Rencana Yinon dan Peran ISIS

Oleh: Sultana Afroz
30 Juni 2015
(Sumber: www.globalresearch.ca)

Artikel tajam ini pertama kali dipublikasikan pada Juli 2014 (penekanan ditambahkan oleh Global Research)

Pesan dan gambar para pejuang Sunni ISIS berpakaian Islami yang disebarkan di jejaring media sosial semacam YouTube seolah-olah membuktikan agenda pejuang ISIS untuk memecah-mecah Irak dengan mengukir Kekhalifahan Islam Sunni yang membentang dari Suriah hingga jantung barat Sunni di Provinsi Anbar, Irak. Pemakaian segel negara Nabi Muhammad (SAW) pada bendera ISIS serta sebagai Lambang Organisasinya kelihatan mengesahkan bahwa ISIS adalah pejuang Sunni.

Arak-arakan cepat ISIS ke arah Baghdad dan pengambilalihan singkat atas Mosul dan Tikrit, kilang minyak Baiji, serta Fallujah dan Ramadi di Provinsi Anbar, dan perebutan perbatasan yang melintasi Suriah dan Yordania disajikan oleh analis politik sebagai “perang sipil” berbasis sekte, Arab Sunni versus Arab Syiah, serta Kurdi Irak yang berbeda secara etnis, yang menikmati semi-kemerdekaan di bawah lindungan AS dan kini di ambang deklarasi kemerdekaan penuh dari Baghdad.

Melalui lensa kantor-kantor media Barat yang berpengaruh, dengan ngeri dan nyerinya kampung global menyaksikan perang kilat di Irak yang dilancarkan oleh pejuang ISIS yang menyerukan pendirian Islamic State of Iraq and Syria, juga disebut sebagai Islamic State of Iraq and al-Sham (the Levant). Dihamparkanlah gambaran kepada dunia bahwa Irak di ambang perpecahan menjadi tiga negara kecil: Irak Sunni, Irak Syiah, dan Kurdistan merdeka.

Serupa dengan seruan palsu AS-Inggris untuk menginvasi Irak dengan alasan Irak punya senjata pemusnah masal, para reporter media barat kini sibuk menyesatkan dan memperdaya opini publik global mengenai pelaku asli proyek ISIS ini. Seperti halnya “Musim Semi Arab” di Afrika Utara yang direkayasa oleh barat, proyek ISIS merupakan muslihat terburuk yang dirancang dengan niat penuh kebencian untuk menimbulkan kekacauan dan kehancuran regional besar-besaran dengan kekuatan militer demi terbentuknya “Timur Tengah Baru” di mana Israel menjadi kekuatan regional yang mengendalikan cadangan minyak, gas, dan air di kawasan.

Perang kilat ISIS di Irak saat ini menciptakan ilusi untuk menginisiasi pemenuhan agenda Barat dan Israel guna menggambar ulang peta seluruh kawasan sebagai “Timur Tengah Baru”. Rencana Yinon sedang bekerja, mengincar balkanisasi Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) menjadi entitas-entitas atau negara-negara lebih kecil dan lebih lemah dalam rangka memastikan kedudukan dominan Israel di kawasan dan penguasaan cadangan minyak, gas, dan airnya oleh koneksi AS-Israel. Dalam proses balkanisasi, aspek etnis, agama, dan ras dari dalam kawasan dilibatkan untuk penghancuran, membunyikan tanda bahaya bagi PBB dan intervensi militer internasional untuk “melindungi warga sipil tak berdosa”, dengan begitu melapangkan jalan untuk pencapaian cita-cita pembentukan “Timur Tengah Baru”.

Kekacauan, kerusakan, dan kehancuran yang dsebabkan oleh ISIS dalam proses pendirian Kekhalifahan Islam Sunni di teritori Irak dan Suriah merupakan realisasi kebijakan AS dan Barat untuk mengubah persepsi publik bahwa “Perang Melawan Teror” bukanlah perang yang dilancarkan Barat terhadap Islam tapi “perang dalam Islam” bermotif agama, etnis, dan sekte di dunia Islam. Proyek Kekhalifahan Sunni Islamic State of Iraq and al-Sham bertepatan dengan agenda panjang AS untuk memotong-motong Irak maupun Suriah menjadi tiga teritori terpisah: Kekhalifahan Islam Sunni, Republik Arab Syiah, dan Republik Kurdistan.

Pembagian Irak ke dalam tiga entitas terpisah juga sangat dianjurkan oleh Wakil Presiden AS Joe Biden. Warisan Biden dan analisa terhadap konstituten elektoralnya akan membantu kita lebih memahami dukungannya terhadap pemecah-mecahan Irak di bawah Rencana Yinon.

Irak, yang bukan cuma negara paling termekanisasi dan terurbanisasi di Timur Tengah (mempunyai cadangan minyak terbesar di Timur Tengah, sudah disadap maupun belum), tapi juga bersatu padu sebagai negara dengan beragam kelompok etno-linguistik dan sekte, merupakan tantangan strategis terbesar bagi para pengomplot rencana balkanisasi ini.

Penghancuran Irak berawal dari dalam kawasan, di mana Iran menjadi lawannya. Perang delapan tahun antara Irak dan Iran membuat kedua negara kaya minyak letih secara ekonomi dan lemah secara militer. Dalam rangka merintangi Revolusi Khomeini, Iran, bagi para pendukung Rencana Yinon, menjadi pilihan logis dari dalam kawasan Timur Tengah untuk memerangi Irak. Walaupun Irak sudah digambarkan kepada dunia sebagai negara mayoritas Syiah, Sunni Irak membentuk mayoritas lantaran Kurdi Irak juga penganut Sunni. Eksistensi dua kelompok etno-linguistik besar (Arab dan Kurdi) dan dua kelompok sekte besar dalam agama Islam (Sunni dan Syiah) di Irak ini memungkinkan para perencana balkanisasi menghasut ketegangan yang mengarah pada perpecahan total struktur sosial masyarakat Irak sejak invasi pimpinan AS-Inggris di tahun 2003.

Sebelum invasi, Irak menikmati perpaduan Sunni-Syiah 50-50, dan Kurdi menikmati kekuasaan otonomi di negara Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein. Zona-zona larangan terbang yang dijatuhkan Barat di Irak Kurdi utara dan kawasan Syiah selatan antara 1993 s/d 2003, pasca Perang Teluk pertama, memperkeras garis pemisah untuk calon tiga bagian Irak yang akhirnya dituntaskan oleh ISIS. Niat koneksi AS-Israel untuk pelaksanaan Rencana Yinon sudah gamblang bagi rezim Saddam sebelum invasi pimpinan AS-Inggris pada 2003 sebagaimana diekspresikan oleh mantan Perdana Menteri Irak, Tariq Aziz: “Ini bukan perubahan rezim melainkan perubahan regional.”


Sultana Afroz mengajar di University of the West Indies, Mona Campus, Jamaika.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s