Bayangan Hologram

Oleh: John Kaminski
30 April 2004
(Sumber: www.rudemacedon.ca)

Sementara para pembongkar kepalsuan 9/11 melenceng, teori kontroversial tetap bertahan.

Dukungan buta sedang surut ke dalam cermin sejarah. Begitu pula dengan kegusaran atas pertanyaan mencurigakan tentang perilaku pemerintah di tengah-tengah tragedi.

Teman saya berbicara lantang di pos pemeriksaan supermarket kemarin malam bahwa dirinya tak mempercayai apa yang dikatakan pemimpin-pemimpin politik AS soal 9/11. Yang membuatnya terkejut, semua orang di pasar ramai itu sependapat. Setahun lalu ini takkan terjadi.

Sebagian besar publik Amerika yang berakal sudah tahu ada yang salah dengan versi resmi pemerintah tentang kejadian 11 September 2001.

Pernyataan mengada-ada bahwa pembajak Muslim pelakunya, jadi “mari kita bom mereka”, terus memudar seiring semakin banyaknya anak-anak Amerika pulang dalam peti berhiaskan bendera dan semakin nyaringnya jeritan kaum wanita dan anak-anak Irak yang sekarat, terlepas dari adanya penggelapan bunyi tak mengenakkan tersebut oleh media Amerika penipu dan tak tahu malu.

Komisi resmi yang terdiri dari fungsionaris politik terus-menerus menyinggung prosedur birokrasi sepele ketimbang menangani anomali gamblang dalam versi resmi yang diterima: lubang kecil di gedung Pentagon, cara jatuhnya Menara Kembar seperti diruntuhkan, fakta bahwa sebagian besar panggilan ponsel tak mungkin terjadi, investasi mencurigakan, cerita bolak-balik oleh pejabat pemerintah.

Api ketidakpuasan publik Amerika diperbesar dengan rentetan cerita tak berakhir tentang kejahatan AS di luar negeri. 4000 warga Irak diperkosa oleh pasukan Amerika yang menginvasi. Prajurit AS pulang dengan gejala aneh dan fatal terkait amunisi depleted uranium. Atau pulang dalam peti-peti yang tak boleh difoto.

Tapi ironisnya, seiring semakin banyaknya publik yang haus akan analisa mendalam atas apa yang ditutupi pemerintahan Bush dan Komisi Kean kacungnya, gerakan pencari fakta 9/11 tampaknya kehilangan fokus; banyak periset besar menempuh arah berbeda-beda.

Kelompok-kelompok pemandu sorak seperti 9/11 Visibility Project dan 9/11 Truth Alliance berbuat semampu mereka untuk merekrut pendukung guna membantu melayangkan pertanyaan-pertanyaan tak terjawab, dan masyarakat umum akhirnya siap mendengarnya, seraya tidak puas dengan penutup-nutupan berketerusan oleh pemerintah dan penyembunyian hal-hal sepele oleh komisi resmi.

Tapi ironisnya, seiring publik semakin menerima tuduhan bahwa pemerintah mereka terlibat dalam pengkhianatan pembunuhan masal 9/11, kader-kader kecil periset yang mencurahkan diri pada kebohongan resmi dan anomali yang terbongkar dalam cerita pemerintah rupanya tak mampu menghasilkan bukti kuat yang dapat diterima secara universal —  yang betul-betul besar – yang bisa didukung publik, dan menuntut laporan jujur tentang perilaku tak jujur pemerintah.

Sebuah konferensi 9/11 baru-baru ini di San Fransisco betul-betul diselewengkan menjadi diskusi harga minyak tertinggi, membuat sebagian pengamat cemas periset yang lebih terkenal dalam gerakan pencari fakta 9/11 sebetulnya dan cerobohnya bekerja untuk menjustifikasi kebijakan perang Bush. Salah satu periset top kini telah menjadi calo Israel, menyiarkan keraguan tentang riset komprehensif yang dia lakukan mengenai penarikan militer yang memungkinkan terjadinya serangan.

Banyak situs utama 9/11 lain fokus pada hal-hal spesifik kecil yang cenderung membingungkan publik dengan pengulangan anggapan teoritis tanpa akhir.

Bagaimanapun juga, jika satu fakta dalam versi resmi didapati palsu – Apakah penerbangan di atas Pennsylvania ditembak jatuh? Apakah misil menghantam Pentagon? Bagaimana jika pembajak tak pernah menaiki pesawat? Apakah bom-bom ditanam di World Trade Center? – maka seluruh ceritanya palsu, dan pasti ambruk, persis seperti menara kembar.

