Memerangi Codex Alimentarius

Oleh: Gregory Damato Ph.D
(Sumber: Nexus Magazine, Oktober-November 2008, hal. 15-18, 80-82)

Jutaan orang akan menderita penyakit degeneratif akibat kurang gizi dan terbatasnya akses suplemen kesehatan jika korporasi global di balik standar baru Codex diperbolehkan “mengharmoniskan” dunia.

Pengendalian populasi berkedok perlindungan konsumen
Codeath, maaf, Codex Alimentarius Commission merupakan organisasi yang sangat salah dimengerti. Kebanyakan orang mungkin belum pernah mendengarnya, dan mereka yang sudah dengar mungkin tidak mengerti realita sesungguhnya dari organisasi dagang amat berpengaruh ini. Menurut website resmi Codex (www.codexalimentarius.net), tujuan altruistik komisi ini adalah “melindungi kesehatan konsumen dan memastikan praktek dagang yang adil dalam urusan pangan, dan mempromosikan koordinasi seluruh pekerjaan pangan standar yang dijalankan oleh organisasi-organisasi pemerintah dan non-pemerintah internasional”. Codex Alimentarius (bahasa Latin untuk “Food Code”) diatur di bawah usaha patungan antara Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO).

Sejarah Ringkas Codex
Sejarah Codex berawal pada 1893 ketika Kekaisaran Austria-Hongaria memutuskan perlu adanya perangkat pedoman spesifik sebagai dasar pengadilan untuk menjatuhkan putusan dalam kasus-kasus yang berurusan dengan makanan.[1] Perangkat amanat regulasi ini kemudian dikenal sebagai Codex Alimentarius. Ia efektif diberlakukan sampai runtuhnya kekaisaran tersebut pada 1918.

Dalam pertemuan tahun 1962, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memutuskan Codex ini mesti diberlakukan kembali di seluruh dunia dalam rangka “melindungi” kesehatan konsumen. Dua pertiga pendanaan Codex berasal dari FAO, dan sepertiga sisanya datang dari WHO.

Pada 2002, FAO dan WHO sangat prihatin dengan arah Codex dan menyewa konsultan eksternal untuk menetapkan kinerjanya sejak 1962 dan untuk menentukan ke arah mana organisasi dagang ini akan dibawa.[2] Pada saat itulah industri besar masuk dan menggunakan pengaruh kuatnya. Hasil mutakhirnya adalah laporan lunak yang meminta Codex menangani 20 hal merisaukan dalam organisasi.

Sejak 2002, Codex Alimentarius Commission diam-diam melepas perannya sebagai organisasi kesehatan masyarakat dan perlindungan konsumen internasional. Di bawah kemudi industri besar, tujuan rahasia Codex yang baru adalah menaikkan laba demi nafsu korporat global seraya mengendalikan dunia lewat makanan.

Ketidaksetaraan Codex
Negara paling dominan di balik agenda Codex adalah AS, yang tujuan utamanya adalah menguntungkan kepentingan multinasional Raksasa Farmasi, Raksasa Agribisnis, Raksasa Kimia, dan semacamnya. Dalam pertemuan teranyar di Jenewa, Swiss (30 Juni s/d 4 Juli 2008), AS menjadi ketua Codex [3] dan kini akan memperburuk distorsi kebebasan kesehatan dan terus menyebarluaskan misinformasi dan dusta tentang gizi dan organisme modifikasi genetik (GMO/genetically modified organism) sambil memenuhi agenda diam-diamnya: pengendalian populasi. Satu alasan kenapa AS terus mendominasi Codex adalah karena negara-negara lain salahnya percaya bahwa organisasi ini memiliki teknologi keamanan pangan terbaru dan terbaik. Oleh sebab itu, apapun yang AS minta, hampir selalu diperturutkan oleh sekutu-sekutunya (Australia, Argentina, Brazil, Kanada, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Singapura, dan Uni Eropa).

