Orang Afrika di Israel Lebih Mengancam Daripada Iran

28 Agustus 2012
(Sumber: www.davidduke.com)

Dalam tontonan rasisme Zionis teranyar—diabaikan sama sekali oleh media barat yang dikendalikan Supremasis Yahudi—menteri luar negeri Israel menyatakan bahwa imigran Afrika lebih mengancam Israel ketimbang (mitos) bom atom Iran dan bersumpah “membuat hidup mereka sengsara”.

Pernyataan semacam itu oleh negara lain manapun akan menimbulkan seruan penghinaan dari Israel dan lobi Yahudi di seluruh dunia—terutama jika kata “Afrika” ditukar dengan kata “Yahudi”.

Tapi karena media dan pemerintahan barat berada di bawah kekuasaan Supremasis Yahudi mereka, tak satupun seruan diucapkan bahkan saat Israel berencana menjaga jati dirinya sebagai Yahudi murni secara etnis.

Menteri luar negeri Eli Yishai mengatakan bahwa “ancaman penyusup sama parahnya dengan ancaman Iran. Untuk sementara, saya berencana membui mereka. Ini bisa saya laksanakan tanpa perintah siapapun. Saya melakukannya demi kebaikan Negara Israel. Saya sudah meminta kenaikan anggaran kepada Departemen Keuangan untuk membangun lebih banyak fasilitas detensi, dan sebelum bisa mendeportasi mereka, saya akan membui mereka untuk membuat hidup mereka sengsara,” tambahnya.

Selanjutnya, dia mengirim surat kepada walikota Tel Aviv Ron Huldai, di dalamnya dia menuduh orang-orang Afrika mengubah sinagog menjadi toilet.

Dalam surat itu, Yishai menggambarkan “sinagog-sinagog rusak dan berbau busuk yang dibuah menjadi pub, bar, dan terkadang bahkan toilet oleh para migran dan orang asing ilegal sedangkan jemaat Yahudi setempat dilarang. Hampir tak terdengar pencarian cukup jemaat untuk membentuk minyan (kuorum sepuluh orang Yahudi dewasa untuk kewajiban keagamaan tertentu—penj) untuk ibadah di area tersebut. Saya yakin seandainya berita serupa tentang pengabaian sinagog disiarkan di luar negeri, dunia dan tentu Israel akan terguncang dan bertindak segera untuk memperbaiki situasi,” tambahnya.

Sebelumnya, Yishsai menjelaskan kebijakan anti-imigrasinya dengan cara berikut: “Mari kita luruskan…ada 300 juta orang tinggal di negara-negara di basin Nil dalam kondisi ekonomi dan keamanan yang mengerikan. $500 yang mereka peroleh di Israel setiap bulan merupakan gaji tahunan di negara asal mereka. Jika situasi ini berlanjut dan bahkan mendorong 1% dari mereka untuk datang ke sini – negara ini akan seperti itu. Itulah alasannya saya berekspresi begitu tajam sejak awal soal penutupan gerbang. Mereka punya masalah di negara-negara Afrika? Biarkan PBB menanganinya. Biarkan ia menanganinya secara lebih baik daripada penanganan masalah di Suriah. Sulit diterima, PBB tidak menyelesaikan masalah ini, lalu kita harus membayarnya. Saya bukan menteri kesejahteraan Eritrea dan bukan menteri tenaga kerja Sudan.”

Politisi Amerika manapun yang membuat pernyataan semacam itu tentang, misalnya, orang Meksiko, akan diserang dan diumpat oleh kelompok-kelompok Supremasis Yahudi semisal ADL, SPLC, dan sebagainya—tapi para ekstrimis Yahudi itu selalu diam membisu soal rasisme dari rekan  sesama relijionis mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s