Tapi para fungsionaris politik sogokan yang mengisi komisi Kean tidak mengejar pertanyaan-pertanyaan penting. Mereka malah terkunci dalam komedi bangsawan politik bersama Condi Rice dan Richard Clarke yang naskahnya telah ditulis sejak awal, memperdebatkan poin-poin tajam dalam laporan singkat presiden. Ini pengalihan klasik. Istilah kontemporernya adalah limited hang-out.

Maksud saya, Usamah bin Laden dinyatakan bersalah di awal pertimbangan komisi tanpa dasar bukti apapun di pengadilan. Sejak saat itu, tak banyak pula yang dikatakan mengenai para pembajak.

Bisakah Anda menyebut Lee Harvey Oswald?

Persoalan riilnya, penegak hukum tak betul-betul berkepentingan menyelidiki 9/11, mereka hanya berkepentingan memastikan cerita resmi berdiri tegak, penjahat yang ditunjuk tetap menjadi sasaran, dengan begitu menjustifikasi undang-undang totaliter baru terhadap kebebasan dan mengesahkan kebijakan luar negeri AS baru yang rupanya ditujukan untuk menghasilkan banyak uang bagi kontraktor-kontraktor pemerintah ketimbang mengejar keadilan aktual.

Inilah sebabnya FBI bisa tampil dan berkata tak ada yang mencurigakan dari aktivitas perdagangan pra-9/11 padahal seluruh dunia tahu itu terjadi. Komisi resmi tidak satu kali pun menengok isu penting ini.

Pekan-pekan belakangan ini ada dua pengungkapan besar di antara detil-detil kecil 9/11. Pertama, sebuah website baru mengungkap rekaman berisi jet penumpang yang menghantam Menara Selatan menembakkan misil persis sebelum tubrukan. Anda hanya bisa melihat kejadian ini dalam gerak lambat, tapi itu benar-benar ada, jika Anda mencermatinya.

Hal mengguncangkan kedua muncul dalam sebuah email kepada saya yang menceritakan situasi “pemadaman listrik” di lantai-lantai atas WTC sepekan sebelum 9/11, memberi kesempatan untuk menanam bom di menara kembar, seandainya seseorang bermaksud demikian.

Tapi, ada yang luput. Barangkali gara-gara blokade media. Mereka takkan menceritakan kepada Anda bahwa prajurit-prajurit Amerika sedang diakali dan dibantai oleh pasukan perlawanan Irak (bukan “pemberontak”, mereka orang-orang biasa yang mempertahankan rumah mereka dari sosiopat Amerika – yang tak punya alasan sah untuk bahkan berada di sana – apalagi setelah Saddam tertangkap).

Sejauh ini, rupanya kita masih belum punya bukti kuat yang betul-betul signifikan, setidaknya yang diakui oleh media dan disebarkan kepada masyarakat umum, sekalipun kita punya banyak bukti kecil, yang sudah banyak disebutkan di atas. Padahal apa yang betul-betul dipercayai orang Amerika dan tindakan apa yang diambil segalanya dibentuk oleh media, yang sama sekali menolak mengakui bahwa perkataan Bush dan anteknya tentang hampir semua topik adalah cerita bohong yang dirancang untuk menipu publik.

Jadi, menghadapi mindlock media ini, pasukan pencari fakta 9/11 mengoceh, berkumandang frustasi dalam gema retorika mereka sendiri. Mereka telah menyajikan banyak argumen memaksa, tapi tak mampu melewati selimut penyensoran korporat.

Beberapa area subur untuk pengungkapan 9/11 yang baru terus-menerus diselidiki oleh periset tak kenal lelah yang tidak berbuat demi uang, tidak seperti para pembawa berita dan reporter bergaji tinggi. Para periset hanya ingin fakta; sedangkan para reporter yang memuntahkan rilis pers Pentagon dan menyebutnya berita hanya ingin uang.

Satu faktoid menarik diungkap oleh Gerard Holmgren, salah seorang detektif 9/11 legendaris, yang menemukan setelah mengecek dokumen FAA bahwa dua di antara penerbangan mematikan itu bahkan tak pernah ada, tak pernah lepas landas, jadi tidak menabrak apapun, terlepas dari semua gembar-gembor resmi soal waktu penerbangan dan pelacakan radar.

Untuk jelasnya, penerbangan-penerbangan yang ditunjuk dengan tepat oleh Holmgren BIASANYA terbang setiap hari, tapi dokumen FAA mengungkap bahwa mereka tidak terbang hari ITU.