Fakta bahwa pertemuan-pertemuan Codex diadakan di seluruh dunia juga bukan kebetulan dan memungkinkan AS mempertahankan cengkeramannya atas agenda Codex karena negara-negara berekonomi buruk tidak sanggup menghadirinya. Pemerintahan di banyak negara (seperti Kamerun, Mesir, Ghana, Kenya, Nigeria, Afrika Selatan, Sudan, dan Swaziland) sadar bahwa Codex sudah berubah dari organisasi pangan yang baik menjadi organisasi yang curang, membawa maut, dan tidak sah.

Ancaman Kebebasan Kesehatan
Sementara media mainstream sibuk dengan agenda esoterik mereka yakni memasukkan rasa takut ke dalam hati penduduk dunia melalui terorisme, pemanasan global, perjangkitan salmonella, dan kekurangan pangan, ancaman riil diam-diam menjadi kenyataan. Segera, setiap benda yang Anda masukkan ke dalam mulut, termasuk air (terkecuali obat-obatan tertentu saja), akan diregulasi oleh Codex Alimentarius Commission.

Standar Codex betul-betul merupakan penghinaan terhadap kebebasan manusia untuk mengakses makanan bersih dan sehat serta bahan gizi yang bermanfaat, padahal regulasi ini tak punya kedudukan hukum secara internasional. Mengapa kita mesti cemas? Calon standar mandatori ini akan berlaku pada setiap negara anggota World Trade Organization (WTO) (saat ini ada 153 anggota). Jika negara-negara tidak mengikuti standar ini, maka sanksi ekonomi dan perdagangan yang melumpuhkan mungkin akan dijatuhkan pada mereka, walaupun negara-negara dapat menghindari standar Codex melalui penerapan standar internasional mereka sendiri.

Beberapa lembaga milik pemerintah, seperti Therapeutic Goods Administration (TGA) di Australia, sedang memberitahukan kepada masyarakat bahwa pedoman vitamin dan mineral Codex takkan mempengaruhi negara mereka. Contoh, TGA menyatakan begini: “Usulan Codex Guidelines for Vitamin and Mineral Food Supplements tidak akan berlaku di Australia dan tidak akan berimbas pada pengaturan jenis-jenis produk ini di Australia.”[4]

Garis dasarnya adalah, tak ada yang tahu undang-undang seperti apa yang akan disahkan sebelum harmonisasi Codex terwujud, dan tak ada negara yang aman dari pedoman internasional ini, tak peduli apapun yang dikatakan lembaga pemerintah demi memadamkan potensi pemberontakan masyarakat. Banyak aktivis kesehatan alternatif percaya bahwa ini mungkin hanyalah cara untuk membingungkan dan mengaburkan isu Codex sebelum terlambat.

Beberapa standar Codex yang diusulkan untuk berlaku dalam masa dekat, dan tak dapat dibatalkan sama sekali setelah diresmikan, meliputi[5]:

