Apakah Turki Hendak Disekat-sekat? American Enterprise Institute

Sabtu 29 Agustus 2015
(Sumber: pennyforyourthoughts2.blogspot.com)

Well, well, well. Coba kita uji, sudah berapa lama saya meramalkan destabilisasi/penghancuran Turki? Saya memberikan isyarat dalam banyak kesempatan. Tapi akhirnya pada November 2014 saya mulai menguatkan teori saya.

Kilas balik hampir 10 bulan lalu:

Simbiosis Kurdi/ISIS – Menjelang Kehancuran Turki bagian 1

Dan segera diikuti oleh:

Simbiosis Kurdi/ISIS – Menjelang Kehancuran Turki bagian 2

Setelah dua postingan tersebut, ada banyak postingan lain yang mempelajari lebih dalam dan sedikit memperluas subjek simbiosis Kurdi/ISIS menuju penghancuran Turki. Simbiosis Kurdi/ISIS bukanlah kebetulan. Simbiosis ini menunjukkan kepaduan. Sebagaimana dikemukakan dalam berbagai kesempatan di blog ini.

Saya mendapat umpatan gara-gara teori ini. Saya dicemooh. Diserang. Para troll berdatangan. Rupanya saya sudah diblokir dari situs-situs gatekeeper lantaran menguraikan apa yang gamblang di mata saya.

Jadi, pertimbangkan tesis saya. Saya sama sekali tidak kaget membaca artikel karangan Michael Rubin di American Enterprise Institute.

Michael Rubin
Michael Rubin

American Enterprise Institute adalah Neo-Kon Total, apapun demi Israel & Zionis, lembaga think tank. Tidak mengagetkan mengingat begitu banyak informasi yang sudah ditampilkan di blog ini mengenai kolusi Israel & Kurdi. Menyusun ulang Timur Tengah untuk kepentingan Israel/NATO termasuk pembentukan negara teror tak terelakkan yang akan dikenal sebagai Kurdistan.

Apakah Turki Hendak Disekat-sekat?
Apakah Turki hendak disekat-sekat?

Foreign and Defense Policy, Timur Tengah:

Pemerintah Turki, militernya, dan para diplomat Turki mungkin menyangkal implikasi bahwa Turki akan bernasib disekat-sekat, dan pejabat AS akan berbuat demikian secara terbuka, tapi di balik penyangkalan keras itu, kemungkinan besar suatu jenis pembagi-bagian akan menjadi efek tingkat dua dari gerakan sinis Presiden Recep Tayyop Erdogan ke arah otokrasi.

Ya, ya, salahkan Erdogan – bukankah saya sudah memaparkan pendiskreditan Erdogan telah dimulai dengan sungguh-sungguh? Erdogan “bersembunyi di Istananya” – Ya, itu meme Diktator/Istana yang menyeramkan!

Sekarang sudah jelas bahwa perhatian Erdogan yang banyak digembar-gemborkan terhadap proses perdamaian dengan Kurdi lebih didorong oleh perolehan pemilu daripada keinginan damai. Erdogan berharap bisa mendongkrak dukungan Kurdi untuk memberi pukulan telak kepada Kemalisme seraya membekali diri dengan dukungan yang diperlukan untuk mengubah konstitusi demi menguatkan posisinya.

Kurdi-lah yang melanggar gencatan senjata! Saya sudah membahasnya di sini. PKK Akhiri Gencatan Senjata Berminggu-minggu Lalu? Arus berita terbaru.

Ketika Partai Pekerja Kurdi (PKK) sepakat untuk gencatan senjata pada 2013, mereka sedang dalam posisi kuat: mereka mengendalikan teritori di Hakkari dan tenggara Turki, dan mendapat dukungan terbuka yang terus membesar di kalangan Kurdi Turki. Tahun-tahun pembersihan dan penahanan para petinggi oleh Erdogan telah membuat Tentara Turki patah semangat dan menyisakan bayangan masa lalunya. Bahkan, Militer Turki, dalam satu dekade saja, telah merosot dari golongan anggota NATO paling galak dan cakap ke level kompetensi republik pisang. PKK juga tidak akan rugi apa-apa. Ditahan sejak 1999, otoritas Turki sudah lama menyatakan pemimpin PKK Abdullah Öcalan tidak relevan. Tapi, dengan mencoba bernegosiasi dengan Öcalan, Erdogan justru menguatkan relevansinya sebagai politisi utama Kurdi.

Benar, Erdogan mencoba dan mencoba bernegosiasi dengan Kurdi, termasuk dengan pemimpin teror PKK yang berbisnis narkoba, Ocalan. Tapi tanpa hasil. Karena para militan Kurdi/NATO “yang ditinggal” itu punya rencana lain.

