Suratkabar Australia Diserang Lantaran Publikasikan Kejahatan Israel

4 September 2012
(Sumber: www.davidduke.com)

Komunitas Supremasis Yahudi di Australia memprotes keras publikasi laporan di satu-satunya kelompok suratkabar yang dimiliki oleh non-Yahudi di negeri itu, Faifax Media, yang merinci banyak pelanggaran HAM oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Laporan itu, yang didasarkan pada studi yang diterbitkan akhir Agustus lalu oleh LSM “kiri” Israel, Breaking the Silence, diberangus atau ditolak diliput di hampir semua media massa Eropa dan Amerika.

Hanya kelompok media Fairfax, yang menguasai suratkabar The Sydney Morning Herald dan The Age Melbourne, yang menghentikan penggelapan [informasi] tersebut dan mempublikasikan laporan itu.

Fairfax Media Group mayoritas dikuasai oleg Gentile Georgina Hope Rinehart, seorang taipan pertambangan Australia dan ahli waris Hancock Prospecting. Dia membeli saham mayoritas di Fairfax Media pada 2010, dan secara resmi digolongkan oleh Forbes Asia dan Business Review Weekly sebagai orang terkaya Australia.

Laporan Breaking the Silence terdiri dari 700 pengakuan mantan prajurit dan prajurit aktif Israel (semuanya Zionis “kiri”) dalam apa yang disebutnya “upaya mengobarkan perdebatan soal harga moral yang dibayar Israel atas pendudukan” Tepi Barat dan Gaza.

Pendahuluan laporan tersebut, Children and Youth: Soldiers’ Testimonies (2005-2011), menyatakan “perlakuan kasar terhadap anak-anak Palestina berlanjut tanpa reda” dan mengatakan bahwa upaya untuk memaksa mereka bertindak sebagai “perisai manusia” terus berlanjut, meski putusan Mahkamah Agung Israel menentang praktek itu.

Danny Lamn, presiden Executive Council of Australian Jewry, dikabarkan geram atas keberanian suratkabar tersebut mempublikasikan laporan, yang menyatakan bahwa “penggunaan kekerasan secara sewenang-wenang oleh IDF terhadap anak-anak Palestina, termasuk memaksa mereka bertindak sebagai perisai manusia dalam operasi militer, sudah diekspos oleh prajurit veteran dalam pernyataan-pernyataan rinci yang mengisahkan lusinan insiden brutal.”

Lamn menyerang apa yang disebutnya “propaganda kasar Fairfax Media” dan merengek bahwa “banyak warga Australia…diberi kesan palsu dan menggelikan bahwa IDF adalah pelanggar HAM anak-anak yang serius.”

Peter Kerr, editor eksekutif Sydney Morning Herald, membela koresponden Timur Tengah perusahaan tersebut, Ruth Pollard, dengan mengatakan: “Liputannya tentang isu ini adil, akurat, dan berimbang.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s