Upaya Pemerintah Menutupi 911 Berantakan

Oleh: John Kaminski
20 Desember 2003
(Sumber: www.rudemacedon.ca)

Bahkan komisi gadungan Kean mengakui ada sesuatu yang salah dengan cerita pemerintah.

“Jika apa yang saya katakan benar, seluruh pemerintah AS semestinya berakhir di balik jeruji.” (Andreas von Bulow)

Bagi sebagian besar warga Amerika, firasat pertama bahwa ada yang salah dengan cerita resmi bencana 9/11 muncul sekitar setahun setelah peristiwa, ketika Presiden Bush menolak membentuk panel untuk menyelidiki peristiwa di hari gelap itu.

Mengapa dia tak mau menyelidiki kejahatan terbesar dalam sejarah Amerika? Banyak yang penasaran. Lalu, dia mendanainya secara kurang. Lalu, dia mencoba menyebut calo kekuasaan kenamaan, Henry Kissinger, untuk mengepalainya. Sejak itu, Bush menghalangi komite pilihannya sendiri, yang dipenuhi fungsionaris politik yang bermodal buruk untuk melakukan penyelidikan kepolisian ataupun forensik dan, barangkali yang paling nyata, menerima versi pemerintah soal siapa pihak yang bersalah sebelum mereka memeriksa bukti-bukti!

Sampai hari ini, belum ada yang diungkap ke publik tentang bagaimana pemerintah AS TAHU bahwa Osama bin Laden dan al-Qaeda adalah pelaku 9/11.

Hari ini, jutaan warga Amerika sadar – cukup dari menonton ribuan acara polisi di TV – bahwa pihak yang paling berkepentingan menutupi sebuah kejahatan kemungkinan besar adalah pelakunya. Jutaan warga juga sadar bahwa pengambil untung utama dari serangan dan pembunuhan masal 9/11 adalah pihak yang sama yang kini sedang mengobarkan perang yang berlandaskan beberapa rasionalisasi amat mencurigakan, yang sebagian besar telah terbongkar sebagai dusta sejak saat itu.

Yang cukup mengejutkan, bahkan Thomas Kean, ketua komite yang dibangun untuk menutupi kejahatan terbesar dalam sejarah Amerika ini, bersuara tempo hari bahwa serangan tersebut bisa dicegah. Entah ini akan berkembang menjadi penyelidikan riil, ataukah pernyataan Kean hanyalah apa yang disebut sebagai “limited hangout*, kita masih harus menyimak. Tapi komentar Kean merupakan bukti bahwa mayoritas rakyat Amerika mulai merasa bahwa argumentasi “mereka [teroris] benci kebebasan kita” yang dikemukakan presiden jelas-jelas palsu, dan masih banyak lagi hal yang tak diperhatikan media soal 9/11.

Bagi segelintir orang Amerika, [dusta] cerita resmi 9/11 mulai terendus jauh lebih awal sebelum Bush mencoba memperlambat penyelidikan resmi.

Ketika para pejabat top pemerintahan Bush segera dan serentak membantah—persis setelah 9/11—mengetahui bahwa jet penumpang bisa dipakai menyerang bangunan penting Amerika, sejumlah reporter tajam segera menguraikan bahwa subjek ini telah dipelajari selama hampir satu dekade. Dan ketika pejabat AS segera melansir daftar terduga pembajak, kebohongan ini segera terlihat oleh semua orang yang memiliki mata: bagaimana bisa mereka membantah mengetahui kemungkinan digunakannya jet penumpang besar untuk serangan, tapi bisa menyebut nama-nama terduga pembajak secara serta-merta karena individu-individu ini sudah diawasi selama berbulan-bulan?

Jika mereka bisa menyebut nama-nama terduga pembajak, maka mereka tidak bisa membantah mengetahui kemungkinan digunakannya pesawat sebagai senjata, bukan?

Begitu peristiwa-peristiwa mengherankan berkembang setelah tragedi yakni “diterimanya secara tergesa-gesa” Patriot Act (disetujui oleh Kongres padahal tak seorangpun di Kongres membacanya sebelum mendukungnya), yang melumpuhkan sebagian besar Konstitusi AS; “peringatan teror” terus-menerus tanpa bukti satupun; perang terhadap Afghanistan yang diklaim bertanggungjawab atas 9/11 padahal direncanakan jauh sebelum 9/11; dan perang terhadap Iraq, yang dikobarkan lantaran negara itu diduga mengancam Amerika dengan senjata pemusnah masal (yang tak pernah dan takkan pernah ditemukan, kecuali jika sengaja ditanamkan) dan mempunyai jalinan dengan kelompok teror misterius bernama al-Qaeda (sejak saat itu terbukti bohong), jutaan warga Amerika mulai paham bahwa bahaya yang mereka alami bukan dari suatu kelompok teror misterius dunia melainkan dari para penghasut jahat di Washington yang ingin mengarang cerita “dan membunuh berapapun orang” demi meningkatkan kekayaan calo-calo kekuasaan militer/industri yang telah mengangkat mereka secara ilegal ke tampuk kekuasaan.

