Perangkat Igor Smirnov dan Pengendalian Pikiran

(Sumber: www.rumormillnews.com)

Pada tahun 1993 dan 1994, suratkabar-suratkabar mingguan Amerika, Defense Electronics (Juli 1993, DOD, Intel Agencies Look at Russian Mind-Control Technology, Claims FBI Considered Testing on Koresh), Newsweek (7 Februari 1994, Soon Phasers on Stun), dan Village Voice (8 Maret 1994, Mind Control in Waco), mempublikasikan informasi bahwa Igor Smirnov dari Moscow Academy of Medicine mendemonstrasikan kepada dinas-dinas rahasia AS dan pakar FBI sebuah perangkat yang mampu menanam pikiran secara subliminal ke dalam pikiran orang-orang dan mengendalikan tindakan mereka lewat cara ini.

Menurut berita-berita itu, FBI mempertimbangkan penggunaan perangkat ini terhadap David Koresh selama pengepungan di Waco. Sebagai reaksi terhadap pempublikasian Informasi Keamanan Nasional Rusia ini, pertama-tama suratkabar Rusia, Pravda (6 Maret, The Art to Control the Crowd), menulis pada 6 Maret 1994: “Village Voice memuat berita skandal bahwa Rusia mampu mengendalikan perilaku manusia…” Dua minggu kemudian, suratkabar mingguan Rusia, Moscow News (20 Maret sampai 27 Maret 1994, Shall We Succeed to Change the Lie Detector into the Detector of Truth?) memuat sebuah artikel panjang mengenai Igor Smirnov. Penulisnya menulis bahwa Igor Smirnov menggunakan, untuk tujuan medis, sebuah perangkat yang memancarkan derau (noise) yang mengandung pertanyaan ke dalam telinga manusia. Pertanyaan-pertanyaannya tidak bisa didengar oleh pasien tapi bisa dipahami oleh otaknya lalu otak menjawabnya. Jawabannya didaftar oleh electroencephalograph dan dianalisa oleh komputer. Dengan cara ini Igor Smirnov melakukan psikoanalisa amat cepat. Lalu, lagi-lagi menggunakan derau yang dimainkan bersama musik, pesan-pesan penyembuhan dikirim ke dalam otak manusia, yang akan dipatuhi oleh pasien. Menurut sang penulis artikel, Igor Smirnov menambahkan: “Jangan lupa, dalam catatan Anda yang mencemarkan, untuk menuliskan tujuan kami dengan tepat – menyembuhkan dan mengajari. Dan jangan sejajarkan kami dengan orang lain – orang-orang bengis.”

Seorang peserta pertemuan-pertemuan dengan Igor Smirnov di AS (yang ingin tetap anonim) dikutip dalam artikel di Defense Electronics mengatakan begini: “dinas-dinas intelijen…telah melacak Smirnov selama bertahun-tahun…, kami tahu ada bukti bahwa pasukan khusus Soviet menggunakan teknologi ini selama konflik di Afghanistan.”

Tapi masih ada kemungkinan lain bagaimana menyampaikannya ke dalam otak manusia – yakni transmisi elektromagnetik. Tidaklah rumit mentranskode pesan-pesan berfrekuensi tinggi itu menjadi sinyal elektromagnetik, persis sebagaimana suara frekuensi radio bisa ditransmisikan ke dalam otak manusia.

Ketika jurnalis dari Moscow News itu bertanya kepada Igor Smirnov apakah dirinya bisa membuat orang-orang memilih tokoh tertentu dalam pemilu, dia menjawab: “Pada prinsipnya itu bisa dilakukan.” Dan itu tidak sulit. Tapi tidak menarik. Dia bisa melakukan penyisipan derau ultrasuara ke dalam siaran radio atau TV (teknologi ini dipakai oleh pasukan AS selama perang di Teluk Persia terhadap prajurit Irak yang mendengarkan siaran radio militernya – mereka menyerah bahkan kepada jurnalis Amerika – lihat Newsweek, 30 Juli 1990, hal. 61) atau juga penanaman derau itu secara elektromagnetik ke dalam otak melalui radar khusus. Tentang partisipasinya di Waco, Igor Smirnov bercerita: “Saya menyatakan bahwa suara-suara anak kecil dan keluarga yang mengajak pulang calon pelaku bunuh diri bisa dicampur dengan derau mesin mobil polisi (gedung dikepung mobil polisi).” FBI saat itu tidak mengindahkan saran Igor padahal dia menjamin kemungkinan berhasil hanya 70%. Keterangan ini sejalan dengan apa yang ditulis oleh Defense Electronics. Setengah tahun kemudian Newsweek menulis:

“Sumber-sumber mengatakan kepada Newsweek bahwa FBI berkonsultasi dengan para pakar Moskow tentang kemungkinan penggunaan teknik Soviet untuk menyorotkan pesan subliminal kepada Koresh. Teknik ini menggunakan transmisi yang tak bisa didengar yang bisa meyakinkan Koresh bahwa dirinya sedang mendengar suara Tuhan di dalam kepalanya.” (Newsweek, 7 Februari 1994). Mari kita asumsikan bahwa inaudibility (ketidakterdengaran) ini mengandung arti bahwa tak ada yang akan mendengar suara Tuhan selain Koresh dan bahwa dia pun hanya mendengarnya di dalam kepala. Ketika Allan Frey melakukan eksperimennya dengan menyorotkan suara ke dalam otak orang-orang, mereka menempatkan suara itu di dalam kepalanya atau persis di belakangnya. Jadi dalam keterangan Newsweek, David Koresh mendengar, di dalam kepalanya, siaran elektromagnetik suara Tuhan. Sebulan kemudian, deputi kepala divisi jasa teknis FBI, Steve Killion, berkata kepada para jurnalis Village Voice: “Dalam jalur normal negosiasi Anda dengan individu lewat telepon, Anda dapat menanamkan pesan bersandi… Ini tak disadari oleh individu itu, tapi secara bawah sadar, secara subliminal dia memahaminya.” (Village Voice, 8 Maret 1994) Kali ini itu bisa dilakukan lagi lewat derau yang dimainkan ke dalam telepon.

Setengah tahun kemudian, Agustus 1994, Newsweek mempublikasikan sebuah wawancara dengan Igor Smirnov. Dalam pendahuluan, mereka menulis bahwa FBI meminta saran dari Smirnov selama pengepungan di Waco dan solusi yang diusulkan oleh Smirnov digambarkan sebagai berikut: FBI ingin menyalurkan pesan subliminal dari keluarga anggota sekte lewat jalur telepon ke dalam area kepungan. Bagi David Koresh sang pimpinan kelompok…FBI memiliki suara khusus: Tuhan dimainkan oleh aktor terhormat Charlton Heston (Newsweek, 22 Agustus 1994), Anda harus membaca cerita ini. Dalam kasus ini, para anggota sekte terpengaruh oleh suara elektromagnetik (kalau tidak, suara ini takkan ditransmisikan lewat jalur telepon) berfrekuensi tinggi milik kerabat mereka, dan David Koresh mendengar dalam kepalanya siaran radio suara Tuhan yang dimainkan oleh Charlton Heston. FBI harus menemukan setiap frekuensi anggota sekte jika ingin ide ini bekerja.

Siaran elektromagnetik pidato tak terdengar boleh jadi dipakai dalam eksperimen J.F. Schapitz. Dia berbicara soal transmisi elektromagnetik. Tapi karena dia ingin, sebagai eksperimen permulaan, merekam gelombang otak seseorang yang mengkonsumsi narkotika lalu memancarkan balik gelombang itu ke dalam otak orang ini menggantikan narkotika, mungkin dia melakukan transmisi pikiran dari satu otak ke otak lainnya.

Pada Oktober 1994, sekali lagi muncul dalam Moscow News (26 September sampai 1 Oktober 1994) sebuah artikel tentang senjata non-mematikan milik Amerika di mana kita bisa menemukan baris berikut: FBI, pada 1994, mempelajari kemungkinan penggunaan teknologi non-mematikan terhadap David Koresh. FBI lalu memberitahu Rusia mengenai teknologi yang memungkinkan mereka mentransmisikan sinyal bawah sadar kepada Koresh. Lewat cara ini FBI ingin mengemban peran suara Tuhan. Penulis artikel menyebut pers Amerika dan Prancis sebagai sumber informasinya.

Mungkin saja di Waco ada dua teknologi berbeda yang dipertimbangkan: satu milik Amerika dan satunya lagi milik Rusia. Tapi mungkin juga bahwa baris artikel itu berfungsi sebagai peringatan bagi Amerika bahwa Rusia pun dapat menyingkap Informasi Keamanan Nasonal Amerika. Saya tak menyadari pelanggaran lain terhadap informasi keamanan nasional Rusia ini dalam media massa Amerika sejak saat itu sampai tanggal 5 April 1999, ketika The New York Times, barangkali sebagai reaksi terhadap perbedaan pendapat dengan Rusia soal krisis di Yugoslavia, menulis: “Di bawah proyek top-secret yang dikenal sebagai Bonfire, ilmuwan Soviet pada 1989 menemukan ‘senjata kelas baru’ yang sanggup ‘merusak sistem syaraf, mengubah mood, memicu perubahan psikologis, dan bahkan membunuh’” (5 April 1999, William J. Board & Judith Miller: Defector tells of Soviet and Chinese Germ Weapons). (Lengkapnya, menurut artikel dalam Defense Electronics, hak-hak atas teknologi Igor Smirnov dibeli oleh Psychotechnologies Corp Amerika di Richmond, Virginia).