Garis singgung provokatif lain yang diselidiki oleh beberapa periset (termasuk saya) mengindikasikan banyak nama-nama dalam daftar penumpang tewas tampaknya bukan sosok riil. Ada banyak nama, tentu saja, tapi mereka kelihatannya tidak cocok dengan tanggal lahir dalam riwayat-riwayat yang ada. Lebih jauh, yayasan-yayasan tertentu yang didirikan untuk menghormati beberapa nama terkenal dalam mitologi hari mematikan itu memiliki kaitan dengan bisnis neokon.

Meski riset ini masih dalam masa pertumbuhan, pemikiran yang mendorongnya adalah bahwa jika nama-nama dalam daftar penumpang bukanlah individu sungguhan, dan sekurangnya dua di antara penerbangan itu tak pernah lepas landas dari titik keberangkatan mereka…well, itu akan menambah tumpukan bukti kuat lain pada banyak bukti yang sudah ada.

Saya telah melakukan banyak siaran radio selama setahun belakangan, mencoba menanam benih di kalangan masyarakat umum bahwa banyak kebohongan pemerintah soal 9/11 patut dicerca oleh mayoritas warga AS bukan hanya secara sepintas lalu.

Sepanjang perburuan silam, ketika saya mengobrol dengan Bill Boshears di WLW AM di Cincinnati, kami mendapat telepon dari seseorang yang dikenal sebagai The Webfairy, yang mencoba memberitahu kami bahwa tak ada satupun pesawat terlibat dalam serangan 9/11. Harus diakui saya merasa terguncang.

Tujuan saya dalam acara itu adalah menyajikan fakta-fakta fundamental – fakta yang paling mudah dipahami – untuk mencoba mengajak orang-orang yang belum memikirkan versi-versi peristiwa selain versi pemerintah agar setidaknya mengenali ada beberapa bagian dasar dalam cerita resmi yang tak masuk akal, dan banyak hal lainnya yang patut dipertanyakan.

Jadi saya sangat tidak menerima perspektif The Webfairy, dan sejujurnya, kami mengusirnya dengan paksa (jika Anda bisa melakukannya di telepon).

Namun, saya selalu mengecek ulang orang-orang yang tidak sependapat dengan saya, untuk memastikan bahwa saya tidak menipu diri sendiri. Saya memulai pencarian dengan sesuatu yang tidak terkait sama sekali.

Saya selalu kebingungan oleh metamorfosis website Emperor’s Clothes dari barisan versi-versi alternatif 9/11 persis setelah hari mengerikan itu hingga sekarang – sebuah website pro-Israel terang-terangan yang selalu melolong tentang betapa jahatnya orang-orang Palestina. Dalam benak saya tak terpikir sebuah situs, yang mampu begitu ringkas menyebut satu persatu cacat dalam cerita resmi pemerintah dan memiliki laporan begitu menakjubkan tentang penarikan militer sehingga memungkinkan pesawat terduga dibajak ini menimbulkan banyak kerusakan, dapat tiba-tiba berbalik arah dan menjadi humas Zionis yang mudah diprediksi dan memiliki belang sama seperti Fox News dan seluruh dagelan jaringan fasis itu.

Karena saya tetap yakin Israel memainkan peran penting dalam serangan 9/11 (sederhana saja, yaitu karena lewat agen-agen ganda neokonnya ia memegang kendali hampir secara total atas kebijakan luar negeri Amerika), saya memikirkan bagaimana seorang reporter pro-Israel bisa begitu rapi memerinci cacat-cacat dalam cerita resmi Washington.

Lalu, pikiran itu terlintas dalam benak saya. Bagaimana jika tak ada pesawat [dalam peristiwa itu]? Dan saya memberi pandangan tajam pada ucapan The Webfairy.

Pada dasarnya, analisa komprehensifnya atas rekaman video dua hantaman WTC membuatnya percaya tak ada pesawat menubruk keduanya.

Mengapa? Sebab pesawat [semestinya] tidak memotong gedung seperti mentega. Pesawat biasanya pecah dan meledak saat bersentuhan. Bagian-bagiannya terbang ke segala arah.

Dalam kasus tubrukan Pentagon, misalnya, pemerintah berargumen bahwa jet penumpang yang diduga menghantamnya hancur total dalam kebakaran yang begitu panas sehingga melelehkan setiap bekas pesawat dan para penumpangnya. Hancur menghilang. Pendapat ini membuat laporan berikutnya menjadi tak masuk akal; laporan itu menyatakan petugas pemerintah mampu mengekstrak cukup DNA dari lokasi untuk mengidentifikasi setiap penumpang dalam pesawat naas itu.