  • Semua bahan gizi (misalnya vitamin dan mineral) akan dianggap toksin/racun dan akan disingkirkan dari semua makanan karena Codex melarang penggunaan bahan gizi dalam “mencegah, menangani, atau mengobati kondisi atau penyakit apapun”.
  • Semua makanan (termasuk organik) akan disinari untuk menyingkirkan semua bahan gizi “beracun” dari makanan (kecuali kalau konsumen dapat memperoleh makanan secara lokal). Pendahuluan harmonisasi Codex di bidang ini dimulai di AS pada Agustus 2008 dengan keputusan diam-diam untuk mengamanatkan penyinaran masal terhadap semua selada dan bayam atas nama kesehatan dan keamanan masyarakat. Jika keamanan masyarakat menjadi perhatian utama Food and Drug Administration (FDA) AS, lantas kenapa orang-orang tidak diberitahu tentang praktek baru ini?
  • Bahan-bahan gizi yang diperbolehkan hanya akan mencakup Daftar Positif yang dikembangkan oleh Codex; termasuk bahan “bermanfaat” semisal flouride (3,8 mg harian), yang bersumber dari limbah industri.
  • Semua bahan gizi (seperti vitamin A, B, C, D, seng, dan magnesium) yang mempunyai dampak positif pada tubuh akan dianggap ilegal dalam dosis pengobatan di bawah Codex dan akan dikurangi sampai ke jumlah yang sepele bagi kesehatan, dengan batas maksimum ditetapkan pada angka 15% dari Recommended Dietary Allowance (RDA) saat ini.[6] Anda takkan bisa memperoleh bahan-bahan gizi ini dalam dosis pengobatan di manapun di seluruh dunia, sekalipun memegang resep.
  • Level aman bahan gizi yang diperbolehkan menurut [standar] Codex belum ditetapkan. Beberapa contoh probabel berdasarkan sistem Uni Eropa meliputi:
    • Niacin: batas atas 34 μg (mikrogram) harian (dosis efektif harian berkisar antara 2.000 sampai 3.000 μg).
    • Vitamin C: batas atas 65 sampai 225 μg harian (dosis efektif harian berkisar antara 6.000 sampai 10.000 μg).
    • Vitamin D: batas atas 5 μg harian (dosis efektif harian berkisar antara 6.000 sampai 10.000 μg).
    • Vitamin E: batas atas 15 SI (Satuan Internasional) alpha tocopherol per hari, padahal alpha tocopherol sendiri terlibat dalam kerusakan sel dan beracun terhadap tubuh (dosis efektif harian tocopherol campuran berkisar antara 10.000 sampai 12.000 SI).
  • Kemungkinan besar, memberi saran apapun mengenai gizi (termasuk berbentuk artikel tertulis yang dipasang secara online dan dalam jurnal-jurnal, serta saran kepada teman, anggota keluarga, atau siapa saja) akan menjadi perbuatan ilegal. Instruksi ini berlaku pada semua laporan vitamin dan mineral dan semua konsultasi ahli gizi. Informasi tipe ini bisa dianggap sebagai rintangan tersembunyi bagi perdagangan dan mungkin mengakibatkan sanksi perdagangan untuk negara yang terlibat.
  • Semua sapi perah di planet ini akan diberi recombinant bovine growth hormone (rBGH) milik Monsanto yang direkayasa secara genetik.
  • Semua binatang untuk pangan akan diberi antibiotik keras dan hormon pertumbuhan eksogen.
  • Pestisida organik yang mematikan dan karsinogenik, termasuk tujuh dari dua belas yang terburuk (contohnya, hexachlorobenzene, toxaphene, dan aldrin), yang dilarang oleh 176 negara (termasuk AS) pada 1991 dalam Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants [7], akan diizinkan kembali masuk ke dalam makanan pada tingkat yang dinaikkan.
  • Codex akan memperbolehkan level yang berbahaya dan beracun untuk aflatoxin (0,5 ppb) pada susu. Aflatoxin, dihasilkan pada makanan binatang yang bulukan di tempat penyimpanan, merupakan senyawa karsinogenik (non-radiasi) paling keras kedua.
  • Penggunaan hormon pertumbuhan dan antibiotik akan diwajibkan pada semua ternak, burung, dan spesies biakan air yang dimaksudkan untuk konsumsi manusia.
  • Penyisipan GMO tak berlabel dan mematikan ke dalam palawija, binatang, ikan, dan tanaman akan diwajibkan di seluruh dunia.
  • Kenaikan level residu dari pestisida dan insektisida yang beracun bagi manusia dan binatang akan diperbolehkan.