Dalam benak jutaan warga Amerika ini, silogisme baru mulai mengambil bentuk: jika mereka berdusta tentang alasan kita berperang di Afghanistan dan Iraq, betapa bodohnya warga Amerika mempercayai perkataan mereka tentang 9/11?

Tapi, selama dua tahun mengibarkan bendera, yang selama itu sebagian besar warga Amerika terlalu takut berkata kritis tentang orang-orang yang berpura-pura melindungi kita dari gelombang teror baru dunia, kebohongan ini menjadi gamblang. Media, dikuasai oleh spesimen memalukan yang sama yang menguasai perusahaan pembuat senjata, bahkan menolak untuk menjamu gagasan bahwa pemerintah AS boleh jadi berbohong terang-terangan kepada rakyatnya sendiri, bahkan membunuh ribuan rakyatnya dalam sehari [peristiwa 9/11].

Yang lebih buruk, oposisi politik bahkan takut untuk sekadar membisikkan apa yang menjadi jelas dalam benak begitu banyak warga Amerika yang akalnya masih berfungsi bahwa “tanda-tanda awal penarikan pertahanan udara secara disengaja, mitologi lancung soal pembajak Muslim, lucunya cara semua gedung di New York itu runtuh, lubang kecil di Pentagon yang diduga disebabkan oleh jet penumpang besar, dan perilaku mencurigakan presiden kita ketika negara yang dipimpinnya diserang secara mengerikan” mengandung banyak kesan bukti bahwa itu adalah pekerjaan orang dalam, yang dilaksanakan untuk memberi kesempatan lebih baik kepada orang-orang sinting sayap kanan untuk menjarah perbendaharaan negara mereka sendiri dalam beragam cara. Skenario ini kini jelas-jelas terjadi.

Dan begitulah keadaan kita hari ini. Yang mengejutkan, sementara jutaan orang di negeri ini dan miliaran orang di seantero dunia yakin bahwa inilah yang terjadi, tak satupun politisi besar, yang kini mengerik soal subjek tak relevan agar diperkenankan ikut pemilu presiden untuk menantang pembunuh masal teratas dunia (Bush), mengucapkan sepatah katapun bahwa jutaan orang Amerika yang percaya adanya kekeliruan dalam cerita resmi 9/11 mungkin berkata benar.

Dan di pers Amerika yang katanya bebas, media lacur kita meneruskan penggelapan total subjek ini, sebagaimana dibuktikan oleh kebisuan total yang mengiringi pendaftaran gugatan hukum baru-baru ini oleh janda korban 9/11, Ellen Mariani, terhadap Presiden Bush atas [tuduhan] menghalangi peradilan dan pengkhianatan.

Ini adalah parodi yang sangat masif. Seperti seluruh Kongres yang berjalan angsa di larut malam sambil melanggar Konstitusi AS, di sini kita punya spektrum politik lengkap, “setiap orang yang mendeklarasikan maksudnya untuk pencalonan presiden tak berani mengakui apa yang diketahui jutaan warga Amerika dalam lubuk hati mereka yang paling tulus bahwa 9/11 disusun, dipikirkan, direncanakan, dan dilaksanakan dari kantor-kantor kekuasaan di AS, terutama Washington, dan juga New York dan Lengley (Virginia), dan cukup mungkin Tel Aviv.

Anda hanya perlu memperhatikan perilaku badan investigasi resmi 9/11 (komisi Kean) yang lumpuh secara psikologis dan busuk – serta tindakan sinting dan jahat setiap fungsionaris di pemerintahan Bush – untuk memahami dalam hati Anda bahwa ini benar.

Dan menyadari bahaya yang sedang kita alami.

Untungnya, ada banyak sosok cermat yang tidak menerima kebohongan dangkal dan bekerja keras sejak hari gelap itu untuk menerangkan penipuan mengejek ini.

Mereka menganalisa ambruknya menara WTC dan menyimpulkan bahwa gedung tersebut kemungkinan besar diruntuhkan. Mengapa begitu banyak reruntuhan berubah menjadi bubuk dan menara itu sendiri meledak di puncak? Mengapa WTC7 ambruk seperti yang lainnya padahal ia tidak dihantam pesawat?

