa membacanya.
  • Invasi Afghanistan dipertunjukkan sebagai upaya mengejar terduga pelaku 9/11, padahal [invasi ini] sudah dirundingkan selama bertahun-tahun sebelum tragedi dan sesungguhnya direncanakan pada bulan-bulan sebelum serangan terhadap New York dan Washington. Pernyataan Zbigniew Brzezinski dan Project for a New American Century yang ditulis Partai Republik menekankan bahwa Amerika memerlukan musuh berat untuk mencapai tujuan geopolitik agresifnya. Terduga musuh yang kita serang di Afghanistan adalah bermacam-macam kelompok orang dari seluruh dunia yang mulanya direkrut, didorong, dan didukung oleh CIA Amerika.
  • Lubang pada gedung Pentagon bukan diakibatkan oleh jet jumbo. Kerusakan gedung tidak konsisten dengan ukuran lubang dan ketiadaan puing-puing. Pada terduga titik tubrukan, seluruh tepi jendela tetap utuh dan tak ada tanda-tanda di halaman rumput. Tak ditemukan puing pesawat (kecuali yang ditempatkan di halaman rumput) dan juga jasad penumpang.
  • Presiden mengakui bahwa dirinya terus membacakan cerita kepada anak-anak sekolah di sebuah sekolah Florida selama 30 menit setelah diberitahu bahwa dua pesawat menghantam New York dan bahwa negara sedang diserang. Dia tak pernah menjelaskan perilaku membingungkan ini, dan juga bagaimana dia melihat pesawat pertama menghantam. [Peristiwa] itu belum disiarkan oleh televisi, hanya direkam oleh seorang kru Prancis yang sedang merekam pemadam kebakaran d New York. Dalam film itu, pesawat bersangkutan tidak tampak sebagai pesawat penumpang.
  • Pesawat di Pennsylvania [sebetulnya] ditembak jatuh dan pecah berkeping-keping di udara. Tak ada penjelasan lain yang dapat menerangkan rongsokan itu, yang tersebar ke area seluas enam mil, atau keterangan saksi mata yang melukiskan puing-puing yang jatuh dari langit.
  • Panggilan ponsel tidak bisa dilakukan dari pesawat yang sedang terbang yang jauh dari darat. Sebagaimana ditunjukkan oleh riset Profesor A.K. Dewdney, percakapan emosional antara penumpang yang dibajak dan lainnya tidak mungkin terjadi di bawah kondisi yang ada pada saat itu. Panggilan ini adalah pabrikasi sinis, mengeksploitasi emosi putus asa orang-orang yang kehilangan keluarga/kerabat tercintanya.
  • Komunikasi radio dari pemadam kebakaran di lantai-lantai atas menara Trade Center jelas mengindikasikan bahwa kebakaran itu terkendali dan bangunan tidak terancam kolaps.

Ini hanyalah segelintir dari pernyataan palsu yang dibuat oleh pejabat AS mengenai 9/11. Semua pernyataan ini menyediakan bukti sejelas kristal bahwa presiden kita, stafnya, dan banyak anggota legislatif mesti dituntut atas tuduhan pengkhianatan, menghalangi peradilan, dan pembunuhan masal. Di atas semua itu, orang-orang jahat ini mesti dipecat dari jabatannya sebelum mereka menerapkan skema pembunuhan menghasilkan uang lainnya seperti yang mereka sedang lakukan terhadap warga Iraq tak berdosa.

Kalau tidak, kita menghadapi masa depan perang tanpa ujung di luar negeri dan represi tanpa ampun di dalam negeri.

Pertimbangkan beberapa pertanyaan tak terjawab lainnya di antara ribuan kejanggalan tak terjelaskan yang mengarah pada kesimpulan bahwa 9/11 adalah pekerjaan orang dalam.

  • Siapa yang mendapat untung dari banyaknya opsi jual yang dibeli sebelum 11 September untuk saham-saham perusahaan yang harga sahamnya kemudian jatuh, atas dugaan bahwa siapapun dalang pembajakan juga merupakan dalang pembelian opsi-opsi jual? Dan apa peranan direktur eksekutif baru CIA, Buzzy Krongard, yang menangani transaksi-transaksi ini?
  • Mengapa puing Menara Kembar yang kolaps disingkirkan dari lokasi tanpa pemeriksaan forensik? Mengapa hampir semuanya dijual ke pedagang rongsokan dan dikirim ke luar negeri di mana itu takkan bisa dipakai untuk pemeriksaan ilmiah?
  • Mengapa pemerintah menolak merilis transkrip komunikasi atau rekaman apapun berkenaan dengan suatu bentuk sinyal yang dipancarkan dari jet-jet itu?
  • Mengapa begitu banyak orang, mulai dari Walikota San Fransisco Willie Brown sampai banyak karyawan perusahaan di World Trade Center yang tidak datang bekerja hari itu, sudah tahu bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada 11 September 2001?
  • Mengapa semua media besar AS terus bersikap seolah tak satupun dari pertanyaan ini sah atau relevan?

Hari ini, jutaan orang di seluruh dunia memprotes kejahatan penghancuran bangsa Iraq. Tapi protes ini takkan mengubah jumlah opini yang diperlukan untuk menghentikan penjahat-penjahat gila Amerika meneruskan tujuan genosida mereka yakni memperbudak seluruh dunia.

Yang AKAN menghentikan mereka adalah menyebarkan kesadaran bahwa Presiden George W. Bush dan antek-antek miliunernya di industri minyak melakukan 9/11 sebagai dalih untuk memulai militerisasi Amerika untuk tujuan menaklukkan dunia.

Sejarah telah memperlihatkan dengan amat jelas, rakyat Amerika yang tertipu AKAN mendukung penghancuran negara-negara jauh dengan dalih membela apa yang disebut kebebasan.

Jadi, perang tak berguna akan terus berlanjut. Saat ini, kita menyaksikan senjata-senjata canggih membantai rakyat Iraq. Segera, sasaran berikutnya adalah Iran, Suriah, Kolombia, Venezuela, Korea Utara, Mesir, Libya, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, dan entah negara mana lagi. Seluruh kejahatan sesat ini dimungkinkan berkat hoax yang dikenal sebagai 9/11.

Tapi rakyat Amerika tak akan — dan tak bisa – mentolerir pemimpin yang membunuh bangsa kita sendiri hanya demi membuat dalih – perang melawan teror – untuk pergi ke sana kemari membunuhi setiap orang sesukanya.

Jika rakyat Amerika MEMANG mentolerir strategi gila semacam itu, maka mereka jelas tidak pantas hidup terus sebagai bangsa atau masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s