Agenda Pengendalian Populasi
Pada 1995, FDA mengadopsi kebijakan ilegal yang menyatakan bahwa standar internasional (yakni Codex) akan menggantikan undang-undang AS yang mengatur semua makanan, meskipun standar ini belum rampung.[8] Selanjutnya, pada 2004, AS mengesahkan Central America Free Trade Agreement (ilegal menurut hukum AS, tapi legal menurut hukum internasional) yang mengharuskan AS tunduk pada Codex.[9]

Sekali standar ini diadopsi, tak ada cara untuk kembali ke standar lama, tapi negara-negara dapat mengadopsi standar yang dianggap lebih tinggi dari Codex. Contohnya adalah European Supplements Directive. Sekali kepatuhan terhadap Codex dimulai di wilayah manapun, selama suatu negara masih menjadi anggota WTO, itu sama sekali tak dapat dibatalkan: standar tak bisa dicabut, diganti, atau diubah dengan cara, bentuk, atau wujud apapun.[10] [11] [12]

Pengendalian populasi demi uang adalah jalan termudah untuk menjelaskan Codex Alimentarius, yang praktisnya dijalankan oleh AS dan utamanya dikendalikan oleh Raksasa Farmasi dengan tujuan mengurangi populasi dunia dari angka estimasi saat ini, 6,692 miliar jiwa, ke angka 500 juta yang berkesinambungan—turun kurang-lebih 93%. Yang cukup menarik, sebelum kedatangan bangsa Eropa di Amerika, populasi Amerika Pribumi di AS adalah sekitar 60 juta.[13] Hari ini angkanya mendekati 500.000, atau turun kurang-lebih 92%, sebagai akibat dari kebijakan genosida, pelaparan, dan peracunan yang diterapkan pemerintah.

Codex mirip dengan langkah pengendalian populasi lainnya yang dijalankan diam-diam oleh pemerintah-pemerintah dunia barat. Contoh, penyisipan agen-agen perusak DNA dan immunosuppressive laten ke dalam vaksin (semisal flu burung dan AIDS yang dipersenjatakan), aspartam, chemtrail, kemoterapi untuk pengobatan kanker, dan RU486 (pil aborsi yang didanai dinasti Rockefeller).

FAO dan WHO memperkirakan bahwa dengan pengenalan pedoman vitamin dan mineral saja, dalam sepuluh tahun minimal tiga miliar kematian akan terjadi.[14] Satu miliar di antaranya akibat kelaparan, dan dua miliar sisanya akibat penyakit kurang gizi yang degeneratif dan dapat dicegah, seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.[15] [16]

Penyisipan makanan terdegradasi, terdemineralisasi, tersinari, dan terisi pestisida kepada konsumen merupakan cara paling cepat dan efisien untuk menyebabkan sentakan menguntungkan dalam [angka] kekurangan gizi dan penyakit-penyakit degeneratif yang dapat dicegah. Dan tindakan paling tepat adalah pengobatan farmasi beracun. Kematian demi keuntungan adalah nama baru permainan ini.

Raksasa Farmasi telah menanti harmonisasi Codex selama bertahun-tahun. Penduduk dunia yang secara fisik mengalami degenerasi dengan laju kian cepat, yang akan memberi lonjakan pendapatan, adalah sasaran akhir para pengendali tersembunyi dan jahat di dalam organisasi perdagangan korup yang berpura-pura mengusahakan kesehatan konsumen.

Melawan dengan Private Standards
Rima Laibow MD, direktur medis di Natural Solutions Foundation, telah mengajukan tindakan hukum terhadap pemerintah AS dan terus menghadiri setiap pertemuan Codex sebagai pemantau publik seraya memperjuangkan kebebasan kesehatan kita. Dia juga bertemu dengan delegasi dari berbagai negara untuk memberitahukan Private Standards, yang memperkenankan negara-negara merancang standar pangan lebih aman dan lebih tinggi daripada Codex. Jelas, perancangan standar yang lebih aman bukanlah tugas sulit, dan banyak negara tampaknya mampu menghindari pedoman cacat dan permanen yang hendak diimplementasikan oleh Codex.[17]

Perang Pelabelan GM
Pertemuan Codex teranyar di Jenewa berakhir dengan beberapa hasil menarik. Sebagian percekcokan sengit yang sudah lama membara mulai mengemuka seiring kukuhnya AS mendorong agenda bias Raksasa Farmasi, Raksasa Kimia, Raksasa Agribisnis, dan sebagainya tanpa mempertimbangkan masukan dari banyak negara lain. Seperti biasa, jika AS tak menginginkan masukan dari sebuah negara, maka negara tuan rumah pertemuan menolak visa delegasi-delegasi resminya. Beberapa negara keberatan terhadap praktek ini dan menyatakan, dengan sebab ini dan lainnya, keputusan yang dibuat Codex tanpa kehadiran mereka tidak memiliki legitimasi internasional.