Dalam edisi Moscow News yang sama, di mana termuat wawancara dengan Igor Smirnov, terdapat artikel aneh lain (26 Oktober sampai 1 Oktober 1994, The Experts from the Defense Factory state that they produce Psychotronic Weapons). Dalam pendahuluan tercetak surat undangan dari deputi direktur pabrik yang memproduksi untuk Departemen Pertahanan Rusia. Deputi direktur menulis: “Dalam 20 tahun ini, perusahaan kami berspesialisasi dalam produksi alat psikotronik untuk sistem pertahanan, desain peralatan navigasi untuk misil antarbenua dan alat kosmik…” dan dia mengundang jurnalis untuk berkenalan dengan penguat biofisik (metatron) Miranda yang dirancang dengan memanfaatkan temuan-temuan fundamental terbaru di bidang psikotronik.

Dalam kunjungan itu, orang-orang dari manajemen pabrik memberitahu para jurnalis bahwa Miranda merupakan salah satu produk sampingan senjata psikotronik dan deputi direktur pusat riset medis pabrik, Vladimir Niestierov, memberitahu mereka bahwa itu diproduksi dengan lisensi Amerika atas dasar perjanjian yang ditandatangani KGB dan CIA pada 24 September 1990 dan menyediakan riset gabungan dalam bidang psikotronik. Perangkat Miranda memancarkan impuls elektromagnetik kuat kepada pasien, dan jika tubuhnya tidak bergemakan impuls itu, perangkat memulai diagnosa penyakit ringan. Namun perwakilan pabrik mengundang jurnalis untuk mengenali sebuah mesin yang tidak dalam kondisi baik – ketika jurnalis meminta demonstrasi mesin itu, mereka diberitahu bahwa Armenia tidak memasok satu komponen penting.

Pada 1992, Independent Moscow Institute for Foreign Affairs mempublikasikan, dalam suratkabar mingguan Stolitsa, kabar dari Victor Sedletksi bahwa sejak 1982 Uni Soviet sudah memulai pengembangan sistem radar baru yang bisa dipakai untuk menghasilkan bidang psikotronik untuk mindcontrol (Stolitsa, no. 43, 2 November 1992, Alexei Myasnikov, MC-Ultra programme, hal. 40, dikutip dari Press Digest Rusia).

Konferensi Rahasia Diselenggarakan Oleh American National Laboratory di Los Alamos
Pada 1993, dalam majalah dwibulanan Amerika, Microwave News, edisi Desember (November-Desember 1993, Military on Non-lethal Weapons: A Very Attractive Option) muncul sebuah liputan bahwa pada November tahun itu, di Universitas John Hopkins (yang terlibat dalam riset radiasi radiofrekuensi – contohnya, Samuel Koslov, salah seorang periset dalam proyek Pandora, di sana mereplikasi eksperimen di mana kelinci yang dipapar radiasi gelombang mikro mengalami katarak kornea) berlangsung sebuah konferensi rahasia, disponsori oleh National Laboratory di Los Alamos, yang terlibat dalam pengembangan sistem senjata non-mematikan. Dalam undangan konferensi ini, kita membaca: “Tujuan konferensi ini adalah untuk menyatukan industri, pemerintah, dan akademisi guna menggali potensi pertahanan non-mematikan dan mengidentifikasi persyaratan agar komunitas pertahanan bisa bekerjasama dalam mengangkat konsep non-mematikan. Industri, khususnya, akan memperoleh manfaat dari pemahaman lebih akurat tentang persyaratan dan batasan operasional menyangkut teknologi pertahanan non-mematikan. Semua hadirin akan memiliki kesempatan untuk memperoleh perspektif baru dalam hubungan internasional.” Sederhananya, sasaran konferensi ini adalah untuk meyakinkan industri soal keuntungan memproduksi senjata non-mematikan yang akan dipakai dalam hubungan internasional.

Tentang kuliah Dr. George Baker, Microwave News berkomentar bahwa sulit diketahui, berdasarkan informasi terbuka, apakah opsi ini pernah dipakai dan bahwa ada pula tuduhan bahwa radiasi non-ionisasi digunakan terhadap perkemahan para aktivis perdamaian perempuan di Greenham Common di Inggris pada pertengahan 1980-an.