EKSKLUSIF: Mantan komandan tinggi PKK Osman Ocalan angkat bicara.

Lawakan Erdogan juga ada harganya. Para diplomat mungkin lebih menyukai stabilitas ketimbang perubahan, tapi dukungan untuk Turki di komunitas internasional tak lagi kuat. Daftar tempat di mana Erdogan tidak disukai sudah panjang. Dia tak disambut di Mesir, Libya, Otoritas Palestina, Israel, Suriah, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan barangkali bahkan Arab Saudi. Sikap penerimaan terhadapnya di Eropa dan AS pasca Obama akan dingin.

Sudah pasti Erdogan sedang disikapi dingin oleh NATO – sebagaimana dinyatakan di blog ini sebulan lalu! NATO Tinggalkan Turki. Turki dan Pasal 4.

Dengan merangkul Hamas sebagai gerakan pembebasan dan kelompok berlegitimasi demokratis, dia melemahkan tentangan terhadap dunia luar yang memperlakukan PKK dengan anggapan yang sama. Biar bagaimanapun, PKK—melalui proksi elektoralnya—telah memenangkan dukungan mayoritas di tenggara Turki.

Proksi elektoral itu tentu saja partai HDP. Anda tahu politik identitas/pecah-belah untuk menaklukkan partai? Kalau Anda sudah lama membaca blog saya, Anda pasti tahu apa yang saya maksud! Mencuri kemenangan AKP? HDP = Politik Pecah-belah Identitas – LSM menghitung surat suara.

Perbedaan besar antara Hamas dan PKK adalah, Hamas mengincar warga sipil dengan terorisme dan serangan tak pandang bulu, sedangkan PKK memerangi pemberontakan.

Michael Rubin omong kosong. Milisi Kurdi tanpa alasan membunuh, memperkosa, mencuri, melakukan pembersihan etnis, dan secara umum menganiaya setiap orang. Termasuk terhadap orang Kurdi lain. Saya sudah membahasnya berkali-kali!

Erdogan mungkon syok dengan kegagalannya pada Juni 2015 untuk memenangkan mayoritas kursi di parlemen, tapi alih-alih memenuhi semangat demokrasi, dia berusaha menumbangkannya lebih jauh. Pemilu baru akan digelar pada 1 November, tapi kombinasi gerakan Erdogan untuk menegaskan kekuasaan diktatoris dan upayanya untuk memberangus partai utama Kurdi dan pendukungnya mungkin akan menjadi paku terakhir integritas wilayah Republik Turki, bukan sekadar Kemalisme. Politisi karismatik Kurdi Selahattin Demirtas, salah satu pimpinan Partai Demokratik Rakyat (HDP), telah menyatakan bahwa jam malam yang diberlakukan pemerintah terhadap pendukung HDP tak memberi banyak pilihan kepada Kurdi selain menuntut otonomi.

Mustafa Kemal Atatürk mendeklarasikan Republik Turki hampir 92 tahun silam. Erdogan semakin menunjukkan diri sebagai anti-Atatürk dalam banyak hal. Ini bukan lagi soal sekulerisme vs Islamisme. Mungkin butuh satu dekade, tapi sudah waktunya memulai hitung mundur penyekat-nyekatan Turki. Kurdi akan punya negara sendiri, dan ibukotanya kelak adalah Diyarbakir, bukan Erbil.

Penyekat-nyekatan Turki sedang berjalan. American Enterprise Institute baru menanam benih pengungkapan rencana tersebut. Tentu saja, Anda semua sudah membacanya di sini duluan!

Para gatekeeper/korban tipuan di internet terus-terusan mendorong meme Kurdi yang “galak”!! Itu sangat membantu NATO/Israel. Itu meladeni kepentingan NATO/Israel. Terus menopang rutin polisi baik/polisi buruk yang direkayasa. Tak ada perbedaan antara Kurdi dan ISIS. Mereka satu dan sama dalam situasi ini. Tiap “polisi” punya pekerjaan masing-masing. Mereka sedang melaksanakan tugas yang diberikan. Menyusun ulang Timur Tengah. Menghancurkan negara. Membunuh warga sipil. Memaksa perpindahan penduduk yang memiliki rumah, pekerjaan, keluarga, dll, dari negaranya sendiri. Mendorong orang-orang yang sengaja dipindahkan ini ke masyarakat kohesif di Eropa dalam rangka mematahkan dan merusak masyarakat Eropa yang sudah lama berdiri. Memperkaya para penyelundup manusia, organ, dan narkoba. Adapun Kurdistan? Itu bahkan takkan memberi manfaat kepada Kurdi. Itu melambangkan perluasan Israel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s