Satu poin perdebatan yang utama adalah penolakan kukuh AS dan Codex Alimentarius Commission untuk mengizinkan pelabelan GMO. Jepang, Norwegia, Rusia, Swiss, dan hampir semua negara Afrika, serta 26 negara Uni Eropa sudah melawan AS selama nyaris 18 tahun untuk memajukan amanat pelabelan GMO. AS secara keliru menganggap GMO setara dengan non-GMO, semata-mata didasarkan pada Perintah Eksekutif tahun 1992 dari Presiden AS kala itu, George H.W. Bush. Akibatnya, tak ada uji keamanan pra-pasar terhadap GMO manapun sebelum dirilis ke dalam rantai makanan di AS. FDA menolak mengulas data keamanan, hanya melakukan satu ulasan pendahuluan di awal pengembangan organisme.

Para pendukung kebijakan AS yang melarang pelabelan pangan modifikasi genetik berpendapat bahwa AS tak menginginkannya karena potensi masalah hukum dan pertanggungjawaban produsen dan pemerintah AS jika makanan ini dapat ditelusuri. Jika jutaan orang dirugikan atau terbunuh gara-gara ketidakstabilan virus-virus promoter DNA serta bakteri-bakteri penanda ketika berinteraksi dengan struktur tubuh manusia yang dinamis dan zalir, maka akan muncul jutaan gugatan hukum. Tapi jika GMO ini tidak dapat ditelusuri sama sekali, maka pertanggungjawaban korporat atau pemerintah tidak bisa ditaksir dan kesehatan seluruh penduduk dirugikan. Beberapa ilmuwan FDA berulangkali memperingatkan pelepasan GMO ke dalam pasokan pangan masyarakat lantaran bahaya-bahaya ini, tapi mereka dianggap sepi atau dikesampingkan secara rutin.

Sebelum pertemuan Jenewa, Codex Committee on Food Labelling bertemu di Ottawa, Kanada (28 April s/d 2 Mei 2008). Pertemuan ini berakhir dengan marahnya beberapa negara pro amanat pelabelan GMO lantaran komite belum secara objektif menganalisa riset empiris yang disiapkan oleh delegasi Afrika Selatan, yang menguraikan bahaya-bahaya GMO. Dokumen itu menggambarkan perlunya amanat pelabelan GMO, tapi diabaikan dan kemudian ditarik akibat tekanan AS. Alhasil, beberapa negara berencana menolak persyaratan Codex dan mengadopsi sistem pelabelan GMO sendiri demi membatasi penyebaran pangan “mematikan”. Ini menjadi kesulitan nyata bagi FAO dan WHO.

Menurut Dr. Laibow, dalam pertemuan Jenewa tersebut FAO dan WHO akhirnya turun tangan dan memutuskan menjalankan sebuah program untuk mengidentifikasi pencemaran GMO tingkat rendah dalam makanan.

Definisi pencemaran tingkat rendah tetap tergantung pada standar masing-masing negara. Contoh, AS saat ini memperkenankan hingga 10% pencemaran GMO (yang paling tinggi di antara semua negara Codex) pada makanan organik, dan herannya masih mengizinkan dilabeli sebagai “USDA Certified Organic”. Beberapa pemerintahan, seperti Uni Eropa, hanya memperkenankan pencemaran 0,9%, sedangkan yang lain mengizinkan 0,1% saja.

