Suratkabar Rusia Sebut “Obama Loyo” Sebagai Penguasa Sodom & Gomora

Juni 2013
(Sumber: www.mrconservative.com)

Obama berjanji untuk “mengeset ulang” hubungan AS dengan Rusia, dan dia berhasil: Rusia berubah dari membenci, tapi menghormati Amerika dan Presiden Bush, jadi merasa jijik dan memandang rendah Amerika dan terutama presidennya.

Obama dan Putin

Foto Obama dan Presiden Rusia Putin duduk berdampingan yang memancarkan kebencian membeberkan semuanya. Salah satu alasan permusuhan Putin, selain keputusan Obama untuk membantu pemberontak Al Qaeda Suriah, sementara Rusia membantu pejuang Iran dan Hizbullah di pihak Bashar al Assad, adalah bocoran Edward Snowden bahwa AS memata-matai Rusia. Tentu saja itu menggelikan. AS telah memata-matai Rusia sejak Perang Dingin dimulai. Negara-negara yang bermusuhan secara samar, bermusuhan secara aktif, dan bahkan bersahabat saling memata-matai.

Yang sedang terjadi adalah Putin menganggap hina Obama. “Menganggap hina” seseorang tidak sama dengan membencinya. Artinya, Anda membenci seseorang karena Anda pikir dia tak layak disukai. Dia begitu tidak layak, karena dia lemah atau cacat moral, sehingga Anda “menganggap hina” dirinya.

Pravda, suratkabar “resmi” Rusia—artinya memuncratkan garis kebijakan pemerintah—memuat artikel opini karangan Xavier Lerma yang menguraikan betapa jelek Putin dan Rusia memandang Obama dan Amerika. Artikel tersebut dimulai dengan melukiskan pertemuan 17 Juni 2013 antara Putin dan Obama, di mana Obama dengan gugup membicarakan bola basket pada sang pemegang sabuk hitam judo (secara fisik dan mental):

Obama yang bermata sayu kemudian berkata, “Dan kita berdua sependapat, semakin tua semakin lama untuk pulih.” Sulit dipercaya, dia bahkan membicarakan penghapusan UU Jackson-Vanik. Dengan gugup Obama melihat catatannya sementara Putin berbicara jelas dari hafalan dan kecerdasannya. Di akhir pertemuan Obama mencoba mengayunkan jabat tangan. Dibalas Presiden Putin dengan tangan batu yang melayukan senyum Obama. Cengkeraman kokoh Putin mendeklarasikan siapa orang teratas di dunia ini.

Walaupun Rusia punya masalah substansial, berupa penurunan populasi, AIDS, maraknya pemakaian narkoba, dan korupsi sistemik, mereka sedang mengembangkan sumber daya minyak “emas hitam”, sementara Obama sedang berbuat apa saja untuk menghancurkan infrastruktur energi Amerika. Lebih dari itu, alih-alih fokus pada output energi, pasar lapangan kerja, ekonomi, dan keamanan nasional, orang Demokrat ini justru membelanjakan ratusan ribu dolar untuk mengirim sms kepada para pecandu seks sesama jenis dan betul-betul mengebiri militer kita. Rusia tahu apa yang sedang terjadi:

AS bangkrut dan Rusia adalah produsen minyak terbesar dunia dengan ekonomi yang tumbuh. Rusia tidak sedang mundur dan mereka punya China sebagai beking. Siapa yang akan membekingi AS? Inggris mungil? Orang-orang Amerika sedang menjadi gay sedangkan pria-pria Rusia lebih mirip Klitschko bersaudara. AS adalah Sodom dan Gomora modern, sementara Kristen berjaya di Rusia. Tak ada ACLU di Rusia yang menggugat orang Kristen. Negara terbesar di dunia ini menunjukkan rasa jijik terhadap Diplomasi Bom dan Misil AS.

Obama berjanji akan mengubah Amerika secara fundamental. Mereka yang tidak memperhatikan adalah orang-orang bodoh yang menganggap janji ini hal baik. Padahal tidak. Ini amat sangat buruk, dan para serigala, termasuk serigala Rusia raksasa, jahat, dan kaya minyak, sedang mulai mengepung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s