Mereka membicarakan skenario Pentagon sampai titik darah penghabisan dan menyimpulkan tak ditemukan bekas puing pesawat, dan menulis bahwa lubang dengan tipe sekecil itu kemungkinan besar diakibatkan oleh misil, dan menyimpulkan bahwa laporan identifikasi DNA penumpang Flight 77 di puing tersebut hanyalah kebohongan mustahil, jika kebakaran memang cukup panas untuk melelehkan setiap bekas pesawat yang jatuh.

Mereka menyimpulkan dengan pasti bahwa manuver jet [yang jatuh di halaman] Pentagon takkan pernah bisa dilakukan oleh [terduga teroris itu], yang bahkan tidak cakap menerbangkan pesawat kecil di sebuah sekolah penerbangan terpencil.

Banyak orang bertanya pada saya, apa situs 9/11 terbaik? Berikut adalah sebagian contohnya. Pelajari. Asah argumen Anda. Bicaralah dengan orang banyak.

(Maaf kepada banyak situs bagus yang tak tercantum; saya cuma seorang. Ini hanya segelintir dari situs-situs yang kebetulan pernah saya gunakan.)

Ketika Anda membacanya dan memahami kandungannya, Anda akan mengerti tanpa ragu bahwa segala yang Anda dengar dari para calon presiden, pejabat pemerintah, komentator TV adalah dusta. Bahwa ada begitu banyak bukti untuk meyakinkan Anda bahwa 9/11 adalah pekerjaan orang dalam, bahwa pejabat kita yang memimpin adalah penjahat dan pembunuh masal, bahwa Anda, sebagai manusia berfungsi di bumi ini, tak punya pilihan selain berusaha meyakinkan tetangga Anda bahwa kita harus berbuat sesuatu jika tak ingin masuk diam-diam ke penjara negara polisi yang sudah disiapkan untuk kita.

Sementara itu, dengan semua riset komprehensif dan bersemangat yang telah dilakukan (sebetulnya, komisi Kean hanya perlu membaca internet sebelum merekomendasikan penahanan masal terhadap semua pemimpin pemerintahan Amerika), ada dua area mencolok yang terus memperlambat pencarian keadilan tentang 9/11.

Yang pertama menyangkut investasi mencurigakan sebelum 9/11, di mana jutaan dolar dihasilkan dengan bertaruh harga saham maskapai penerbangan tertentu (dan perusahaan-perusahaan lain, yang sebagiannya berlokasi di menara WTC) akan jatuh. Undang-undang keuangan menjamin tingkat kerahasiaan transaksi ini; bahkan undang-undang ini pada prinsipnya melindungi para penjahat beruang besar yang seringkali berbuat sesuatu yang melanggar hukum. Meski begitu, undang-undang dibuat untuk melindungi identitas ini.

Seandainya Amerika punya pemimpin besar dan jujur, dia akan menangguhkan undang-undang ini dan menyebut nama-nama pengambil untung transaksi mencurigakan ini, sebab dengan menelusuri pelaku asli pembunuhan masal 9/11 akan lebih membantu, ketimbang melindungi identitas yang jelas-jelas tahu bahwa 9/11 akan terjadi sebelum itu betul-betul terjadi. Mungkinkah ada jalur lebih jelas untuk mengungkap penjahat asli yang membunuh orang-orang di New York dan Washington (dan kemudian di Afghanistan dan Iraq)? Tidak, tidak ada. Setiap penyelidikan sejati kejahatan 9/11 akan berawal (dan barangkali berakhir) di sini.

Selain melansir isi kotak hitam yang ditemukan di rongsokan ketiga lokasi bencana 9/11, serta isi rekaman yang diambil oleh kamera pengawas yang disita dekat Pentagon (yang bisa dengan jelas mengungkap apa yang sebetulnya menghantam Pentagon), nama-nama investor yang mengambil untung dari “perdagangan orang dalam” pada hari-hari sebelum 9/11 akan memberi kita pandangan jelas tentang siapa sebetulnya pelaku asli kejahatan tak terkatakan ini.

Itulah cara memecahkan kejahatan ini, dan itu jelas. Orang-orang logis harus berasumsi bahwa mereka yang mencegah metode pemecahan kejahatan ini jelas-jelas punya suatu andil di dalamnya. Ini tak dapat dibantah.

Area kedua yang tidak ditempuh oleh kebanyakan periset adalah keterlibatan Israel dan dinas intelijennya dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan 9/11. Tentu, Israel merupakan salah satu dari banyak negara yang memberi peringatan awal kepada AS bahwa sesuatu semacam ini akan terjadi (Anda ingat, Bush dan kawanan penjahatnya bersikeras tak pernah menerima peringatan ini, tapi untungnya peringatan ini direkam oleh negara-negara lain itu).