Namun, penggunaan istilah “pencemaran” oleh FAO dan WHO tidak mendeskripsikan GMO sebagai [zat] yang tercampur dalam makanan normal. Istilah ini juga patut diperhatikan, karena sebagian besar riset bahaya GMO tak bisa lagi diingkari.

AS tentu saja keberatan dengan penamaan demikian, tapi kali ini sia-sia.

Walaupun FAO dan WHO belum sampai mensyaratkan amanat pelabelan GMO, pengakuan mereka bahwa GMO dapat mencemari pangan merupakan kemenangan besar bagi kebebasan kesehatan.

Pemberlakuan persyaratan amanat pelabelan adalah langkah logis berikutnya, tapi pekerjaan ini masih berjalan.

Bertindaklah Melawan Codex!
Satu-satunya cara untuk menghindari agenda kematian-demi-keuntungan adalah melawan balik melalui penyebaran pengetahuan kepada siapa saja yang Anda kenal.

Tak peduli apakah mereka masih tertidur atau terhipnotis oleh perbudakan kehidupan sehari-hari atau terlalu sibuk untuk memberi perhatian: sekarang saatnya bangun.

Pemerintah AS dan media berusaha mengalihkan perhatian dunia selagi semua standar mandatori dan masyhur ini disahkan diam-diam.

Saatnya bertindak, dan Anda bisa melaksanakannya dengan mengunjungi website Natural Solutions Foundation di www.healthfreedomusa.org, dan terus mengikuti update soal Codex. Anda juga bisa menandatangani petisi legal warga di laman www.healthfreedomusa.org/index.php?page_id=184.

Tindakan cepat dan terang-terangan harus dilakukan sekarang juga. Waktu berjalan sangat cepat, dan mungkin kita harus mulai berpikir untuk menanam makanan kita sendiri dalam masa dekat demi menghindari pemusnahan terencana, kecuali kalau kita semua bersatu dalam isu ini.

Berikut adalah kontak-kontak untuk aksi melawan Codex:

  • Australia
    Anda dapat mengirim surel ke Departemen Pertanian dan Pangan di Australia Barat atau Menteri Pertanian di negara Anda. Contoh, di Australia Barat alamat surelnya adalah enquiries@agric.wa.gov.au.Therapeutic Goods Administration juga dapat dihubungi lewat websitenya www.tga.gov.au/contact.htm.
  • Selandia Baru
    Anda bisa memanfaatkan website NZ Health Trust untuk menyampaikan komentar kepada Anggota Parlemen: www.nzhealthtrust.co.nz/email_mp.html.
  • Inggris
    Surel dapat dikirim ke Food Standards Agency, yang mewakili Inggris di sidang-sidang Codex. Hubungi Michelle McQuillan lewat surel di michelle.mcquillan@foodstandards.gsi.gov.uk.
  • AS
    Anda dapat menyuarakan pendapat dengan mengirim surel atau menulis surat ke anggota kongres (kunjungi https://forms.house.gov/wyr/welcome.shtml). Jika Anda mengirim satu surel ke Kongres, itu dihitung sebagai 13.000 surel. (Kongres AS menyatakan bahwa untuk setiap orang yang meluangkan waktu untuk menulis surat atau surel kepada anggota kongres, berarti ada 13.000 orang lainnya yang memiliki pandangan serupa tapi tak sempat menyampaikan.) Anda juga bisa menghubungi Kongres AS via www.visi.com/juan/congress/.Alamat US Codex adalah: US Department of Agriculture, South Building, Room 4861, 1400 Independence Ave, SW, Washington, DC 20250, telepon (202) 205 7760, faks (202) 720 3157, surel uscodex@fsis.usda.gov. Website resmi US Codex adalah www.fsis.usda.gov/Codex_Alimentarius/index.asp.
  • Negara lain
    Cara terbaik untuk membuat suara Anda didengar adalah memutuskan siapa wakil setempat Anda lalu hubungi mereka dengan sikap yang satu dan terang-terangan. Ini bisa dilakukan dengan mudah melalui berbagai mesin pencari daring.