Karena empat setengah tahun telah berlalu sejak konferensi itu, wajar saja kita menduga bahwa produksi senjata tersebut diluncurkan di AS serta Rusia, menurut Victor Sedletski.

Apakah Senjata Radiofrekuensi Betul-betul Digunakan?
Tak perlu dikatakan bahwa selama eksistensi senjata itu tetap berada di bahwa undang-undang National Security Information, takkan ada konfirmasi laporan penggunaannya. Tapi kita tak boleh menganggap enteng fakta yang mengindikasikan bahwa senjata-senjata itu telah dipakai selama bertahun-tahun. Tentang gejala-gejala aneh yang diderita kaum perempuan di Greenham Common Base, sudah dibahas dua kali di sini. Artikel dalam Defense Electronics mengenai Igor Smirnov di atas mengutip seorang pegawai dinas intelijen AS, yang ingin tetap anonim, yang mengatakan bahwa peralatan ini dipakai oleh pasukan khusus Soviet di Afghanistan untuk mempersiapkan mereka menjalankan operasi yang mengharuskan kekejian terhadap penduduk sipil.

Pada waktu konferensi Nonlinear Electrodynamics in Biological Systems, E. Del Giudicce dari Departemen Fisika di universitas di Milano, Italia, berbicara tentang kemungkinan menimbulkan gumpalan darah lewat penjalaran koheren gelombang listrik di medium pendukung ketika fibrinogen hadir dalam darah (ingat interaksi elektromagnetisme dan bahan kimiawi). Beberapa suratkabar Amerika mempublikasikan berita bahwa putra Saddam Hussein, dalam suratkabarnya, Babel, memuat kabar bahwa dinas rahasia Amerika berupaya membunuh ayahnya, mencoba membentuk gumpalan darah dalam jantung atau otaknya lewat psikotronik dan biokomunikasi.

Menurut mantan direktur Freedom of Thought Foundation (kini direktur organisasi CAHRA), Cheryl Welsh, di AS terdapat lebih dari 500 orang mengeluh terkena eksperimen mincontrol. Di Rusia juga didirikan Association of Victims of Mind Control Experiments. Direkturnya adalah Emilia Cherkina, mantan deputi di kota Zelenograd, Rusia. Kemungkinan besar, kasusnyalah yang mengilhami sekelompok deputi Zelenograd untuk mengirim petisi kepada presiden Yeltsin yang ditandatangani oleh 150 orang, menuntut agar dia membuka investigasi penggunaan senjata bioelektronik. Dalam artikel yang sama terdapat kutipan dari salah seorang terduga korban: “Mereka mengendalikan tawa saya, pikiran saya, dan menimbulkan rasa nyeri pada berbagai bagian tubuh saya.”

Di halaman-halaman Mind Control Forum di internet, setiap bulan orang-orang baru dari seluruh dunia menyatakan telah menjadi korban eksperimen senjata mindcontrol. Gejala paling umum adalah: mendengar suara di dalam kepala, perubahan mendadak kondisi mental, dan gangguan tidur. Sebagian dari mereka juga merasakan kehadiran pikiran orang lain dalam otak mereka. Banyak pengalaman yang dilukiskan di halaman Mind Control Forum memberi kesan bahwa pengalaman itu ditulis oleh seseorang yang sakit mental. Tapi selama teknologi mindcontrol tetap tunduk pada undang-undang National Security Information, mustahil kita memutuskan apakah mereka sakit mental ataukah korban eksperimen bengis. Kebanyakan orang-orang itu memperoleh, berdasarkan Undang-undang Kebebasan Informasi, dokumen-dokumen yang menyatakan bahwa ada informasi Keamanan Nasional menyangkut diri mereka. (World Organization Against Torture, dalam laporan tahunan tahun 1998, menuntut investigasi independen terhadap klaim-klaim tersebut.) Satu-satunya bukti bahwa, setidaknya di masa lalu, eksperimen semacam itu pernah dilakukan, adalah foto-foto ronsen implan otak dalam kepala sebagian orang yang mengeluhkan kesulitan ini. Orangtua salah seorang korban merasa yakin bahwa itu ditanam ke dalam otak putera mereka sewaktu operasi amandel pada usia 4 tahun; saat itu, setelah operasi, mereka tidak melihat puteranya selama 48 jam, dan kemudian menemukan…………dan seterusnya, dan seterusnya.

One thought on “Perangkat Igor Smirnov dan Pengendalian Pikiran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s