Faktanya, bukti keterlibatan Israel sangat subtansial. Dua pekerja di sebuah perusahaan Israel yang berlokasi di New York mendapat peringatan melalui email dua jam sebelum serangan. Para “mahasiswa seni” Israel membuntuti terduga pembajak selama berbulan-bulan selama persinggahan mereka di sekolah-sekolah penerbangan di seantero AS. Lima orang Israel ditahan lantaran menarikan perayaan tak lama setelah pesawat menghantam menara kembar; dua di antaranya memiliki koneksi dengan Mossad. Dan, barangkali yang paling penting, di kota berpopulasi Yahudi terbesar di dunia itu, sama sekali tak ada orang Israel terbunuh dalam serangan 9/11.

Bila digabungkan, kebetulan-kebetulan ini terlalu mengherankan untuk diabaikan. Dan berdasarkan sejarah Israel dalam operasi false flag (melakukan teror lalu menimpakan kesalahan pada negara lain), keterlibatannya sepanjang sejarah dalam serangan terhadap warganya sendiri dan umat Yahudi di seluruh dunia untuk mendorong mereka berperilaku tertentu, pengaruh beratnya terhadap kongres dan media Amerika, dan perkataan mantan perdana menteri Israel, Netanyahu, yang tak lama setelah serangan berkata bahwa [serangan] itu bagus untuk Israel, jutaan orang percaya bahwa Israel adalah kekuatan penggerak yang sesungguhnya di balik 9/11, hanya untuk mendorong Amerika terus melakukan perintahnya di Timur Tengah, yang, sebagaimana dapat Anda lihat dari peristiwa-peristiwa kemudian, jelas-jelas terus berlangsung.

Penyembunyian informasi oleh Securities and Exchange Commission AS tentang nama-nama orang yang mengambil untung dari perdagangan mencurigakan pada hari-hari sebelum 9/11, dan peran tersembunyi intelijen Israel dalam aktivitas haram di kota Yahudi terbesar di dunia di kompleks milik pebisnis Yahudi, terus menjadi dua aspek 9/11 paling signifikan yang tak terinvestigasi, dan yang kemungkinan besar mengarah pada penemuan fakta sejati tentang apa yang sebetulnya terjadi di hari tragis dan penting ini.

Sialnya, para penguasa berbuat segalanya semampu mereka untuk menghalangi penyelidikan dua area ini, serta semua area informasi lain tentang 9/11.

Jadi, sudah sewajarnya bahwa, berdasarkan aturan yang ditetapkan dalam semua acara detektif di TV itu, para penguasa adalah orang-orang yang melakukan kejahatan bengis ini, untuk tujuan mengatur masyarakat agar lebih sesuai dengan keinginan mereka, sebab masyarakat yang teratur jauh lebih menguntungkan, dan masyarakat di bawah kekuasaan kediktatoran kapitalis totalitarian, seperti kita sekarang, lebih kecil kemungkinannya untuk memecahkan kejahatan dan menemukan pelaku horor 9/11 yang mengubah sifat fundamental negara dan dunia tempat kita tinggal.

Rasanya tak berlebihan untuk menuntut kejujuran dan akuntabilitas. Tanya dengan tegas calon presiden favorit Anda apa yang dia ketahui soal 9/11, perdagangan orang dalam, dan pengaruh Israel. Jawaban yang Anda terima akan memberitahu Anda calon macam apa yang Anda dukung.

*Limited hangout adalah teknik propaganda psikologis yang melibatkan pelansiran informasi rahasia demi mencegah terbongkarnya detil-detil yang lebih penting. Bentuknya berupa deception (pengecohan), misdirection (penyesatan), atau coverup (menutupi) dengan melansir mea culpa (pengakuan salah), sehingga menghasilkan kredibilitas bagi orang yang melansirnya, yang, berkat pengakuan tersebut, terlihat “bersih” dan berintegritas, padahal, dengan menahan fakta kunci, sedang melindungi operasi yang lebih dalam. Teknik ini dipakai ketika operasi clandestine (rahasia) memburuk atau cerita kedok terbongkar. Ketika ketahuan, aktor merelakan sebagian fakta sambil berusaha menahan fakta kunci dan merugikan. Publik begitu terkecoh oleh informasi baru sehingga tidak mendalami masalah lebih jauh lagi. Pengungkapan baru itu sensasional, padalah luarnya saja. Teknik ini biasa dipakai oleh komunitas intelijen atau media—penj

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s