Catatan akhir
[1] Laibow, R.E., Nutricide: Criminalizing Natural Health, Vitamins, and Herbs (video), Natural Solutions Foundation, 2005, di http://www.HealthFreedomUSA.org
[2] Laibow, Rima E., MD, “‘Nutraceuticide’ and Codex Alimentarius: The Death of Nutritional Medicine”, Alternative & Complementary Therapies 2005 Oct 1; 11(5):223-229
[3] USDA, “FSIS official Dr. Karen Hulebak elected chair of Codex Alimentarius Commission”, News Release No. 0175.08, 1 Juli 2008, di
www.usda.gov/wps/portal/!ut/p/_s.7_0_A/7_0_1OB?contendidonly=true&contentid=2008/07/0175.xml (diakses 17 Agustus 2008)
[4] Therapeutic Goods Administration, Codex Fact Sheet, Mei 2005, di www.tga.gov.au/cm/fs_codex.htm (diakses 17 Agustus 2008)
[5] Laibow, “‘Nutraceuticide’ and Codex Alimentarius”, op. cit.
[6] Codex Guidelines for Vitamin and Mineral Food Supplements, di
www.chfa.ca/media/pdf_files/Codex%20vms%20Guidelines%202005.pdf (diakses 10 Juli 2008)
[7] Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants, http://chm.pops.int/ (diakses 10 Juli 2008)
[8] US Food and Drug Administration, Federal Register, 11 Oktober 1995 (vol. 60, no. 196), di www.fda.gov/oia/IH_policy.html (diakses 1 Juli 2008)
[9] Washington Office on Latin America (WOLA), Central America–Dominican Republic Free Trade Agreement, di www.wola.org/index.php?&option=com_content&task=blogsection&id=6&Itemid=&topic=Rights+and+Development&sub=1&content_topic=CAFTA (diakses 10 Juli 2008)
[10] Laibow, Nutricide (video), op. cit.
[11] Laibow, “‘Nutraceuticide’ and Codex Alimentarius”, op. cit.
[12] Laibow, R.E., MD, Natural Solutions Foundation’s Codex Commission Report (video), di http://www.healthfreedomusa.org/
(diakses 10 Juli 2008)
[13] Cook, N.D., Born to Die: Disease and New World Conquest, 1492–1650, Cambridge University Press, Cambridge and New York,
1998
[14] Komunikasi pribadi dengan Dr Rima Laibow dari Jim Turner, JD, mitra di Swankin & Turner, Washington, DC, dikutip dalam: Laibow, “‘Nutraceuticide’ and Codex Alimentarius”, op. cit., hal. 223
[15] Laibow, Nutricide (video), op. cit.
[16] Laibow, “‘Nutraceuticide’ and Codex Alimentarius”, op. cit.
[17] Laibow, Natural Solutions Foundation’s Codex Commission Report (video), op. cit

Tentang Penulis
Gregory Damato PhD menikmati gaya hidup vegetarian dan menjalankan klinik Quantum Biofeedback yang menangani bermacam-macam klien dengan keluhan depresi hingga kanker.

Sekarang ini dia sedang menulis buku untuk para orangtua, mengedukasi tentang bahaya vaksin yang tersembunyi, toksisitas kimiawi pada mainan, GMO, EMF, dan EMR, dan cara-cara melawan naiknya tingkat penyakit masa kanak-kanak dan penyakit syaraf dengan membangun kekebalan tubuh secara alami dan melalui detoksifikasi dan gizi tepat.
Sasarannya adalah meningkatkan kesadaran global akan benyak isu kesehatan yang kita hadapi hari ini dan fakta bahwa 100%-nya dapat dicegah dan dapat dibalik sama sekali.

Dr. Damato merupakan psikolog berlisensi yang berbasis di Perth, Australia Barat, dan dapat dihubungi lewat surel di info@quantumenergywellness.com. Websitenya adalah www.quantumenergywellness.com.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s