Sedangkan, dalam kasus WTC, kita diharuskan percaya bahwa bagian muka Menara Kembar begitu tipis sehingga pesawat-pesawat dapat memotong dindingnya seperti jari ke dalam kue cokelat tanpa kehilangan satu pun bagian pesawat. Hmmm?

Ada videonya. Satu-satunya gambar tubrukan pertama sudah diketahui oleh banyak orang saat ini, yakni video Naudet bersaudara yang terkenal. Kedua pembuat film asal Prancis itu diduga sedang merekam peristiwa sembarang di Departemen Pemadam Kebakaran New York, dan kebetulan saja mengayunkan kamera mereka ke langit lalu tak sengaja menangkap momen-momen akhir penerbangan yang menghantam Menara Utara.

Anda hampir tidak bisa melihat pesawat itu, sebab gambarnya begitu kabur. Apakah itu pesawat? Apakah itu ditambahkan pada film? Apakah ada saksi mata yang betul-betul melihat tubrukan? Setahu saya tidak.

Dan cara pesawat itu menghilang ke dalam gedung. Rupanya ada ledakan sebelum ia menghantamnya. Gambar pesawat itu, betapapun kabur, terlihat bersayap persegi, tidak seperti jet penumpang yang diceritakan pemerintah.

Yang lebih enigmatik lagi adalah pesawat yang “dilihat” semua orang [sedang] menghantam Menara Selatan, gedung yang ternyata menyimpan tangki bahan bakar tambahan di dasarnya, dan dalam sebuah analisa film baru-baru ini [pesawat itu] rupanya menembakkan misil sesaat sebelum tubrukan.

Tapi yang paling mencurigakan adalah tubrukan itu sendiri. Dalam video Fairbanks yang terkenal, yang direkam dari jalanan di bawah gedung, bukan cuma tak ada suara pesawat menghantam gedung, tapi juga tak ada bukti pecahnya sesuatu – dinding ataupun pesawat – yang ada hanya masuknya pesawat padat secara sunyi dan halus ke dalam bangunan padat yang saat itu jelas menunjukkan kepadatan bagai manisan empuk.

Dan yang betul-betul menimbulkan rasa penasaran saya adalah beberapa komentar The Webfairy ketika kami mengisi acara radio bersama suatu malam. Dia curiga Naudet bersaudara tidak berada dalam posisi itu dan merekam dokumenter tentang departemen pemadam kebakaran. Dia percaya mereka di sana untuk merekam tubrukan.

Dan lebih jauh dia mengklaim telah menemukan bahwa video tubrukan Menara Selatan asal Ceko tidak asli, sebab analisanya secara frame demi frame menunjukkan, setelah memeriksa pantulan di jendela dalam film, bahwa kameranya sedang naik kendaraan pemadam, bukan dalam mobil seperti yang diklaim beberapa orang. By the way, kendaraan pemadam itu memuat semua kru yang tewas dalam runtuhnya WTC.

Itulah dua bukti kecil lain yang harus diajukan di masa mendatang ketika kebebasan berbicara dan integritas pemerintah akhirnya terpulihkan di Amerika. Saya tahu, saya tahu – teruslah bermimpi.

Nah, saya mendengar argumen-argumen menentang hologram. Bagaimana hologram itu bisa terproyeksikan sehingga terlihat dari begitu banyak sudut berbeda? Entahlah. Saya bukan ilmuwan. Lalu apa yang terjadi pada semua orang di dalam pesawat. Entah juga. Saya bukan detektif polisi, atau agen FBI.

Tapi saya tahu pemerintah berdusta tentang begitu banyak aspek 9/11, dan bahwa pemberitaan penarikan militer dilakukan dengan baik kecuali bagi seseorang yang tidak menerima kenyataan.

Saya sarankan semua orang mengunjungi www.thewebfairy.com.

Cermatilah klip-klip film itu. Katakan pada saya bahwa itu pesawat, dan bukan trik. Jika Anda bisa…

Beberapa pengamat mengklaim semua pembicaraan tentang hologram ini hanyalah disinformasi yang ditujukan untuk menyimpangkan orang-orang dari jalur cerita sesungguhnya.

Hari ini saya menerima email lain yang membicarakan holografi canggih militer yang dapat menyamarkan misil sebagai jet penumpang. Tapi itu akan menjadi cerita mendatang.

Sementara ini, saya ingin bilang, seandainya negara kita betul-betul bebas, kita bisa menonton Al-Jazeerah di TV kabel kita, dengan begitu kita akan betul-betul melihat apa yang Amerika perbuat terhadap seluruh dunia. Cuma soal waktu, dengan arah [kebijakan] sekarang, sebelum mereka berbuat hal sama terhadap kita di Amerika sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s